Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Vitamin adalah senyawa-senyawa organik tertentu yang diperlukan dalam jumlah
kecil dalam diet seseorang tetapi esensial untuk reaksi metabolisme dalam sel dan penting
untuk melangsungkan pertumbuhan normal serta memelihara kesehatan. Vitamin sebagai
zat pelindung dikenal menurut penaan dengan beragam huruf : A, B, C, D dan seterusnya.
Vitamin, zat gizi organik yang dibutuhkan dalam jumlah kecil pada makanan manusia
dansebagian besar hewan untuk pertumbuhan dan fungsinya yang baik, adalah prekursor
esensial berbagai koenzim.
Mineral mempunyai arti penting dalam tubuh, misalnya bentuk ion sebagai kofaktor
(activator) enzim-enzim tertentu; pembentuk “garam Appatite” tulang dan gigi; berupa
komponen hormon-hormon tertentu ; berupa komponen senyawa-senyawa biologis aktif
tertentu.Mineral tubuh dapat dikelompokkan menjadi :
1.     Kelompok elemen utama terdiri dari unsur-unsur C,H,O,N,S,P,Mg,Na,K,dan Cl.
2.     Kelompok “trace elements” (elemen runutan) terdiri dari Co,Cu,Zn,Jod,Besi,
Mn,Mo,Se,Cr.
3.     Dibutuhkan oleh binatang tetapi belum tentu manusia. Terdiri dari arsen, Cad,Ni,
Silikon,Timah,dan vanadium.
4. Bersifat racun untuk manusia maupun binatang Ag, Hg, Pb.
Kebanyakan mereka ditemukan dalam bentuk-bentuk garam yang sukar larut,
sehingga sukar diserap dalam intestin ; kecuali K dan Na. Sehingga, umumnya mereka
diekskresi melalui tinja. Pengangkutannya, masuknya, serta penyimpanannya di jaringan
diperlukan protein pengemban spesifik; sehingga sintesis protein spesifik tersebut
merupakan pengatur kadar mineral dalam tubuh, misalnya :Co-transkobalamin Ii ; Cr-
transferin; Cu –albumin dan Cu –asam amino ; Fe 2+ transferindan Fe 2+ -asam amino ;
Mn2+ -transferin dan Mn 2+ globulin ; Zn –transferin dan Zn –albumin. Ekskresi mineral
melalui empedu dan urin , misalnya ; co melalui urin ; Cr melalui empedu dan urin; Cu
melaui empedu; Fe lepasan sel mukosa ; Mn melalui empedu ; Mo melalui urin; Se tidak
diketahui; Zn melaui empeadu, urin, getah pancreas, lepasan sel mukosa, dan keringat.
Diantara mineral-mineral tersebut fungsinya berkaitan satu terhadap lainnya, misalnya :
kalsium dan Fosfor; natrium dan kalium.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud metabolisme?


2. Apa yang dimaksud vitamin dan mineral?
3. Bagaimana sistem metabolisme vitamin dan mineral dalam tubuh?
4. Apa manfaat vitamin dan mineral dalam tubuh?

C. Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah :


a.       Untuk memenuhi tugas mata kuliah Fisiologi
b.      Dapat memberikan pengetahuan yang lebih mendetail tentang Metabolisme Vitamin
dan Mineral.
c.       Dapat menjadikan proses belajar mengajar lebih mudah.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Metabolisme

Metabolisme atau metabolismos memiliki makna perubahan yang berasal dari


Yunani dan diartikan oleh para ahli menjadi beberapa makna. Metabolisme merupakan
seluruh reaksi kimia yang ada atau terjadi pada suatu organisme hingga tingkat yang
paling kecil atau seluler. Metabolisme juga merupakan suatu proses pembuatan atau
pembentukan energi yang diperlukan oleh tubuh pada makhluk hidup.

Dengan kata lain, metabolisme adalah suatu proses dalam tubuh yang mana pada
proses ini zat gizi diubah menjadi energi. Energi yang dihasilkan dari proses metabolisme
selanjutnya akan digunakan untuk segala macam kegiatan seperti berpikir dan bernapas
serta berbicara. Oleh karena itu, suatu makhluk hidup yang memiliki metabolisme tubuh
kurang baik akan kesulitan melakukan aktivitasnya.

