Anda di halaman 1dari 13

RELEVANSI PENILAIAN PRESTASI KERJA (PPK) GURU

TERHADAP FUNGSI SEKOLAH/ MADRASAH

Oleh : H. Nurcholis
Pengawas Sekolah Kabupaten Melawi
Dinas Pendidikan Kabupaten Melawi
Eml : norcholis.rosdan@gmail.com

ABSTRAK

PPK guru akan dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan penetapan keputusan kebijakan
pembinaan karier sesuai dengan fungsi sekolah/madrasah yang berkaitan terhadap bidang
pekerjaan, pengangkatan dan penempatan, pengembangan, penghargaan, serta
disiplin.Persoalan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) guru dan karir guru di
provinsi Kalimantan Barat merupakan fenomena yang perlu di pecahkan. Keberadaan PKB
guru yang mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi yang didesain
untuk meningkatkan karakteristik, pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan. Kegiatan
PKB guru dikembangkan atas dasar profil kinerja guru sebagai perwujudan hasil penilaian
kinerja guru dan didukung dengan hasil evaluasi diri melalui siklus evaluasi, refleksi
pengalaman belajar, perencanaan dan implementasi kegiatan PKB guru secara berkelanjutan,
maka diharapkan guru akan mampu mempercepat pengembangan kompetensi dan karirnya.
Alternatif yang dapat menjadi obat dalam pemecahan persoalan guru tersebut adalah
meningkatkan peran penelitian tindakan kelas. Peran penelitian tindakan kelas (PTK)
merupakan suatu bentuk penelaahan melalui refleksi diri yang dilakukan oleh guru dalam
situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki rasionalitas dan kebenaran serta
keabsahan dari praktik sosial (pembelajaran) atau kependidikan; pemahaman mengenai
praktik tersebut; dan situasi kelembagaan tempat praktik dilaksanakan. Dimana PTK ini di
lakukan berdasarkan permasalahan yang ada di kelas, perencanaan, pelaksanaan, observasi,
dan refleksi, dan pelaporan. PTK ini bertujuan untuk menanggulangi masalah atau kesulitan
yang terjadi dalam pengajaran, untuk perbaikan suasana sistem keseluruhan kelas, dan juga
memasukkan unsur-unsur pembaharuan dalam sistem pendidikan dan pengajaran.

