Anda di halaman 1dari 2

{4} Inkompatibilitas

Inkompatibilitas Faktor Risiko


Nama : Siti Nurlatifah Anwar antigen
antigen darah
darah a. Faktor Maternal Komplikasi:Bilirubin encephalopathy
NPM : 214115065 Ras atau kelompok etnik tertentu (Asia,
Native American,Yunani), Komplikasi
Hemolisis
Hemolisis kehamilan (DM, inkompatibilitas ABO sembuh Mati
meningkat
meningkat dan Rh). Penggunaan infus oksitosin
dalam larutan hipotonik, ASI
Hb b. Faktor Perinatal Bahaya, bisa terjadi:
Hb
Hb Hbpecah
meningkat Trauma lahir (sefalhematom, ekimosis)  Serebral palsy
dan Infeksi (bakteri, virus, protozoa)  Retardasi mental
Bilirubin c. Faktor Neonatus  Ketidakmampuan sensori
Bilirubin tdk
tdk
Hem
Hem Globin
Globin terkonjugasi Prematuritas, Faktor genetik,  Cedera vaskuler
terkonjugasi
meningkat
meningkat Polisitemia, Obat (streptomisin,  infeksi
Bilirubin kloramfenikol, benzyl-alkohol,
Fe
Fe Bilirubin tidak
tidak sulfisoxazol), Rendahnya asupan ASI,
terkonjugasi
terkonjugasi Supply
Supply bilirubin
bilirubin tdk
tdk Kerusakan integritas kulit b.d. ikterus
Hipoglikemia, Hipoalbuminemia
terkonjugasi
terkonjugasi
melebihi Tujuan: perbaikan integritas kulit
Bilirubin melebihi Uji diagnostik
{2} Bilirubin tidak
tidak Bilirubin
Bilirubin tidak
tidak kemampuan
Intervensi:
terkonjugasi terkonjugasi kemampuan hepar
hepar Visual, serum bilirubin,  Kaji rasa tidak nyaman b.d. pruritus
terkonjugasi terkonjugasi
tidak
tidak berikatan
berikatan berikatan
berikatan dgn
dgn Bilirubinometer  Pantau kadar bilirubin direct
dgn Hepar
Hepar tidak
tidak mampu
mampu Transkutan (TcB) dan indirect, sampaikan hasilnya pada
dgn albumin
albumin albumin
albumin
Enzim melakukan
melakukan dokter
glukoronil konjugasi
konjugasi  Posisikan bayi terlentang atau
Masuk
Masuk ke
ke hati
hati Masuk ke Meracuni miring, tukar posisi setiap 2 jam,
transferase
otak otak pantau kondisi kulit dan masase pada
daerah tonjolan tulang disetiap lokasi
{1} Fungsi
Fungsi hari
hari Bilirubin
Bilirubin pertukaran posisi
immatur
immatur terkonjugasi
terkonjugasi gg.integr
gg.integr  Jaga bayi dalam keadaan
Kulit, pruritus itas
itas kulit
kulit bersih dan kering
mukosa  Jaga kuku klien tetap pendek
Di
Di ekskresi
ekskresi ke
ke ikterik dan tidak lancip
empedu
empedu  Lakukan perawatan
kulit:hindari penggunaan obat dan
lotion dengan bahan dasar alkohol
Bilirubin
Bilirubin terkonjugasi
terkonjugasi gg.
gg.
di
di intestin
intestin {3} fototerapi keseimbanga
keseimbanga Kekurangan volume cairan b.d.
nn cairan
cairan
β glucuronidase ketidakadekuatan intake cairan, efek
fototerapi
HIPERBILIRUBINEMIA
HIPERBILIRUBINEMIA
(Tidak Tujuan:Tercukupinya cairan bayi
(Tidak terkonyugasi)
terkonyugasi)
Peningkatan dengan adekuat
Peningkatan level
level bilirubin
bilirubin total
total di
di dalam
dalam darah
darah yang
yang dikarakteristikkan
dikarakteristikkan dengan
dengan jaundis
jaundis atau
atau
ikterik, Intervensi:
ikterik, yaitu perubahan warna kulit, sklera, dan kuku menjadi kekuningan hipertermi
hipertermi
Total  Monitor turgor kulit dan
Total bilirubin
bilirubin serumnya
serumnya meningkat
meningkat 55 mg/dl
mg/dl dan
dan mencapai
mencapai 1212 mg/dl
mg/dl atau
atau lebih
lebih Risiko aa
Risiko membran mukus bayi
injuri
injuri  Monitor intake dan output cairan
Jenis bilirubin tak terkonyugasi:  lakukan penyusuan bayi secepat
Treatmen ganti
{1}PHYSIOLOGIC JAUNDICE mungkin setelah lahir sesuai
