Anda di halaman 1dari 7

Konsep Dasar Kepemimpinan Pendidikan

 Afid Burhanuddin

6 tahun lalu

Pendidikan adalah proses pengembangan individu secara utuh yang


mencakup aspek kognisi, afeksi, dan psikomotor sehingga terbentuk
pribadi yang berpengetahuan, berkarakter, dan terampil.  Kepemimpinan
menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) adalah kegiatan atau
seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan
pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam
mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.

Kepemimpinan pendidikan adalah suatu kemampuan dan proses


mempengaruhi, membimbing, mengkoordinir dan menggerakkan orang
lain yang ada hubungannya dengan pengembangan ilmu pendidikan dan
pelaksanaan pendidikan agar kegiatan yang dijalankan dapat lebih efektif
didalam pencapaian tujuan – tujuan pendidikan dan pengajaran.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang konsep dasar kepemimpinan


pendidikan maka pada makalah kali ini saya akan membahas Konsep Dasar
Kepemimpinan Pendidikan.

Pengertian kepemimpinan

Pengertian kepemimpinan menurut Tead Terry Hoyt (dalam Kartono,


2003) adalah kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau
bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang lain dalam
mencapai tujuan – tujuan yang di inginkan kelompok. Kepemimpinan
menurut Young (dalam Kartono, 2003) lebih terarah dan terperinci dari
definisi sebelumnya. Menurutnya, kepemimpinan adalah bentuk dominasi
yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau
mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan
oleh kelompoknya dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi
yang khusus.

Moejiono (2002) mengangap bahwa kepemimpinan tersebut sebernya


sebagai akibat pengaruh satu arah karena pemimpin mungkin memiliki
kualitas – kualitas tertentu yang membedakan dirinya dan
pengikutnyakana. Para ahli teori sukarela (dalam Moejiono 2002)
mengangap bahwa kepemimpinan sebagai pemaksaan atau pendesakan
pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk
kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin.

Menurut Atmosudirdjo (dalam Purwanto, 1990: 25), Kepemimpinan dapat


dirumuskan sebagai suatu kepribadian seseorang yang mendatangkan
keinginan pada kelompok orang-orang untuk mencontohnya atau
mengikutinya, atau yang memancarkan suatu pengaruh yang tertentu,
suatu kekuatan yang sedemikian rupa sehingga membuat sekelompok
orang-orang mau melakukan apa yang dikehendakinya.

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan


merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau
kelompok, memiliki keahlian khusus dalam bidang yang khusus untuk
mencapai tujuan organisasi atau suatu kelompok.

Sedangkan kepemimpinan pendidikan adalah suatu kemampuan dan


proses mempengaruhi, membimbing, mengkoordinir, dan menggerakkan
orang lain yang ada hubungannya dengan pengembangan ilmu pendidikan
dan pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, agar kegiatan-kegiatan yang
dijalankan dapat lebih efisien dan efektif di dalam pencapaian tujuan-
tujuan pendidikan serta pengajaran.

Pemimpin mempunyai kekuasaan untuk mengatur anggotanya tetapi


kekuasaan yang diberikan harus digunakan secara bertanggung jawab.
Bertanggung jawab maksudnya adalah tidak menggunakan kekuasaan yang
telah diberikan untuk kepentingan dirinya sendiri atau individu, tidak
otoriter atau semua keputusan harus berdasarkan keputusannya tetapi
bukan hasil musyawarah anggotanya.

      

Teori Teori Kepemimpinan

Mengetahui teori – teori kepemimpinan sangat besar kegunaanya untuk


menganalisa sampai sejauh mana kepemimpinan dalam sebuah organisasi
dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.

Beberapa teori mengenai kepemimpinan antara lain:

1.  Teori kepemimpinan sifat

Dalam perkembangannya teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku


pemikir psikologi yang mempunyai pandangan bahwa sifat kepemimpinan
tidak seluruhnya dilahirkan atau yang biasanya dikenal dengan bakat atau
potensi. Tetapi bisa juga diraih melalui pendidikan, pelatihan dan
pengalaman. Sifat – sifat itu antara lain: fisik, mental dan kepribadian.

Keith Devis merumuskan 4 sifat umum yang berpengaruh terhadap


keberhasilan suatu kepemimpinan organisasi, antara lain:

1. Kecerdasan
Berdasarkan sebuah hasil penelitian, pemimpin yang memiliki kecerdasan
rata – rata dari anggotanya akan mempunyai kesempatan berhasil yang
lebih tinggi juga. Karena pemimpin pada umumnya memiliki tingkat
kecerdasan lebih tinggi dibandingkan dengan anggotanya yang lain.

1. Kedewasaan dan keluasan hubungan sosial

Pada umumnya didalam melakukan interaksi socsal dengan lingkungan


internal ataupun eksternal, seorang pemimpin yang akan berhasil yaitu
pemimpin yang mempunyai emosi matang dan stabil. Hal ini membuat
pemimpin tidak mudah panik dan teguh pendirian dalam mepertahankan
keputusan yang diyakini kebenarannya.

