Anda di halaman 1dari 55

Pokok Bahasan

1. Bentuk zat
2. Perubahan bentuk zat
3. Massa jenis zat
4. Partikel zat
5. Pengertian kalor
6. Kalor jenis, kalor laten, kalor jenis volume tetap
dan kalor jenis tekanan tetap.
7. Pengaruh kalor terhadap bentuk zat
8. Transisi fasa (titik tripel, titik kritis)
P ET A K O N S E P
Zat dan bentuknya

Bentuk Zat Massa Jenis Zat Partikel Zat

Perubahan bentuk Zat Susunan dan Gerak


Partikel Zat

Gaya Tarik
Antar partikel Zat
Bentuk Zat
Pengertian Zat (Matter)
Zat adalah sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa.
Ada empat macam zat yaitu zat padat, zat cair, gas dan plasma.
Bentuk zat ini merupakan bentuk-bentuk berbeda yang diambil
dalam berbagai fase materi yang berlainan.
Bentuk Zat
 Perbedaan bentuk zat berdasarkan perbedaan kualitatif dalam
sifat bulk. Dalam keadaan padatan zat mempertahankan bentuk
dan volume; dalam keadaan cairan zat mempertahankan volume
tetapi menyesuaikan dengan bentuk wadah tersebut; dan
sedangkan gas mengembang untuk menempati volume apa pun
yang tersedia.
 Perbedaan bentuk zat didasarkan kepada perbedaan dalam
hubungan antarmolekul. Dalam keadaan padatan gaya-gaya
intermolekul menjaga molekul-molekul berada dalam
hubungan spasial tetap. Dalam cairan, gaya-gaya antarmolekul
menjaga molekul tetap berada berdekatan, namun tidak ada
hubungan spasial yang tetap. Dalam keadaan gas molekul lebih
terpisah dan gaya tarik antarmolekul relatif tidak memengaruhi
gerakannya.
Plasma
Plasma adalah gas yang sangat terionisasi, yang terjadi pada suhu tinggi.
Dalam plasma, unsur-unsur tersebut tidak lagi bersatu membentuk
molekul, dan unsur-unsur tersebut kehilangan elektron-elektronnya.
Jadi dalam plasma, yang ada adalah sebuah "sup" yang terdiri atas
nukleus dan elektron.
Karena plasma memiliki banyak elektron bebas, maka plasma dapat
menjadi konduktor yang baik sekali.
Contoh plasma adalah lampu neon atau display komputer.
Lampu plasma menunjukkan beberapa fenomena unik dari plasma,
termasuk filamentasi. Warna yang tampak merupakan efek dari relaksasi
elektron pada keadaan tereksitasi ke tingkat energi yang lebih rendah
setelah bergabung dengan ion. Proses tersebut menghasilkan cahaya
dengan spektrum emisi sesuai dengan karakteristik gas yang digunakan.
Zat Padat
Berdasarkan ikatannya dibagi menjadi:
Padatan Kovalen
Padatan ini tersusun atas atom-atom dengan ikatan kovalen
contohnya padatan Isotropis semua ikatan ekuivalen ( titik lebur
tinggi), padatan anisotropis : ikatannya bervariasi ( titik lebur lebih
rendah )

Padatan Ionis
Padatan ini tersusun atas ion positip dan ion negatip, dalam Tabel
Periodik , padatan ini terbentuk antara unsur-unsur yang
mempunyai perbedaan elektronegatipitas besar. Pada padatan ini
terdapat gaya elektrostatik, ikatannya sangat kuat sehingga
padatan ini memiliki titik lebur tinggi.
Padatan Molekuler
Tersusun atas molekul-molekul dengan ikatan Van Der Waals
(ikatan yang terjadi akibat kedudukan kumpulan molekul kimia
yang berdekatan . Gaya van der Waals dapat ditemukan pada
molekul non-polar, seperti gas hidrogen (H2), karbon dioksida
(CO2), nitrogen (N2), dan gas (He, Ne, Ar, Kr, dll). ),
ikatan ini sangat lemah sehingga untuk
memutuskan ikatannya hanya perlu energi kecil, dengan
demikian memiliki titik leburnya rendah.

Padatan Logam
Tersusun atas logam-logam sangat rapat, dapat berbentuk
kubus, trigonal dll.Merupakan konduktor yang baik. Daya
konduktor merupakan mobilitas ion. Daya konduktivitas
merupakan fungsi suhu.
Perubahan Zat

Perubahan Zat

Perubahan Kimia Perubahan Fisika


Perubahan Kimia
Adalah perubahan zat yang menghasilkan zat jenis baru. Contoh :
1. Pembakaran

2. Peragian / fermentasi
3. Korosi / perkaratan 4. Pelapukan

Ciri-ciri perubahan kimia :


