Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

Ekologi Administrasi merupakan lingkungan yang dipengaruhi dan mempengaruhi administrasi, yakni:
Politik, ekonomi, budaya, tekhnologi, security dan natural resource. Inti dari administrasi negara adalah
pelayanan publik. Administrasi negara dalam melayani publik bertujuan untuk menyejahterakan dan
memenuhi kebutuhan publik atau masyarakat dengan cara menyediakan barang dan jasa.

Peran suatu masyarakat di dalam bidang politik (infra-struktur), di bidang ekonomi (pendapatan /
institusi), dibidang sosial budaya (pendidikan dan agama), dan bidang hankam ( tentram / tertib) jelas
sangat mempengaruhi akan jalannya roda Pemerintahan.Begitu sebaliknya,
Administrasi negara juga akan mempengaruhi faktor-faktor lingkungannya, yaitu dengan jalan membina,
menata dan memproses kelangsungan roda pemerintahan untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan, sesuai dengan peraturan yang berlaku.

1.2    Rumusan Masalah

            1.    Apa pengertian ekologi administrasi?

2.       Apa saja faktor-faktor ekologis dalam administrasi negara Indonesia?

            3.    Bagaimana perkembangan ekologi administrasi negara di Indonesia?

1.3    Tujuan Penulisan

Tujuan pembuatan makalah ini adalah agar mahasiswa mempelajari dan mengetahui tentang ekologi
administrasi negara. Selain itu juga tujuan penulisan makalah ini sebagai pemenuhan tugas mata
kuliah ekologi administrasi agar terlaksana tujuan pendidikan yang diharapkan.

1.4    Sistematika Penulisan
Untuk menjelaskan dari uraian-uraian yang terdapat pada rumusan masalah, makalah ini dituangkan
dalam sistematika penulisan yang meliputi pendahuluan, isi, atau pembahasan, dan penutup /
kesimpulan.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1  Ekologi Administrasi

 Ekologi Administrasi (Negara) terdiri dua terminology yaitu “Ekologi” dan “Administrasi” kedua
terminology ini dapat ditelusuri dari berbagai sudut.Setiap sudut pandang tersebut memberikan
pengertian yang berbeda. Hal ini disebabkan oleh latar belakang pengalaman, pendidikan dan cara
pandang dari para ahli yang bersangkutan. Meskipun demikian dari masing – masing cara pandang yang
berbeda itu dapat ditelusuri beberapa hal yang merupakan persamaannya. Dengan persamaan –
persamaan tersebut maka dapat di rumumuskan berbagai kriteria yang merupakan karakteristik dari
Ekologi Administrasi itu sendiri, sehingga dapat diambil batasan mendekati arti yang sebenarnya,
bahkan tidak menutup kemungkinan diperoleh pengertian yang sesungguhnya.

2.1.1  Definisi Ekologi

 Kata ekologi pertama kali di perkenalkan oleh Ernest Hackel, seorang biologis Jerman pada
tahun 1869. Kata Ekologi terdiri dari kata Oikos dan Logos, Oikos = Rumah atau tempat tinggal,
sedangkan Logos = telaah atau studi. Jadi Ekologi adalah ilmu tentang rumah atau tempat
tinggal mahluk, biasanya ekologi didefinisikan sebagai berikut : “Ilmu yang mempelajari
hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan lingkungan”.[1]

 Ekologi adalah tata hubungan total (menyeluruh) dan mutual (timbal balik) antara organisme
dan lingkungan sekelilingnya (environment)”.[2]

 Ekologi (ecology) adalah ilmu yang mempelajari organisme - organisme dalam hubungan mereka
dengan lingkungan fisik mereka seperti iklim, tanah, sinar, angin dan lembab A. C. yang dipelajari
bagaimana organisme - organisme itu menyesuaikan diri pada lingkungannya dan bagaimana
hal-hal itu berakibat tercapainya bentuk terakhir bagi daerah tertentu.

