Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN RESEARCH BASED LEARNING (RBL)

FI1101 FISIKA DASAR IA


SEMESTER I 2019-2020

(GOLDBERG MACHINE)
Kelompok 6

Disusun oleh:

Ika Ariyanti 16019274


Khalisha Rhea Amalia 16019280
Raihan Fauzan 16019286
Miftahun Farid 16019292
Shalsabilla Varin Ramadhanti 16019298
Billy Senputra 16019304
Mohammad Akbar Ferryansyah 16019310
Bagas Caesar Suherlan 16019316
Hieronimus Jevon Valerian 16019322

PROGRAM TAHAP PERSIAPAN BERSAMA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2019
1. TUJUAN PERCOBAAN
 Membuat Goldberg Machine dengan menggabung beberapa konsep fisika untuk
mencapai suatu tujuan tertentu.
 Menentukan lama waktu yang dibutuhkan wadah untuk tiba di dasar dengan
jumlah kelereng tertentu.

2. TEORI DASAR
Goldberg Machine adalah sebuah meisn yang terdiri atas interaksi – interaksi dari
berbagai alat sederhana yang saling berhubungan satu sama lain . Mesin ini memiliki
fungsi untuk melaksanakan suatu tugas sederhana dengan cara yang sistematis . Goldberg
Machine bekerja dengan melibatkan berbagai alat sederhana yang akan menghasilkan
efek domino , yakni setiap alat akan memicu alat lain sehingga tujuan dari penggunaan
alat tersebut pun tercapai .
Alat – alat yang dipakai dalam Goldber
Machine akan menghasilkan berbagai interaksi
dalam melakukan rangkaian fungsinya .
Interaksi yang digunakan dalam Goldberg
Machine kali ini cukup bervariasi , mulai dari
bidang miring, tumbukan , dan berbagai
interaksi lainnya.
Bidang miring adalah sutau permukaan datar
yang salah satu ujungnya lebih tinggi dari ujung yang lan . Bidang miring merupakan
salah satu pesawat sederhana yang membentuk suatu sudut terhadap permukaan
horizontal sehingga bidang ini mempunyai sudut kemiringan tertentu. Gaya – gaya yang
bekerja pada sebuah bidang miring adalah berupa gaya berat dari benda , gaya normal dan
gaya gesek .

Dari Hukum Newton II,

F=mxa …(1)

Dengan meninjau sumbu x, didapat gaya yang bekerja pada bidang miring adalah gaya
berat benda dan gaya gesek, sehingga

F=Wsinθ - fgesek …(2)

1
Dengan meninjau sumbu y , didapat gaya yang bekerja adalah gaya normal dari berat
benda . Resultan gaya yang berada pada sumbu y harus bernilai 0 karena benda tidak
mengalami perpindahan pada sumbu y , sehingga

ΣF y=0
N – Wcosθ=0
N=Wcosθ …(3)

Substitusikan persamaan (2) dan (3) ke persamaan (1)


F=m x a
Wsin θ−f gesek =m x a
Wsin θ – ( μ k x N)=m x a
Wsinθ−( μ k . N )
a=
m

Untuk mencari percepatan sudut , mengingat

a=αxr
a
α=
r
α= Wsinθ – (μ k x N )
mr

Katrol merupakan roda pejal atau cakram yang berputar pada


porosnya , dililitkan tali untuk mengangkat beban. Katrol juga
disebut kerekan dan termasuk pesawat sederhana untuk
mempermudah
pekerjaan.
Berdasarkan
susunannya , katrol dapat dibagi menjadi 2
jenis yaitu katrol tetap dan katrol bergerak.
Jika beberapa katrol disusun menjadi satu
kerangka disebut katrol majemuk.

