Anda di halaman 1dari 26

PANCA INDERA MANUSIA

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

IPA 1

Dosen Pengampu : Wahyu Kurniawati M,Pd.

Disusun Oleh :

Kelompok 6 Kelas A4-19

1. Rati Andriyani (19144600124)


2. Muhammad Zamhari (19144600129)
3. Elsa Yudhistari (19144600136)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah


melimpahkan rahmat dan hidayahNya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul “Panca Indera Manusia” tepat pada
waktunya.

Makalah ini penulis susun untuk melengkapi tugas mata kuliah IPA 1,
selain itu untuk mengetahui dan memahami Panca Indera Manusia.

Penulis mengucapkan terima kasih pada pihak-pihak yang telah


membantu menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini
masih jauh dari sempurna, untuk itu setiap pihak diharapkan dapat
memberikan masukan berupa kritik dan saran yang bersifat membangun.

Yogyakarta, Maret 2020

Penulis

ii
DAFTAR ISI

Halaman Judul..............................................................................................i

Kata Pengantar.............................................................................................ii

Daftar Isi........................................................................................................iii

BAB I Pendahuluan

A. Latar Belakang...................................................................................4
B. Rumusan Masalah..............................................................................4
C. Tujuan ................................................................................................4

BAB II Pembahsan

A. Panca Indera Pada Manusia...............................................................5


B. Jenis-jenis Panca Indera Pada Manusia.............................................5
C. Gejala-gejala Panca Indra Manusia....................................................18

BAB III Penutup

A. Kesimpulan ........................................................................................25
B. Saran .................................................................................................26

DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................26

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Indera manusia yang berupa mata, hidung, telinga, lidah, dan
kulit merupakan indera yang digunakan setiap harinya untuk
menanggapi rangsangan dari luar. Sehingga, perlu bagi kita
mempelajari Panca Indera Manusia, selain itu penting juga
mengetahui apa saja gangguan yang sering terjadi dan cara
mengatasi indera yang bermasalah. Indera manusia adalah anugerah
Tuhan yang harus dijaga dengan baik, agar tetap bisa menjaga
fungsinya dengan baik.gangguan tersebut dapat disebabkan karena
faktor usia maupun faktor dari luar. Setiap indera yang kita miliki terdiri
dari alat penerima rangsangan dan urat syaraf. Alat indera terdiri dari
bagian- bagian yang berfungsi menerima, mengolah, dan menjawab
rangsang.

B. Rumusan Masalah
1. Apa itu panca indera manusia
2. Jenis-jenis panca indera pada manusia
3. Apa fungsi panca indera manusia
4. Apa saja gangguan-gangguan pada panca indera manusia

C. Tujuan
1. Mengetahui apa itu panca indera pada manusia
2. Memahani tentang jenis-jenis panca indera manusia
3. Mengetahui fungsi panca indera manusia
4. Mengetahui gangguan-gangguan pada panca indera manusia.

4
BAB II
PEMBAHASAN
A. Panca Indera Pada Manusia
Tubuh kita tersusun atas berbagai macam reseptor untuk
mengetahui bermacam-macam rangsangan dari luar tubuh kita.
Alat indera adalah organ yang berfungsi untuk menerima jenis
rangsangan tertentu. Semua organisme memiliki repstor sebagai
alat penerima informasi.
Indera mempunyai sel-sel reseptor khusus untuk mengenali
perubahan lingkungan sehingga fungsi utama indera adalah
mengenal lingkungan luar atau berbagai rangsangan dari
lingkungan di luar tubuh kita. Alat indera terdiri dari bagian-bagian
yang berfungsi menerima, mengolah, menjawab rangsangan,
manusia memiliki lima macam indera, yaitu mata, telinga, hidung,
lidah, kulit.
B. Jenis-jenis Panca Indera Pada Manusia
a. Mata
Mata merupakan indera penglihatan yang dapat
menerima rangsangan cahaya yang disebut fotoreseptor.
Oleh karena itu, pada siang hari pantulan sinar matahari
oleh benda disekeliling terlihat jelas. Sebaliknya ketika
malam hari benda sekitar kita tidak dapat memantulkan
cahaya karena tidak mendapatkan sinar matahari.
Akibatnya, kita hanya mampu melihat benda itu bila mereka
memantulkan cahaya dari sumber lain, misalnya lampu.
Bagian-bagian mata

