Anda di halaman 1dari 20

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi Parabola


Parabola adalah himpunan (tempat kedudukan) titik, yang titik-titiknya
memenuhi syarat, bahwa jaraknya terhadap suatu titik tertentu sama dengan jaraknya
terhadap suatu garis tertentu. Dengan kata lain parabola adalah tempat kedudukan
titik-titik yang jaraknya sama terhadap suatu titik tertentu dan garis tertentu. Titik-
titik tertentu itu disebut titik api (fokus) dan garis tertentu itu disebut direktriks.
Perhatikan gambar berikut:
Y
A T1
L

X Q P
F

T2
L1 B
(Gambar 2.1)

Pada gambar 2.1 menunjukkan sebuah parabola yang memiliki titik puncak di sumbu
X, yaitu titik P. Pada gambar tampak bahwa PQ = PF, F disebut titik fokus, LL1 disebut
lactus rectum, T1T2 disebut tali busur fokal, FB disebut jari-jari fokal, dan Y disebut
direktriks (garis arah). Pada gambar tersebut tampak juga jarak titik T 1 ke A sama dengan
jarak titik T1 ke F.

1
2.2 Persamaan Parabola
 Persamaan Parabola yang berpuncak di O(0,0) dan fokusF(p,0) 

  Dari gambar diatas, O(0,0) merupakan puncak parabola, garis g adalahdirektriks


parabola dengan persamaan direktriks x = -p, F(p,0)merupakan fokus parabola, Sumbu x
merupakan sumbu simetri paraboladengan persamaan parabola y = 0 dan CC1adalah panjang
lactus rectumdari parabola.
Misalkan P(x,y) adalah sembarang titik pada parabola, berdasarkandefinisi parabola
maka berlaku : 
Jarak PF = Jarak PQ

√(x− p)2 +( y −0)2=√(x + p)2


(x-p)2 + y2 = (x+p)2

x2-2px+p2-p2-2px-2px+y2 = 0

- 4px+y2 = 0

y2 = 4px

Jika parabola terbuka ke kanan maka persamaan parabolanya adalah :

y2 = 4px

 Catatan:
1.Jika p > 0 maka parabola terbuka kekanan
2.Jika p < 0 maka parabola terbuka kekiri.
3.Dengan : - Puncak (0,0)
- Fokus F ( p,0 )
- Persamaan direktriks : x = -p
- Persamaan sumbu simetri : y = 0

2
 Persamaan Parabola yang berpuncak di O(0,0) dan fokusF(p,0) 
Y

direktris y2 = - 4px (g)

F(-p,0)

● X

puncak

y2 = - 4px

Jika parabola terbuka ke kiri, maka persamaan parabolanya adalah :

y 2 =−4 px
Dengan : -Titik fokus (- p,0)

-Titik puncak (0,0)

- Direktris x = p

-Persamaan sumbu simetri y = 0

 Persamaan Parabola yang berpuncak di O(0,0) dan fokusF(0,p) 

3
Misalkan titik P(x,y) adalah sembarang titik pada parabola,berdasarkan definisi parabola
berlaku : 
Jarak PF = Jarak PQ

√(x−0)2 +( y− p)2=√( y + p)2


x2 + (y-p)2 = (y+p)2

x2+y2 -2py+p2= y2 +2py+p2

x2+y2-y2+p2-p2-2py-2py = 0

x2- 4py= 0

x2 = 4py

Jika parabola terbuka ke atas maka persamaan parabolanya adalah :

x2 = 4py 

Catatan:
 1.Jika p > 0 maka parabola terbuka keatas.
2.Jika p < 0 maka parabola terbuka kebawah.
3.Dengan : - Puncak (0,0)
- Fokus F ( 0, p )
- Persamaan direktriks : y = - p
- Persamaan sumbu simetri : x = 0

 Persamaan Parabola yang berpuncak di O(0,0) dan fokusF(0,-p) 


Y

direktris y = p (g)

puncak

●F(0,-p)

x2 = - 4py

4
Jika parabola terbuka ke bawah, dengan fokusnya di F ( 0.- p) dan direktrisnya

adalah garis y = p. Maka persamaan parabolanya :

2
x =−4 py

Dengan : -Titik fokus (0,- p)

-Titik puncak (0,0)