Kata Kunci : PPK Guru, PKB, dan peran PTK

A. Pendahuluan
Berdasarkan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-
undang Nomor 8 Tahun 1974, tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, dinyatakan bahwa untuk
mewujudkan penyelenggaraan tugas pemerintahan dan pembangunan diperlukan Pegawai
Negeri Sipil yang profesional, bertanggungjawab, jujur dan adil melalui pembinaan yang
dilaksanakan berdasarkan sistem prestasi kerja dan sistem karier yang dititik beratkan pada
sistem prestasi kerja. Selanjutnya untuk menjamin obyektifitas dalam mempertimbangkan
pengangkatan dalam jabatan dan kenaikan pangkat diadakan penilaian prestasi kerja. Hal ini
ditindaklanjuti dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi
Kerja Pegawai Negeri Sipil dan Peraturan Kepala BKN Nomor 1 Tahun 2013 tentang
Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian
Prestasi Kerja (PPK) Pegawai Negeri Sipil, bahwa PPK pegawai Negeri sipil dilaksanakan
untuk mengevaluasi kinerja Pegawai Negeri Sipil, yang dapat memberi petunjuk bagi pejabat
yang berkepentingan dalam rangka mengevaluasi kinerja unit dan organisasi. Sebagai
pegawai negeri sipil, guru dan/atau guru yang mendapatkan tugas tambahan dan/atau tugas
lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah juga mendapatkan pembinaan yang
dilaksanakan melalui PPK.
PPK bagi guru dan/atau guru yang mendapatkan tugas tambahan dan/atau tugas lain
yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah dilaksanakan untuk mengevaluasi kinerja guru
dan/atau guru yang mendapatkan tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah,
yang dapat memberi petunjuk bagi pejabat yang berkepentingan dalam rangka pembinaan
profesi guru dan/atau guru yang mendapatkan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang
relevan dengan fungsi sekolah/madrasah secara objektif. Hasil PPK akan dimanfaatkan
sebagai dasar pertimbangan penetapan keputusan kebijakan pembinaan karier guru dan/atau
guru yang mendapatkan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi
sekolah/madrasah yang berkaitan dengan bidang pekerjaan, pengangkatan dan penempatan,
pengembangan, penghargaan, serta disiplin. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor
20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-undang Nomor 14 Tahun
2005 tentang Guru yang mengamanatkan guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan
berhak mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja.
Berkenaan dengan hal tersebut, PPK dilaksanakan secara sistematis yang penekanannya
pada tingkat capaian sasaran kerja atau tingkat capaian hasil kerja guru dan/atau guru yang
mendapatkan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi
sekolah/madrasah sebagaimana telah direncanakan, disusun dan disepakati bersama oleh guru
dan/atau guru yang mendapatkan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan
fungsi sekolah/madrasah dengan atasan langsungnya (pejabat penilainya). PPK guru dan/atau
guru yang diberi tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi
sekolah/madrasah secara strategis diarahkan melalui penilaian Sasaran Kerja Pegawai (SKP)
dan perilaku kerja sesuai dengan tugas dan fungsi guru dan/atau guru yang mendapatkan
tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah .
PPK bertujuan untuk menjamin objektivitas pembinaan guru dan/atau guru yang
mendapatkan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi
sekolah/madrasah dan dilaksanakan berdasarkan prinsip objektif, terukur, akuntabel,
partisipatif, dan transparan. Untuk memenuhi prinsip penilaian yang objektif, terukur,
akuntabel, partisipatif, dan transparan diperlukan pedoman penilaian PPK dan/atau guru yang
diberi tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah.
Oleh karenanya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, memandang perlu menyusun
Pedoman PPK guru dan/atau guru yang mendapatkan tugas tambahan dan/atau tugas lain
yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah sebagai referensi dan acuan dalam
mengimplementasikan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 1 Tahun
2013. Dengan pedoman ini, pihak-pihak yang berkepentingan secara langsung maupun tidak
langsung dapat melaksanakan kegiatan atau program PPK dengan baik dan benar.