5
1) Skclera berfungsi melindungi bola mata dari
gangguan.
2) Kornea (selaput bening) berfungsi sebagai penerima
rangsangan cahaya dan meneruskannya kepada
bagian yang lebih dalam
3) Iris (selaput pelangi). Gunanya untuk mengatur
banyak sedikitnya cahaya yang diterima oleh mata.
Iris memberikan warna buat mata kita.
4) Lensa. Lensa berfungsi untuk memfokuskan agar
cahaya yang diterima mata dapat jatuh tepat pada
retina sehingga benda dapat tampak jelas.
5) Badan Bening. Berguna untuk meneruskan cahaya
yang telah melewati lensa.
6) Retina (selaput jala). Berfungsi sebagai pembentuk
bayangan benda kemudian meneruskannya ke saraf
mata untuk dikirim ke otak.
7) Saraf mata. Berfungsi untuk meneruskan rangsang
cahaya dari retina ke otak.
8) Pupil. Pupil akan mengecil jika mendapat cahaya
yang terlalu terang karena otot-otot pada iris
mengerut. Ini diperlukan untuk mengurangi jumlah
cahaya agar cahaya yang diterima pupil dapat masuk
ke retina.
9) Otot Mata. Memiliki fungsi sebagai motori untuk
menggerakan bola mata ke kanan dan kiri atau ke
atas dan bawah.
10)Kelenjar Air Mata. Kelenjar ini memproduksi air mata
untuk membasahi kornea sehingga mata tidak
mengalami kekeringan dan dijadikan sebagai

6
pelumas yang membuat mata menjadi mudah
digerakkan.
11)Alis. Alis berfungsi sebagai pelindung mata agar
keringat dari dahi tidak masuk mata.
12)Pelupuk Mata.Berfungsi untuk melindungi bola mata
dari benda-benda asing, seperti debu, asap, dan
kotoran-kotoran yang akan masuk ke mata.
13)Bulu Mata. Berfungsi mengurangi cahaya yang
masuk ke mata. Bulu mata ini juga berfungsi
melindungi mata dari benda-benda asing.
Cara kerja mata
 Saat cahaya pada sinyal yang ada di syaraf mata
terbentuk dan dikirimkan ke otak.
 Bagian otak akan mengirimkan sinyal balik dan
melakukan perintah terhadap otot yang ada di iris
agar menyusut atau memipih.
 Lensa mata memiliki fungsi untuk membuat mata
menjadi fokus agar cahaya bisa masuk tepat ke
dalam retina yang ada di bagian belakang mata.
 Otot di sekitar lensa mata bisa menangkap cahaya
dari berbagai sudut dan dari jarak yang berbeda
sehingga lensa itu bisa membuat cahaya berada
tepat di bagian belakang retina.
b. Hidung
Makanan dan minuman yang beracun, busuk atau tidak
dikenal, menghasilkan bau tajam dan rasa aneh, yang
merupakan peringatan untuk tidak memakan atau
meminumnya. Pencium juga merupakan sistem peringatan

7
dini untuk udara yag tercemar, asap, dan bahaya-bahaya
lain. Pencium mendeteksi bau , bumbu-bumbu, dan minyak
wangi.
Rangsangan yang di terima indra penciuman tersebut
berupa bau. Bau merupakan molekul bahan kimia yang
menguap dan melayang di udara yang kemudian di terima
oleh kemoreseptor berisi silia di hidung yang di sebut
reseptor olfakturi.
Bagian-bagian hidung
1) Lubang hidung berfungsi sebagai tempat pertama
kalinya udara masuk ke dalam tubuh manusia.
2) Rongga hidung berfungsi sebagai saluran tempat
masuk dan keluarnya udara pernafasan. Dalam
rongga hidung terdapat selaput lendir dan rambut
hidung.
3) Rambut hidung berfungsi sebagai penahan atau
penyaring kotoran yang akan masuk bersama udara
pernafasan.
4) Sealaput lendir berfungsi sebagai alat untuk
menerima kepekaan terhadap bau, di bagian tas
rongga hidung.
5) Serabut saraf berfungsi untuk mendeteksi zat kimia
yang ada dalam udara pernafasan.
Cara kerja hidung
o Pada saat hidung menghirup udara, molekul bau
yang ada di udara juga bisa masuk ke dalam
hidung.