-Direktris y = p

-Persamaan sumbu simetri x = 0

Tabel Persamaan Parabola yang Berpuncak di O (0,0)

Latus Persamaa
Fokus Direktris Sb. Simetri Keterangan
Rectum n
(p, 0) x = -p Sumbu y 4p y 2=¿ 4px Terbuka ke kanan
(-p, 0) x=p Sumbu y 4p y 2=¿ - 4px Terbuka ke kiri
(0, p) y = -p Sumbu x 4p x 2=¿4py Terbuka ke atas
(0, -p) y=p Sumbu x 4p x 2=¿- 4py Terbuka ke bawah

 Persamaan parabola puncak (a,b) sumbu simetri sejajar sumbu x dengan


persamaan y = b,titik fokus F(a + p, b) dan persamaan direktriks nya adalah x
= a – p.Maka, diperoleh persamaan parabolanya (y - b)² = 4p (x - a)

Puncak A(a,b)

P(x,y)

Sumbu simetri
F(a + p, b)

g = garis direktriks

5
Persamaan parabola diatas dapat ditentukan dengan cara berikut :
Misalkan titik P(x,y) merupakan titik yang dilalui oleh suatu parabola maka
jarak PF = jarak PQ
2 2
√ ( x−a−p ) + ( y−b ) = (x – a + p)
2
2 2
[ √ ( x−a− p ) +( y−b ) ] =( x – a+ p)²
( x – a−p )2+ ( y−b )2=(x – a+ p) ²
2 2 2 2 2 2 2
x + a + p −2 xa−2 xp+2 ap+ ( y−b ) =x + a + p – 2 ax +2 px – 2 ap

( y−b )2=(2 px +2 px) – 2 ap – 2

( y−b )2=4 px – 4 ap

( y−b )2=4 p (x – a)
Persamaan parabola (y - b)² = 4p (x - a)
Puncak P(a,b)
Fokus F(a + p, b)
Direktriks (g) x=a-p
Sumbu simetris y=b

 Persamaan parabola puncak (a,b) sumbu simetri sejajar sumbu x dengan


persamaan y = b,titik fokus F(a -p, b) dan persamaan direktriks nya adalah x =
a +p.Maka, diperoleh persamaan parabolanya (y - b)² = -4p (x - a)
Y

P(x,y)

sumbu simetri
X

g= garis direktriks

Persamaan parabola (y - b)² = -4p (x - a)


Puncak P(a,b)
Fokus F(a - p, b)
Direktriks (g) x=a+p
Sumbu simetris y=b

6
 Persamaan parabola puncak (a,b) sumbu simetri sejajar sumbu y dengan
persamaan x = a,titik fokus F(a, b-p) dan persamaan direktriks nya adalah y =
b+p.Maka, diperoleh persamaan parabolanya (x - a)² = 4p (y - b)
y

P(x,y)

F(a,b+p) A(a,b) g = garis direktriks

jarak PF = jarak PQ
2 2
√ ( y−b− p ) +( x−a ) = (y – b + p)
2
2 2
[ √ ( y−b− p ) +( x−a ) ] =( y – b+ p)²
( y – b− p )2 + ( x−a )2=( y – b+ p) ²
2 2 2 2 2 2 2
y +b + p − yb−2 py+ 2bp+ ( x−a ) = y +b + p – 2 yb+ 2 py – 2 bp

( x−a )2=(2 px+2 px) – 2 ap – 2

( x−a )2=4 py – 4 bp

( x−a )2=4 p ( y – b)
Persamaan parabola (x - a)² = 4p (y - b)
Puncak P(a,b)
Fokus F(a, b + p)
Direktriks (g) Y=b-p
Sumbu simetris x=a
 Persamaan parabola puncak (a,b) sumbu simetri sejajar sumbu y dengan
persamaan x = a,titik fokus F(a, b-p) dan persamaan direktriks nya adalah y =
b+p.Maka, diperoleh persamaan parabolanya (x - a)² = -4p (y - b)
y

0 x

A(a,b)

F(a,b-p) P(x,y)