B. Pembahasan
1. Penilaian Prestasi Kerja (PPK) Guru Yang Relevan Dengan Fungsi
Sekolah/Madrasah
Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang PPK Pegawai Negeri Sipil,
mendefinisikan sebagai suatu proses penilaian secara sistematis yang dilakukan oleh pejabat
penilai terhadap sasaran kerja pegawai dan perilaku kerja PNS. Proses penilaian ini dilakukan
dengan tolok ukur yang objektif terhadap tingkat capaian sasaran kerja dan perilaku kerja
seorang PNS oleh atasannya (pejabat penilai). Penekanan PPK adalah penilaian capaian
sasaran kerja yang pada dasarnya telah disusun dan disepakati bersama antara guru yang
diberi tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah
dengan atasannya langsungnya (pejabat penilai) ditambah dengan penilaian perilaku
keseharian dalam melaksanakan tugas atau pekerjaannya. PPK meliputi penilaian
ketercapaian SKP dan penilaian perilakunya. Oleh karena itu, ketercapaian sasaran kerja
dan perilaku kerja mempengaruhi prestasi kerja guru dan/atau guru yang mendapatkan tugas
tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah.
Sebagai proses evaluasi terhadap kinerja dan perilaku kerja, PPK dilaksanakan dalam
jangka waktu tertentu dengan tujuan untuk menjamin obyektivitas pembinaan profesi yang
dilakukan berdasarkan sistem prestasi kerja dan karier. Secara administratif, sekolah dapat
menjadikan PPK sebagai acuan atau standar dalam membuat keputusan pemberian tugas
tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah kepada guru. Sementara itu, dalam
konteks pengembangan sekolah, PPK bermanfaat untuk memotivasi dan meningkatkan
keterampilan kerja, pemberian konseling, dan mengidentifikasi kebutuhan pengembangan
profesi berkelanjutan untuk kepentingan peningkatan kemampuan dan keahlian guru dan/atau
guru yang mendapatkan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi
sekolah/madrasah.
Hasil PPK tidak hanya berdampak pada individu tetapi juga pada sekolah. Bagi
individu guru dan/atau guru yang mendapatkan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang
relevan dengan fungsi sekolah/madrasah, hasil Penilaian Prestasi Kerja dapat mengetahui
bagaimana proses dan capaian prestasi kerja mereka dinilai oleh atasannya, yang hasilnya
digunakan untuk membuat rencana kegiatan yang bermanfaat untuk pengembangan
kariernya. Tingkat prestasi kerja yang tinggi dapat memberikan keuntungan tersendiri bagi
guru dan/atau guru yang mendapatkan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan
dengan fungsi sekolah/madrasah, misalnya untuk penetapan indeks pemberian tunjangan
selain gaji, memperluas kesempatan untuk dipromosikan, menurunnya kemungkinan untuk
didemosikan, serta membuat mereka semakin ahli dan berpengalaman dalam bidang
pekerjaannya. Sebaliknya, tingkat prestasi kerja yang rendah menunjukkan tidak
kompetennya guru dan/atau guru yang mendapatkan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang
relevan dengan fungsi sekolah/madrasah dalam melaksanakan pekerjaannya dan berakibat
sukarnya bagi mereka untuk dipromosikan ke jenjang pekerjaan yang tingkatannya lebih
tinggi atau memperoleh tugas lainnya, memperbesar kemungkinan untuk didemosikan, dan
pada akhirnya dapat juga menyebabkan pemberian sanksi bahkan pemutusan hubungan kerja.
Sedangkan bagi sekolah, hasil Penilaian Prestasi Kerja sangat penting dalam rangka
pembinaan dan pengembangan karier, antara lain untuk mengidentifikasi kebutuhan program
pengembangan keprofesian berkelanjutan, promosi, sistem insentif dan berbagai aspek lain
dari keseluruhan proses manajemen sumber daya manusia secara efektif dan efisien. Oleh
karena itu, hasil Penilaian Prestasi Kerja dapat menunjukkan apakah sumberdaya sekolah
sudah memenuhi target atau sasaran yang dikehendaki baik secara kualitas maupun kuantitas,
bagaimana perilaku guru dan/atau guru yang mendapatkan tugas tambahan dan/atau tugas
lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah dalam melakukan pekerjaannya.
Tujuan dari PPK ini adalah untuk menjamin obyektivitas pembinaan yang dilakukan
berdasarkan sistem prestasi kerja yang berdampak pada peningkatan karir dalam jabatan dan
kepangkatan. Adapun manfaat dari PPK sebagai hasil evaluasi kinerja dalam jangka waktu
tertentu dan sebagai alat kendali agar setiap kegiatan pelaksanaan tugas pokok selaras dengan
tujuan yang telah ditetapkan dalam renstra dan rencana kerja tahunan sekolah. PPK
dilaksanakan oleh pejabat penilai sekali dalam satu tahun yang dilakukan untuk menilai
prestasi kerja dari bulan Januari sampai dengan Desember.
Hasil PPK dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan penetapan keputusan kebijakan
pembinaan prestasi dan karier, yang berkaitan dengan:
a. Bidang Pekerjaan
PPK bagi guru dan/atau guru yang diberi tugas tambahan dan/atau tugas lain yang
relevan dengan fungsi sekolah/madrasah dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan
dalam kebijakan perencanaan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia, serta kegiatan
perancangan pekerjaan dalam organisasi.
b. Bidang Pengangkatan dan Penempatan
PPK dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan dalam proses rekrutmen, seleksi dan
penempatan serta penugasan guru dan/atau guru yang mendapatkan tugas tambahan
dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah dalam jabatan, sesuai
dengan kompetensi dan prestasi kerjanya.
c. Bidang Pengembangan
PPK dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan pengembangan karier dan pengembangan
kemampuan serta keterampilan guru dan/atau guru yang mendapatkan tugas tambahan
dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah yang berkaitan dengan
pola karier dan program pendidikan dan pelatihan dalam organisasi.
d. Bidang Penghargaan
PPK dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan pemberian penghargaan dengan berbasis
prestasi kerja seperti kenaikan pangkat, kenaikan gaji, tunjangan prestasi kerja, promosi,
atau kompensasi dan lain-lain kepada guru dan/atau guru yang mendapatkan tugas
tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah.
e. Bidang Disiplin
PPK dimanfaatkan sebagai dasar peningkatan kinerja dan kewajiban mematuhi peraturan
perundang-undangan tentang disiplin guru dan/atau guru yang mendapatkan tugas
tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah sebagai
pegawai.