8
o Molekul itu akan masuk ke dalam rongga hidung
dan dipertemukan dengan sel pembau yang
berada di hidung.
o Sel pembau yang ada di hidung bisa terangsang
olehnya sehingga sel pembau bisa mengubah
rangsangan yang diterimanya menjadi sebuah
sinyal yang dikirimkan ke otak.
o Otak akan merespons terhadap sinyal yang
dikirimkan oleh sel pembau dan otak bisa
mendeteksi jenis bau apa yang dihirup oleh
hidung tersebut.
c. Lidah
Lidah merupakan salah satu bagian otot-otot dalam
tubuh yang sangat mudah bergerak. Pada lidah terdapat
banyak kemoreseptor berupa kuncup pengecap . Didalam
kuncup pengecap terdapat sel-sel reseptor rasa. Ketika
makanan masuk ke dalam kuncup, sel-sel reseptor rasa
akan aktif dan mengirim kan implus saraf. Implus saraf
tersebut akan dikirim ke otak melalui neuron. Otak akan
mengola implus saraf tersebut implus tersebut sabagai
rasa.
Terdapat berrmacam-macam reseptor rasa yang dapat
membedakan rasa. Lidah dapat mersakan empat macam
rasa, yaitu manis, asin, asam, dan pahit. Lidah mempunyai
bagian-bagian yang peka terhadap rasa tertentu, yaitu :
a) Ujung depan lidah, peka terhadap rasa manis.
b) Tepi depan lidah, peka terhadap rasa manis.
c) Tepi belakang lidah, peka terhadap rasa asam.

9
d) Pangkal atau bagian paling belakang lidah, peka
terhadap rasa asin.
Fungsi lidah adalah :
1) Sebagai indra pengecap
2) Membantu mengunyah makan dan menggerakan ke
seluruh rongga mulut.
3) Membersihkan gigi dari makanan yang terselip
diantara gigi.
4) Membentuk suara pada waktu bericara.
Cara kerja lidah
 Manusia akan memakan dan mengunyah
makanannya menggunakan lidah dan gigi.
 Makanan yang telah larut ke dalam mulut bisa
merangsang bagian ujung syaraf
 Syaraf pengecap akan meneruskan rangsangan
tersebut ke bagian syaraf pengecap yang ada di
otak.
 Otak akan menanggapi rangsangan yang dikirim,
saat otak menanggapi rangsangan tersebut lidah
bisa merasakan makanan yang dimakannya

tersebut.

d. Telinga
Telinga mempunyai reseptor untuk mengenali getaran
bunyi dan untuk keseimbangan. Telinga terdiri atas tiga
bagian yaitu telinga luar, telinga tengah, telinga dalam.
1) Telinga luar

10
Telinga luar terdiri dari daun telinga, lubang telinga,
dan saluran telinga luar. Berfungsi untuk menangkap
getaran suara.
2) Telinga tengah
Telinga tengan terdiri dari selaput pendengaran
(gendang telinga), tulang-tulang pendengaran, dan
saluran Eustachius.
3) Telinga dalam
Telinga dalam terdiri dari bagian yang disebut tingkap
jorong dan rumah siput. Telinga dalam berguna untuk
meneruskan rangsan ke otak
Fungsi bagian telinga
1) Daun dan lubang telinga serta liang pendengaran
berfungsi untuk menangkap dan mengumpulkan
gelombang bunyi.
2) Rambut halus didalam telinga ini berfungsi
sebagai penjaga agar benda asing atau kotoran
tidak dapat masuk. Terdapat juga kelenjar
lilinyang menjaga agar permukaan saluran luar
dan gendang telinga tidak kering.
3) Gendang telinga berguna menerima rangsang
bunyi (timbul getaran) dan meneruskannya ke
bagian yang lebih dalam.
4) Tiga tulang pendengaran (tulang martil, tulang
ikitasan, dan tulang sanggurdi berfungsi sebagai
untuk memperkuat getaran dan meneruskannya
ke koklea.

