Anda di halaman 1dari 15

SISTEM PENCERNAAN

Makalah ini disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah

Dosen pengampu : Ika Listiana S.Pd.M.SI

Disusun oleh Kelompok 11

Kelas A

1.Alfiatu Rochmah : 1801060004

2.Meilenia Rahmawati : 1801060020

3.Nafsiah : 1801061022

4.Risky Suci Pratiwi : 1801061031

5.Yesi Mira Yeni : 1801061037

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

PROGRAM STUDI TADRIS BIOLOGI

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO

2018/2019
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr.wb

Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa dipanjatkan oleh penyusun
karena telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusun dapat
menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Makalah ini membahas tentang
“SISTEM PENCERNAAN”

Dalam penyusunan makalah ini, penyusun banyak mendapat tantangan


dan hambatan, akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak semua dapat
teratasi dengan mudah. Oleh karena itu, penyusun mengucapkan terima kasih
pada pihak yang telah membantu seluruh pekerjaan penyusun semoga bantuannya
mendapat balasan dari Tuhan yang Maha Esa.

Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan


baik bentuk penyusunan maupun materinya. Maka dari itu penyusun sangat
mengharapkan kritik dan saran pembaca untuk penyusunan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat.

Wassalamu’alaikum wr.wb

Penulis

Metro, 14 September 2018

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.................................................................................. i
KATA PENGANTAR................................................................................ ii
DAFTAR ISI............................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang........................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah...................................................................... 1

1.3 Tujuan Penulisan........................................................................ 1

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Organ Pencernaan Manusia....................................................... 2

2.2 Rongga Mulut............................................................................ 3

2.3 Kerongkongan (Esofagus).......................................................... 5

2.4 Lambung (Vertrikulus)............................................................... 5

2.5 Hati dan Prankreas..................................................................... 6

2.6 Usus Halus (Intestinum)............................................................. 7

2.7 Usus Besar.................................................................................. 8

BAB III KESIMPULAN

3.1 Simpulan.................................................................................... 10

3.2 Saran........................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I PENDAHULUAN

1) Latar Belakang

Fisiologi adalah mempelajari fungsi atau kerja tubuh manusia dalam


keadaan normal. Tubuh terbentuk atas atas banyak jaringan dan organ,
masing-masing dengan fungsinya yang khusus untuk dilaksanankan. Fisiologi
sistem pencernaan manusia terdiri dari beberapa organ. Rongga mulut,
esofagus, lambung, usus kecil, usus besar, rectum dan anus. Semua sistem
pencernaan itu akan bekerja sesuai dengan tugasnya, namun tetap saling
berkaitan untuk mencerna semua makanan yang masuk ke tubuh.

2) Rumusan Masalah
Dari latarbelakang di atas, rumusan masalah dari makalah ini adalah:

1. Apa pengertian dari sistem pencernaan?


2. Apa fungsi sistem pencernaan?
3. Apa saja organ-organ yang terdapat dalam sistem pencernaan?

3) Tujuan Penulisan
Sesuai dengan rumusan masalah diatas tujuan dari penulisan makalah ini
yaitu
1). Untuk mengetahui mengenai system pencernaan
2). Untuk mengetahui proses pencernaan
3). Untuk mengetahui organ dalam tubuh

1
BAB II PEMBAHASAN

2.1 Organ Pencernaan Manusia

Pencernaan merupakan proses perombakan makanan menjadi sari-sari


makanan yang berstruktur lebih sederhana sehingga dapat diserap dan
digunakan sel-sel tubuh. Proses pencernaan dapat dibedakan menjadi
pencernaan mekanis dan kimiawi. Pencernaan Mekanis adalah proses
pemecahan makan yang berukuran besar menjadi berukuran lebih kecil atau
halus dengan bantuan gerakan alat pencernaan.sementara itu. Pencernaan
Kimiawi adalah proses penguraian makanan dari bentuk komplek kebentuk
yang lebih sederhana dengan bantuan enzim pencernaan.

Sistem pencernaan terdiri atas organ-organ pencernaan. Organ-organ


pencernaan tersebut ada yang berfungsi sebagai saluran pencernaan,kelenjar
pencernaan, atau kedua-duanya.Saluran pencernaan terdiri atas organ-organ
yang dilalui bahan makanan.Sementara itu, kelenjar pencernaan adalah
bagian yang menghasilkan enzim atau zat yang berfungsi membantu proses
pencernaan makanan secara kimiawi. Saluran pencernaan manusia terdiri atas
mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar dan anus. Kelenjar
pencernaan terdapat dimulut, dinding lambung, dinding usus halus, prankreas
dan hati.