2
Misalkan m 2 lebih besar daripada m 1 maka tegangan tali dan percepatan benda
tersebut adalah:
 Persamaan gerak untuk m1
T 1– m 1 . g=m1 . a …(1)
 Persamaan gerak untuk m 2
T 2–m 2 . g=m2 . a…(2)

Dengan menghubungkan kedua persamaan diatas , diperoleh

(m ¿ ¿ 1−m2) g
a= ¿
m2−m1

Energi adalah sesuatu yang dapat membuat suatu benda baik benda hidup maupun
benda mati mampu melakukan pekerjaan (usaha) atau melakukan perubahan . Dalam
Fisika, arti energi adalah properti fisika dari suatu objek dan dapat berpindah melalui
interaksi fundamental .
Energi mekanik adalah sejumlah energi potensial dan energi kinetik yang dimiliki
benda untuk suatu usaha .

Em=Ep+ E k translasi + E k rotasi

Energi potensial adalah energi yang dimiliki benda karena posisinya terhadap acuan
yang kemudian dirumuskan dengan :

Ep=m. g . h
Keterangan :
m = massa (kg)
g = percepatan gravitas (9,8 m/s^2)
h = tinggi benda dari titik acuan ( m )

Energi kinetik translasi adalah energi yang dimiliki benda karena bergerak . Suatu
benda dikatakan bergerak secara translasi apabila semua titik pada benda berpindah
tempat ketika benda tersebut bergerak . Semakin cepat suatu benda bergerak , maka

3
semakin besar pula energi kinetik yang dimiliki benda tersebut yang kemudian
dirumuskan dengan :
1
E k translasi = . m . v 2
2
Keterangan :
m = massa (kg)
v = kecepatan benda (m/s)

Energi kinetik rotasi adalah energi yang dimiliki benda ketika berotasi. Suatu benda
dikatakan bergerak secara rotasi apabila semua titik pada benda bergerak kecuali satu
titik. Diketahui bahwa rumus energi kinetic translasi :

1 2
E k translasi = . m . v
2

Mengingat bahwa v=ω . r, maka

1
E k rotasi = . m.( ω .r )2
2
1
E k rotasi = . m. r 2 .ω 2
2

Diketahui bahwa m .r 2 adalah momen inersia , maka :

1
E k rotasi = . I . ω2
2

Keterangan :
I = momen inersia benda (kg m^2)
𝜔 = kelajuan sudut ( rad / s )

4
Kesetimbangan benda tegar adalah kondisi dimana
momentum suatu benda bernilai nol. Artinya, jika
awalnya suatu benda diam, benda tersebut akan cendrung
diam. Adapun beberapa syarat yang harus dipenuhi agar
suatu benda mengalami kesetimbangan, yaitu total
momen gaya (torsi) yang bekerja pada benda sama dengan nol ¿.

Pada mula-mula jungkat-jungkit berada pada keadaan diam.


∑ τ=0
F 1 . r 1=F 2 . r 2

Ketika kelereng besar jatuh ke dalam wadah 1, wadah 1


akan turun dan membuat wadah 2 terangkat. Hal ini
menyebabkan jungkat-jungkit mengalai percepatan,
sehingga

∑ τ=I .α
( F ¿ ¿1+ wkelereng besar ). r 1−F 2 . r 2=I . α ¿
( F ¿ ¿1+ wkelereng besar ). r 1−F 2 . r 2=(km l 2+ ml 2) . α ¿
(F ¿ ¿ 1+ wkelereng besar ). r 1−F 2 . r 2
=α ¿
(km l 2+ ml 2)
(F ¿ ¿ 1+ wkelereng besar ). r 1−F 2 . r 2
=α ¿
(k+ 1)ml 2

Ketika wadah 1 turun, dia akan menarik pagar pada bagian atas bidang miring, membuka
pagar dan menyebabkan n kelereng kecil menggelinding turun. Setelah melalui lintasan,
kelereng kecil akan jatuh ke wadah 2. Wadah 2 akan bergerak turun ketika
( F ¿ ¿ 2+ ∑ w kelereng kecil)>( F ¿ ¿1+ wkelereng besar )¿ ¿. Persamaan dari situasi di atas adalah
sebagai berikut.