Metabolisme juga kerap disamakan dengan makna proses mencerna padahal


keduanya memiliki beda yang mencolok yang belum banyak diketahui. Proses mencerna
adalah proses yang ada di dalam tubuh dengan ciri mengolah dan memecah makanan
yang masuk menjadi zat gizi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terjadi proses
mencerna dahulu sebelum metabolisme itu sendiri terjadi.

Proses mencerna dimulai ketika makanan masuk ke dalam mulut kemudian akan
dipecah dengan bantuan enzim yang ada di dalam mulut. Lalu makanan yang telah
berubah bentuk atau telah dilumatkan akan diambil zat gizinya kemudian akan diubah
menjadi energi yang diperlukan. Sedangkan pada metabolisme, zat gizi seperti
karbohidrat akan menjadi energi untuk melakukan kegiatan sehari-hari.

Tak hanya diartikan sebagai perubahan saja, metabolisme juga diartikan sebagai
suatu proses kimiawi yang dilakukan oleh tubuh. Proses kimiawi yang terjadi diantaranya
mengubah senyawa yang kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana begitu juga
sebaliknya. Metabolisme memiliki fungsi atau guna untuk mempertahankan kehidupan
seorang makhluk hidup menurut buku yang ditulis oleh Briggs 1973.
B. Pengertian Vitamin dan Mineral

1. Pengertian Vitamin

Vitamin adalah zat senyawa kimia yang dibutuhkan oleh tubuh yang tugasnya
adalah mengatur proses kegiatan tubuh. Vitamin juga berfungsi untuk pertumbuhan sel
dan mengatur penggunaan makanan dan energi yang masuk ke dalam tubuh. Setiap
makhluk hidup membutuhkan vitamin, jika tubuh kekurangan vitamin maka tubuh akan
rentan terhadap penyakit.

Jenis Macam Macam Vitamin :

a. Vitamin A

Vitamin A atau yang sering juga disebut dengan retinol merupakan jenis vitamin
yang berfungsi dalam menjaga dan merawat kecantikan agar kulit selalu lembut dan
halus. Selain itu vitamin A juga sangat baik untuk kesehatan mata. Jenis-jenis makanan
yang mengandung vitamin A diantaranya wortel, ubi jalar, sayuran yang berwarna hijau
dan kuning, labu siam, alpukat, semangka, dan masih banyak lagi. Jika tubuh anda
kekurangan vitamin A maka anda bisa terkena penyakit katarak, rabun senja, infeks
saluran pernafasan, serta kulit yang tidak sehat.

b. Vitamin B1

Vitamin B1 atau yang sering disebut Tiamin berfungsi dalam menambah nafsu
makan dan mengatur alat-alat pernapasan serta fungsi saraf. Makanan yang mengandung
vitamin B1 yaitu biji-bijian, ragi, gandum, kacang-kacangan, telur, beras dan lain
sebagainya. Kekurangan vitamin B1 dapat menyebabkan tubuh yang mudah lelah,
gangguan pada saraf, pencernaan yang tidak lancar dan penyakit beri-beri.

3. Vitamin B2

Ribloflavin atau vitamin B2 memiliki fungsi dalam pertumbuhan tubuh, dapat


menjaga kesehatan rambut dan kulit, menjaga kesehatan kuku, dan membantu proses
metabolisme dalam tubuh sehingga bisa menghasilkan energi. Makanan yang
mengandung vitamin B2 diantaranya yaitu ragi, susu, kacang-kacangan, telur, dan lain
sebagainya.

4. Vitamin B6

Pridoksin atau vitamin B6 memiliki fungsi yang hampir sama dengan vitamin B2
yaitu menjaga kesehatan kulit dan rambut serta berguna dalam pertumbuhan tubuh.
Fungsi lainnya yaitu dapat mengurangi rasa mual serta mabuk saat dalam perjalanan,
mengurangi gejala kejang-kejang, serta mencegah peradangan kulit kasar. Jagung, biji-
bijian yang masih memiliki kulit ari, ikan dan ragi adalah beberapa makanan yang
mengandung vitamin B6. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan sulit tidur, kulit
kasar, depresi dan mudah tersinggung.

