Anda di halaman 1dari 4

Perilaku dalam Organisasi

Sistem pengendalian manajemen mempengaruhi perilaku manusia. Sistem pengendalian


manajemen yang balk mempengaruhi perilaku sedemikian rupa sehingga memiliki tujuan yang
selaras; artinya tindakan-tindakan individu yang dilakukan untuk meraih tujuan-tujuan pribadi
juga akan membantu untuk mencapai tujuantujuan organisasi.

Faktor-faktor Informal yang Mempengaruhi Keselarasan Tujuan


Baik sistem formal maupun proses informal mempengaruhi perilaku manusia dalam
organisasi perusahaan, konsekuensinya, kedua hal tersebut akan berpengaruh pada tingkat
pencapaian keselarasan tujuan. Sistem pengendalian formal adalah aspek-aspek yang berkaitan
dengan proses informal, seperti etos kerja, gaya manajemen, dan budaya yang melingkupi,
karena untuk menjalankan strategi organisasi secara efektif mekanisme formal harus berjalan
seiring dengan mekanisme informal.

Lingkungan Pengendalian Manajemen


Sistern pengendalian yang memadai setidaknya tidak akan mendorong individu untuk
bertindak melawan kepentingan organisasi. Misalnya, bila sistem menekankan pada pengurangan
biaya dan manajer merespons dengan cara mengurangi biaya melalui pengorbanan kualitas yang
memadai atau mengurangi biaya dalam unitnya sendiri dengan cara mengalokasikan jumlah yang
lebih besar ke unit lain, maka manajer telah termotivasi, tetapi ke arah yang keliru.

Faktor-faktor Eksternal
Faktor-faktor eksternal adalah norma-norma mengenai perilaku yang diharapkan di
dalam
masyarakat, dimana organisasi menjadi bagiannya. Norma-norma ini mencakup sikap, yang
secara kolektif sering juga disebut sebagai etos kerja, yang diwujudkan melalui loyalitas pegawai
terhadap organisasi, keuletan, semangat, dan juga kebanggaan yang dimiliki oleh pegawai dalam
menjalankan tugas (dan bukannya sekadar menjalankan tugas secara tepat waktu). Beberapa
sikap di alas bersifat local yaitu spesifik untuk kota atau wilayah dimana organisasi beroperasi.
Dalam rangka mendorong perusahaan untuk beroperasi di kota atau negara mereka, para anggota
kamar dagang dan berbagai organisasi promotor lainnya sering mengkampanyekan bahwa di
tempat mereka terdapat tenaga kerja yang loyal dan ulet. Sikap dan norma-norma lainnya bersifat
spesifik terhadap jenis industrinya. Sebagai contoh: industri kereta api memiliki norma yang
berbeda dengan industri penerbangan.
Di lain pihak, sikap dan norma juga bergantung pada masing-masing negara; sejumlah negara
seperti Jepang dan Singapura, memiliki reputasi yang baik dalam etos kerjanya.

Faktor-faktor Internal
Budaya
Faktor internal yang terpenting adalah budaya di dalam organisasi itu sendiri, yang
meliputi
keyakinan bersama, nilai-nilai hidup yang dianut, norma-norma perilaku serta asumsi-asumsi
yang secara implisit diterima dan yang secara eksplisit dimanifestasikan di seluruh jajaran
organisasi. Norma-norma budaya sangatlah penting karena hal tersebut bisa menjelaskan
mengapa dua perusahaan dengan sistetn pengendalian manajemen formal yang sama,bervariasi
dalam hal pengendalian aktual.Budaya sebuah perusahaan biasanya tidak pernah berubah selama
bertahun-tahun. Budaya organisasional juga sangat dipengaruhi oleh personalitas dan kebijakan
CEO, serta oleh personalitas dan kebijakan para manajer pada tingkat yang lebih rendah di area-
area yang menjadi tanggung jawab mereka. Jika organisasi memiliki sebuah serikat pekerja,
maka aturan-aturan dan norma-norma yang diterapkan oleh serikat pekerja juga berpengaruh
besar pada budaya organisasi perusahaan. Upaya-upaya untuk mengubah peraturan selalu
mendapatkan perlawanan, dan semakin besar serta lamanya sebuah perusahaan, maka
perlawanannya pun akan semakin
besar.
Gaya Manajemen
Faktor internal yang memiliki dampak yang paling kuat terhadap pengendalian
manajemen adalah gaya manajemen. Biasanya, sikap-sikap bawahan mencerminkan apa yang
mereka anggap sebagai sikap atasan mereka, dan sikap para atasan itu pada akhirnya berpijak
pada apa yang menjadi sikap CEO. (Dengan kata lain, "sebuah institusi adalah perpanjangan
bayangan seseorang."). Para manajer memiliki kualitas dan gaya yang beragam. Beberapa di
antaranya memiliki kharisma dan ramah; sementara yang lain ada yang bergaya agak santai. Ada
manajer yang banyak melewatkan waktunya dengan melihat-lihat dan berbicara pada banyak
orang manajemen dengan cara berjalan berkeliling (management by walk- ing around;sementara
ada juga manajer yang menyibukkan dirinya menulis laporan.
Organisasi Informal
Garis-garis dalam bagan organisasi menggambarkan hubungan-hubungan formal yaitu,
pemegang otoritas resmi dan tanggung jawab dari setiap manajer. Sebagai contoh, bagan tersebut
menunjukkan bahwa manajer produksi dari Divisi A memberikan laporan kepada manajer umum
Divisi A. Namun, dalam rangka menjalankan tanggung jawab, manajer produksi Divisi A juga
menjalin komunikasi dengan banyak orang lain dalam organisasi, seperti dengan beberapa
manajer lain,unit-unit pendukung, para staf di kantor pusat dan sejumlah orang yang barangkali
sekadar teman ataupun kenalan. Dalam situasi yang sangat ekstrem, dimana manajer produksi
disibukkan oleh aktivitas berkomunikasi dengan pihak-pihak yang disebutkan sehingga
menyebabkan lupa untuk memperhatikan pesan-pesan yang disampaikan oleh manajer umum.
Hal ini khususnya terjadi ketika manajer produksi mengalami proses evaluasi dalam aspek
efisiensi produksi dan bukan dalam keseluruhan aspek kinerja. Kenyataan-kenyataan yang
ditemui selama berlangsungnya proses pengendalian manajemen tidak bisa, dipahami tanpa
mengenali arti penting dari hubungan-hubungan yang menyusun di organisasi yang bersifat
informal.