 Ekologi adalah suatu kajian yang berhubungan dengan inter-relasi antara organisme dengan
lingkungan.Dasar empirisnya terletak dalam hasil penelitian bahwa organisme-organisme yang
hidup ini berfariasi menurut lingkungan.[3]

Dari pengertian-pengertian di atas maka dapatlah ditarik kesimpulan bahwa lingkungan mempunyai
batas tertentu dan ísi tertentu. Secara praktis ruang lingkungan itu dapat ditentukan oleh faktor alam,
faktor sosial dan sebagainya.Sedangkan secara teoritis batas lingkungan sulit untuk ditentukan.
Manusia sebagai mahkluk hidup merupakan salah satu komponen yang terpenting dalam proses saling
pengaruh mempengaruhi antar manusia dan antara manusia dengan lingkungan. Agar mudah di pahami,
maka untuk selanjutnya lingkungan ini dapat dibagi dalam tiga kelompok dasar yang sangat menonjol,
yakni :

1.    Lingkungan fisik (physical environment);

2.    Lingkungan biologi (biological environment):

3.        Lingkungan sosial (social environment).

Kemudian lebih lanjut dikatakan bahwa “Ekologi merupakan suatu synthesa, suatu penilai paduan
kembali daripada hasil-hasil studi yang telah dilakukan terhadap unsur-unsur masing-masing dan satu
persatu yang diperoleh dengan analisa”.[4]

2.1.2  Definisi Administrasi

Administrasi dalam arti sempit adalah kegiatan-kegiatan yang bersifat tulis-menulis, jadi merupakan
kegiatan tata usaha seperti mengetik, mengirim surat dan menyimpan arsip, sedangkan administrasi
dalam arti luas meliputi kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih
dahulu, atau dengan kata lain administrasi dalam arti luas yaitu kegiatan yang dilakukan dalam rangka
mencapai tujuan yang terlebih dahulu telah ditetapkan.

Kegiatan itu meliputi antara lain perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan.
Sedangkan pengertian administrasi itu sendiri adalah : “Keseluruhan proses pelaksanaan kegiatan yang
dilakukan oleh dua orang atau lebih yang terlibat dalam suatu bentuk usaha bersama demi tercapainya
tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu”[5]. Atau dengan pengertian lain administrasi itu dapat
diartikan sebagai berikut :

a.    Administrasi adalah fungsi daripada atau apa yang harus dijalankan oleh setiap orang yang
memimpin atau mengepalai suatu organisasi.

b.    Administrasi adalah dari pimpinan, pembinaan, pengarahan dan pengendalian daripada suatu
organisasi secara keseluruhan.[6]

2.1.3  Hubungan Ekologi dengan Administrasi

Tinjauan ekologi terhadap perkembangan administrasi berarti “Tinjauan yang mencoba menerangkan
hubungan antar lingkungan (environment) dimana administrasi itu tumbuh dan berkembang dengan
administrasi itu sendiri yang dianggap sebagai organisme hidup (living organisme)”, atau dengan lain
perkataan tinjauan ekologis ingin menjelaskan pengaruh daripada lingkungan terhadap administrasi dan
sebaliknya, maka dengan adanya pengaruh tersebut akan memberikan ciri-ciri khas kepada administrasi.

Ciri-ciri dari faktor ekologislah yang menyebabkan mengapa dalam suatu daerah tertentu mempunyai
perbedaan administrasi dengan daerah lain walaupun masing-masing berada dalam suatu ikatan Negara
Kesatuan Republik Indonesia. Berbeda dari masyarakat atau bangsa yang satu dengan masyarakat atau
bangsa yang lain, sehingga dapat diketahui mengapa suatu masyarakat atau bangsa memiliki corak
administrasi negaranya sedemikian rupa.

2.1.4  Ekologi Administrasi Negara


Ekologi Administrasi merupakan lingkungan yang dipengaruhi dan mempengaruhi administrasi, yakni:
Politik, ekonomi, budaya, tekhnologi, securitydan natural resource.

 Menurut Fred. W. Riggs, Ekologi Administrasi Negara adalah Serangkaian proses yang terorganisir


dari suatu aktivitas publik atau kenegaraan yang bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah publik
melalui perbaikan-perbaikanterutama di bidang organisasi, sumber danmanusia dan keuangan.

Pengertian Ekologi Administrasi Negara adalah serangkaian proses yang terorganisir dari suatu aktivitas
publik atau kenegaraan yang bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah publik melalui perbaikan-
perbaikan terutama di bidang organisasi, sumberdaya manusia, dan keuangan.