1. Terjadi perubahan warna.
2. Terjadi perubahan suhu
3. Terjadinya endapan
4. Terjadinya pembentukan gas
Perubahan Fisika
adalah perubahan yang tidak menghasilkan zat jenis baru
Ciri-ciri Perubahan Fisika :
1. tidak menghasilkan zat baru
2. Dapat kembali ke wujud asal
3. perubahan wujud
4. kelarutan
Perubahan fase wujud zat :

Gas

Mencair / melebur
Padat Cair
Membeku
Mencair / Melebur : Perubahan wujud zat padat menjadi zat
cair
Contoh :

Membeku : Perubahan wujud dari zat cair menjadi zat padat


Contoh :
Mengembun : perubahan wujud gas menjadi cair
Contoh :

Menguap : perubahan wujud cair menjadi gas


Contoh :
Menyublim : perubahan wujud zat padat menjadi gas
Contoh :

Mengkristal : perubahan wujud gas menjadi padat


Contoh : 1. 2.
Partikel Zat

Partikel zat
adalah bagian terkecil dari suatu zat yang masih memiliki sifat zat
tersebut
Contoh :
Gaya Antar Partikel Zat
Dua macam gaya tarik-menarik antarpartikel
Yaitu :
- Kohesi
adalah Gaya tarik-menarik antarpartikel sejenis
Contoh :
- Adhesi
adalah gaya tarik-menarik antarpartikel yang tidak sejenis
Contoh :
Meniskus Permukaan Zat Cair
Meniskus adalah peristiwa melengkungnya permukaan zat
cair karena pengaruh gaya adhesi dan kohesi
Meniskus terbagi menjadi 2 macam :
1. Meniskus Cekung
2. Meniskus Cembung
Meniskus Cekung
Meniskus Cekung adalah permukaan zat cair yang berbentuk
cekung
Contoh :
Permukaan air pada pipa kapiler
gaya kohesi < gaya adhesi
Akibatnya :
- Zat dapat membasahi dinding wadahnya
- Permukaannya cekung (meniskus cekung)
- Tetesan tidak membentuk bangun seperti
bola
Meniskus Cembung
Meniskus cembung adalah permukaan zat cair yang berbentuk
cembung
Contoh :
Permukaan air raksa
Pada pipa kapiler

Gaya kohesi > gaya adhesi


Akibatnya :
- Zat tidak dapat membasahi dinding wadahnya
- Permukaannya cembung (meniskus cembung)
- Tetesan membentuk bangun seperti bola
Kapilaritas
Adalah peristiwa naik / turunnya zat cair dalam pipa kapiler
Gejala kapilaritas dalam kehidupan sehari-hari :
 Naiknya minyak tanah melalui sumbu kompor
 Naiknya air tanah dari akar sampai ke daun melalui pembuluh
tapis
 Meresapnya air atau minyak pada kain
Azas bejana berhubungan
Yaitu : sama tingginya permukaan zat cair jika bejana diisi
dengan zat cair sejenis
Tegangan Permukaan
Tegangan permukaan
Adalah kecenderungan permukaan zat cair untuk menegang,
sehingga permukaannya seperti ditutupi oleh suatu selaput
elastis
Contoh :
Massa Jenis Zat

Massa Jenis Zat


adalah perbandingan antara massa benda dengan volum benda
tersebut
Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut :
dimana :
ρ = massa jenis
(kg/m3 atau gr/cm3)
m = massa benda
(kg atau gr)
v = volum benda
(m3 atau cm3)
Ingat !!!
1 cm3 = 1 mL
1 gr/cm3 = 1000 kg/m3
1kg/m3= 0,001 gr/cm3

m
v ρ
SIFAT-SIFAT ZAT MURNI
ZAT MURNI (PURE SUBSTANCE)

 Merupakan zat yang mempunyai komposisi kimia yang


tetap (stabil), misalnya : air (water) , nitrogen, helium,
dan CO2.
 Zat murni bisa terdiri dari satu elemen kimia (N2 )
maupun campuran (udara).Campuran dari beberapa fase
zat murni adalah zat murni, contohnya campuran air dan
uap air. Tetapi campuran dari udara cair dan gas bukan zat
murn karena susunan kimianya berubah atau berbeda
FASE dari ZAT MURNI
Diidentifikasi berdasarkan susunan molekulnya.
• Solid (padat) : jarak antar molekul sangat dekat sehingga gaya
tarik antar molekul sangat kuat, maka bentuknya tetap. Gaya
tarik antara molekul-molekul cenderung untuk
mempertahankannya pada jarak yang relatif konstan.Pada
temperatur tinggi molekul melawan gaya antar molekul dan
terpencar.
• Liquid (cair) : Susunan molekul mirip dengan zat padat ,
tetapi terhadap yang lain sudah tidak tetap lagi. Sekumpulan
molekul akan mengambang satu sama lain.
• Gas : Jarak antar molekul berjauhan dan susunannya acak.
Molekul bergerak secara acak.
PERUBAHAN FASA dari ZAT MURNI
State 1 : Pada state ini disebut compressed
liquid atau subcooled liquid. Pada state ini
penambahan panas hanya akan menaikkan
temperatur tetapi belum menyebabkan terjadi
penguapan (not about to vaporize)

State 2 : Disebut saturated liquid (cairan jenuh).


