Anda di halaman 1dari 2

BAB 1.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Obesitas merupakan masalah kesehatan yang banyak terjadi di seluruh
dunia baik di negara maju ataupun negara berkembang. Menurut WHO tahun
2016 terdapat lebih dari 1,9 miliar orang yang berusia ≥18 tahun adalah penderita
Overweight, dan dari jumlah tersebut lebih dari 650 juta jiwa menderita Obesitas.
Di Indonesia sendiri terdapat 13,6% orang yang diketahui menderita Overweight
dan 21,8% yang menderita Obesitas dari seluruh penduduk yang berusia ≥18
tahun (Riskesdas, 2018).
Obesitas adalah suatu kondisi penumpukan lemak berlebih di dalam tubuh
yang dapat mengakibatkan timbulnya masalah kesehatan (WHO, 2017). Obesitas
terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara kalori yang masuk dan keluar
dari tubuh serta kurangnya aktivitas fisik yang mengakibatkan terjadinya
penumpukan lemak di sejumlah bagian tubuh (Utami, 2017).
Indeks massa tubuh merupakan salah satu alat ukur yang biasa digunakan
untuk mengklasifikasikan apakah seseorang itu memiliki berat badan kurang,
normal, lebih atau obesitas, (WHO, 2016). IMT seseorang diukur dengan
membandingkan berat badan (BB) dan tinggi badan (TB). Seseorang yang
memiliki IMT >25 kg/m2 masuk dalam kategori gemuk dan jika >30 kg/m2 masuk
dalam kategori obesitas.
Ubi jalar ungu merupakan salah satu tanaman yang mengandung
antioksidan cukup tinggi. Beberapa flavonoid yang terdapat dalam ubi jalar ungu
berfungsi sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Kandungan
serat dalam ubi jalar ungu dapat mengurangi resiko obesitas dengan menurunkan
nilai Indeks Massa Tubuh (IMT), berat badan, lingkar pinggang dan pinggul
dengan menurunkan akumulasi lemak tubuh (Salim, dkk., 2017).
Pada penelitian sebelumnya yang menganalisis kandungan zat gizi di
dalam Ubi Jalar Ungu diketahui bahwa ubi jalar ungu memiliki kandungan serat
dan antosianin yang cukup tinggi. Serat dapat menurunkan nilai Indeks Massa
Tubuh (IMT) melalui penurunan berat badan dan antosianin berfungsi sebagai

1
antioksidan dan penangkap radikal bebas. Untuk itu, pada penelitian ini saya
menggunakan ubi jalar ungu untuk mengetahui pengaruh kandungan serat dan
antosianin terhadap perubahan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada tikus putih model
obesitas.