7
2.3 Persamaan Garis Singgung Parabola
 Persamaan garis singgung parabola dengan gradien m
 Misalnya titik P (x1, y1) terletak pada parabola y2 = -4px dan ℓ : y = mx + b
maka ( mx+ b )2=−4 px
m2 x 2 +2 mbx+b 2+ 4 px=0x + b2 + 4px = 0
m 2 x 2 + ( 2 mb+ 4 px ) x +b 2=04p )x + b2 = 0
Garis l menyinggung parabola y2 = -4px y 2=−4 px , maka berlaku D = 0,
sehingga b2 – 4ac = 0
2
2 2 2 2
(2mb + 4p )2( 4 b +4 p ) −4 m b =0 – 4 m2 b2 = 0
2 2 2 2
( 42 b2 +4 p ) −16 mbρ+ 16 p 2−4 m2 b2 =0 ↔ 4 m b +16 mbp+16 p −4 m
2

b2 = 0
2
↔ 16mbp = −16 p
2
−16 p
mb = 16 p
2
mb = - p16 mbρ=−16 p
−p
m
b=
−p −p
Subtitusi b = m pada persamaan garis ℓ l , diperoleh y = mx + m

−p
b=
m
Jadi, persamaan garis singgung pada parabola y2 = -4px y 2=−4 px dengan

−p p
y=mx−
gradien m adalah y = mx + m m

 Misalnya titik P (x1, y1) p ( x 1 y 1 ) terletak pada parabola x2 = 4py x 2=4 py


dan

⇔ x 2 =4 p(mx +b )
⇔ x 2 =4 pmx+4 pb
2
ℓ : y = mx+b, maka X ⇔ x −4 pmx−4 pb=0
x 2=4 pmx−4 pb

8
Garis ℓ l menyinggung parabola x2 = 4py, x =4 ρymaka beraku D = 0,
2

sehingga: b2 – 4ac = 0

⇔(−4 pmx)2 −4(−4 pb )=0 y


⇔16 p2 m2 +16 pb=0 y1 = mx – pm 2
⇔16 p2 m2 =−16 pb y = mx + c
16 p2 m2
⇔b=
−16 p P(x,y)
⇔b=− pm2 x
2
b −4 ac=0
16 p2 m2=−16 pb
2
Subtitusib=− p m b=− pm
2
pada persamaan garis y=mx− pm2 ℓ ,
2
diperoleh y = mx − pm
Jadi persamaan garis singgung pada parabola x 2 = 4py x 2=4 py dengan gradien
2
m adalah y = mx − pm y=mx− pm 2
Dengan pendekatan yang sama, akan diperoleh persamaan garis singgung
parabola dengan gradien m seperti tabel berikut ini:

No Persamaan parabola Persamaan garis singgung


p
1. y2 = 4px
y = mx + m
p
2. y 2=−4 py y=mx−
m
y = mx − pm2
3. x 2=4 py
y=mx− pm 2
4. x 2=−4 py y=mx+ pm2

 Persamaan garis singgung parabola melalui titik (x1 , y1)( x 1 , y 1 )


 Persamaan garis singgung y melalui titik P (x1, y1) ( x 1 y 1 ) yang terletak
2
padaparabola y =−4 px y =−4 py , dapat dinyatakan sebagai:
2

y− y 1 =m( x−x 1 )
Dengan tafsiran geometri turunan, besar m dapat dicari sebagai berikut:

9
y2
¿ x=
−4 p
dx 2 y
¿ =
dy −4 p
dx y y2
y 2=−4 px ¿ dy =−2 p x=
−4 p
dy −2 p
¿ =
dx y
dy −2 p
jadi , m= =
dx y

2p −2 p
( x1 , y1 ) : − m= 2
Dititik (x1, y1) :m= y1 y

2p −2 p −2 p
− m= 2 m= 2
nilai m = y1 y y didistribusikan ke persamaan

y− y1 =m ( x−x 1 ) y− y 1 =m( x−x 1 ) diperoleh


2p
⇔ y− y 1=− ( x−x 1 )
y1
⇔ y 1 ( y − y 1 )=−2 px +2 px 1
⇔ y 1 y− y 2 =−2 px +2 px 1 (ingaty 2 =−4 px )
1 1
⇔ y 1 y−(−4 px )=−2 px+2 px 1
⇔ y 1 y +4 px =−2 px +2 px 1
⇔ y 1 y=−2 px−2 px 1
⇔ y 1 y=−2 p( x +x 1 )
Dengan demikian persamaan garis singgung yang dimaksud adalah
−2 p
y1y = -2p (x +x1 y− y1 = ( x −x1 )) y 1 ( y− y 1 )=−2 px +2 p x 1
y1