Wadah1: ¿
Wadah2: ¿

5
Misal:
(m ¿ ¿ wadah 1+ m kelerengbesar )=m 1 ¿
(m ¿ ¿ wadah 2+ ∑ mkelereng kecil )=m2 ¿

Wadah1:
T 1−m1 . g=m1 . a
T 1 ¿ m 1 . g+m 1 . a

Wadah2 :
m2 . g−T 2=m2 . a
T 2=m 2 . g−m2 . a

∑ τ=I .α
T 2 . r−T 1 . r =I . α
(m ¿ ¿ 2 . g−m2 . a). r −(m ¿ ¿ 1 . g+ m1 . a) . r=I . α ¿ ¿

m 2 . g . r 2−m 2 . a . r 2−m 1 . g . r 2−m 1 . a . r 2=( k .m l 2+ ml 2 ) a

m2 . g . r 2−m1 . g . r 2=( k . ml 2 +ml 2 ) a+ m1 . a .r 2 +m2 . a. r 2


m2 . g . r 2−m1 . g . r 2
a= … (1)
( k . ml2+ ml2 ) +m1 . r 2 +m2 . r 2
Keterengan:
a = percepatan turunnya wadah 2
r = jari-jari katrol
r1 = jarak wadah 1 ke pusat massa jungkat-jungkit
r2 = jarak wadah 2 ke pusat massa jungkat-jungkit
k = konstanta momen inersia jungkat-jungkit

Untuk mencari berapa lama waktu yang dibutuhkan bendera untuk mencapai titik
tertingginya, maka kita hanya perlu mencari berapa lama waktu yang dibutuhkan
wadah 2 mencapai dasar.
Mengingat rumus gerak lurus berubah beraturan
1
h=ho + v O t− abendera t 2
2

6
karena wadah 2 mencapai dasar pada keadaan akhir maka h = 0 dan diam pada
keadaan awalnya.
1
h o= abendera t 2
2
2 ho
t=
√ abendera
… (2)

Dengan memasukan persamaan 1 ke 2, maka


2 ho
t=
√ abendera

2h o
t=

√ m 2 . g . r 2−m 1 . g .r 2
( k . ml2 +m l2) +m1 .r 2 +m2 .r 2
3. METODE PERCOBAAN
Pada perangkaian RBL kali ini menggunakan bahan-bahan yang mudah
ditemukan pada kehidupan sehari-hari seperti stik eskrim, tali, kardus, katrol, dan
sebagainya.

Tabel 3.1 Daftar alat dan bahan RBL

No. Nama Alat atau bahan Harga (Rp)


1 Power Glue 17.500,00
2 Lakban Hitam 16.000,00
3 Lem 15.000,00
4. Kardus 12.000,00
5. Katrol + Tali 25.000,00
6. Kertas Kado 10.000,00
7. Piloks 30.000,00
8. Cat Warna 14.000,00
9. Kuas 5.500
Total pengeluaran (Rp) 145.000,00

Gambar 3.1 Desain RBL (tampak samping)

7
Gambar 3.2 Desain RBL (tampak atas)

8
A. Prosedur Percobaan dan Cara Kerja Alat
Interaksi yang digunakan dalam Goldber Machine ini adalah bidang miring,
kesetimbangan benda tegar , kekekalan energi mekanik. Prosedur pengambilan data
dari penelitian alat ini adalah:

1. Menimbang massa dari kelereng besar dan kelereng kecil


2. Mengukur ketinggian bidang miring yang dilalui kelereng besar dan bidang
miring yang dilalui kelereng kecil
3. Mengukur massa wadah 1 dan wadah 2
4. Menentukan massa dan jari-jari dari katrol untuk menentukan momen inersia
katrol
5. Mengukur waktu yang dibutuhkan tali untuk turun pada katrol untuk menentukan
percepatan tali turun

Adapun cara kerja alat Goldber Machine ini adalah sebagai berikut :

1. Letakkan kelereng besar pada bidang miring yang terletak di sisi kiri.
2. Letakkan kelereng kecil pada bidang miring sisi kanan masing-masing 4 buah di
sebelah kiri dan kanan bidang miring.
9
3. Kelereng besar akan menggelinding turun melewati lintasan hingga jatuh ke
wadah 1 yang telah tersambung dengan jungkat-jungkit.
4. Wadah 1 akan turun ke bawah menarik tali yang tersambung pagar bidang miring
sisi kanan.
5. Setelah pagar terbuka, kelereng akan menggelinding turun hingga jatuh ke dalam
wadah 2.
6. Wadah 2 akan mengangkat bendera yang terhubung pada katrol.