11
5) Tingkap jorong, tingkap bunda, tiga saluran
setengah lingkaran, dan koklea berfungsi untuk
mengubah implus dan diteruskan ke otak.
6) Tiga saluran setengah lingkungan berfungsi untuk
mengendalikan keseimbangan tubuh.
7) Saluran Eushtachius berfungsi menghubungkan
rongga mulut dengan telinga tengah.
Cara kerja pada telinga
 Getaran suara pertama kali akan ditangkap oleh
bagian daun telinga.
 Getaran akan diteruskan ke bagian gendang
telinga kemudian getaran itu menuju ke telinga
bagian tengah.
 Getaran suara juga diteruskan oleh tulang-tulang
bernama sangurdi ke bagian jendela rumah siput.
 Rumah siput yang telah menerima getaran suara
tersebut akan menghantarkan sel syaraf rambut.
 Sel syaraf rambut getar inilah yang bisa
mengirimkan sinyal getaran suara ke bagian
syaraf pendengaran.
 Syaraf pendengaran yang ada di telinga itu akan
mengirimkan sinyal ke otak.
 Otak akan mendeteksi sinyal yang diberikan oleh
syaraf pendengar dan menjadikannya sebagai
sensasi bunyi.
e. Kulit
Kulit pada manusia dapat berfungsi sebagai organ
ekskresi maupun sebagai indra peraba. Kulit adalah alat
indra yang peka terhadap rangsaan berupa sentuha,

12
tekanan, panas, dingin, dan nyeri atau sakit. Anda dapat
merasakan hal tersebut karena anda memiliki suatu indra
perasa yang terdapat pada kulit.Kulit melindungi tubuh dari
kuman penyakit. Dapat pula sebagai pengatur suhu tubuh
dengan cara mengeluarkan keringan ketika sedang
berolahraga.
Lapisan-lapisan kulit
a. Epidermis
Epidermis merupakan lapisan kulit yang tidak memiliki
pembuluh darah. Lapisan ini tersusun atas beberapa sel
utama, yaitu :
1) Sel Merkel, yaitu sel epidermis lokal yang terletak
di lapisan basal epidermis dan selubung epitel
folikel rambut yang berfungsi sebagai reseptor
sensorik.
2) Sel Keratinosit, yaitu sejenis sel yang ditemukan di
lapisan terluar kulit yang bertugas menghasilkan
keratin, yaitu protein pembentuk kulit, rambut, dan
kuku.
3) Melanosit, yaitu sel-sel yang terdapat pada
epidermis yang bertanggung jawab untuk
memproduksi melanin, yaitu zat yang memberikan
warna pada kulit.
4) Sel Langerhans, yaitu sel-sel yang terdapat dalam
penile epithelium yang berperan penting dalam
proses imunologi kulit.

Lapisan epidermis terbagi menjadi lima

13
1. Stratum Korneum (lapisan zat tanduk), lapisan
teratas dan menutupi semua lapisan epiderma.
Stratum corneum juga disebut sebagai lapisan
kulit mati (corneocytes) yang dapat terkelupas dan
digantika oleh sel-sel kulit yang baru. Stratum
korneum berfungsi untuk menghalangi serta
melindungi jaring yang ada di bawahnya dari
infeksi, dehidrasi, stres mekanik, maupun paparan
bahan kimia.
2. Stratum Lucidum (lapisan bening), Lapisan ini
disebut juga sebagai lapisan barrier yang terletak
di bawah lapisan tanduk yang menghubungkan
stratum korneum dengan stratum granulosum.
Stratum Lucidum terdiri atas protoplasma sel-sel
berwarna jerih yang kecil-kecil, tipis, dan bersifat
translusen sehingga tembus cahaya. Stratum
Lucidum dapat terlihat dengan jelas di telapak
tangan dan kaki.
3. Stratum Granulosum (lapisan granular), stratum
granulosum merupakan lapisan epidermis kulit
yang tersusun atas keratinosit yang bermigrasi
dari lapisan spinosum. Keratinosit mengandung
keratohyalin yang berfungsi untuk mengikat
filamen keratin.
4. Stratum Spinosum (lapisan bertaju), merupakan
lapisan epidermis yang terletak antara stratum
granulosum dan stratum basal. Lapisan ini terdiri
atas keratinosit polyhedral yang aktif dalam

