Anda di halaman 1dari 3

2.

1 Definisi
Demam dengue/DF dan demam berdarah dengue/DBD (dengue
haemorrhagic fever/DHF) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue
dengan manifestasi klinis demam, nyeri otot dan/atau nyeri sendi yang disertai
lekopenia, ruam, limfadenopati, trombositopenia dan diatesis hemoragik. Pada DBD
terjadi perembesan plasma yang ditandai oleh hemokonsentrasi (peningkatan
hematokrit) atau penumpukan cairan di rongga tubuh. Sindrom renjatan dengue
(dengue shock syndrome) adalah demam berdarah dengue yang ditandai oleh
renjatan/syok. (Soedarmo, 2012).

2.2 Virus Dengue


Transmisi virus dengue bergantung pada factor biotik dan abiotik. Factor
biotik terdiri dari virus, vektor dan host. Sedangkan factor abiotik terdapat factor
suhu, kelembaban, dan musim hujan (WHO, 2011).
a. Virus
virus dengue termasuk genus Flavivirus dan Famili Flaviviridae. Virus kecil ini
terdapat single-strand RNA sebagai genom. Virion terdiri dari nukleokapsid dengan
kubik simetris yang terbungkus oleh lipoprotein envelope.
Ada empat tipe serotif pada dengue virus, yakni DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan
DENV-4. Keempat tipe serotif ini menyebabkan demam dengue namun memiliki
karakteristik keparahan yang berbeda (WHO, 2011) b. Vektor Dengue

Aedes (Stegomyia) aegepti (Ae. Aegepti) dan Aedes ( Stegomyia) albopictus (Ae.
Albopictus) adalah 2 vektor penyakit dengue yang paling penting (WHO, 2011)
Kompetensi vektor
Kompetensi vektor memiliki:

3
 Kerentanan untuk terinfeksi virus
 Kemampuan untuk mereplikasi virus
 Kemampuan untuk menyebarkan virus ke host lain
Kapasitas Vektor
Kapasitas vektor ditentukan oleh lingkungan dan karakteristik biologic spesies
dan 2 spesies ini memliki kapasitas vektor yang berbeda.
Ae aegepty besifat domestik, anthrophophilic yang sangat kuat, nervous feeder
(menggigit lebih dari satu host untuk melengkapi satu porsi makan darah) dan
merupakan discordant species (membutuhkan lebih dari satu kali makan untuk
melengkapi siklus gonotropik). Sebaliknya Ae. Albopictus masih mempertahankan
sifatnya dan menyerang daerah pinggir di perkotaan, sehingga menggigit pada
manusia dan hewan. Nyamuk jenis ini adalah pemakan yang agresif dan concordant
spesies. Oleh karena itu Ae. Albopictus merupakan vector yang buruk di daerah
epidemic perkotaan (WHO, 2011)
c. Host
Virus dengue, telah berevolusi dari nyamuk, lalu beradaptasi di nonhuman
primate dan kemudian manusia. Viraemia (virus yang sudah memasuki aliran darah)
pada manusia dibentuk dengan titer yang tinggi 2 hari sebelum mulainya panas (non-
febris) dan hari ke 5-7 terakhir setelah onset panas (febrile). Hanya pada 2 periode ini
spesies vektor ini dapat terinfeksi. Kemudian, manusia menjadi tempat
pemberhentian transmisi. Penyebaran infeksi dimulai melalui perpindahan host dan
vector (WHO, 2011)
d. Tranmisi virus Dengue
Tranmisi virus dengue dimulai dengan 3 siklus:
1. Enzootic cycle
2. Epizootic cycle
3. Epidemic (WHO 2011)

4
2.3 Mekanisme Infeksi Virus Dengue
Mekanisme cara penularan yang terjadi dalam kasus DBD melalui 4 tahapan , yakni:
(WHO, 2011)
1. Masa Penularan Pada Manusia
Orang yang terinfeksi DBD, yang masih dalam periode 3-7 hari setelah
demam, kemudian digigit oleh nyamuk Aedes betina, lalu nyamuk itu
menyebarkan virus DBD di dalam tubuhnya
2. Masa Inkubasi Pada Nyamuk
Nyamuk menggigit tubuh manusia yang telah terinfeksi virus dengue,
kemudian virus tersebut terinkubasi di dalam tubuh nyamuk selama 7 hari.
3. Masa Penyebaran Penyakit
Hanya dalam 7 hari nyamuk yang membawa virus dengue,
dapat menyebarkan penyakit DBD ke dalam tubuh manusia.
4. Masa Penularan Kepada Orang Baru
Masa inkubasi pada pasien baru terjadi dalam waktu 3-14 hari (rata-rata 4-7
hari) Selama masa ini, belum menampakkan gejala penyakit.