Anda di halaman 1dari 8

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas /Semester : XII / 2
Materi Pokok : Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit
Alokasi Waktu : 40 Menit
Kompetensi Dasar Indikator Tujuan Pembelajaran
- Melalui diskusi kelompok, peserta
3.2 Membedakan sifat 3.2.1 Menganalisis sifat koligatif
didik dapat menganalisis sifat
koligatif larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit dan sifat
koligatif larutan nonelektrolit dan
larutan nonelektrolit koligatif larutan elektrolit
sifat koligatif larutan elektrolit
3.2.2 Melakukan percobaan sifat
- Melalui diskusi kelompok, peserta
koligatif larutan nonelektrolit dan
didik dapat melakukan percobaan
larutan elektrolit serta melaporkan
sifat koligatif larutan nonelektrolit
hasil percobaannya
dan larutan elektrolit serta
melaporkan hasil percobaannya

A. Langkah-langkah Pembelajaran

Kegiatan Pendahuluan (5 Menit)

Pendahuluan Guru memberikan apersepsi kepada peserta didik yaitu mengaitkan


materi pembelajaran Larutan elektrolit dan nonelektrolit dengan
pengetahuan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Inti(30 Menit)

Stimulation 1. Guru membentuk kelompok diskusi


2. Guru memberikan LKPD kepada peserta didik

Problem Statement Peserta didik diminta untuk melakukan percobaan sifat koligatif larutan
nonelektrolit dan larutan elektrolit serta melaporkan hasil percobaannya
1. Guru meminta peserta didik untuk membaca dan mendiskusikan
Data Collection
dalam kelompok mengenai percobaan penurunan titik beku.
2. Guru membimbing peserta didik dalam kelompok untuk berdiskusi

Peserta didik mengkomunikasikan hasil diskusi dalam kelompok


Data Processing

Verification Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya ke depan


kelas mengenai larutan elektrolit dan nonelektrolit.

Kegiatan Penutup(5 Menit)

1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan hasil diskusi mengenai larutan elektrolit dan
nonelektrolit
2. Peserta didik bersama guru melakukan refleksi tentang proses pembelajaran yang sudah dilakukan
3. Guru mengakhiri pembelajaran

Kepala Sekolah SMA....... Guru Mata Pelajaran

NIP: NIP:

Lampiran

1. Materi Ajar

Sifat koligatif larutan nonelektrolit


Meskipun sifat koligatif melibatkan larutan, sifat koligatif tidak bergantung pada
interaksi antara molekul pelarut dan zat terlarut, tetapi bergantung pada jumlah zat terlarut
yang larut pada suatu larutan. Sifat koligatif salah satunya yaitu penurunan titik beku.

Penurunan titik beku


Adanya zat terlarut pada suatu larutan tidak hanya memengaruhi tekanan uap saja,
tetapi juga memengaruhi penurunan titik beku

Seperti halnya pada kenaikan titik didih, adanya zat terlarut dalam larutan akan
mengakibatkan titik beku larutan lebih kecil daripada titik beku pelarutnya. Penurunan titik
beku, ΔTf (f berasal dari kata freeze) berbanding lurus dengan molalitas (m) larutan:

ΔTf ∞ m atau ΔTf = Kf m

Kf adalah tetapan penurunan titik beku molal pelarut (°C/m). Penurunan titik beku (Tf )
adalah titik beku pelarut murni (Tf °) dikurangi titik beku larutan (Tf )

Tf = Tf00 - Tf
f f f

Contoh :
Berapakah titik beku larutan yang terbuat dari 10g urea CO(NH2)2 dalam 100 gram air?
(massa molar urea 60g/mol, Kf air =1,86ᵒC/m)
Jawab:

Tf = Kf. m

= 1,86ᵒC/m 1,7 m

= 3,16

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit

Menurut Arrhenius, suatu zat elektrolit yang dilarutkan dalam air akan terurai menjadi
ion-ion penyusunnya sehingga jumlah partikel zat pada larutan elektrolit akan lebih banyak
dibandingkan dengan larutan nonelektrolit yang konsentrasinya sama. Hal ini menyebabkan
sifat koligatif pada larutan elektrolit lebih besar daripada larutan nonelektrolit
Hubungan sifat koligatif larutan elektrolit dan konsentrasi larutan dirumuskan oleh
Van’t Hoff, yaitu dengan mengalikan rumus yang ada dengan bilangan faktor Van’t Hoff
yang merupakan faktor penambahan jumlah partikel dalam larutan elektrolit.

i = 1 + (n – 1)α
Keterangan:
i = faktor yang menunjukkan bagaimana larutan elektrolit dibandingkan dengan larutan
nonelektrolit dengan molalitas yang sama. Faktor i inilah yang lebih lanjut disebut faktor
Van’t Hoff.
n = jumlah ion dari elektrolit
α = derajat ionisasi elektrolit
Penurunan titik beku
Seperti halnya penurunan tekanan uap jenuh, rumus untuk kenaikan titik didih dan
penurunan titik beku untuk larutan elektrolit juga dikalikan dengan faktor Van't Hoff.