2.2  Faktor-Faktor Ekologis Dalam Administrasi Negara Indonesia

Dalam rangka pembinaan Ketahanan Nasional, maka Sondang P. Siagian, MPA. Ph.D, membagi faktor-
faktor ekologis sebagai berikut :

a.       Faktor geografis

b.      Faktor penduduk

c.       Faktor kekayaan alam

d.      Faktor ideologi

e.       Faktor politik

f.        Faktor ekonomi

g.       Faktor sosial budaya

h.       Faktor kekuatan militer

Selain itu, dalam bukunya Prof. Drs. S. Pamudji, MPA. tentang Ekologi Administrasi Negara  disebutkan
beberapa faktor yang mempengaruhi administrasi negara, yakni sebagai berikut :

 Faktor-faktor ekologis yang bersifat ilmiah

Aspek-aspek kehidupan nasional terdiri dari aspek alamiah dan aspek kemasyarakatan, maka faktor-
faktor ekologis administrasi Negara Indonesia akan diperinci sejalan dengan aspek-aspek kehidupan
nasional tersebut.

1)      Lokasi dan posisi geografi

a.        Pengaruh lokasi dan posisi geografi terhadap administrasi Negara

Untuk melihat pengaruh lokasi dan posisi geografi terhadap administrasi Negara, perlu disebutkan
bentuk wujudnya Negara Indonesia terdiri dari kepulauan, letak astronomiknya yang berada di daerah
tropik, posisi silang antara 2 benua dan 2 samudra.

b.        Pengaruh administrasi Negara terhadap geografi Indonesia


Selain pengaruh administrasi Negara terhadap geografi (lokasi dan posisinya), ada pengaruh dari segi
lain yang dapat ditelusuri melalui perubahan cara pandang atau wawasan bangsa Indonesia terhadap
geografinya. Geografi Indonesia merupakan lautan yang ditengah-tengahnya bertebaran pulau-pulau,
dengan sendirinya laut antara 2 pulau menjadi perairan “dalam”. Wawasan ini akan terwujud apabila
diperlengkapi perangkat admisnistrasi Negara yang mampu, seperti Departemen Hankam, Departemen
Perhubungan, Departemen Dalam Negeri, Departemen Luar Negeri dan sebagainya.

2)      Keadaan dan kekayaan alam

a.        Pengaruh keadaan dan kekayaan alam terhadap administrasi Negara

Pengaruh keadaan dan kekayaan alam ini terhadap administrasi Negara nampak pada usaha-usaha
untuk memanfaatkan sumber-sumber alam tadi bagi pemenuhan kebutuhan hidup manusia.

Negara-negara sedang berkembang pada umumya belum mampu menggali sumber-sumber kekayaan
alam secara maksimal, oleh karenanya bantuan asing, baik berupa modal maupun tenaga ahli tidak
dapat dihindarkan. Demikina pula Indonesia, untuk menggali sumber-sumber minyak di lepas pantai
pada akhir-akhir ini diperlukan kerja sama dengan pihak asing.

b.        Pengaruh administrasi Negara terhadap keadaan dan kekayaan alam

Pengaruh administrasi Negara terhadap keadaan dan kekayaan alam sangat terbatas, karena kekayaan
alam ini merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa. Pengaruhnya kalau ada, terbatas pada merubah
sumber-sumber dari potensi menjadi kemampuan real. Misalnya, air terjun merupakan potensi tenaga
diubah untuk benar-benar menjadi tenaga, tanah yang subur diubah menjadi tanaman padi diubah agar
benar-benar menghasilkan padi.

3)      Keadaan dan kemampuan penduduk

a.        Pengaruh keadaan dan kemampuan penduduk terhadap administrasi Negara

Dalam melihat pengaruh faktor keadaan dan kemampuan penduduk ini, ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan yaitu :

 Jumlah Penduduk

 Distribusi Sosial 

 Komposisi (umur)

 Penghasilan Penduduk

 Tingkat Pendidikan 

 Kesehatan Penduduk

b.        Pengaruh administrasi Negara terhadap keadaan dan kemampuan penduduk

Program-program pemerintah yang diimplementasikan oleh administrasi Negara dapat merubah


keadaan dan kemampuan penduduk.
(1)          Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi khususnya Direktorat Jendral Transmigrasi dengan
jajarannya dan bekerjasama dengan unsure-unsur administrasi Negara lain misalnya dengan
Departemen Dalam Negeri atau Badan Koordinasi Penyelenggaraan Transmigrasi dapat lebih
menyeimbangkan penyebaran spasial penduduk.

(2)          Departemen Kesehatan, dengan program-programnya di bidang kesehatan dapat


mempengaruhi keadaan kesehatan penduduk.