Bagi Stakeholder, manfaat PPK dapat diuraikan sebagai berikut


a. Bagi guru dan atau guru yang mendapatkan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang
relevan dengan fungsi sekolah/madrasah, hasil PPK dapat digunakan sebagai :
1) Panduan dalam upaya perencanaan dan pencapaian target prestasi kerja;
2) Alat pengendali diri dalam berperilaku
3) Umpan balik atas ketercapaian kinerja
4) Panduan untuk merencanakan dan menentukan pengembangan keprofesian
berkelanjutan
5) Portofolio kinerja tahunan, dan
6) Salah satu bahan pertimbangan dalam pengusulan kenaikan pangkat guru dan/atau
guru yang mendapatkan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan
fungsi sekolah/madrasah.
b. Bagi pengawas sekolah/madrasah, hasil PPK dapat digunakan sebagai:
1) Panduan dalam upaya pembinaan dan pencapaian target prestasi kerja guru dan/atau
guru yang mendapatkan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan
fungsi sekolah/madrasah di bawah binaannya
2) Bahan konsultasi dan rekomendasi kepada Kepala Dinas Pendidikan/Kantor
Kemenag dalam program pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) dan/atau
peningkatan kinerja Individual serta pembinaan karier dan promosi bagi guru
dan/atau guru yang mendapatkan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan
dengan fungsi sekolah/madrasah di bawah binaannya.
c. Bagi Kepala Bidang teknis terkait, hasil PPK dapat digunakan sebagai :
1) Pengendalian pencapaian target prestasi kerja guru dan/atau guru yang mendapatkan
tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah
sesuai rencana tahunan Dinas Pendidikan/Kantor Kemenag Prov/kabupaten/kota
2) Bahan pembinaan guru dan/atau guru yang mendapatkan tugas tambahan dan/atau
tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah
3) Peta kinerja guru dan/atau guru yang mendapatkan tugas tambahan dan/atau tugas
lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah, dan
4) Bahan konsultasi dan rekomendasi kepada Kepala Dinas Pendidikan/Kantor
Kemenag dalam program PKB dan/atau peningkatan kinerja individual serta
pembinaan karier dan promosi bagi guru dan/atau guru yang mendapatkan tugas
tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah di
bawah binaannya.
d. Bagi Kepala Dinas Pendidikan/Kantor Kemenag, hasil PPK dapat digunakan sebagai :
1) Pengendali pencapaian target prestasi kerja guru dan/atau guru yang mendapatkan
tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah
sesuai rencana tahunan Dinas Pendidikan/Kantor Kemenag Prov/kabupaten/kota
2) Bahan pembinaan guru dan/atau guru yang mendapatkan tugas tambahan dan/atau
tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah
3) Peta kinerja guru dan/atau guru yang mendapatkan tugas tambahan dan/atau tugas
lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah, dan
4) Bahan konsultasi dan rekomendasi kepada BKD dalam program PKB dan/atau
peningkatan kinerja individual serta pembinaan karier dan promosi bagi guru
dan/atau guru yang mendapatkan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan
dengan fungsi sekolah/madrasah di bawah binaannya.
e. Bagi BKD, hasil PPK dapat digunakan sebagai :
1) Peta kinerja guru dan/atau guru yang mendapatkan tugas tambahan dan/atau tugas
lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah, dan
2) Bahan pertimbangan promosi, mutasi, dan demosi bagi guru dan/atau guru yang
mendapatkan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi
sekolah/madrasah.