 Persamaan garis singgung yang melalui titik P (x1, y1) ( x 1 y 1 ) p ( x 1 , y 1 ) yang


terletak pada parabola x2 = - 4py x 2=−4 py, dapat dinyatakan sebagai

y− y 1 =m( x−x 1 )
y− y1 =m ( x−x 1 ) dengan tafsiran geometri turunan, besar m dapat dicari sebagai
berikut:

10
x 2=−4 py
x2
⇒ y=
−4 p
dy 2 x
⇒ =
dx −4 p
dy x
⇒ =
dx −2 p
dy x
Jadi , m= =
dx −2 p
x1
Dititik ( x−x 1 ):m= disubtitusikankepersamaan
−2 p
y− y 1 =m( x−x 1 )diperoleh :
x
y− y 1 = 1 ( x−x 1 )
−2 p
⇒−2 p ( y− y 1 )=x 1 x−x 2
1
⇒−2 py +2 py 1=x 1 x−x 2 (ingatx 2 =−4 py 1 )
1 1 dx y
⇒−2 py +2 py 1=x 1 x−(−4 py 1 ) x 2=−4 py =
d y −2 p
⇒−2 py +2 py 1=x 1 x +4 py 1
⇒ x 1 x=−2 py 1−2 py
⇒ x 1 x=−2 p( y + y 1 )

Dengan pendekatan yang sama, akan diperoleh persamaan garis singgung


parabola seperti pada tabel dibawah ini:

No Persamaan parabola Persamaan garis singgung


1 y2 y 2=4 py = 4px y1 y =2p (x + x1)
2 y1 y y 1 y=−2 px ( x+ x1 )= - 2p
y2 = - 4px
(x + x1)
3 x 1 x=2 p ( y + y 1 ) x1 x = 2p (y
x2 x 2=4 py = 4py
+ y1 )
4 x 1 x=−2 p ( y + y 1 ) x1 x = - 2p
x2 = - 4py x 2=−4 py
(y + y1 )

 Persamaan garis singgung parabola dengan puncak (a.b)


1. Persamaan garis singgung parabola dengan gradien m

11
 Untuk parabola dengan bentuk umum ( x−a )2=4 p ( mx+ n−b ) (x – a)2 = 4p (y –
b)
Dengan garis singgung y = mx + n dapat kita peroleh persamaan garis singgungnya
dengan mensubstitusikan y = mx + n ke dalam persamaan parabola
(x –a)2 = 4p (y – b)
Subtitusi y = mx + n
⇔ (x –a)2 = 4p (mx + n – b)
⇔ x2 – 2ax + a2 = 4pmx + 4p(n - b)
⇔ x2 – 2ax + a2 – 4pmx – 4p(n – b) = 0
⇔ x2 – 2ax – 4pmx + a2 – 4p(n – b) = 0
⇔ x2 + ( -2a – 4pm)x + a2 – 4p(n – b) = 0 x 2+ ( 2a−4 pm ) x+ a2−4 p ( n−b )=0

Syarat garis yang menyinggung parabola adalah D= 0


(−2 ax−4 ρmx )2−4.1. (−4 p ( n−b ) +a2 ) =0n−b=−ma+ p m2 ⇔ ( -2a – 4pm)2 –
4.1.(-4p(n – b ) + a2 = 0
⇔ 4a2 + 16pma + 16pm2 + 16p ( n – b) – 4a2 = 0
⇔ 16pma + 16p2m2 + 16p (n – b) = 0

--------------------------------------------------------------------- : 16p
⇔ ma + pm2 + (n – b) =0
⇔ (n – b) = -ma – pm2
⇔ n = -ma – pm2 + b