5. Vitamin B12

Vitamin B12 atau yang sering kita sebut dengan sianokobalamin berfungsi dalam
pembentukan sel-sel darah merah dan memperbaiki konsentrasi yang sering terganggu.
Hati, daging dan juga telur adalah jenis makanan yang mengandung vitamin B12. Jika
anda kekurangan B12 maka dapat menyebabkan kelelahan, munculnya penyakit anemia,
dan gangguan pada kulit.

6. Vitamin C

Vitamin C atau asam arkobat berfungsi dalam proses penyembuhan infeksi dan dapat
menanggulangi alergi. Makanan yang mengandung vitamin C diantaranya sayuran segar,
jeruk, tomat, nanas dan lain-lain. Gusi berdarah, terhambatnya proses penyembuhan luka,
nyeri pada area persendian, dan daya tahan terhadap infeksi yang rendah adalah ciri-ciri
orang yang kekurangan vitamin C.

7. Vitamin D

Vitamin D diperlukan oleh tubuh dalam proses pembentukan tulang serta


memperkuat rangka. Beberapa makanan yang mengandung vitamin D yaitu kuning telur,
minyak ikan, mentega, susu, dan ikan laut. Sumber makanan tersebut masih berupa
provitamin D, dan belum membentuk vitamin D. Sinar matahari akan mengubah
provitamin D tersebut menjadi vitamin D pada permukaan kulit. Jika anda kekurangan
vitamin D maka akan timbul gejala pertumbuhan yang terhambat, bentuk kaki yang
bengkok, gigi keropos, serta kejang-kejang pada otot.

8. Vitamin E

Tokoferol atau vitamin E berfungsi dalam mencegah kemandulan, keguguran


serta perdarahan. Minyak zaitun, kecambah biji-bijian, dan minyak kelapa merupakan
sumber vitamin E yang baik bagi tubuh. Tetapi jika tubuh kekurangan vitamin E maka
dapat menimbulkan kemandulan dan gangguan pada otot.

9. Vitamin K

Vitamin K berperan dalam proses pembekuan darah saat terjadi luka. Vitamin K
banyak terdapat pada sayuran hijau, kedelai dan tomat. Kekurangan vitamin K dapat
menyebabkan darah yang suka membeku.

Contoh Fungsi Vitamin Untuk Tubuh Manusia :

a) Mengatur zat-zat yang ada di dalam tubuh.


b) Menguatkan gigi dan tulang.
c) Mempercepat pertumbuhan pada tubuh.
d) Memperkuat daya tahan tubuh agar tidak mudah terkena penyakit.
e) Mempercepat proses penyembuhan saat tubuh terkena penyakit.
f) Menjaga dan meningkatkan kebugaran tubuh.
g) Memperlambat proses penuaan.
h) Membangun sistem kekebalan tubuh atau sistem imun.
i) Menjaga tubuh tetap segar
j) Menghilangkan rasa capek dan lelah.
k) Sebagai katalisator dalam reaksi biokimia dalam tubuh.

2. Pengertian Mineral

Mineral ialah zat gizi yang dibutuhkan manusia guna mendukung proses tumbuh
serta berkembang oleh tubuh dalam jumlah yang sedikit atau kecil. Mineral mempunyai
komposisi unsur murni dan juga garam sederhana yang sangat kompleks dengan
beberapa jenis bentuk hingga ribuan bentuk. Dalam mendefinisikan arti mineral, ada
banyak sekali tergantung dari mana memandang pengertian dari mineral itu sendiri, dapat
dari ilmu farmasi atau ilmu geologi.

Pengertian mineral dari sudut pandang ilmu geologi merupakan suatu benda yang
dibentuk dengan melalui proses dari alam dan pada umumnya bentuknya padat serta
tersusun dari beberapa kandungan kimia. Ilmu yang mempelajari hal-hal tentang mineral
adalah miteralogi.

Mineral merupakan sebuah substansi anorganik yang diperlukan tubuh dalam


jumlah yang kecil guna berbagai fungsi tubuh. Vitamin berbeda dengan mineral, hal ini
karena vitamin merupakan senyawa yang terdiri dari berbagai unsur seperti : karbon,
hidrogen, oksigen.