14
mensintetis protein fibrilar yang dikenal dengan
cytokeratin.
5. Stratum Germinativum (stratum basale), Ini
merupakan lapisan epidermis yang paling bawah.
Stratum ini terdiri dari sel-sel keratinosit basal
batang yang dianggap sebagaii sel induk
epidermis. Beberapa jenis sel yang bisa
ditemukan dalam stratum ini antara lain adalah sel
melanosit (yaitu sel yang menghasilkan pigmen),
sel langerhans (yaitu sel kekebalan tubuh), sel
merkel (sentuhan reseptor).

Fungsi epidermis

1. Sebagai penghalang untuk melindungi tubuh dari


mikroba atau patogen berbahaya
2. Melindungi tubuh dari resiko stress oksidan akiban
paparan sinar UV maupun bahan-bahan kimia
lainnya.
3. Memberikan ketahanan mekanis pada tubuh.
4. Menjaga agar kulit tetap terhidrasi
5. Memberikan warna pada kulit.
b. Dermis
Dermis merupakan lapisan kulit yang berada di bawah
lapisan epidermis yang terdiri dari sel-sel longgar dan
letaknya berjauhan, serta mengandung banyak
pembuluh darah. Di dalam lapisan dermis ini terdapat
reseptor atau syaraf penerima rangsang.
Lapisan dermis terbagi menjadi tiga yaitu :

15
1. Stratum Papilare, yang merupakan bagian yang
berbatasan dengan epidermis yang mengandung
jaringan terminal kapiler.
2. Lapisan Retikular, yang merupakan bagian yang
terletak di bawah papiler dan memiliki ukuran yang
lebih tebal. Lapisan ini terdiri dari jaringan ikat
yang tidak teratur. Dalam lapisan ini terdapat akar
rambut, kelenjar sebaceous, kelenjar keringat,
reseptor, kuku, serta pembuluh darah.

Fungsi lapusan dermis

1) Menjaga tubuh dari kuman dan zat berbahaya


2) menentukan warna kulit
3) hingga memproduksi sel-sel tertentu yang
berperan penting untuk kesehatan tubuh
c. Hipodermis
Hipodermis merupakan bagian yang terletak di bawah
lapisan dermis. Hipodermis lapisan yang banyak
mengandung lemak. Berfungsi sebagai cadangan
makanan, melindungi tubuh terhadap benturan, serta
untuk menahan panas pada tubuh. Hipodermis
merupakan lapisan terdalam kulit yang di dalamnya
terdapat pembuluh darah, limfa, serta saraf yang sejajar
dengan permukaan kulit.
Hipodermis terdiri dari empat unsur utama, yaitu
1. Jaringan atau lapisan lemak
2. Jaringan ikat bawah kulit
3. Fibroblast
4. Pembuluh darah dan limfe

16
Fungsi hipodermis

1) Membantu menyangga tubuh bagian dalam


terhadap adanya benturan.
2) Memberikan bentuk pada tubuh.
3) Sebagai lumbung atau penyedia cadangan
makanan.
4) Membantu mempertahankan suhu tubuh.

Cara kerja kulit

 Kulit mampu menerima rangsangan yang bisa


dirasakan oleh ujung permukaan jari dan juga
bibir.
 Rangsangan itu berupa rasa panas, rasa dingin,
tekanan dan juga nyeri.
 Ketika kulit menerima rangsangan tersebut,
rangsangan bisa diterima oleh sel reseptor kulit.
 Sel reseptor itu akan meneruskan rangsangan
yang diterimanya ke bagian otak. Sel reseptor
akan dibantu oleh urat syaraf untuk mengirimkan
rangsangan itu ke otak.
 Otak menerima rangsangan tersebut kemudian
mengolahnya dan akan mengirimkan sinyal
kepada tubuh kita untuk menggapi rangsangan
tersebut. Jika rangsangan berupa rasa dingin atau
panas, otak akan memerintahkan gerak refleks
untuk menaggapi rangsangan tersebut. Ketika
bersentuhan dengan panas, tangan akan segera
menghindari sumber dari rasa panas tersebut.