Fungsi dari system pencernaan adalah:

1. Menerima makanan dari mulut


2. Memecah makanan menjadi zat-zat gizi(dilakukan di dalam luar
mulut,faring,esophagus, dan lambung)

3. Menyerap zat-zat kedalam aliran (darah dilakukan oleh usus)

4. Membuang bagian makanan yang tidak dapat dicerna dari tubuh

2
2.2 Rongga Mulut

Didalam mulut, makanan dicerna secara mekanis dan kimiawi. Alat –alat
pencernaan yang membantu proses pencernaan didalam mulut yaitu
gigi,lidah, dan kelenjar ludah.

1) Gigi
Berfungsi untuk mencerna makanan secara mekanis dengan cara dikunyah
sehingga makanan menjadi lebih halus.Dengan demikian makanan mudah
ditelan Secara structural.gigi dibedakan menjadi 3 bagian yaitu puncak
gigi (mahkota gigi), leher gigi dan Akar gigi.
a) Mahkota gigi Merupakan bagian gigi yang berada diatas gusi.mahkota
gigi dilapisi email yaitu zat keras yang terbuat dari garam kalsium.
Dalam mahkota gigi terdapat dentin(tulang gigi) dan rongga
gigi(pulpa). Didalam pulpa terdapat pembuluh darah, jaringan ikat, dan
jaringan saraf.
b) Leher Gigi merupakan bagian gigi yang berada dalam bagian gusi.

c) Akar Gigi merupakan bagian gigi yang tertanam dalam tulang rahang.
Permukaan akar gigi dilapisi semen gigi yang berfungsi untuk
membantu perlekatan gigi pada gusi.Berdasarkan gigi pada bentuknya
gigi dibedakan menjadi 3 yaitu Gigi Seri( incisifus/I), Gigi
Taring(Caninus/C), Gigi Gerahang Depan(Premolare/P), dan Gigi
Geraham Belakang(Molare/N). Gigi seri berada dibagian paling
depan,bentuknya tebal dengan tepi yang tajam seperti sekop dan
berfungsi memotong makanan. Dibelakang gigi seri terdapat gigi
taring. Bentuk gigi taring runcing berfungsi merobek dan mengoyak
makanan. Gigi geraham terletak dibelakang gigi taring, Gigi geraham
mempunyai permukaan lebar yang tidak rata berfungsi untuk
menghaluskan makanan. Berdasarkan tahapan perkembangan gigi

3
dibekan menjadi 2 yaitu Gigi Susu dan Gigi Tetap. Gigi susu tumbuh
pada anak-anak usia 6 bulan hingga 8 tahun.Gigi susu berjumlah 20
buah yang terdiri atas 8 gigi seri, 4 gigi taring, 8 gigi geraham depan.
Gigi susu mulai tanggal pada usia 6-14 tahun. Selanjutnya diganti
dengan gigi tetap (Dewasa) berjumlah 32 buah terdiri atas 8 buah gigi
seri, 4 buah gigi taring, 8 gigi geraham depan, dan 12 buah gigi
geraham belakang.

2) Lidah
Terkait dengan system pencernaan lidah berperan membantu menelan
makanan,mengatur letak makanan, dan mendorong makanan masuk
kerongkongan. Selain itu lidah berperan untuk merasakan sensasi manis,
pahit asin dan asam.karna pada lidah terdapat papilla papilla yang peka
terhadap berbagai rasa tersebut.

3) Kelenjar Ludah (Glandula Salifalis)

Didalam rongga mulut terdapat 3 pasang kelenjar ludah,yaitu kelenjar


parotis, Kelenjar ludah bawah rahang(Kelenjar Supmaksilaris), dan
kelenjar ludah bawah lidah (Kelenjar sublingualis). Ludah merupakan
cairan pekat yang mengandung air lender garam dan enzim ptialin.
Kelenjar ludah menghasilkan ludah (Salifa) sebanyak 2,5 liter perharinya.
Fungsinya yaitu:
 Menghasilkan enzim ptyalin yang berfungsi merombak
amilum( polisakarida) menjadi maltose (Disakarida).
 Sebangai pelumas makanan sehingga mempermudah proses menelan
makanan.

 Membunuh kuman yang terdapat pada makanan

 Melindungi selaput mulut dari panas, dingin dan basah.