Persepsi dan Komunikasi


Dalam upaya meraih tujuan-tujuan organisasi, para manajer operasi harus mengetahui
tujuan dan tindakan-tindakan yang harus diambil untuk mencapainya. Mereka menyerap
informasi ini dari berbagai jalur, baik itu jalur formal (seperti anggaran dan dokumen-dokumen
resmi lainnya) ataupun jalur informal (seperti dari bahan obrolan yang tak resmi). Sebuah
organisasi adalah sebuah entitas yang kompleks, dan tindakan-tindakan yang diambil oleh
berbagai bagian dari organisasi untuk mencapai tujuan bersama tersebut tidak bisa dinyatakan
secara jelas, bahkan dalam situasi yang terbaik sekalipun. Sebagai contoh, mekanisme
penyusunan anggaran bisa saja mengandung pesan bahwa para manajer seharusnya meraih laba
sebanyak-banyaknya pada tahun itu; sementara para manajer senior tidak sungguh-sungguh
melakukan upaya penghematan dalam penggunaan anggaran untuk perawatan peralatan dan
pelatihan- pelatihan pegawai, karena tindakan itu justru akan mengurangi laba yang akan
diperoleh di masa yang akan datang, meskipun penghematan tersebut akan meningkatkan laba
tahun sekarang. Informasi yang diperoleh oleh manajer operasi tampaknya lebih kabur
dibandingkan dengan informasi yang bisa didapat melalui
alat termostat dari tungku pembakaran, sebagaimana diuraikan dalam system sederhana

Aturan-aturan
Istilah "aturan-aturan" sebagai seperangkat tulisan yang memuat semua jenis instruksi
dan pengendalian, termasuk di dalamnya adalah: instruksi-instruksi jabatan, pembagian kerja,
prosedur standar operasi, panduan-panduan, dan tuntunan-tuntunan etis. Tidak seperti arahan-
arahan yang bersifat implisit dalam jumlah anggaran, yang bisa jadi berubah dari bulan ke bulan,
hampir semua
aturan biasanya bersifat jangka panjang; yaitu, aturan-aturan tersebut akan selalu ada sampai
aturan-aturan itu dimodifikasi, yang jarang terjadi. Beberapa aturan adalah pedoman kerja; yaitu,
para anggota organisasi diizinkan, danbahkan diharapkan, untuk menyimpang dari pedoman
tersebut, baik dalam situasisituasi khusus atau ketika mereka menilai bahwa penyimpanan
tersebut akan berakibat baik bagi organisasi.
Sejumlah aturan bernilai positif (seperti, latihan menghadapi kebakaran).Aturan-aturan
lain adalah larangan terhadap tindakan-tindakan yang tidak etis, ilegal, atau tindakan-tindakan
lain yang tidak diinginkan. Akhirnya, ada aturan-aturan yang tidak boleh dilanggar dalam
keadaan apa pun: aturan yang melarang suap-menyuap, atau aturan bahwa seorang pilot pesawat
terbang tidak boleh lepas landas (take off) tanpa izin dari pengawas lalu lintas udara.
Beberapa jenis aturan :
Pengendalian Fisik
Penjaga keamanan, gudang-gudang yang terkunci, ruangan besi, passwords
komputer, televisi pengawas, dan pengendalian fisik lainnya mungkin merupakan
bagian dari struktur pengendalian.
Manual
Ada banyak pertimbangan untuk memutuskan aturan-aturan mana yang harus
dituliskan ke dalam panduan, mana yang mesti diklasifikasikan sebagai pedoman,