Mineral merupakan unsur kimia individu. Mineral tidak dapat rusak. Kandungan
mineral dari berbagai jenis makanan biasanya disebut “abu”, hal ini karena mineral ialah
produk yang tersisa dari makanan setelah seluruh makanan tersebut dihancurkan pada
suhu yang tinggi atau didegradasi oleh bahan kimia. Pada tubuh manusia, mineral
membentuk sekitar 4 persen dari berat badan orang dewasa. Berikut fungsi mineral.

Kebutuhan setiap orang akan mineral bervariasi dan berbeda-beda tergantung


pada umur, kesehatan, jenis kelamin, serta kondisi fisiologis seperti kehamilan. Mineral
mempunyai nilai biologis yang cukup penting guna mempertahankan fungsi fisiologis
dan struktural, mencegah defisiensi, serta mencegah turunnya kondisi kesehatan. Berikut
fungsi mineral:Membantu serta menjaga kesehatan otot, jantung, dan juga saraf.

1. Mengatur tekanan osmotik dalam tubuh.

2. Menghasilkan berbagai jenis enzim.

3. Memelihara, mengeraskan, dan mengendalikan tulang serta proses faal


dalam tubuh.
4. Sebagai katalis terhadap berbagai proses biokimia yang terjadi dalam
tubuh.

5. Kontraksi pada otot serta respon saraf.

6. Pembentukan struktur jaringan lunak dan keras, dalam kerja sistem enzim.

7. Membantu dalam pembuatan antibodi.

8. Menjaga keseimbangan air dan asam basa dalam darah.

9. Menyusun kerangka tubuh, otot, serta gigi.

10. Sebagai aktivator yang berperan dalam enzim dan hormon.

11. Menjaga kesehatan tulang.

12. Menjaga fungsi otak.

13. Mencegah nyeri otot.

14. Berperan dalam proses pembangunan sel.

15. Mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Berdasarkan takaran mineral jumlah kebutuhan dalam per hari, mineral dapat
dibagi menjadi 3 jenis, antara lain :

a) Major Minerals

Major Minerals atau mineral utama ialah mineral yang


dibutuhkannya dalam jumlah yang cukup banyak yaitu sekitar lebih dari
100 mg termasuk diantaranya magnesium, kalsium, kalium, fosfor, sulfur,
natrium, dan klorida.

b) Trace Minerals
Trace Minerals dibutuhkan pada tingkat sekitar kurang dari 100
mg per hari. Terdapat 9 jenis mineral yang termasuk dalam kategori ini,
antara lain : zat besi, fluoride, mangan, seng, yodium, selenium, tembaga,
molibdenum, dan kromium.

c) Ultratrace Minerals

Ultratrace Minerals ialah mineral yang ditemukan pada tubuh


manusia, namun jumlah kebutuhan mineral jenis ini tidak diketahui. Ini
termasuk arsenik, nikel, silikon, boron, serta vanadium.

Adapun mineral yang dibutuhkan tubuh yaitu :

a) Kalsium

Kalsium merupakan salah satu mineral yang sangat penting serta


yang paling banyak dibutuhkan oleh tubuh manusia. Kalsium berfungsi
untuk membantu dalam pembentukan tulang dan gigi serta juga diperlukan
dalam proses pembekuan darah, transmisi sinyal sel saraf, serta kontraksi
otot. Kalsium dapat membantu mencegah osteoporosis dan kekurangan
kalsium dapat menyebabkan osteoporosis. Dari semua kalsium yang
terdapat pada tubuh manusia, 99 persen terletak di tulang dan gigi.
Kalsium juga berperan guna menurunkan tekanan darah serta juga terbukti
dalam mengurangi resiko penyakit kardiovaskuler yang terjadi pada
wanita.

b) Fosfor

Fosfor merupakan mineral yang sering ditemukan dalam berbagai


jenis makanan termasuk produk dari olahan susu dan daging. Fosfor
sangat penting guna membuat tulang dan gigi menjadi kuat dan menjaga
kesehatan fungsi saraf. Fosfor adalah bagian dari kerangka struktural
molekul biologis contohnya DNA dan RNA. Sel-sel hidup juga memakai
fosfor dalam transportasi seluler.

c) Potasium

Potasium merupakan mineral yang membantu dalam mengatur


fungsi kerja jantung, tekanan darah, serta saraf, dan aktivitas kerja otot.