4 . PERHITUNGAN BERADASARKAN DESAIN DAN TEORI


Dengan mengasumsikan bahwa pusat massa jungkat-jungkit berada di tengah, maka
1
k . ml 2 +ml 2 = ml 2… (1)
12
Mengingat persamaan yang didapat pada bagian 2 maka

2 ho


t=
m2 . g .r 2 −m1 . g . r 2

( 121 . ml +m l ) +m . r +m . r
2 2
1
2
2
2

Diketahui tinggi wadah 2 dari dasar adalah 0.174 m (h o=0.174 m ¿ dan massa kelereng

besar (m1 = 0.02 kg) dan setengah panjang jungkat jungkit (r = 0.055), , maka
1. Untuk kasus 4 kelereng (m 2=0.02 kg )

2(0.174)


t=
(0.02)(9.8)(0.055)2−(0.018)(9.8)(0.055)2
1
( 0.01 )( 0.055 )2+ ( 0.018 )( 0.055 )2 +(0.02)(0.055)2
12

10
t=0,6894 s

2. Untuk kasus 5 kelereng (m2=0.025 kg )


2(0.174)
t=
√ (0.025)(9.8)(0.055)2−(0.018) ¿ ¿ ¿
t=0.2223 s
¿

3. Untuk kasus 6 kelereng (m 2=0.03 kg )


2(0.174)
t=
√ (0.03)(9.8)(0.055)2−( 0.018)¿ ¿ ¿
¿

t=0.1445 s

4. Untuk kasus 7 kelereng (m2=0.035 kg )


2(0.174)
t=

t=0.1124 s
√ (0.035)(9.8)(0.055)2−(0.018) ¿ ¿ ¿
¿

5. PENGOLAHAN DATA
Pada percobaan kali ini, terdapat beberapa data yang dapat kami ambil. Berikut data-
data yang kami dapatkan dari hasil percobaan Goldberg Machine kali ini

Tabel 5.1 Data alat dan bahan pada percobaan Goldberg Machine
No. Alat Massa (kg)
1. Kelereng Besar 0.018
2. Kelereng Kecil 0.005
3. Wadah 1 0.01
4. Wadah 2 0.005
5. Jungkat jungkit 0.01

Tabel 5.2 Pengolahan Data Jumlah Kelereng terhadap lama waktu wadah2 mencapai dasar

No. Total Massa Kelereng (kg) Waktu (s)


1. 0.02 0.66
2. 0.025 0.61
3. 0.03 0.56
4. 0.035 0.48
11
6. ANALISIS
Terdapat perbedaan hasil akhir antara percobaan dan teoritis mengenai lama waktu
wadah 2 mencapai dasar bidang. Berdasarkan pengamatan kami, perbedaan ini terjadi karena
perbedaan asumsi antara teoritis yang kami buat dan keadaan di dunia nyata. Secara teoritis
kita mengasumsikan bahwa tidak ada gesekan udara dan katrol tidak bermassa. Sedangkan
pada kenyataannya terdapat gesekan udara dan katrol memiliki massa. Hal inilah yang
mempengaruhi besarnya waktu wadah 2 turum antara teoritis dan aktual.

Faktor keempat adalah tumbukan antara kelereng dengan wadah 2. Semakin besar
kecepatan akhir kelereng, semakin cepat wadah 2 turun ke bawaj, sehingga percepatan
semakin besar dan menyebabkan besar waktu turunnya wadah 2 mengecil. Penyebab
terjadinya perbedaan antara teoritis dan aktual adalah karena kami tidak memperhitungkan
besarkan tumbukan antara kelereng kecil dengan wadah 2.