Contoh : ΔTf = Kf. m {1 + (n-1) α}


Kedalam 500 gram dilarutkan 7,45 gram KCl (Mr= 74,5). Jika tetapan penurunan titik beku
molal (Kf)air= 1,86 ᵒC/m, larutan yang terbentuk memiliki titk beku sebesar?
Jawab :
Dik :
gram P : 500 gram

KCl K+ + Cl- i=N= 2

Gram T : 7,45 gram


Kf = 1,86 ᵒC/m
Mr = 74,5

Dit : Tf....?

Tf = Tf = Tf0 - Tf

= 1,86 = 0o – 0,744

= 1,86 . 0,4 = -0,744 oC


= 0,744
2. Lembar Observasi

Penilaian
Nama Peserta
No Nilai Keterangan
Didik
Afektif Kognitif Psikomotor

10

11

12

13
3. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

( LKPD )

Mata Pelajaran : KIMIA

Materi pelajaran : Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit

Nama : 1.

2.

3.

4.

Kelas :

Kelompok :

Petunjuk :

1. Bacalah LKPD ini dengan cermat dan teliti.


2. Lakukan percobaan sesuai dangan langkah-langkah yang sudah tertera pada LKPD.
3. Tulis hasil pengamatan pada tabel pengamatan yang telah tersedia.

Tujuan Percobaan:

1. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis sifat koligatif larutan
nonelektrolit dan sifat koligatif larutan elektrolit
2. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat melakukan percobaan sifat koligatif
larutan nonelektrolit dan larutan elektrolit serta melaporkan hasil percobaannya

Materi Ajar

Sifat koligatif larutan nonelektrolit

Penurunan titik beku

Seperti halnya pada kenaikan titik didih, adanya zat terlarut dalam larutan akan
mengakibatkan titik beku larutan lebih kecil daripada titik beku pelarutnya. Penurunan titik
beku, ΔTf (f berasal dari kata freeze) berbanding lurus dengan molalitas (m) larutan:

ΔTf ∞ m atau ΔTf = Kf m


Kf adalah tetapan penurunan titik beku molal pelarut (°C/m). Penurunan titik beku (Tf )
adalah titik beku pelarut murni (Tf °) dikurangi titik beku larutan (Tf )

Tf = Tf00 - Tf
f f f

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit

Hubungan sifat koligatif larutan elektrolit dan konsentrasi larutan dirumuskan oleh
Van’t Hoff, yaitu dengan mengalikan rumus yang ada dengan bilangan faktor Van’t Hoff
yang merupakan faktor penambahan jumlah partikel dalam larutan elektrolit.

i = 1 + (n – 1)α
Keterangan:
i = faktor yang menunjukkan bagaimana larutan elektrolit dibandingkan dengan larutan
nonelektrolit dengan molalitas yang sama. Faktor i inilah yang lebih lanjut disebut faktor
Van’t Hoff.
n = jumlah ion dari elektrolit
α = derajat ionisasi elektrolit
Penurunan titik beku
Seperti halnya penurunan tekanan uap jenuh, rumus untuk kenaikan titik didih dan
penurunan titik beku untuk larutan elektrolit juga dikalikan dengan faktor Van't Hoff.

ΔTf = Kf. m {1 + (n-1) α}

Langkah-langkah Percobaan

1. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan


2. Memasukkan es batu kedalam 4 wadah yang telah diberi label
3. Memasukkan bahan yang telah disiapkan berupa gula, garam dan terigu ke masing-
masing wadah yang sudah diberi label.
4. Diamkan selama 3 menit hingga terjadi perubahan pada es batu
5. Amati perubahan yang terjadi pada es batu setelah bahan-bahan dimasukkan.

Hasil Pengamatan
NO Bahan Hasil Pengamatan

Jawablah pertanyaan dibawah ini!

1. Setelah melakukan percobaan, sebutkan es batu mana yang paling cepat mencair serta
berikan alasannya!
2. Untuk menghasilkan larutan yang membeku pada suhu -0,372 oC maka kedalam 400
gram air harus ditambahkan kristal NaCl sebanyak... (Kf air= 1,86oC/m, Mr NaCl=
58,5)
3. Sebanyak 45 gram glukosa (Mr = 180) dilarutkan dalam 500 gram air jika Kf air =
1,86oC/m, larutan yang terbentuk akan membentuk pada suhu ?

Kesimpulan :