 Aspek Kemasyarakatan, meliputi IPOLEKSOSBUDMIL

1)        Ideologi

Ideologi adalah suatu komlpeks atau jalinan ide-ide tentang manusia dan dunia, yang dijadikan pedoman
dan cita-cita hidup. Bagi Indonesia, ideology yang dimaksud adalah Pancasila, sesuai dengan penegasan
presiden Soeharto bahwa “Pancasila adalah sumber dari segala gagasan kita mengenai wujud
masyarakat yang kita anggap baik, yang menjamin kesentosaan kita semua, yang mampu member
kesejahteraan lahir dan batin bagi kita semua.

a.            Pengaruh Ideologi Pancasila terhadap Administrasi Negara

Dalam mempelajari pengaruh ideologi terhadap administrasi Negara Indonesia hendaknya dilihat
Pancasila sebagai dasar/ideologi Negara yang telah dirumuskan dalam pembukaan Undang-Undang
Dasar 1945 dan yang selanjutnya telah terjabarkan dalam pasal-pasal UUD 1945.

(1)   Sila Ketuhanan Yang Maha Esa

        Adanya pembangunan tempat-tempat ibadah, penyediaan fasilitas-fasilitas penunaian ibadat oleh


administrasi Negara merupakan petunjuk-petunjuk pengaruh sila Ketuhanan Yang Maha Esa terhadap
adminstrasi Negara.

(2)   Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

        Untuk mewujudkan sila ini adminstarsi Negara mengambil langkah-langkah menghapuskan


penindasan, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. Departemen Luar Negeri memelihara
hubungan antar Negara atas dasar saling menghormati dan saling menghargai satu sama lain.

(3)   Sila Persatuan Indonesia

        Perlu diingat bahwa kebinekaan masyarakat Indonesia juga perlu diperhatikan dengan membentuk
satuan-satuan pemenrintahan di daerah-daerah yang bersifat otonom dengan administrasi daerahnya
masing-masing. Dengan demikian cita Negara kesatuan dilengkapi dengan asas desentralisasi  dengan
maksud untuk mencapai efisiensi dan evektifitas pemerintahan.

(4)   Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan

        Sila keempat ini mengandung nilai cita demokrasi. Sebagai Negara demokrasi pemerintah dan
adminstrasi negaranya harus bertanggung jawab kepada rakyat, dikontrol oleh rakyat, dan memberikan
pelayanan kepada rakyat, hanya saja system dan mekanismenyta berbeda-beda. Di Indonesia
pertanggungan jawab administrasi Negara diberikan kepada rakyat melalui presiden sebagai
administrator pemerintah.

(5)   Sila Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

        Pada dasarnya sila ini menghendaki adanya kemakmuran yang merata diantara seluruh rakyat. Sila
ini berwujud ke dalam norma-norma yang mengatur kesejahteraan social yaitu pasal 33 dan 34 UUD
1945. Departemen-departemen pemerintahan telah diciptakan untuk mewujudkan norma-norma
tersebut serta peraturan-peraturan disiapkan dan dilaksanakan untuk memberikan perlindungan kepada
yang lemah.

b.            Pengaruh Administrasi Negara terhadap Ideologi Pancasila

Pada ketetapan MPR Nomor II/MPR/1978 telah memetapkan suatu pedoman penghayatan dan
pengamalan pancasila yang merupakan penuntun dan pegangan hidup dalam kehidupan bermasyarakat
dan bernegara bagi setiap warga Negara Indonesia. Dalam rangka melaksanakan ketetapan tersebut
presiden sebagai administrator pemerintahan membentuk tim penasehat presiden tentang Pelaksanaan
Pedoman  Penhayatan dan Pengamalan Pancasila.

2)   Politik

a.          Pengaruh sistem politik terhadap administrasi Negara

Oleh karena administrasi Negara ada dibawah pimpinan pejabat-pejabat politis yang berorientasi
kepada partai politik tetentu, maka sering terjadi pembentukan suatu badan/lembaga baru atau unit-
unit baru dalam kementrian, walaupun secara terselubung dilatar belakangi kepentingan untuk
menempatkan orang-orang partai pada jabatan dalam badan/lembaga yang baru tersebut.

Pada era Orde Baru mulai diambil langkah-langkah untuk membenahi administrasi Negara menuju
kearah administrasi Negara yang sehat, dengan mengurangi pengaruh partai-partai politik. Usaha-usaha
tersebut seperti:

 Bidang Organisasi, antara lain meliputi refungsionalisasi, restrukturisasi, dan penempatan.