d) Sodium

Sodium merupakan elemen dan juga komponen elektrolit serta


garam yang membantu dalam mengatur keseimbangan cairan sel.

e) Zat besi

Zat besi ialah sebuah trace element yang penting dan dibutuhkan
dalam produksi hemoglobin, komponen sel darah merah yang kemudian
membawa oksigen kepada seluruh tubuh. Orang yang kekurangan zat besi
akan mudah merasa lelah, hal ini karena tubuh mereka kelaparan oksigen.
Besi merupakan bagian dari mioglobin, yang berfungsi untuk membantu
menyimpan oksigen di otot.

f) Magnesium

Magnesium merupakan logam putih yang lentur yang cukup


permanen di udara kering namun berkarat apabila di udara lembab. Ion
magnesium penting bagi semua sel makhluk hidup. Sekitar lebih dari 300
enzim memerlukan ion magnesium. Magnesium diperlukan karena
digunakan dalam pembentukan protein, tulang, sel-sel baru, mengaktifkan
vitamin B, asam lemak, merelaksasi otot, membekukan darah, serta
membentuk adenosin trifosfat atau ATP. Produksi dan juga penggunaan
insulin membutuhkan magnesium.

g) Natrium
Natrium merupakan mineral yang ditemukan pada tubuh manusia
dan dalam berbagai jenis makanan. Natrium adalah nutrisi yang sangat
penting dalam mempertahankan volume darah, mengatur keseimbangan
air dalam tiap sel, serta menjaga fungsi saraf.

Makanan dapat memberikan tubuh untuk mendapatkan banyak pasokan mineral,


namun manusia hanya dapat menyerap serta menggunakan mineral tersebut secara
bervariasi. Bioavailabilitas mineral tergantung terhadapt banyak faktor, termasuk
diantaranya banyak komponen nonmineral makanan. Jenis kelamin, status gizi, usia,
variabel genetik, serta asupan dapat mempengaruhi dalam penyerapan mineral dan
bioavailabilitas.

Banyak juga berbagai jenis resep obat yang merugikan dalam prosespenyerapan
mineral. Komponen serat, seperti asam fitat serta oksalat asam, dapat membatasi
penyerapan beberapa mineral dengan cara mengikat mineral tersebut sehingga tidak dapat
untuk diserap. Misalnya pada bayam yang memiliki kandungan yang banyak akan
kalsium, namun hanya sekitar 5 persen saja kalsium yang dapat diserap daripada
bioavailabilitas kalsium yang terdapat pada makanan lain yang mencapai 5 persen. Hal
tersebut karena disebabkan konsentrasi tinggi pada asam oksalat dalam bayam tersebut.

Asupan tinggi serat yang melebihi rekomendasi yaitu 25 g pada wanita dewasa
dan 38 g pada laki-laki dewasa per harinya dapat mengurangi penyerapan zinc, zat besi,
dan berbagai macam jenis mineral lainnya.

Banyak mineral, seperti zat besi, magnesium, kalsium, serta tembaga yang
mempunyai ukuran dan muatan listrik yang sama yang pada akhirnya dapat
menyebabkan terjadinya kompetisi satu sama lain untuk penyerapan. Kelebihan salah
satu mineral menurun penyerapan serta metabolisme mineral yang lainnya. Misalnya,
asupan zinc berlebihan dapat menurunkan penyerapan tembaga.

Di sisi lain, berbagabi interaksi yang terjadi antara vitamin dan mineral yang
bermanfaat terjadi pada saat penyerapan gizi dan juga metabolisme. Zat besi yang apabila
dikonsumsi bersamaan dengan vitamin C dapat meningkatkan penyerapan. Bentuk aktif
vitamin D dapat meningkatkan penyerapan kalsium. Banyak vitamin yang membutuhkan
mineral tertentu guna bertindak sebagai komponen dalam struktur dan fungsinya masing-
masing. Sebagai contoh, tanpa mangan atau magnesiumn, koenzim thiamin tidak mampu
untuk berfungsi secara efisien.