2. Peran Penelitian Tindakan Kelas Dalam PKB Guru


Desain peran PTK dalam meningkatkan PKB guru di lakukan dengan menggunakan
langkah-langkah sebagai gambar 1 dan deskripsinya, berikut :

1. Pengembangan PENELITIAN
TINDAKAN KELAS
PKB Diri
(PTK)
GURU 2. Publikasi Ilmiah
3. Karya Inovatif 1. Memfomulasikan Ide awal
2. Melakukan Prasurvei
3. Mendiagnosis
Permasalahan Kelas
4. Membuat Perencanaan
5. Implementasi tindakan
6. Pengamatan
7. Refleksi
8. Penyususnan laporan
9. Melaporkan hasil PTK

MASALAH
GURU PROFESIONAL PEMBELAJARAN
(Karir Guru Meningkat) DI KELAS
TERPECAHKAN
Gambar .1: Desain peran PTK dalam meningkatkan PKB guru
Guru didalam menjalankan PTK yang merupakan bagian dari pelaksnaan PKB guru dapat di
deskripsikan sebagai berikut :
a. Memformulasikan Ide Awal.
Ide awal seseorang guru yang berkehendak melaksanakan suatu penelitian baik yang
berupa penelitian positivisme, naturalistik, analisis isi maupun PTK harus diawali
dengan gagasan atau ide, dan gagasan itu dimungkinkan yang dapat dikerjakan atau
dilaksanakannya. Pada umumnya ide awal yang menggayut di PTK ialah terdapatnya
suatu permasalahan yang berlangsung atau yang terjadi di dalam suatu kelas guru
mengajar sebagai refleksi dari evaluasi diri guru dalam kegiatan mengajar. Ide awal
tersebut di antaranya berupa suatu upaya yang dapat ditempuh untuk mengatasi
permasalahan tersebut dengan penerapan PTK itu guru mau berbuat apa demi suatu
perubahan dan perbaikan yang terjadi dalam kelas tersebut.
b. Melakukan Prasurvei.
Prasurvei dimaksudkan untuk mengetahui secara detail kondisi yang kelas yang akan
diteliti atau di ambil tindakan. Bagi guru yang melakukan tindakan atau penelitian di
kelas yang menjadi tanggung jawabnya tidak perlu melakukan prasurvei karena
berdasarkan pengalamannya selama ia di depan kelas sudah secara cermat dan pasti
mengetahui berbagai permasalahan yang dihadapinya, baik yang berkaitan dengan
kemajuan belajar siswa, sarana pengajaran maupun sikap siswanya. Dengan demikian
para guru yang sekaligus sebagai peneliti di kelasnya sudah mengetahui kondisi kelas
yang sebenarnya atau tidak perlu melakukan prasurvei. Karena ketika guru merasa ada
masalah yang urgen terjadi di kelasnya dan di pandang di perlukan adanya tindakan
khusus untuk memecahkan masalah tersebut maka di lakukan tindakan berupa PTK
c. Mediagnosis Permasalahan Kelas.
Diagnosis dilakukan oleh guru atau peneliti yang tidak terbiasa mengajar di suatu kelas
yang dijadikan sasaran penelitian. Peneliti dari luar lingkungan kelas/sekolah perlu
melakukan diagnosis atau dugaan-dugaan sementara mengenai timbulnya suatu
permasalahan yang muncul di dalam kelas. Dengan diperolehnya hasil diagnosis,
peneliti PTK akan dapat menentukan berbagai hal, misalnya strategi pengajaran, media
pengajaran, dan materi pengajaran yang tepat dalam kaitannya dengan implementasinya
PTK. Dengan demikian guru yang melakukan PTK di kelasnya tidak perlu melakukan
diagnosis