 Bidang struktur dan prosedur kerja, antara lain meliputi hubungan-hubungan,


debirokratisasi/decontrol dan penyelenggaraan fungsi organisasi dan metoda.

 Di bidang perusahaan Negara, telah dilakukan pengelompokan perusahaan-perusahaan milik


Negara kedalam tiga bentuk perusahaan yaitu: Perusahaan Jawatan (PERJAN), Perusahaan
Umum (PERUM) dan Perusahaan Perseroan (PERSERO).

b.                Pengaruh administrasi Negara terhadap sistem politik

Pengaruh administrasi Negara terhadap system politik dapat ditelusuri bertolak pada maklumat
Pemerintah tentang pembentukan partai-partai politik 3 Nopember 1945 yang berisi anjuran
pemerintah tentang pembentukan partai-partai politik.

3)         Ekonomi

a.        Pengaruh faktor ekonomi terhadap administrasi Negara


          Ekonomi Indonesia tidak berdasarkan pada ekonomi bebas, tidak pula berdasakan ekonomi sentral
yang bercorak etatisma, melainkan berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Landasan ekonomi tersebut
mampunyai dampak terhadap administrasi Negara, yaitu bahwa dalam rangka mewujudkan “usaha
bersama berdasarkan atas asas kekeluarhgaan” atau secara tegas disebut sebagai usaha koperasi, maka
pemerintah sejak semula sudah mempersiapkan seperangkat administrasi Negara untuk membina
koperasi.

          Dalam rangka pelaksanaan pembangunan nasional diperlukan investasi modal yang cukup besar
baik oleh pemerintah sendiri maupun oleh pihak swasta. Faktor-faktor ekonomi khususnya
pembangunan ekonomi, yang memerlukan penanaman modal dalam negeri dan asing, mempunyai
dampak terhadap sistem administrasi Negara. Pembangunan nasional yang dilaksanakan secara
bertahap dean berencana diperlukan suatu badan perencana yang diperlengkapi dengan seperangkat
administrasi Negara.

b.        Pengaruh administrasi Negara terhadap ekonomi

Dalam mempelajari pengaruh administrasi Negara terhadap ekonomi dapat dikemukakan beberapa hal
saja yaitu :

 Anggaran belanja dan pendapatan Negara,

 Kebijakan penanaman modal,

 Kebijakan proteksi (perlindungan) dan

 Kebijakan di bidang ekspor.

4)    Sosial Budaya

a.        Pengaruh sosial budaya terhadap administrasi Negara

Pembahasan pengaruh faktor sosbud terhadap administrasi Negara Indonesia sengaja dilakukan secara
garis besar saja, dengan maksud untuk dinahas lebih lanjut secara terperinci dan intensif dalam laporan
atau tulisan sendiri.

 Tradisional versus modern 

 Teknologi social dan fisik

  Rovolusi komunikasi

b.            Pengaruh administrasi Negara terhadap sosial budaya

          Pengaruh administrasi Negara terhadap social budaya dapat ditelusuri melalui program-program
pembangunan social budaya yang dilancarkan oleh pemerintah yang diimplementasikan oleh
administrasi Negara. GBHN telah memberikan pengarahan-pengarahan program pembangunan dibidang
social budaya yang dapat dijadikan acuan dalam membahas pengaruh administrasi Negara terhadap
social budaya. Beberapa pengaruh yang dimaksud adalah :

 Program moderenisasi desa,

 Program-program di bidang seni budaya,


 Program di bidang pendidikan,

 Program di bidang kesehatan dan keluarga berencana.

5)    Militer

Militer di Indonesia mempunyai kedudukan, peranan dan fungsi yang khas, sesuai dengan jiwa dan
semangat pengabdiannya, yaitu mempunyai fungsi ganda atau dwi fungsi = sebagai kekuatan
pertahanan-keamanan dan sebagai kekuatan sosial.