1. Motivasi diri dan dorongan berprestasi

Seorang pemimpin yang berhasil pada umumnya memiliki motivasi yang


tinggi untuk anggotanya maupun dirinya sendiri. Selain itu ia selalu
terdorong untuk mmenjadi seseorang yang berprestasi. Dorongan yang
kuat ini kemudian tercermin pada hasil kerja yang maksimal, efektif serta
efisien.

1. Sikap hubungan kemanusiaan

Seorang pemimpin hendaknya memngakui terhadap harga diri dan


kehormatan para anggotannya. Sehingga para pengikutnya mampu
berpihak kepada dirinya.

2. Teori kepemimpinan perilaku dan situasi

Berdasarkan hasil penelitian perilaku seorang pemmpin yang mendasari


teori ini mempunyai kecenderungan kearah 2 hal yaitu:

Pertama yang disebut Konsiderasi, yaitu kecenderungan seorang pemimpin


yang menunjukkan sikap akrab dengan bawahan. Misalnya, sorang
pemimpin yang memberi masukan kepada bawahannya serta bersedia
berkonsultasi dengan bawahannya.

Kedua yang disebut dengan Struktur Inisiasi, yaitu kecenderungan seorang


pemimoin yang memberikan batasan antara pemimpin dan bawahannya.
Misalnya, pemimpin tersebut selalu memandang bawahannya tidak
mampu untuk melakukan sesuatu sehingga dia akan memberikan instruksi
terus – menerus kepada bawahannya

Kesimpulannya, berdasarkan teori ini seorang pemimpin yang baik adalah


pemimpin yang memberikan perhatian besar kepada bawahan dan
memberikan kepercayaan bahwa bawahannya tersebut juga mampu
mengerjakan tugasnya dengan baik.

3. Teori kewibawaan pemimpin

Kewibawaan atau karisma merupakan faktor penting dalam hal


kepemimpinan,sebab dengan faktor ini seorang pemimpin akan dipercaya
oleh bawahannya bahwa pemimpin mereka mempunyai kemampuan luar
biasa dan mempercayai bahwa pemimpin mereka mampu melindungi
dirinya dari bahaya yang mengancam. Selain itu mereka juga beranggapan
bahwa pemimpin mereka akan membawa keluar mereka sebagai pemenang
di bawah kepemimpinannya.Di dalam kependidikan dimungkinkan bahwa
di bawah kepemimpinan seseorang tersebut akan memajukan sekolah
mereka menjadi lebih baik dan berkualitas.

4. Teori kepemimpinan situasi

Seorang pemimpin harus mampu mendiagnosa yang baik serta harus


bersifat fleksibel, sesuai dengan tingkat perkembangan  dan kedewasaan
bawahan atau pengikut. Misalnya, gaya direktif cocok diterapkan pada
bawahan dengan tingkat pengetahuan yang masih relatif rendah.

5. Teori kelompok

Agar tujuan kelompok (organisasi) bisa tercapai maka harus ada


pertukaran yang positif antara pemimpin dan pengikutnya. Karena
keberhasilan suatu kelompok atau organisasi tidak mungkin tercapai jika
tidak ada kerjasama yang baik antara pemimpin dengan bawahannya atau
pengikutnya.

Syarat – syarat seorang pemimpin dalam organisasi

Untuk menjadi seorang pemimpin maka harus ada syarat – syarat khusus.
Sehingga seseorang yang akan menjadi pemimpin adalah seseorang yang
benar – benar pantas dan dapat melakukan tanggung jawab nya secara
eoptimal dan efisien.

Terdapat 3 hal penting dalam kosep kepemimpinan atara lain:

1. Kekuasaan

Kekuasaan adalah otoritas dan legalitas yang memberikan wewenang


kepada pemimpin untuk memberikan pengaruh serta menggerakkan
bawahan atau pengikutnya berbuat sesuatu pada rangka penyelesaian tugas
tertentu terkait dengan organisasi.
1. Kewibawaan

Kewibawaan merupakan anugerah atau takdir Tuhan. Kemampuan ini


merupakan sebuah keunggulan dan kelebihan. Sehingga dengan
kewibawaan seorang pemimpin mampu menyuruh bawahannya atau
pengikutnya untuk mengikuti semua yang dikatakannya dan mematuhinya.

1. Kemampuan

Kemampuan adalah sumber daya kekuatan, kesanggupan dan kecakapan


secara teknis maupun sosial yang dimiliki seorang pemimpin melebihi dari
anggota biasa.

Sementara itu Stodgill yang dikutip James A. Lee mengatakan pemimpin


harus mempunyai kelebihan sebagai persyaatan, antara lain:

1. Kepastian, kecerdasan, kewaspadaan, kemampuan berbicara,


kemampuan menilai.
2. Prestasi, gelar kerjasama, ilmu pengetahuan dalam bidang tertentu.
3. Tanggung jawab, berani, tekun, mandiri, kreatif, ulet, percaya diri,
agresif.
4. Partisipasi aktif, memiliki stabilitas tingi, kooperatif, mampu bergaul.
5. Status, kedudukan sosial ekonomi cukup tinggi dan benar.