17
Begitu pula dengan rangsangan yang berupa rasa
dingin, rasa sakit dan juga rasa nyeri.
C. Gejala-gejala Panca Indera Manusia
a. Gejala Pada Mata
1) Hipermetropi (rabun dekat). Terjadi karena bayangan
benda jatuh dibelakang retina dan harus menggunakan
kacamata cembung atau positif (+)
2) Miopi (rabun jauh). Hal ini karena bayangan benda jatuh
didepan retina. Penderita kelainan ini dianjurkan
memakai kacamata berlensa cekung atau negative (-)

3) Presbiopi (rabun tua). Disebabkan karena menurunnya


daya akomodasi lensa mata, sehingga lensa mata
kehilangan elastisitasnya. Biasanya gejala ini diderita
oleh orang-orang lanjut usia dan dianjurkan
menggunakan kacamata lensa rangkap, yaitu cembung
dan cekung
4) Hemaralopia (rabun senja). Gejala ini disebabkan oleh
kurangnya vitamin A. meskipun bersifat sementara,
penyakit ini akan menyebabkan kebutaan jika tidak
segera diobati.
5) Katarak (bular mata). Gangguan yang disebabkan oleh
lensa mata yang keruh, sehingga menghalangi
masuknya cahaya pada retina. Apabila tidak segera
diobati, katarak dapat menimbulkan kebutaan dengan
tanpa rasa sakit. Penderita katarak pada umumnya
berumur di atas 55 tahun. Katarak dapat disembuhkan
dengan melakukan operasi mata.
6) Astigmatisme (mata silinder). Gangguan mata yang
disebabkan oleh ukuran lensa mata atau kornea yang
tidak rata. Akibatnya jika penderita melihat suatu kotak,

18
garis-garis vertikal akan terlihat kabur dan garis
horizontal terlihat jelas atau sebaliknya. Cacat mata ini
dapat ditolong dengan menggunakan kacamata
berlensa silindris.
7) Buta Warna. Penyakit ini biasanya disebabkan faktor
keturunan. Umumnya, buta warna banyak diderita oleh
laki-laki
Ada dua macam gejala buta warna
a. Buta warna sebagian, tidak dapat membedakan
warna-warna tertentu, misalnya merah dengan
hijau.
b. Buta warna total, gejala ini hanya dapat
membedakan hitam dan putih.

Agar terhindar dari penyakit diatas, ada baiknya kita


memperhatikan hal-hal berikut ini:

 Perbanyak konsumsi vitamin A.


 Jangan menatap sinar matahari secara langsung.
 Jaga agar kotoran tidak masuk ke mata.
 Jangan megucek mata jika ada kotoran di mata.
 Tidam membaca ketika berbaring
 Jiga mata mengalami gangguan segera periksa ke
dokter mata.
b. Gejala Pada Hidung
1. Berbagai Bentuk Sinusitis. Secara umum, sinusitis
adalah peradangan pada sinus.
2. Sindrom Hidung Kosong. Suatu kondisi yang ditandai
dengan kekeringan parah lorong hidung dan perasaan
sumbatan hidung.

19
3. Cystic Fibrosis. Penyakit serius yang tidak hanya
mempengaruhi sinus, tapi paru-paru dan saluran
pencernaan juga.
4. Epistaksis (mimisan). Kondisi ini ditandai dengan
darah yang mengalir melalui rongga hidung.
5. Infeksi Saluran Pernafasan Atas. Saluran pernapasan
atas meliputi hidung, sinus, tenggorokan, dan laring.
Infensi salurang pernapasan atas mengakibatkan
hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan, sakit
kepala, demam ringan, dan telinga kepenuhan.
6. Alergi Hidung. Ini mengakibatkan hidung tersumbat,
bersin, dan gejala lain yang mirip dengan flu biasa.
7. Bau & Gangguan Perasa. Ini dapat disebabkan oleh
penyumbatan hidung atau kerusakan pada penciuman
(indera penciuman) saraf sumbing.
8. Sinus Tumor. Meskipun langka, ini bisa jinak (non-
kanker) atau ganas (kanker).
9. Kebocoran Cairan Serebrospinal. Air mata di dura
(lapisan otak) menghasilkan pengeringan cairan
serebropinal melalui lorong hidung.
10. Epifora. Tangisan yang berlebihan sering merupakan
hasil dari terblokirnya sebagian hidung yang disebut
saluran nasolakrimalis. Saluran ini mengarahkan aliran
air mata dari mata ke hidung.
Cara mengatasi gejala pada hidung yaiti sebagai berikut
 Minum lebih banyak cairan
 Minum obat penghilang rasa sakit
 Hirup uap air hangat.
 Mandi menggunakan air hangat.