Mineral yang berasal dari berbagai jenis produk hewani lebih baik diserap
dibandingkan mineral dari nabati. Seperti halnya pada vitamin, mayoritas semua mineral
diserap di usus kecil. Sejumlah kecil juga dapat diserap dalam perut serta beberapa jenis
natrium dan kalium dapat diserap dalam usus besar. Setelah mineral-mineral tersebut
diserap, beberapa akan mengalir secara bebas pada aliran darah, namun banyak juga yang
dibawa oleh protein transpor khusus kepada bagian yang membutuhkan atau ke tempat
penyimpanan.

Kalsium merupakan jenis mineral yang melakukan perjalanan sebagai ion pada
darah atau terikat dengan protein darah dan dapat disebut sebagai albumin. Besi
mempunyai efek merusak dalam bentuk yang tidak terikat, sehingga pada saat diangkut
terikat dengan protein, seperti transferin.

Mineral dapat disimpan dalam berbagai jaringan pada seluruh tubuh manusia.
Beberapa jenis mineral perlu tetap dalam aliran darah guna menjaga keseimbangan dan
juga fungsi cairan tubuh. Mineral yang lainnya, seperti kalsium, magnesium, fluoride,
dan fosfor disimpan dalam tulang. Seng, tembaga, besi dan banyak jenis trace mineral
yang disimpan dalam hati. Sementara itu jenis mineral yang lainnya disimpan dalam
jaringan otot, kelenjar, atau di organ.

Asupan mineral yang terlalu banyak terlebih zat besi dan tembaga mempunyai
efek yang beracun. Sehingga konsumsi suplemen terutama suplemen trace mineral dapat
berpotensi toksisitas. Oleh sebab itu perlu diperhatikan jumlah mineral yang terkandung
dalam suplemen. Potensi toksisitas akan semakin meningkat apabila mengkonsumsi
mineral dari suplemen serta makanan sehingga asupan mineral dapat berlebihan. Selain
itu ada juga jenis mineral yang mempunyai efek toksisitas dan menjadi cemaran pada
beberapa produk makanan seperti logam aktif yaitu timbal.
3. Metabolisme vitamin dan mineral dalam tubuh

Vitamin A dalam sumber nabati berbentuk provitamin, campuran berbagi jenis karoten, dengan
kadar terbanyak beta karoten. Sedangkan provitamin A dalam sumber hewani banyak dalam
bentuk ester dengan asam lemak.

Didalam jaringn dibawah kulit terdapat provitamin D yang diubah menjadi kolekasiferol
( vitamin D3 ) dengan bantun ultraviolet yang terdpat pada sinar matahari.

Ester Di dalam jaringan di bawah kulitterdapat provitamin D yang diubahmenjadi kolekasiferol


(Vitamin D3)dengan bantuan ultraviolet yangterdapat pada sinar matahari. Ester provitamin E
dalam makanan,dihidrolisa oleh enzim lipase, kemudiandibebaskan diserap bersama lipoid
danasam lemak hasil pencernaan. Vitamin E ditemukan di dalam tinjamaupun di dalam urine.
Vitamin E disimpan dalam hati danjaringan lemak.

Sebanyak 50-80 % vitamin K dalam usushalus diabsorbsi dalam usus halus denganbantuan
empedu dan cairan pancreas.Setelah diabsorbsi, vitamin K dikaitkandnegan kilomikron untuk
diangkut melaluisystem limfe ke hati sebagai tempatpenyimpanan utama Vitamin K dalamtubuh.
Kebutuhan Vitamin K selain dari sintesismenakinon, juga didantangkan darimakanan.

Vitamin C mereduksi besi feri menjadi fero dalam usus halus sehingga mudah diabsorbsi.
Vitamin C juga membantu absorbs kalsium dengan menjaga agar kalsium berada dalam bentuk
larutan.

Vitamin B1 (Thiamin) dibutuhkan dalam metabolism lemak,protein, dan asam nukleat,


perananutamanya adalah metabolisme karbohidrat.
Vitamin B2 (Riboflavin) mengikat asamfosfat dan menjadi bagian dari dua jeniskoenzim FMN
dan FAD. Kedua koenzim iniberperan dalam reaksi oksidasi-reduksidalam sel sebagai pembawa
hydrogendalam system transport dalam mitokondria.

