Anda di halaman 1dari 3

“Bumi Yang Merindukan Senja”

Bumi terlihat tersenyum hangat tetkala melihat majas personifikasi

Senja yang tersenyum dengan begitu indah

Bersamaan dengan ombak yang begitu riang nya menari

Yang di temani angin lembut yang berhembus dengan begitu halusnya

Menyapa semua yg ada di sekitarnya dengan begitu lembut personifikasi

Senja menggerogoti bumi dengan begitu keras hiperbola

Hingga membuat bumi perlahan memerah metafora

Bumi tersenyum dan tertawa hangat kepada senja ` personifikasi

Namun akhirnya senja membuat Bumi bersedih

Senja pergi dan perlahan lahan menghilang personifikasi

Meninggalkan bumi tanpa jejak

Ia pergi entah kemana

Dan membuat bumi berfikir personifikasi

Apakah senja akan kebali menemani ku.?? retorik

Dalam sekejap semuanya Menghilang dan menjadi gelap tautologi

Kini bumi merasa sendri. Bumi kini di selimuti oleh kegelapan

Iya tdk lagi tersenyum atau pun tertawa seperti sebelumnya personifikasi

Angin, ombak dan awan pun serasa Perlahan menjauh darinya

Bumi kecewa dengan semua itu. personifikasi

Namun dia masih sempat tersenyum Dan berfikir.


Mungkim saja mereka semua

Akan menemaniku lagi besok.

Ya mungkin saja.

Bumi pun semakin gelap.

Bumi masih setia menunggu senja tiba

Hingga tiba2 awan yang Hitam lebat mendekatinya.

Dan membuat bumi menangis dengan Begitu kerasnya. personifikasi

Iya meangis. personifikasi

Iya merasa awan tak seperti Tadi lagi.

Yang menemaninya bermain bersama senja

Angin pun ikut bersama awan

Menghantam bumi dengan badai yang begitu dahsyat

Membuat bumi semakin menangis dengan kerasnya. personifikasi

Iya bertanya. personifikasi

Mengapa awan dan angin Menyakitiku.? retorik

Mengapa iya tak seperti sebelumya Yang menemaniku tertawa bersama senja. personifikasi

Kini mereka bagaikan iblis yang begitu jahat di hadapanku simile

Bumi merasa sangat kecewa. personifikasi

Iya semakin merindukan senja

Iya rindu dengam senja repitisi

Yang selalu mebuat nya tertawa. personifikasi


Bumi sangat merindukan senja

Senja yang ditemani obak dan angin lembut anafora

Senja yang mampu membuat nya tersenyum

Dan tertawa dengan begitu riang nya personifikasi

Tak seperti sekarang ini. Bahkan Angin dan awan asosiasi

Yang sebelumya menemaninya bermain Bersama senja

kini berbalik malah menyakitinya Dengan begitu dalam.

Dan membuat bumi tidak Henti2 nya menangis. personifikasi

Semua yang telah terjadi dengannya

Membuat nya berfikir personifikasi

Bahawa semuanya tak seperti dulu lagi

Semuanya telah berubah

aku merindukan senja yang dulu. anafora

Aku merindukan semuanya kembali seperti dulu

 Bumi.

Anis Alma Aulia