Jadi persamaan garis singgung parabola (x – a) 2 = 4p (y – b) diperoleh dengan cara


mensubstitusikan nilai n = -ma – pm2 + b pada y = mx + n
⇔ y = mx + n
y-b = m(x-a) – pm 2
y
⇔ y = mx + ( -ma – pm2 + b)
⇔ y = mx – ma – pm2 + b P(x,y)
⇔ y – b = m( x – a ) – pm2

n=−ma+ ρ m 2+ b y = mx + n
2 2
y=mx+ (−ma+ p m + b ) y=mx−ma−p m +b

12
 Untuk p dengan bentuk umum (y – b)2 = 4p( x – a) dengan garis singgung y = mx
+ n dapat kita peroleh garis singgungnya dengan mensubstitusikan garis y = mx +
n ke dalam persamaan parabola
(y – b)2 = 4p( x – a)
⇔ ((mx + n) – b)2 = 4p(x – a)
⇔ (mx – n) 2 – 2(mx + n)b + b2 = 4p( x - a)
⇔ m2x2 + 2mxn + n2 – 2mbx - 2bn + b2 = 4p( x – a)
⇔ m2x2 + 2mnx – 2mbx – 4px + 4pa – 2bn + n2 + b2 = 0

⇔ m2x2 + (2mn – 2mb – 4p)x + 4pa – 2bn + n2 + b2 = 0 ( y−b )2=4 ρ ( x−a )

Syarat garis yang menyinggung parabola adalah D = 0

(( 2mn – 2mb) – 4p)2 – 4m2(4pa - 2bn + n2 + b2) = 0( 2 mn−2 mb−4 p )2−4 m2 ¿

4m2n2 – 8m2nb – 4m2b2 – 16mnp + 16mbp +16p2 – 16m2pa + 8m2bn – 4m2n2 –


4m2b2 = 0
( 2 mn−2 mb )2−2 ( 2m 2−mb ) 4 p−16 p2−16 m2 pa−8 m 2 bn−4 m 2 n2 −4 m 2−b2=0


4 m 2 n2 −8 m 2 bn−4 m2−b2−16 mnp+16 mnp+16 p2−16 m2 pa+8 m 2 bn−4 m 2 n 2−4 m2 −b2=
- 16mnp + 16mbp + 16p2 – 16m2pa = 0

---------------------------------------------------------- : 16p

 - mn + mb + p – m2a = 0−16 mnp+16 mbp+16 p2 a−16 m2 pa=16 p

 - mn = - mb + m2a – p −mn−mb+ p−m 2 a=0

 - mn = m (ma – b) – p −mn=−mb−m2 a− p

p
−mn=m ( ma−b )− p
 n = - (ma – b) – m

Subtitusi nilai n pd persamaan y = mx + n

y = mx + n

p
y = mx + (- ma + b) – m

13
p
(y – b) = m(x – a) - m

Dengan pendekatan yang sama, akan diperoleh persamaan garis singgung parabola
dengan gradien m seperti tabel di bawah ini.

No Persamaan parabola Persamaan garis singgung


1 (y – b)2 = 4p( x – a) p
( y−b)=m( x−a)−
m
( y−b)2=4 p ( x−a)
2 (y – b)2 = - 4p( x – a) p
( y−b )=m ( x−a ) +
m
( y−b)2=−4 p ( x−a)
3 ( x−a)2=4 p( y −b) ( y−b)=m( x−a)−p m2
4 ( x−a)2=−4 p( y−b) ( y−b )=m ( x−a ) + p m2

 Persamaan garis singgung melalui titik (x1, y1)( X 1 , Y 1)

 Persamaan garis singgung parabola (y – b)2 = 4p( x – a)( y−b)2=4 p ( x−a)

( y−b)2=4 p ( x−a) di titik P (x1, y1)( X 1 , Y 1)( X 1 , Y 1)


2
( y 1−b ) =4 p ( x 1−a )(y1 – b)2 = 4p( x1 – a)( y−b)2=4 p ( x−a)

y12 – 2by1 + b2 = (4p (x1 – a)

y12 = 2by1 –b2 + 4px(x1 – a) .........(i)

Persamaan garis singgung melalui P (x1, y1)( X 1 , Y 1)( X 1 , Y 1)

( X 1 , Y 1) adalah (y – y1) = m (x – x1)............(ii)

( y− y 1)=m(x−x 1 )… ..(ii)Gradien m ditentukan dengan cara sebagai berikut:

14
( y−b )2 =4 p( x−a)
1
( x−a )= ( y−b )2
4p
d (x−a) 1
= . 2( y−b)
dy 4p 1
( y−b)2=4 p 1 ( x−a ) d (x−a) ( y−b ) ( x−a )= ( y−b)2
4 p1
=
dy 2p
dy 2 p
=
dx ( y−b )