d. Menyusun Perencanaan.
Perencanaan umum dimaksudkan untuk menyusun rancangan yang meliputi
keseluruhan aspek yang terkait dengan PTK (proposal dan instrumennya). Sedangkan
perencanaan khusus dimaksudkan untuk menyusun rancangan dari siklus persiklus.
Oleh karenanya dalam perencanaan khusus ini tiap kali terdapat perencanaan ulang
(replanning). Hal-hal yang direncanakan di antaranya terkait dengan pendekatan
pembelajaran, metode pembelajaran, teknik atau strategi pembelajaran, media dan
materi pembelajaran, dan sebagainya.
Proposal PTK meliputi: Judul penelitian, pendahuluan (latar belakang, rumusan
masalah, tujuan penelitian dan manfaat penelitian, hipotesis tindakan), kajian teori
(pustaka), metode penelitian (objek tindakan, setting lokasi dan subjek penelitian,
metode pengumpulan data dan metode analisa data) dan penjadwalan
e. Implementasi Tindakan.
Implementasi tindakan pada prinsipnya merupakan realisasi dari suatu tindakan yang
sudah direncanakan sebelumnya. Strategi apa yang digunakan, materi apa yang
diajarkan atau dibahas dan sebagainya.
f. Pengamatan.
Pengamatan, observasi atau monitoring dapat dilakukan sendiri oleh guru/peneliti atau
kolaborator yang memang diberi tugas untuk hal itu. Pada saat monitoring pengamat
haruslah mencatat semua peristiwa atau hal yang terjadi di kelas penelitian. Misalnya
mengenai kinerja guru, situasi kelas, perilaku dan sikap siswa, penyajian atau
pembahasan materi, penyerapan siswa terhadap materi yang diajarkan, dan sebagainya.
g. Refleksi.
Refleksi ialah upaya evaluasi yang dilakukan oleh para kolaborator atau partisipan yang
terkait dengan suatu PTK yang dilaksanakan. Refleksi ini dilakukan dengan kolaboratif,
yaitu adanya diskusi terhadap berbagai masalah yang terjadi di kelas penelitian. Dengan
demikian refleksi dapat ditentukan sesudah adanya implementasi tindakan dan hasil
observasi. Berdasarkan refleksi ini pula suatu perbaikan tindakan (replanning)
selanjutnya ditentukan.
h. Penyusunan Laporan.
Laporan hasil penelitian PTK seperti halnya jenis penelitian yang lain, yaitu sesudah
kerja penelitian di lapangan berakhir. Laporan yang di buat dalam PTK semestinya
mengikuti aturan dalam penulisan PKB guru, yang disajikan dalam bentuk makalah,
pada umumnya kerangka isi atau format laporan hasil penelitian terdiri dari : 1) bagian
awal, 2) bagian isi dan 3) bagian penunjang. Adapun lengkapnya isi laporan tersebut
yaitu :
1) Bagian Awal: Terdiri dari halaman judul; lembaran persetujuan; kata pengantar;
daftar isi, daftar label, daftar gambar, dan lampiran; serta abstrak atau ringkasan.
2) Bagian Isi: Umumnya terdiri dari beberapa bab yakni: a) Bab Pendahuluan yang
menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah, Tujuan, dan
Kemanfaatan Hasil Penelitian; b) Bab Kajian/Tinjauan Pustaka; c) Bab Metode
Penelitian; d) Bab Hasil dan Diskusi Hasil Kajian, serta e) Bab Kesimpulan dan
Saran.
3) Bagian Penunjang : Memuat daftar pustaka dan lampiran-lampiran (seperti
instrumen yang digunakan, contoh hasil kerja siswa, contoh isian instrumen, foto-
foto kegiatan, surat ijin penelitian, rencana pembelajaran, dan dokumen
pelaksanaan penelitian lain yang menunjang keaslian penelitian tersebut).
i. Melaporkan Hasil PTK. Sebenarnya, PTK lebih bersifat individual. Artinya bahwa
tujuan utama bagi PTK adalah self-improvement melalui self-evaluation dan self-
reflection yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan mutu proses dan hasil belajar
siswa.
Dengan demikian hasil pelaksanaan PTK yang berupa terjadinya inovasi
pembelajaran akan dilaporkan kepada diri si guru/peneliti sendiri. Guru perlu
mengarsipkan langkah-langkah dan teknik pembelajaran yang dikembangkan melalui
aktivitas PTK demi perbaikan proses pembelajaran yang dia lakukan di masa yang akan
datang. Namun demikian hasil PTK yang dilaksanakan tidak menutup kemungkinan untuk
diikuti oleh guru lain atau teman sejawat. Oleh karena itu guna melengkapi predikat guru
sebagai ilmuwan sejati, guru perlu juga menuliskan pengalaman melaksanakan PTK
tersebut ke dalam suatu karya tulis ilmiah. Karya tulis tersebut yang selama ini belum
merupakan kebiasaan bagi para guru, sebenarnya masyarakat pengguna lain. Dengan
melaporkan hasil PTK tersebut kepada masyarakat (teman sejawat, pemerhati atau
pengamat pendidikan, dan para pakar pendidikan lainnya) guru akan memperoleh nilai
tambah yaitu suatu bentuk pertanggungjawaban dan kebanggaan akademis atau ilmiah
sebagai seorang ilmuwan hasil kerja guru akan merupakan amal jariah yang sangat
membantu teman sejawat dan siswa secara khusus. Melalui laporan kepada masyarakat,
PTK pada awalnya dilaksanakan dalam skala kecil yaitu ruang kelas akan memberi
sumbangan yang cukup signifikan terhadap peningkatan mutu proses dan hasil belajar
siswa.
Karena PTK merupakan bagian PI dari PKB, maka akhirnya dengan demikian jika
guru kompeten meneyelesaikan permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran di
kelasnya dengan baik akan menjadikan berkurangnya permasalahan pembelajaran di kelas.
Oleh karena itu penyakit yang kronis tentang pelaksanaan PKB akan terpecahkan dengan
baik. Dengan demikian kemampuan guru dalam melaksanakan dan mengembangkan PKB
akan meningkat sejalan dengan pelaksanaan PTK tiap guru meningkat. Yang menjadi
muara terakhir adalah meningkatnya PKB tiap guru dari cara PTK maka persoalan
pembelajaran akan terpecahkan secara terprogram dan pada akhirnya mutu pendidikan
akan meningkat dan secara tidak langsung karir guru meningkat yang menjadikan guru
profesional akan terwujud.