Pada state ini fluida tepat akan berubah fasenya.
Penambahan panas sedikit saja akan menyebabkan
terjadi penguapan (about to vaporize). Akan
mengalami sedikit penambahan volume
State 3 : Disebut “Saturated liquid - vapor mixture”
(campuran uap - cairan jenuh). Pada keadaan ini uap
dan cairan jenuh berada dalam kesetimbangan.
Penambahan panas tidak akan menaikkan temperatur
tetapi hanya menambah jumlah penguapan
State 4 : Campuran tepat berubah jadi uap
seluruhnya, disebut “saturated vapor” (uap jenuh).
Pada keadaan ini pengurangan panas akan
menyebabkan terjadi pengembunan (“about to
condense”).
State 5 : Disebut “superheated vapor” (uap panas
lanjut). Penambahan panas akan menyebabkan
kenaikkan suhu dan volume..
 Proses-proses tersebut di atas dapat digambarkan dalam
diagram T - v. Diagram ini menggambarkan perubahan-
perubahan temperatur dan volume jenis.
PROPERTY DIAGRAM ( DIAGRAM SIFAT)
Diagram T - v
 Dari gambar daiats dapat dilihat bahwa semakin tinggi tekanan air
maka semakin tinggi pula titik didihnya. Tsat merupakan fungsi dari
Psat ,(Tsat = f Psat)
 Tsat = Saturation temperature , temperatur saat zat murni berubah phase
pada tekanan tertentu.
 Psat = Saturation pressure , tekanan saat zat murni berubah phase pada
temperatur tertentu.
 Garis yang menghubungkan keadaan cair jenuh dan uap jenuh akan
semakin pendek jika tekanannya makin besar. Pada tekanan
tertentu (22,09 MPa) keadaan cair jenuh dan uap jenuh berada
pada satu titik. Titik ini disebut titik kritis (critical point). Untuk air
(water) : T cr = 374,14oC ; Pcr = 22,09 MPa. ; vcr = 0,003155 m3/kg.
Jika titik-titik pada keadaan cair jenuh dihubungkan maka diperoleh
garis cair jenuh. Jika titik-titik pada keadaan uap jenuh dihubungkan
maka diperoleh garis uap jenuh. Kedua garis ini bertemu di titik kritis.
Di atas titik tekanan kritis proses perubahan dari cair
menjadi uap tidak lagi terlihat jelas/nyata. Terjadi
perubahan secara spontan dari cair menjadi uap.
Bentuk dari diagram P-v mirip dengan diagram T- v. Pada
diagram P-v garis temperatur konstan mempunyai trend
menurun sedangkan pada diagram T-v garis tekanan konstan
mempunyai trend menaik.
 Pada kondisi tertentu fase padat, cair dan gas berada dalam
kesetimbangan. Pada diagram P-v dan T-v keadaan ini akan
membentuk suatu garis yang disebut Triple line. Dalam diagram
P-T keadaan ini nampak sebagai suatu titik dan disebut Triple point.
Triple point air adalah T TR= 0,01 oC dan PTR = 0,06113 kPa.
 Diagram P-T sering disebut sebagai diagram fase karena
dalam diagram P-T, antar tiga fase dipisahkan secara jelas,
masing-masing dengan sebuah garis. Ketiga garis bertemu di
triple point. Garis penguapan (vaporisation) berakhir di titik kritis
karena tidak ada batas yang jelas antara fase cair dan fase uap.
Tidak ada zat yang berada pada fase cair jika tekanannya berada di
bawah tekanan Triple point. Ada dua cara zat padat berubah menjadi
uap Pertama melalui proses mencair kemudian menguap dan kedua
fase padat berubah langsung menjadi fase gas (disebut menyublim).
Menyublim hanya dapat terjadi pada tekanan di bawah tekanan
Triple point.
Diagram P - v - T

a. Menyusut saat membeku b. Mengembang saat membeku


Campuran uap dan cairan jenuh
(saturated liquid vapor mixture)
 Pada proses penguapan zat cair dan uap berada pada
kesetimbangan atau zat berada pada fase cair dan fase uap
secara bersama-sama. Untuk melakukan analisa pada fase ini
dimunculkan suatu besaran yang disebut kualitas uap (fraksi
uap).
Sifat-sifat termodinamika
suatu campuran cair jenuh
dan uap dengan kualitas X :
Campuran cair jenuh dan uap
Kualitas (fraksi) uap

Fraksi uap dapat dinyatakan


Kerjakan Soal Berikut
1. Wadah uap dan air dengan total V = 0.4 m3 diisi dengan m =
2 kg of H2O pada P = 600 kPa, hitung
• volume dan massa cairan dan
• volume dan massa uap.
Solusi : 1. Hitung volume spesifik