Anda di halaman 1dari 3

BAB 2

MEMAKNAI RUANG PUBLIK


Dalam perancangan kota ruang public menjadi salah satu ruang penting
karena disitu terjadi berbagai aktivitas masyarakat dan tersedia berbagai
fasilitas kota.
Pada hakikatnya, ruang public memiliki permasalahan dan bahasan
yang sangat luas, baik dari sisi social, hokum, desain, dan sebagainya.
Ruang terbuka punlik tidak hanya berperan sebagai tempat relaxasi
bagi warga kota, tetapi juga berbagai penyeimbang ekologi kota dengan
adanya ruang terbuka public pada berbagai sudut kota, tingkat kenyamanan
kota akan menjadi lebih baik. Selain itu, tingkat polusi udara dan suara oleh
kendaraan bermotor dapat direduksi melalui penataan elemen vegetasi
diruang terbuka. Dengan demikian, kenyamanan termal dapat lebih dirasakan
karena ruang terbuka memainkan perannya sebagai ventilasi kota dalam
menangkap dan menyalurkan udara. Daerah resapan air hujanpun dapat
senantiasa tersedia dengan adanya “pori pori” bumi diantara balutan aspal
disepanjang jalan & massa bangunan
Penataan Ruang terbuka public senantiasa harus menjaga keselarasan
dengan lingkungan secara komprehensif agar tercipta kesinambungan pada
sebuah lingkungan binaan.
Ruang public bukan semata-mata sebuah ruang yang melayani fungsi
dan mengakomodasi akrifitas. Ruang public seharusnya juga dapat diakses
(accessible) dan dapat digunakan (useble) dengan baik oleh setiap orang
dengan kebutuhan yang berbeda.
Di Indonesia sendiri kebutuhan aksesibilitas masih belum terpenuhi.
Hanya ada sedikit ruang-ruang public yang menyediakan akses bagi
masyarakat dengan kemampuan berbeda. Ruang-ruang public dalam
menyediakan akses bagi masyarakat dengan kemampuan berbeda ruang-
ruang public belum banyak menyediakan ramp untuk pengguna kursi roda
orang lanjut usia dan yang berkebutuhan khusus laiinnya ruang-ruang public
bahkan ruang kota juga belum baik menyediakan banyak akses bagi
penyandang tuna netra.
BAB 3
HUNIAN DAN RUANG KOTA
Arahan desain kota seringkali tidak menjadi acuan sehingga
keberadaan hunian justru menambah beban dan permasalahan
yang dihadapi sebuah kota.
1. Rumah Susun
Semakin terbatasnya lahan diperkotaan yang dibarengi
dengan meningkatnya kepadatan penduduk berdampak
pada beralihnya pola hunian horizontal yang dulunya
menjadi pilihan orang-orang ketika mencari tempat tinggal
. sekarang menjadi semakin sulit untuk dipertahankan. Ini
membuat masyarakat di kota-kota besar beralih ke hunian
vertikan pola hunian yang idela untuk kota dengan
kepadatan tinggi.
2. Hunian di Tepian
Sebagai negara kepulauan yang memiliki wilayah perairan
mencapai 2/3 dari luas keseluruhan, Indonesian memiliki
potensi yang sangat besar dalam mengembangkan
Kawasan tepian air.
Kota-kota tepian memiliki karakter yang sangat unik dan
menarik apabila dikembangkan dengan baik. Budaya dan
kondisi social ekonomi lokalpun kerap tumbuh dan
berkembang dengan orientasi pada keberadaannya
ditepian air.
3. Hunian Vertikal diatas Air
Ketika kebutuhan akan hunian meningkat seiring dengan
semmakin terbatasnya lahan dikota, maka hunian
verticalpun dtidak pelak menjadi pilihan.
4. Mengatasi Masalah Parkir dan hunian melalui desain
Tingkat kemacetan yang semakin tinggi dikota besar
akibat semakin besarnya intensitas dan jumlah kendaraan
bermotor juga berdampak pada semakin terbatasnya
ruang parkir yang tersedia. Masyarakat yang tinggal
dikota-kota besar mengalami permasalahan dalam
menemukan ruang parkir, bagi kendarannya, terutama
kendaraan roda empat disisi lain, mobil murah menjadi
salah satu topik yang cukup banyak memancing pro dan
kontrak.
5. Permasalahan Hunian
Hunian dipusat kota menjadi pilihan menjadi pilihan yang
banyak diminati warga sebagaimana yang telah dibahas
sebelumnya selain mendekatkan dengan tempat kerja,
keberadaan hunian di pusat kota juga akan mengurangi
biaya transportasi yang dikeluarkan terlebih dengan
tingkat kemacetan yang sangat tinggi akan tetapi
kepadatan kota yang sangat tinggi, keberadaan hunian
dipusat kota yang tidak sesuai justru akan membuat
kualitas kota menjadi buruk.