C. Penutup
Proses PPK dilakukan dengan tolok ukur yang objektif terhadap tingkat capaian
sasaran kerja dan perilaku kerja seorang PNS oleh atasannya (pejabat penilai). Penekanan
PPK adalah penilaian capaian sasaran kerja yang pada dasarnya telah disusun dan
disepakati bersama antara guru yang diberi tugas tambahan dan/atau tugas lain yang
relevan dengan fungsi sekolah/madrasah dengan atasannya langsungnya (pejabat penilai)
ditambah dengan penilaian perilaku keseharian dalam melaksanakan tugas atau
pekerjaannya. PPK meliputi penilaian ketercapaian SKP dan penilaian perilakunya.
Oleh karena itu, ketercapaian sasaran kerja dan perilaku kerja mempengaruhi prestasi
kerja guru dan/atau guru yang mendapatkan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang
relevan dengan fungsi sekolah/madrasah.
Sebagai proses evaluasi terhadap kinerja dan perilaku kerja, PPK dilaksanakan
dalam jangka waktu tertentu dengan tujuan untuk menjamin obyektivitas pembinaan
profesi yang dilakukan berdasarkan sistem prestasi kerja dan karier. Secara administratif,
sekolah dapat menjadikan PPK sebagai acuan atau standar dalam membuat keputusan
pemberian tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah kepada guru
atupun guru yang mendapat tugas tambahan seperti kepala sekolah. Sementara itu, dalam
konteks pengembangan sekolah, PPK bermanfaat untuk memotivasi dan meningkatkan
keterampilan kerja, pemberian konseling, dan mengidentifikasi kebutuhan pengembangan
profesi berkelanjutan untuk kepentingan peningkatan kemampuan dan keahlian guru
dan/atau guru yang mendapatkan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan
fungsi sekolah/madrasah.
Hasil PPK tidak hanya berdampak pada individu tetapi juga pada sekolah. Bagi
individu guru dan/atau guru yang mendapatkan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang
relevan dengan fungsi sekolah/madrasah, hasil Penilaian Prestasi Kerja dapat mengetahui
bagaimana proses dan capaian prestasi kerja mereka dinilai oleh atasannya, yang hasilnya
digunakan untuk membuat rencana kegiatan yang bermanfaat untuk pengembangan
kariernya.
Kenyataan yang ada di Provinsi Kalimantan Barat masalah pengembangan
profesi berkelanjutan guru menjadi fenomena yang perlu di tindak lanjuti. Untuk
menindaklanjuti masalah PKB dapat di lakukan dengan mengembangkan PTK tiap
guru
PTK dapat menjadi salah satu alternatif pemecahan masalah PKB guru karena
bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan praktik pembelajaran di kelas secara
berkesinambungan. Dengan manfaat sebagai inovasi pembelajaran, pengembangan
kurikulum di tingkat kelas maupun sekolah, dan peningkatan profesionalisme guru.
Objek yang di gunakan dalam PTK sangat cocok dengan tugas pokok guru dan
tidak mengganggu kegiatan pembelajaran di kelas. Adapun yang menjadi objek dalam
PTK antara lain: unsur siswa, guru, materi pelajaran, peralatan atau sarana pendidikan,
hasil pembelajaran, lingkungan, dan unsur pengelolaan.
Adapun prosedur pelaksanaan PTK meliputi: penetapan fokus masalah penelitian,
perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan interpretasi, refleksi, dan
pelaporan
Penyusunan Proposal PTK meliputi: Judul penelitian, pendahuluan (latar
belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian dan manfaat penelitian, hipotesis
tindakan), kajian teori (pustaka), metode penelitian (objek tindakan, setting lokasi dan
subjek penelitian, metode pengumpulan data dan metode analisa data) dan penjadwalan
Dengan para guru melakukan PTK sebagai mana mestinya berdasarkan
kebutuhan atau permasalahan yang ada di kelasnya maka persoalan pembelajaran dan
mutu pembelajaran akan teratasi. Oleh karena itu persoalan PKB guru akan terbantu
atas peran dari PTK, yang akan menjadikan karir guru akan menjadi meningkat.
DAFTAR PUSTAKA