20
 Membasuh wajah dengan handuk hangat.
 Hindari berenang dalam kolam yang mengandung
klorin.
c. Gejala Pada Lidah
1. Lidah berubah warna, Perubahan warna pada lidah
menjadi pink terang sering disebabkan kekurangan asam
folat, vitamin B12, atau zat besi. Lidah menjadi warna
putih biasanya disebabkan oleh kebiasaan minum
alkohol, merokok, infeksi jamur, dan sisa-sisa makanan
yang tidak dibersihkan. Lidah berwarna merah
berhubungan dengan kekurangan vitamin, penyakit
Kawasaki atau demam scarlet yang disebabkan oleh
infeksi bakteri.
2. Lidah berubah tekstur, tekstur lidah menjadi berbulu atau
tampak berbulu hitam, kemungkinan disebabkan oleh
antibiotik atau kebiasaan merokok, sering mengonsumsi
kopi, menggunakan obat kumur, serta paparan radiasi di
kepala atau leher.
3. Lidah nyeri, disebabkan karena sariawan. Penyebabnya
karena alergi makanan, kekurangan vitamin dan zat besi,
penggunaan pasta gigi dan obat kumur berbahan keras,
atau tidak sengaja menggigit lidah saat makan atau
bicara. Nyeri juga bisa disebabkan oleh peradangan
papilla alias kuncup pengecap.
4. Lidah bengkak, merupakan gejala dari kondisi medis,
seperti kanker lidah, leukimia, radang tenggorokan,
anemia, dan kelenjar tiroid yang terlalu aktif. Apabia
pembengkakan lidah terjadi secara tiba-tiba,
penyebabnya mungkin adalah alergi.

21
Cara mengatasi gejala pada lidah
 Bersihkan lidah, gigi dan mulut secara teratur
setelah makan
 Berkumur dengan air hangat dengan dicampur
garam
 Berkumur menggunakan antiseptic
 Mengonsumsi obat jika gejala itu semakin parah
 Mengurangi makanan pedas dan asam
d. Gejala Pada Telinga
1. Tuli, disebabkan oleh gangguan transmisi suara ke
koklea akibat penumpukan kotoran atau bisa juga karena
kerusakan koklea.
2. Otitis eksterna (infeksi telinga bagian luar), menyebabkan
bagian yang terinfeksi mengeluarkan nanah, sehingga
harus segera diobati
3. Otitis interna (infeksi telinga bagian dalam), infeksi
saluran telinga bagian tengah biasanya terjadi karena
bakteri atau infeksi virus yang menyerang bagian
tengahsaluran telinga.
4. Otosklerosis, adalah kelainan pada tulang sanggurdi
yang ditandai dengan gejala tinitus (dering pada telinga)
ketika masih kecil.
5. Presbikusis,merupakan kerusakan pada sel saraf telinga
yang terjadi pada usia manula.
6. Rusaknya reseptor pendengaran pada telinga bagian
dalam akibat dari mendengarkan suara yang terlalu
keras.