 Merangsang papilla mengecap pada lidah

4
 Membantu menjaga kebersihan Mulut dan Gigi

2.3 Kerongkongan (esophagus)

Kerongkongan merupakan saluran sempit berbentuk pipa yang


menghubungkan antara rongga mulut dan lambung. Panjang kerongkongan
kurang lebih 25cm. Dinding kerongkongan terdapat kelenjar mukosa dan otot
– otot polos. Kelenjar mukosa menghasilkan cairan yang berfungsi
membasahi makanan sehingga menjadi licin. Kontraksi otot polos pada
dinding kerongkongan plastistik. Gerak plastistik merupakan gerakan
meremas-remas makanan yang berbentuk gumpalan – gumpalan untuk
didorong masuk ke dalam lambung.

2.4 Lambung (ventrikulus)

Lambung terletak di rongga perut sebelah kiri, dibawah diafragma.


Lambung meerupakan kantung besar yang dindingnya bersifat elastis sehingga
dapat di renggangkan untuk menampung makanan. Didalam lambung
makanan dapat disimpan selama 2-5 jam.

Lambung dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu bagian atas yang


berhubungan dengan kerongkongan (kardiak), bagian tengah yang bentuknya
membulat (fundus) dan bagian bawah yang berhubungna dengan usus dua
belas jari (pilorus). Kardiak merupakan pintu masuk makanan yang berasal
dari kerongkongan. Dibagian bawah pilorus yang berbatsan langsung dengna
usus dua belas jari terdapat otot lingkar pilorus. Otot ini berfungsi mengatur
masuknya makanan yang telah dicerna oleh lambung usus dua belas jari.
Pencernaan secara mekanis berlangsung dengan kontraksi otot lambung yang
mengaduk makanan dengan gerakan peristaltik. Pencernaan secara kimiawi
berlangsung ketika makanan yang diaduk bercampur dengan getah lambung.

5
Getah lambung dihasilkan oleh kelenjar yang terdapat pada dinding lambung.
Getah lambung mengandung zat – zat berikut :

a. Asam klorida (HCl) berfungsi untuk membunuh bakteri yang terdapat


dalam makanan, menghentikan aktifitas enzim ptialin, mengkatifkan
enzim pepsinogen menjadi pepsin, dan mengubah sifat protein.
b. Enzim renin, berfungsi mengedapkan kasein(protein susu).

c. Enzim pepsin berfungsi mengubah protein menjadi pepton.

2.5 Usus halus ( Intestinum)

Usus halus merupakan saluran terpanjang pada sistim pencernaan yang


panjangnya sekitar 6-8 meter. Di dalam usus halus, makanan dicerna secara
kimiawi.sebagian nutrient yang ada dalam makanan diserap kemudian
diedarkan ke seluruh tubuh. Usus halus dibedakan menjadi tiga yaitu usus dua
belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum).

1) Usus Dua Belas Jari

Usus dua belas jari merupakan muara dari dua saluran yang berasal dari
kantong empedu dan kelenjar pankreas. Saluran pankreas mengalirkan
getah pankreas, sedangkan saluran empedu mengalirkan cairan empedu.
Didalam usus dua belas jari terjadi proses pencernaan kimiawi
menggunakan enzim-enzim yang terkandung dalam getah pankreas.

2) Usus Kosong

Didalam usus kosong makanan mengalami pencernaan secara kimiawi


sehingga semakin halus dan cenderung encer di dinding usus kosong
(jejunum) terdapat kelenjar yag menghsailkan beberapa jenis enzim
berikut.

6
 Enterokinase, berfungsi mengaktifkan tripsinogen yang dihaslikan
pankreas.
 Lipase, berfungsi menguraikan lemak menjadi asam lemak dan
gliserol.

 Sukrase, berfungsi mencerna sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.

 Maltase, berfungsi mengubah maltosa menjadi glukosa.

 Laktase, berfungsi mengubah laktosa menjadi glukosa.

 Erepsin, berfungsi mengubah dipeptida atau pepton menjadi asam


amino.

 Disakarase, berfungsi mengubah disakarida menjadi monosakarisda.

 Peptidase, berfungsi mengubah polipeptida menjdai asam amino.

3) Usus Penyerapan

Didalam ileum terdapat lipatan atau lekukan yang disebut jonjot usus atau
vili. Vili berfungsi untuk memeperluas permukaan usus sehingga proses
penyerapan zat-zat makanan berlangsung lebih sempurna. Zat makanan
berupa glukosa, asam amino, vitamin, mineral, dan air diserap oleh kapiler
darah dalam vili. Selanjutnya, zat makanan akan diangkut oleh pembuluh
darah menuju hati. Didalam hati sebagian zat makanan akan diubah
menjadi bentuk lain dan sebagian lagi diedarkan ke seluruh tubuh melalui
pembuluh darah balik hati. Zat makanan berupa asam lemak dan gliserol
terdiri atas molekul yang lebih besar sehingga akan diangkut melalui
pembuluh kil (pembuluh getah bening atau pembuluh limfe) menuju ke
pembuluh balik besar dibawah tulang selangka.

