Anda di halaman 1dari 5

HUBUNGAN ANTARA TEKNOLOGI INFORMASI DAN ORGANISASI

1 Pengertian Teknologi Informasi

a Teknologi Informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan
informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan
informasi. (Haag dan Keen (1996))

b Teknologi Informasi adalah teknologi yang tidak hanya pada teknologi komputer
(perangkat keras dan perangkat lunak) yang akan digunakan untuk memproses dan
menyimpan informasi, melainkan mencakup teknologi komunikasi untuk mengirim
atau menyebarluaskan informasi.( Martin (1999))

c Teknologi Informasi adalah merujuk pada seluruh bentuk teknologi yang


dipergunakan untuk dapat menciptakan, menyimpan, mengubah, serta untuk
menggunakan informasi tersebut dalam segala bentuknya.( Mc Keown (2001))

2 Pengertian Organisasi

a Organisasi merupakan susunan dan aturan dari berbagai bagian (orang atau
kelompok) sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan tertata.( W.J.S.
Poerwadarminta)

b Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan
sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif
terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
(Stephen P. Robbins)

c Organisasi adalah setiap bentuk persekutuan antara dua orang / lebih yang saling
bekerjasama serta terikat secara formal dalam rangka melakukan pencapaian tujuan
yang sudah ditentukan dalam ikatan yang ada pada seseorang atau beberap orang
yang dikenal sebagai atasan dan seorang atau kelompok orang yang dikenal sebagai
bawahan.( Prof. Dr. Sondang P. Siagian)
3 Hubungan Teknologi Informasi dan Organisasi

Teknologi informasi muncul sebagai akibat semakin merebaknya globalisasi dalam


kehidupan organisasi. Teknologi dalam organisasi memiliki peranan utama dalam
mempelajari sifat-sifat dari teknologi suatu organisasi dan hubungan teknologi terhadap
struktur organisasi. Organisasi adalah sebuah sistem terbuka, dan teknologi
organisasimerupakan cerminan dari kondisi lingkungan organisasi dan juga jenis kegiatan
internalyang terjadi dalam organisasi. Teknologi saat ini tidak bisa dipisahkan dari
jalannya sebuahorganisasi. Karena dengan keberadaan teknologi informasi, menjadi
faktor penentu utamadari keberhasilan organisasi (Gordon & Gordon, 2000).

Hubungan antara teknologi dan organisasi telah mulai dibicarakan pada awal tahun 70-an,
yang menunjukkan bahwa teknologi adalah salah satu komponen utama yang dapat
mempengaruhi struktur dan berfungsinya suatu organisasi (Pugh, 1969).

Teknologi dalam organisasi memiliki peranan utama dalam mempelajari sifat-sifat dari
teknologi suatu organisasi dan hubungan teknologi terhadap struktur organisasi. Dalam
teori organisasi yaitu dengan prinsip ketergantungan (contingency), menyatakan bahwa
karakteristik organisasi mempunyai ketergantungan terhadap faktor-faktor teknologi yang
pada akhirnya berkembang menjadi pendekatan modern dalam teori organisasi. Semua ini
menunjukkan pada kita bahwa organisasi yang akan mampu bertahan dan memiliki
keunggulan bersaing adalah organisasi yang dapat mengadopsi dan mengadaptasikan
penggunaan teknologi tersebut, dan yang selanjutnya bentuk organisasi ini sering disebut
sebagai organisasi maya. Semua ini hanya dapat dipenuhi bila melakukan investasi di
bidang teknologi informasi. Investasi ini dapat memberikan kontribusi yang besar bagi
organisasi untuk meng-hasilkan produk yang lebih bermutu, produk yang lebih fleksibel
sesuai dengan kebutuhan konsumen, produk dengan biaya rendah, meningkatkan
produktivitas kerja, mening-katkan kreativitas dan inovasi, memperoleh keunggulan
kompetitif, meningkatkan layan-an langganan dan pembuatan keputusan yang lebih baik
(Turban et. al., 1996).
Menurut G.R Terry , ada 5 peranan mendasar teknologi informasi di sebuah organisasi,
yaitu :

1 Fungsi Operasional, akan membuat struktur organisasi menjadi lebih ramping


telah diambil alih fungsinya oleh teknologi informasi. Karena sifat
penggunaannya yang menyebar di seluruh fungsi organisasi, unit terkait dengan
manajemen teknologi informasi akan menjalankan fungsinya sebagai supporting
agency dimana teknologi informasi dianggap sebagai sebuah firm infrastructure.

2 Fungsi Monitoring and Control, mengandung arti bahwa keberadaan teknologi


informasi akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan aktivitas di
level manajerial embedded di dalam setiap fungsi manajer, sehingga struktur
organisasi unit terkait dengannya harus dapat memiliki span of control atau peer
relationship yang memungkinkan terjadinya interaksi efektif dengan para manajer
di perusahaan terkait.

3 Fungsi Planning and Decision, mengangkat teknologi informasi ke tataran peran


yang lebih strategis lagi karena keberadaannya sebagai enabler dari rencana
bisnis perusahaan dan merupakan sebuah knowledge generator bagi para
pimpinan perusahaan yang dihadapkan pada realitas untuk mengambil sejumlah
keputusan penting sehari-harinya. Tidak jarang perusahaan yang pada akhirnya
memilih menempatkan unit teknologi informasi sebagai bagian dari fungsi
perencanaan dan/atau pengembangan korporat karena fungsi strategis tersebut di
atas.

4 Fungsi Communication, secara prinsip termasuk ke dalam firm


infrastructuredalam era organisasi moderen dimana teknologi informasi
ditempatkan posisinya sebagai sarana atau media individu perusahaan dalam
berkomunikasi, berkolaborasi, berkooperasi, dan berinteraksi.

5 Fungsi Interorganisational, merupakan sebuah peranan yang cukup unik karena


dipicu oleh semangat globalisasi yang memaksa perusahaan untuk melakukan
kolaborasi atau menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan lain. Konsep
kemitraan strategis atau partnerships berbasis teknologi informasi seperti pada
implementasi Supply Chain Management atau Enterprise Resource Planning
membuat perusahaan melakukan sejumlah terobosan penting dalam mendesain
struktur organisasi unit teknologi informasinya. Bahkan tidak jarang ditemui
perusahaan yang cenderung melakukan kegiatan pengalihdayaan
atau outsourcingsejumlah proses bisnis terkait dengan manajemen teknologi
informasinya ke pihak lain demi kelancaran bisnisnya

Menurut Monger (1988), perkembangan teknologi dan khususnya teknologi informasi


telah membawa tiga dampak utama yang berpengaruh terhadap struktur organisasi dan
struktur industri, yaitu :

1 Otomasi

2 Disintetmediasi

3 Integrasi.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.pelajaran.co.id/2017/03/pengertian-teknologi-informasi-tujuan-dan-fungsi-
teknologi-informasi-menurut-para-ahli.html, diakses pada 10 Oktober 2019

https://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/05/12-pengertian-organisasi-menurut-para-ahli-
lengkap.html, diakses pada 10 Oktober 2019

https://www.maxmanroe.com/vid/organisasi/pengertian-organisasi.html, diakses pada 10


Oktober 2019

https://irfanfadhilblog.wordpress.com/2017/03/18/pengembangan-organisasi-dengan-teknologi-informasi-
organisasi/#, diakses pada 10 Oktober 2019

https://www.academia.edu/5524967/Peranan_Teknologi_dalam_Organisasi , diakses pada 10 Oktober


2019