22
7. Kerusakan gendang telinga, misalnya gendang telinga
pecah akibat kapasitas suara yang didengar terlalu kuat
atau gendang telinga tertembus benda tajam.
8. Earwax (penumpukan kotoran telinga), penumpukan
kotoran telinga dapat menyebabkan penyumbatan pada
saluran telinga.
Cara mengatasi gejala pada telinga yaitu sebagai berikut
 Mengonsumsi obat pereda nyeri
 Menggunakan obat tetes telinga untuk meredakan
peradangan
 Menempatkan kain hangat pada telinga yang
terkena infeksi
 Seringlah membersihkan telinga sebelum ada
peradangan pada telinga
e. Gejala Pada Kulit
a. Jerawat, jerawat adalah salah satu masalah kulit yang
disebabkan karena ada gangguan pada bagian kelenjar
kulit. Kelenjar kulit terhubung secara langsung dengan
bagian pori-pori kulit. Kelenjar minyak yang ada di bagian
bawah kulit dapat terkena infeksi dari kotoran luar yang
masuk lewat pori-pori, sel-sel kulit mati dan bakteri atau
virus, sehingga terbentuk jerawat.
b. Panu, panu termasuk dalam penyakit kulit yang
disebabkan karena infeksi jamur yang menyerang pada
bagian pigmen kulit. Infeksi panu yang terjadi
menyebabkan bercak putih yang akan terlihat karena
berbeda dengan bagian kulit yang lain.

23
c. Eksim, eksim ditunjukkan dengan benjolan kecil yang
akan berkembang menjadi ruam. Pada tahap yang lebih
parah, maka eksim bisa menyebabkan infeksi.Pemicu
eksim biasanya karena reaksi alergi, tekanan, dan juga
stress. Infeksi bakteri tertentu akan menyebabkan eksim
menjadi bertambah parah.
d. Herpes, herpes adalah jenis penyakit kulit yang
disebabkan oleh virus varisella. Herpes dapat
menyebabkan kulit menjadi ruam dan terasa perih serta
gatal.Penyakit ini sangat mengganggu, karena biasanya
menyebabkan sakit dan demam pada penderitanya.
e. Kudis, kudis adalah jenis penyakit kulit yang disebabkan
karena serangan tungau atau kutu kecil. Jenis kutu kecil
ini sering disebut dengan istilah sarcoptes scabiei.
Penyakit kudis akan menyebabkan bercak kemerahan
pada bagian kulit tertentu.
Cara mengatasi gangguan pada kulit
 Menjaga kebersihan diri dengan mandi setiap hari.
 Menghindari kontak fisik dengan penderita sakit
yang menular.
 Tidak berbagai perlengkapan pribadi dengan
orang lain.
 Mengoleskan pelembab kulit agar tidak kering,
gatal, atau iritasi.
 Hindari kebiasaan menggaruk kulit dan
memecahkan bisul.
 Mengonsumsi obat antivirus, antibiotik,
antihistamin, obat jamur dan kortikoskeroid

24
 Jika gejala itu semakin parah maka operasi yang
dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit itu
semakin parah.

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Panca indera pada manusia merupakan alat penting pada
tubuh manusia yang berfungsi sebagai penerima semua jenis
rangsangan. Pengertian alat indera sendiri adalah organ-organ
tubuh yang berfungsi untuk bisa mengetahui kondisi luar yang ada
di sekitar.Ada beberapa jenis panca indera pada tubuh kita yang
digunakan setiap hari, yaitu mata (penglihatan), hidung
(pendengaran), lidah (perasa), telinga (pendengaran), kulit
(peraba). Panca indera ini sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia.
Alat panca memiliki cara kerja masing-masing dan saling menuju
ke otak.

B. SARAN

25
Panca indera merupakan karunia Tuhan yang tidak terkira
manfaatnya sehingga kita wajib mensyukuri dan menjaga karena
telah dilengkapi dengan karunia tersebut. Sebaiknya kita selalu
menjaga kesehatan agar indera tetap terjaga, seperti : olah raga,
menjaga pola makan, memperbanyak munum air putih dan vitamin

Daftar Pustaka

https://www.amongguru.com/gangguan-dan-penyakit-alat-indra-
manusia-disertai-penjelasannya/
https://dosenbiologi.com/manusia/panca-indera-manusia
Diastuti, Renni. 2009. Biologi. Jakarta: Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasonal
Lestari, Endang Sri. 2009. Biologi. Jakarta: Pusat Perbukuan
Pendidikan Nasional
Kholiq, Abd. 2017. Mengenal Tubuh Manusia. Yogyakarta: Istana
Media

26