Peranan militer (ABRI) sebagai kekuatan sosial meliputi : ikut menentukan haluan Negara, bertinak
sebagai pelopor, stabilisator dan dinamisator, ikut serta dalam pembangunan nasional. Diciptakan
suasana hubungan kerjasama yang harmonis di antara sesama kekuatan-kekuatan sosial.hal ini
memperkokoh integritas bangsa, yang siap menunaikan tugas-tugas pembangunan di samping selalu
siap juga dalam menghadapi bahaya dari dalam dan dari luar.

a.          Pengaruh militer terhadap administrasi Negara

          Pengaruh militer terhadap administrasi Negara dapat ditelusuri melalui dwifungsi ABRI dengan
system kekaryaannya. Praktek-praktek dan kebiasaan administrasi militer sampai tingkat tertentu
mewarnai system dan prosedur serta praktek-praktek dan kebiasaan administrasi lembaga-lembaga
tadi.

 Pemantapan prinsip-prinsip organisasi

 Asisten sekretaris wilayah/daerah

  Tata upacara

b.        Pengaruh administrasi Negara terhadap militer/hankam

Pengaruh administrasi Negara terhadap militer (hankam) paling tidak Nampak dalam 2 hal.Pertama,
karena anggota militer sewaktu-waktu harus siap ditugaskan di luar jajaran departemen hamkan, maka
mereka harus memiliki kualifikasi yang sedemikian krupa sehingga cocok dengan tuntutan persyaratan
jabatan-jabatan di luar jajaran hankam dimaksud.

Kedua, pelaksanaan sishankamrata memerlukan pengerahan kekuatan rakyat.rakyat perlu dipersipakan


dengan latihan-latihan, diorganisir dalam kelompok-kelompok yang sewaktu-waktu dapat digerakan
untuk menghadapai tugas-tugas nyata dalam kankamrata.

2.3  Perkembangan Ekologi Administrasi Negara di Indonesia

Pada tahun lima puluhan (1950-an) sekelompok ilmuwan politik dan administrasi negara menyadari
bahwa memindahkan begitu saja sistem dan lembaga-lembaga atau pranata politik dan administrasi
negara dari suatu lingkungan masyarakat, bangsa dan negara tertentu ke lingkungan masyarakat, bangsa
dan negara yang lain tidaklah tepat.
Ilmu sosiologi, antropologi, ekonomi dan lain-lain memperkuat pandangan tersebut bahwa apa yang
baik dalam lingkungan masyarakat, bangsa dan negara tertentu belum tentu baik pula bagi masyarakat,
bangsa dan negara lain.

Dalam rangka penyempurnaan sistem dan pranata administrasi negara dari negara berkembang perlu
didukung oleh suatu pengkajian perbandingan.Dalam perbandingan ini digunakan pendekatan secara
ekologi (ecological approach).

Prof. Fred W. Riggs adalah pendorong utama perkembangan Ekologi Admnistrasi Negara yang pada
tahun lima puluhan telah memberikan ceramah-ceramah yang kemudian dibukukan dengan judul “The
Ecology Of Public Administration”.

BAB III

PENUTUP

3.1  Kesimpulan

Ekologi Administrasi Negara adalah Serangkaian proses yang terorganisir dari suatu aktivitas publik atau
kenegaraan yang bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah publik melalui perbaikan-perbaikan
terutama di bidang organisasi, sumber dan manusia dan keuangan.

Tinjauan ekologi terhadap perkembangan administrasi berarti “Tinjauan yang mencoba menerangkan
hubungan antar lingkungan (environment) dimana administrasi itu tumbuh dan berkembang dengan
administrasi itu sendiri yang dianggap sebagai organisme hidup (living organisme)”, atau dengan lain
perkataan tinjauan ekologis ingin menjelaskan pengaruh daripada lingkungan terhadap administrasi dan
sebaliknya, maka dengan adanya pengaruh tersebut akan memberikan ciri-ciri khas kepada administrasi.

Dalam rangka penyempurnaan sistem dan pranata administrasi negara dari negara berkembang perlu
didukung oleh suatu pengkajian perbandingan. Dalam perbandingan ini digunakan pendekatan secara
ekologi (ecological approach).

DAFTAR PUSTAKA
Soedjiran R, dkk. 1986. Pengantar ekologi. Bandung : Remadja Karya.

Prajudi Atmosudirdjo, S. 1978.  Faktor Ekologi Dalam Administrasi Pemerintahan. Jakarta: Yayasan Karya


Dharma IIP

Komarudin. 1983. Ensiklopedia Manajemen, Bandung : Alumni.

Siagian, Sondang P. 1976. Administrasi dan Pembangunan,  Jakarta: Gunung Agung.

Pamudji, S. 2004. Ekologi Administrasi Negara.  Jakarta: Bumi Aksara.