Niasin dibutuhkan untuksintesis vitamin B3, NAD(nicotinamida adenindinucleotida), dan


NADP+ (nicotinamide adeninedinucleotide phosphate). NADdan NADP adalah kofaktor
padaenzim dehidrogenase, yangberfungsi dalam reaksi redoks.

Vitamin B5 (Asam pantotenat) berasal dari β-alanin dan asam pantoat. Asam pantotenat
dikonsumsi sebagai bagian dari KoA

Asam Folat (Vitamin B9)dalam makanan terdapatsebagai poliglutamat yangterlebih dahulu


harusdihidrolisis menjadi bentukmonoglutamat di dalammukosa usus halus,
sebelumditransportasi secara aktif ke Kobalamin (Vitamin B12) disintesis secara eksklusif oleh
mikroorganisme dan ditemukan dalam hati hewan dalam bentuk terikat proteinmethycobalamin
Kobalamin tidak mempunyaifungsi vital dalammetabolisme

4. Manfaat vitamin dan mineral dalam tubuh

manfaat vitamin dan mineral berikut ini :


1. Turunkan Risiko Kanker

Dalam studi di eropa, seorang peneliti Jerman melaporkan sebanyak lebih dari 23 ribu
orang yang mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral dapat menurunkan angka
kematian akibat penyakit apapun sebanyak 42 persen dalam rentang 10 tahun, termasuk
menurunkan risiko kanker penyebab kematian sebesar 48 persen.

2. Turunkan Risiko Serangan Jantung

Sebuah studi yang dilakukan pada 2010 di Harvard University melaporkan bahwa
suplementasi multivitamin, terutama yang mengandung vitamin A, C dan E dapat
mencegah seseorang terkena kanker kolon. Studi lain juga melaporkan bahwa seseorang
yang mencukupi kebutuhan multivitamin hariannya dapat mengurangi risiko serangan
jantung sebesar 30 persen.

3. Awet Muda

Sebuah penelitian melaporkan bahwa wanita yang mengonsumsi suplemen multivitamin


diketahui memiliki telomer yang lebih panjang daripada mereka yang tidak mengasup
suplemen multivitamin.

Telomer adalah segmen DNA yang terletak pada ujung kromosom sel eukariot. Fungsi
utama telomer adalah melindungi DNA dari kerusakan dan mempertahankan kestabilan
kromosom. Adanya perubahan pada telomer berhubungan dengan proses menua (aging)
dan karsinogenesis.Telomer ini dipelihara keutuhannya oleh enzim telomerase.
Terjadinya proses menua (aging) berhubungan dengan pemendekan telomer.

4. Cegah Kanker Prostat

Penelitian membuktikan mengkonsumsi selenium bersama dengan multivitamin dapat


menurunkan risiko kanker prostat sebesar 40 persen.

5. Efektif Cegah Infeksi

Sebuah studi menemukan lebih dari 130 orang dewasa yang mengonsumsi suplemen
multivitamin dan mineral dalam setahun secara signifikan dapat mengurangi risiko
infeksi seperti infeksi saluran pernapasan, saluran kencing, influensa, hingga infeksi
pencernaan. Bahkan mereka juga diketahui jarang jatuh sakit selama setahun ketimbang
orang yang hanya mengonsumsi plasebo.

6. Tingkatkan Memori dan Kemampuan Kognitif

Asupan multivitamin juga terbukti mampu meningkatkan fungsi memori sekaligus


kemampuan berpikir otak. Hasil ini didapat setelah tim peneliti dari Australia melakukan
penelitian pada lebih dari 3 ribu partisipan baik dari kalangan remaja hingga lansia. Para
peneliti menemukan bahwa asupan multivitamin pada wanita lanjut usia yang mengalami
penurunan fungsi kognitif dapat menaikkan kembali kemampuan berpikir otaknya seperti
4 tahun lebih muda. Sedangkan pada pria lansia diketahui mengalami peningkatan
kewaspadaan dan perasaan yang lebih baik (tidak depresi dan stres berkurang) dalam
menjalani sisa hidupnya. Hasil serupa juga didapatkan dari pengamatan yang dilakukan
pada pelajar. Sebanyak 75 persen Kelompok yang diberi asupan multivitamin menjelang
ujian memiliki skor yang lebih baik ketimbang siswa yang hanya diberi plasebo sebelum
ujian.