Aqib, Zainal. 2007. Penelitian Tindakan Kelas: Untuk Guru. Bandung: Yrama Widya.

Center for Continuous Professional Development (CPD). University of Cincinnati Academic


Health Center. (http://webcentral.uc.edu/-cpd_online2)

Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa. 2008. Desain Penelitian Tindakan.


http://w.w.w.ditplb.or.id.

Endang Komara. 2011, Peran Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Dalam Meningkatkan
Profesionalisme Guru. dalam http://khoirulanwari.wordpress.com/about/ peran-
penelitian-tindakan-kelas-ptk-dalam-meningkatkan-profesionalisme-guru/:26 Juli
2011

Home Frofil Agenda Seminar FAQ Guest P & PT Journal Download. 2008. Pedoman
Usulan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research).
http://w.w.w.asosiasi-politeknik.or.id.

Hopkins (1993), An Introduction To Action Researce. Physic Ed: Buffalo State.Edu

http://dahli-ahmad.blogspot.com/2009/03/peran-penelitian-tindakan-kelas-ptk.html: 10 Sept
2009

Kunandar. 2007. Guru Profesional: Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan


(KTSP) dan Persiapan Menghadapi Sertifikasi Guru. Jakarta: Raja Grafindo
Persada.

Kusmoro. 2011, Menjawab Permasalahan Pengembngan Profesi Pendidik dan Tenaga


Kependidikan (PTK). Pontianak : LPMP Kalbar

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.
Bandung: Fokusmedia.

Surya, Muhammad. 2005. Membangun Profesionalisme Guru. dalam Makalah Seminar


Pendidikan. 6 Mei 2005 di Jakarta.

Syawal Gultom. 2012, Pedoman Pengelolaan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.


Jakarta : BPSDMP dan PMP

Usman, Moh. Uzer. 2005. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.