2.6 Usus Besar

7
Sari–sari makanan yang berguna bagi tubuh akan diserap didala usus
halus dan sisanya berupa ampas akan masuk kedalam usus besar. Pada
persambungan antara usus besar dan usus halus terdapat daerah yang disebut
usus buntu (sekum). Pada ujung sekum pterdapat umbai cacing atau apendiks.
Umbai cacing ini belum diketahui fungsinya secara pasti.

Fungsi utama usus besar adalah mengatur kadar air pada sisa
makanan.bakteri yang membantu pembentukan veses dalam tubuh kita adalah
Escherichia coli. Veses mengandung bakteri, selulosa, dan bahan – bahan lain
yang tidak tercerna. Jenis bakteri kolon yang lain menghasilkan gas metana
dan hidrogen sulfida. Ada juga bakteri kolon yang menghasilkan vitamin
yang diserap oleh darah, misalnya vitamin K, dan beberapa macam vitamin
B.

Bagian akhir kolon adalah rektum. Dibagian ini, veses disimpan sampai
waktunya dikeluarkan. Rektum dapat berkontraksi sehingga menimbulkan
terjadinya defekasi. Defekasi merupakan proses pengeluaran zat-zat sisa
pencarnaan makanan melalui anus. Anus terdiri atas dua lapis, lapis otot, otot
polos, dan otot lurik.

Proses defekasi diawali dengan meregangnya rektum saat rektum telah


dipenuhi veses. Keadaan ini mengakibatkan timbulnya keinginan untuk
defekasi.

Selanjutnya, otot lurik akan berkontraksi. Kontaksi otot lurik


mengakibatkan otot polos mengendur sehingga veses keluar dari anus.

Sistem pencernaan dapat mengalami gangguan atau penyakit. Beberapa


kelainan atau penyakit yang menyerang sistem pencernaan manusia antara
lain sebagai berikut :

1. Karies, terbentuknya lubang pada gigi akibat penumpukan sisa makanan


yang difermentasikan oleh bakteri.

8
2. Sariawan, timbulnya luka pada rongga mulut yang disebabkan oleh jamur
(candida albicans).

3. Parotitis, peradangan pada kelenjar ludah akibat infeksi virus.

4. Gastritis atau maag, peradangan mukosa lambung akibat makanan tertentu


(asam dan pedas) atau terjadi peningkatan asam lambung.

5. Enteritis, peradangan usus karena infeksi bakteri.

6. Tifus, peradangan pada usus halus oleh bakteri salomnella typhi.

7. Hepatitis, peradangan pada hati karena infeksi virus.

8. Apendisitis, peradangan apendiks oleh bakteri.

9. Diare, infeksi oleh bakteri atau protozoa pada usus besar sehingga veses
yang dikeluarkan menjadi encer.

10. Konstipasi/sembelit, veses sangat padat dan keras sehingga sulit


dikeluarkan.

9
BAB III KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan

Dari pembahasan makalah ini maka dapat disimpulkan Pengertian dari


sstem pencernaan adalah proses perombakan makanan menjadi sari-sari
makanan yang berstruktur lebih sederhana sehingga dapat diserap dan
digunakan sel-sel tubuh. Dan fungsi dari system pencernaan itu sendiri untuk
menyediakan makanan, air dan elektrolit bagi tubuh dan nutrient yang dicerna
sehingga siap diabsorpsi.

Saluran pencernaan manusia terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung


,usus halus, usus besar dan anus. Kelenjar pencernaan terdapat dimulut,
dinding lambung, dinding usus halus,prankreas dan hati.

3.2 Saran

Dalam penulisan makalah ini masih terdapat beberapa kekurangan dan


kesalahan, baik dari segi penulisan maupun dari segi penyusunan kalimatnya
dan dari segi isi juga masih perlu ditambahkan. Oleh karena itu, saya sangat
mengharapkan kepada para pembaca makalah ini agar dapat memberikan
kritikan dan masukan yang bersifat membangun.

10
DAFTAR PUSTAKA

Purnomo.2009.Biologi.DKI Jakarta:CV Trans Info Media

Anonim.2016.Sistem Pencernaan Manusia.tugas.blogspot.com.13 September


2018

Retnaningati Dewi.2013.Sistem Pencernaan pada Manusia.Klaten:PT Intan


Pariwara

Tarwoto,Ratna,wartonah.2009.Antonomi dan Fisiologi.Jakarta Timur:CV Trans


Info Media

11
12