Faktor kelima adalah asumsi terhadap jungkat-jungkit. Kami mengasumsikan bahwa


jungkat-jungkit berada di tengah pusat massa, sehingga kami mengasumsikan k = 1/12. Pada
kenyataannya, jungkat-jungkit tidak berada persis di tengah, sehingga terjadi perbedaan
perhitungan antara teoritis dan aktual.

7. KESIMPULAN
Goldberg Machine dapat dibuat dengan cara menerapkan beberapa hukum yang
terdapat di dalam fisika. Pada percobaan kali ini Goldberg Machine berhasil dibuat dengan
menerapkan hukum Momen Gaya, Bidang Miring, Gerak Menggelinding, dan Katrol. Pada
percobaan kali ini terdapat perbedaan antara teoritis dan aktual. Lama waktu yang diperlukan
wadah 2 untuk mencapai tanah secara teoritis dan aktual adalah

Jumlah Massa Kelereng (kg) Waktu secara teoritis (s) Waktu secara aktual (s)
0.02 0.6894 0.66

12
0.025 0.2223 0.61
0.03 0.1445 0.56
0.035 0.1124 0.48

8. REFERENSI
Ahalgweb. (2018). Keseimbangan Benda Tegar: Pengertian, Rumus, Soal-Soal. Retrieved
November 25, 2019, from Ahalgweb website:
https://www.ilmudasar.com/2018/02/Kesetimbangan-Benda-Tegar.html
Budi. (2018). Pengertian Energi Mekanik. Retrieved November 25, 2019, from Budi website:
https://www.sridianti.com/pengertian-energi-mekanik.html
Rizal. (2019). Bidang Miring. Retrieved November 25, 2019, from Rizal website:
https://contohsoal.co.id/bidang-miring/

9. PEMBAGIAN TUGAS
Nama NIM Deskripsi Tugas
Ika Ariyanti 16019274 1. Menghias dan memperindah
penampilan RBL kelompok.
2. Membantu pembuatan pondasi awal
RBL.
3. Pembuatan jalur jatuh kelereng kecil
ke wadah 2.
Khalisa Rhea Amalia 16019280 1. Menghias dan memperindah
penampilan RBL kelompok.
2. Membantu pembuatan pondasi awal
RBL.
3. Pembuatan jalur jatuh kelereng kecil
ke wadah 2.
Raihan Fauzan 16019286 1. Pembuatan katrol pada bagian akhir
dari rangkaian kerja RBL.
2. Membantu pembuatan pondasi awal
RBL.
Miftahul Farid 16019292 1. Pembuatan pondasi awal dan

13
kerangka RBL secara keseluruhan.
2. Menghias dan memperindah
penampilan RBL.
3. Pembuatan katrol dan bidang miring.
Shalsabilla Varin Ramadhanti 16019298 1. Menghias dan memperindah
penampilan RBL kelompok 6.
2. Membantu pembuatan pondasi awal
RBL.
Billy Senputra 16019304 1. Memabantu penurunan rumus untuk
menghitung percepatan wadah 2.
2. Pembuatan Laporan RBL.
Mohammad Akbar 16019310 1. Pembuatan pondasi awal RBL..
Ferryansyah
Bagas Caesar Suherlan 16019316 1. Pembuatan pondasi awal dan
kerangka RBL secara keseluruhan.
2. Pembuatan bendera merah putih dan
jalur jatuh kelereng kecil ke wadah.
3. Menghias dan memperindah
penampilan RBL.
Hieronimus Jevon Valerian 16019322 1. Mendesain rancangan awal RBL.
2. Pembuatan pondasi awal dan
kerangka RBL secara keseluruhan.
3. Pembuatan laporan RBL.
4. Membantu penurunan rumus untuk
menghitung percepatan wadah 2.

14