2p
.. .. .. . .(iii) dy = 2− p … …(iii)
Jadi m di titik P (x1, y1) = ( y 1−b) dx y 1 −b

Subtitusi (iii) ke (ii)

y− y1 =m( x−x 1)( y − y 1 )( y1 −b ) =2 p(x −x1 )

y − y 1 =m( x−x 1 )
2p
y − y 1= ( x−x1 )
( y 1 −b )
( y− y 1 )( y 1−b=2 p( x−x 1 )
yy 1−by− y 2 +by 1=2 p( x−x 1 ). .. . .. .(iv )
1

y y 1 – by− y 21 +b y 1=2 p(x−x 1)Subtitusi persamaan (i) ke persamaan (IV)

y y 1 – by− y 21 +b y 1=2 px−2 p x 1

yy 1−by− y 21 +by 1 =2 px−2 px 1


yy 1−by−(2 by 1 −b2 + 4 p( x 1 −a ))+by 1 =2 px−2 px 1
yy 1−by−by 1 + b2 =4 px 1 −4 pa+2 px−2 px 1
( y−b )( y 1 −b )=2 px 1 −4 ap+2 px
( y−b )( y 1 −b )=2 p (x +x 1 −2 a)

 Persamaan garis singgung parabola (x – a)2( x−a)2=4 p( y −b) = 4p(y – b) di titik

P (x1, y1)

15
( x1 −a )2 =4 p ( y1 −b )
x 21 −2 ax 1 +a 2=4 p( y 1 −b ) p(X 1 , Y 1)
x 21 =2 ax 1−a2 +4 p( y 1 −b ).. .. .. .(i)

Persamaan garis singgung melalui p(x1, y1) ( x 1 , y 1 ) adalah

(y – y1) = m (x – x1)( y− y 1)=m(x−x 1 ) ……………….(ii)

Gradien m ditentukan dengan cara sebagai berikut:

( x1 −a )2 =4 p ( y1 −b )
1
( y 1−b)= (x 1 −a )2
4p
( y−b) 1
( x 1−a)2=4 p( y −b) ( y 1−b) =1 . 2( x −a)
dy (x−a)
= .2( x−a) =
dx 4p 1 dx 4p dx 2p

dy (x 1 −a )
=
dx 2 p

x 1−a x −a
.... ... ..(iii) m= dy = 1
jadi m = 2 p dx 2p

Subtitusi persamaan ini ke persamaan (ii)

( y− y 1 )=m( x−x 1 )
(x −a )
( y− y 1 )= 1 ( x−x 1 )
( y− y 1)=m(x−x 1 ) 2p
2 p( y− y 1 )=( x 1−a)( x−x 1 )
2 p( y− y 1 )=x 1 . x+x 21 −ax +ax 1 . .. . .. .(iv)

x 1−a
( y− y 1)= (x−x 1)2 p ( y− y 1 )=x 1−a( x−x1 )Subtitusi persamaan (i) ke
2p
persamaan (iv)

2 py −2 p y 1=x 2−x x1−x 21−ax−a x 1 2 py−2 py 1 = xx 1−x 21 −ax +ax 1

2 py−2 py 1 =xx 1−(2 ax1 −a 2 + 4 p ( y 1−b))−ax +ax 1


2 py−2 py 1 + 4 py 1−4 pb=xx 1 −ax −ax 1 +a 2
2
2 py +2 py 1 −4 pb=xx 1 −ax 1 −ax +a
2 p( y + y1 −2 p)=( x−a )( x 1−a)

16
x x 1−( 2 a x 1 — a 2+ 4 p( y 1−b) )−ax−a x 1Jadi persamaan garis singgung parabola

( x−a )2 = 4p(y – b) di titik P (x1, y1)

( x−a)2=4 p( y 1 −b)( x−a)(x 1−a)=2 p( y+ y 1−2 p)(x – a) (x1 – a) = 2p (y +y1 - 2p)

Dengan pendekatan yang sama akan diperoleh persamaan garis singgung parabola
seperti tabel dibawah ini:

No Persamaan parabola Persamaan garis singgung


1 ( y−b)2=4 p ( x−a)(y – b)2 = (y – b) (y1 – b) = 2p (x +x1 - 2a)
4p( x – a)( y−b)2=4 p ( x−a)
2 ( y−b)2=−4 p ( x−a)(y – b)2 (y – b) (y1 – b) = - 2p (x +x1 - 2a)
= - 4p( x – a)
( y−b)2=4 p ( x−a)
3 ( x 1−a)2=4 p( y −b)(x – a)2 (x – a)(x1 – a) = 2p ( y + y1 -2b)