darah (untuk jenis gg.
{2}BREAST-FEEDING-ASSOCIATED gg. permintaan dokter
no 4) parentin
JAUNDICE parentin  Meminta Ibu untuk menyusui
{3}BREAST MILK JAUNDICE gg bayi pada waktu yang spesifik,
4}HEMOLYTIC DISEASE jangan sampai terlewatkan
D D D
Jenis bilirubin tak terkonyugasi:
{1}PHYSIOLOGIC JAUNDICE
{2}BREAST-FEEDING-ASSOCIATED Gangguan parenting b.d. pemisahan Risiko injuri b.d. efek fototerapi Hipertermia b.d. efek
JAUNDICE
Intervensi: fototerapi
{3}BREAST MILK JAUNDICE
 Orangtua akan datang ke ruang perawatan Tujuan:
4}HEMOLYTIC DISEASE
atau mengambil bayi keruangan ibu untuk Bayi tidak akan menunjukkan tanda Tujuan
menyusui kerugian/penurunan sensori Menjaga kestabilan suhu
 Pastikan bayi disusui dengan cara yang tubuh bayi
{1}PHYSIOLOGIC JAUNDICE
tepat Intervensi: Intervensi:
E: Fungsi hepar yang
 Motivasi orangtua untuk berbicara pada  Tempatkan bayi kurang lebih 18  Tetapkan suhu
masih immatur dan
bayinya, gunakan posisi wajah inci dari sumber cahaya lingkungan dalam
meningkatnya jumlah
 Tetap informasikan orangtua tentang  Tutup mata bayi dengan penutup keadaan normal
bilirubin akibat hemolisi
treatment yang dilakukan serta progresnya mata untuk melindungi mata bayi (suhu lingkungan
sel darah merah. O: Setelah
untuk menghilangkan ketakutan dari sumber cahaya yang akan
24 jam. P: 72 – 90 jam. D:
 Izinkan orangtua untuk mengekspresikan  Pastikan penutup mata tersebut membantu menjaga
Menurun pada hari ke 5 –
perasaannya pada bayinya tidak menutupi hidung bayi kestabilan suhu
7
 Matikan lampu dan buka penutup tubuh bayi)
{2}BREAST-FEEDING- mata bayi untuk menginspeksi  Jaga temperatur di
ASSOCIATED JAUNDICE
warna sklera setiap 8 jam axila berada pada
E: Menurunnya masukkan  Lepaskan penutup mata untuk kisaran 36.5-37o C
Terapi secara umum:
cairan berhubungan menyusui bayi atau kapanpun saat untuk menghindari
 Tingkatkan frekuensi pemberian makanan
dengan sedikitnya kalori bayi diistirahatkan dari fototerapi stres karena dingin
dan cegah pemberian suplemen
yang diterima oleh bayi. O:  Beri sentuhan tegas dan atau panas
 Bantu ibu untuk memelihara persediaan
Hari ke 2 – 4. P: Hari ke 3 berbicaralah pada bayi selama  Cek tanda vital lain
ASI
– 5. D:Bervariasi melakukan perawatan setiap 2-4 jam dan
 Evaluasi BAB
 Monitor bilirubin transkutaneus (TcB) atau  Motivasi keluarga untuk setiap diperlukan
{3}BREAST MILK JAUNDICE total bilirubin serum (TSB) mengunjungi bayi dan terlibat
E: Adanya kandungan  Lakukan fototerapi apabila level bilirubin aktif dalam perawatan
pada ASI yang meningkat secara signifikan dan apabila terjadi
menyebabkan jaundis. O: hemolisis signifikan
Hari ke 5 – 7. P: Hari ke  Cegah sensitivitas (Rh incompability) dari
10 – 15. D: Mungkin Rh negatif ibu dengan Rh (D) Immunoglobulin
masih ada tanda-tanda (RhIG) {4}
jaundis pada minggu ke 3
Referensi
Carpenito, L. J. . Handbook of Nursing Diagnosis.Philadelpia:Lippincot
{4}HEMOLYTIC DISEASE
E: Inkompatibilitas antigen Greenberg, C. S. 1988. Nursing care planning guides for children. Baltimore:
darah karena hemolisis sel William & Wlkins.
darah merah dalam jumlah
besar.Hepar tidak mampu Hockenberry, M. J. dan Wilson David.2009. Wong’s Essensials of Pediatric
untuk mengkonjugasikan Nursing 8 th edition. St. Louis, Missouri: Mosby
bilirubin. O: Awal 24 jam.
P: Bervariasi. D: .
Tergantung pada
keparahan dan pengobatan