Seorang pemimpin khususnya di bidang kependidikan dikatakan berhasil


apabila memenuhi kriteria keberhasilan lembaga pendidikan sebagai
berikut:

1. Input, yaitu tingkat ketersediaan dan pendayagunaan masukan


instrumental dan lingkungan.
2. Proses, yaitu tingkat efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan
pembelajaran.
3. Output, yaitu tingkat pencapaian lembaga dan hasil belajar.
4. Outcome, yaitu dampak langsung dan tidak langsung

Tipe kepemimpinan

Setiap pemimpin pasti mempunyai gaya yang berbeda semua itu


tergantung selera dan karakter masing – masing pemimpin tersebut.

1. Tipe – tipe kepemimpinan pendidikan

1. Kepemimpinan “otokratis”

Seorang pemimpin yang otokratis akan memperlihatkan kekuasaan dan


tanggung jawabnya sehingga maju mundurnya sekolah tergantung pada
kepemimpinannya. Oleh karena itu, ia akan melakukan pengawasan yang
ketat terhadap bawahannya. Dikarenakan ia terlalu khawatir jika pekerjaan
bawahannya tidak sesuai dengan apa yang didinginkannya.

2. Kepemimpinan “pseudo – demokratis”

Pemimpin dengan tipe seperti ini akan memperlihatkan kesan demokratis


di dalam memimpin padahal sebenarnya ia bersifat otokratis. Pemimpin
memberi hak kepada guru untuk menentukan memutuskan sesuatu, tetapi
sebenarnya ia bekerja dengan perhitungan, ia bersiasat supaya keinginanya
juga yang tercapai.

3. Kepemimpinan “laissez – faire”

Pemimpin dengan tipe seperti ini akan menghendaki supaya bawahannya


di berikan kebebasan untuk melakukan segala sesuatu yang mereka anggap
benar. Seorang pemimpin akan membiarkan bawahannya bekaeja tanpa
ada pengawasan sedikitpun serta tanpa perencanaan. Sehingga situasi di
sekolah secara keseluruhan akan menjadi kacau dan tidak teatur.

4. Kepemimpinan “demokratis”

Pemimpin dengan tipe seperti ini menganggap dirinya sebagai bagian dari
kelompoknya, yang secara bersama – sama dengan kelompoknya atau
anggotanya akan berusaha dan bertanggung jawab untuk tercaoainya
tujuan bersama. Para guru bekerja dengan suka rela untuk memajukan
program – program kerja disekolah. Semua proram sekolah di lakukan
sesuai dengan rencana yang telah disusun dan disepakati bersama.
Akhirnya tercapailah suasana kekeluargaan yang harmonis dan
menyenangkan dalam lingkungan kerja.

PENUTUP

Kepemimpinan adalah keseluruhan proses mempengaruhi, mendorong,


mengajak, menggerakkan dan menuntun orang lain dalam proses kerja
agar berpikir dan bertindak sesuai aturan yang berlaku dalam rangka
mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Pondasi kepemimpinan
yang efektif yaitu memikirkan visi dan misi organisasi, mendefinisikan dan
menegakkannya secaa jelas. Pemimpin adalah seseoorang yang
menentukan tujuan, pioritas dan menetapkan serta mengawasi standard.

Aspek personalitas menjadi salah satu kepribadian dalam kepemimpinan.


Personalitas dapat diartikan sebagai totalitas karakteristik – karakteristik
individu. Pada umumnya, para kepala sekolah yang sangat efektif dalam
memelihara hubungan baik dalam sebuah organisasi adalah mereka yang
mempunyai sifat – sifat kepribadian yang baik.
DAFTAR PUSTAKA

Thaha, Besse Tenri Batari. 2011. Konsep Dasar Mengenai Pengertian


Kepemimpinan Pendidikan. Diterima November 15, 2013 pukul 15.00.
Dari http://bessetenri.blogspot.com/2011/09/konsep-dasar-mengenai-
pengertian.html

Yatik. 2011. Konsep dan Prinsip Kepemimpinan dalam


Pendidikan. Diterima November 15, 2o13 pukul 15.12. Dari http://yatik-
kepemimpinandalampendidikan.blogspot.com/

Ajeng. 2010. Manajemen Kepemimpinan Pendidikan Sekolah. Diterima


November 15, 2013 pukul 15.15.
Dari http://rahaj3n9.wordpress.com/2010/01/09/manajemen-
kepemimpinan-pendidikan-di-sekolah/

Sarjunipadang, Ali. 2013. Konsep Dasar Kepemimpinan. Diterima


November 15, 2013 pukul 15.20.
Dari http://alisarjunip.blogspot.com/2013/07/konsep-dasar-
kepemimpinan.html

Burhanuddin, Afid. 2013. Kepemimpinan dan Kekuasaan. Diterima


Desember 03, 2013 pukul 13.48.
Dari https://afidburhanuddin.wordpress.com