( x−a)2=4 p( y −b) = 4p(y –


b)
4 ( x 1−a)2=−4 p( y −b)(x – (x – a)(x1 – a) = - 2p ( y + y1 -2b)

a)2( x−a) =4 p( y −b) = -


2

4p(y – b)

17
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan uraian materi di atas, dapat disimpulkan :


 Parabola adalah tempat kedudukan titik-titik yang jaraknya sama terhadap suatu
titik tertentu dan garis tertentu
 Persamaan Parabola yang Berpuncak di O (0,0)

S Persamaa Persamaan garis singgung


Fokus g LR
b n Gradien m (x1,y1)
(p, 0) x = -p y 4p 2
y =¿ 4px p
y1 y =2p (x + x1)
y = mx + m
(-p, 0) x=p y 4p y 2=¿ - 4px y1 y
p y 1 y=−2 px ( x+ x1 )=
y=mx−
m
- 2p (x + x1)
− pm2
2
(0, p) y = -p x 4p x =¿4py x 1 x=2 p ( y + y 1 ) x1 x
y = mx

y=mx− pm2 = 2p (y + y1 )
2
(0, -p) y=p x 4p x =¿- 4py x 1 x=−2 p ( y + y 1 ) x1
y=mx+ pm2
x = - 2p (y + y1 )

 Persamaan Parabola yang Berpuncak di O (a,b)

Persamaan
(y - b)² = 4p (x - a) (y - b)² = -4p(x - a) (x - a)² = 4p(y - b) (x - a)² = -4p(y - b)
parabola
Puncak P(a,b) P(a,b) P(a,b) P(a,b)
Fokus F(a + p, b) F(a - p, b) F(a, b + p) F(a, b - p)
Direktriks
x=a-p x=a+p Y=b-p x=b+p
(g)

18
Sumbu
y=b y=b x=a x=a
simetris

 Persamaan Garis Singgung Parabola yang Berpuncak di O (a,b)

Persamaan Persamaan garis singgung


No
parabola Gradien m (x1,y1)
( y−b) =4 p ( x−a) ( y−b)=m( x−a)− p
2
1 (y – b) (y1 – b) = 2p (x +x1
m
(y – b)2 = 4p( x – - 2a)
a)
( y−b)2=4 p ( x−a)
2 ( y−b)2=−4 p (x−a) ( y−b )=m ( x−a ) + p (y – b) (y1 – b) = - 2p (x
m
(y – b)2 = - 4p( x – +x1 - 2a)
a)
( y−b)2=4 p ( x−a)
3 ( x 1−a)2=4 p( y −b) ( y−b)=m(x−a)−p m2 (x – a)(x1 – a) = 2p ( y +
y1 -2b)
(x – a)2
( x−a)2=4 p( y −b)
= 4p(y – b)
4 ( x 1−a)2=−4 p( y −b)( y−b )=m ( x−a ) + p m2 (x – a)(x1 – a) = - 2p ( y +
y1 -2b)
(x – a)2
( x−a)2=4 p( y −b)
= - 4p(y – b)

B. SARAN
Kami menyadari tinjauan atas lingkran pada makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan. Seharusnya masih ada tinjauan yang lebih terperinci untuktiap-tiap
materi pada lingkaran ini. Maka dari itu kami mengharapkan adanya kritik dan saran
untuk perbaikan makalah ini selanjutnya.

19
DAFTAR PUSTAKA

http://www.madematika.net/2016/10/persamaan-parabola-dengan-puncak-di-o0-
0.htmlAKSES 30 desember 2017, PUKUL 09:12

https://www.scribd.com/doc/109316847/Modul-Parabola
AKSES 24 desember 2017, PUKUL 08:10

https://sintadewifadilah.files.wordpress.com/2014/12/revisi-gar-tmt-5e-kelompok-6-
fix.pdfAKSES 24 desember 2017, PUKUL 08:30

Kurniati,Lydia(2007).Lingkaran dan parabola.matematikakreatif.blogspot.com/2007/

AKSES 31 desember 2017, PUKUL 20:12

20