Anda di halaman 1dari 2

Aufa Ulin Nuha

02111840000007

Departemen Teknik Mesin

Sejarah tentang Maulid Nabi Muhammad

Nabi Muhammad SAW lahir pada 12 Rabiul Awwal tahun Gajah. Dinamakan
tahun gajah karena pada tahun ini ada kejadian penyerangan oleh tentara Abrahah
dengan menaiki gajah untuk menyerang Ka’bah. Nabi Muhammad memiliki ayah
bernama Abdullah dan ibu bernama Siti Aminah. Ayah Nabi Muhammad, Abdullah
meninggal dunia saat Nabi Muhammad masih dalam kandungan. Sewaktu kecil, Nabi
Muhammad disusui oleh Halimah binti Dzuaib As-Sa’diyah, salah seorang perempuan
dari Bani Sa’ad. Nabi Muhammad SAW diasuh oleh Halimah sampai sekitar umur lima
tahun. Saat bersama Halimah, sering terjadi hal-hal yang luar biasa seperti tanah sekitar
yang semula dilanda paceklik menjadi tanah yang subur. Setelah disapih, Nabi
Muhammad SAW dikembalikan ke ibunya, Siti Aminah. Pada tahun keenam usia Nabi
Muhammad SAW, beliau dibawa ibunya ke Madinah untuk bertemu dengan paman-
pamannya. Namun sesampainya di Kota Abwa yakni suatu desa yang terletak di antara
Mekkah dan Madinah ibunya meninggal dunia. Setelah itu Nabi Muhammad diasuh
oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Ini tidak berlangsung lama. Pada tahun kedelapan usia
Nabi Muhammad SAW, Abdul Muthalib meninggal dunia. Selanjutnya beliau diasuh
oleh pamannya, Abu Thalib. Waktu kecil Nabi Muhammad menjadi seorang
pengembala. Pada saat Nabi Muhammad SAW berusia 12 tahun, beliau dibawa oleh
pamannya menuju ke negeri Syam untuk berniaga. Saat berumur 25 tahun, Nabi
Muhammad kembali lagi ke negeri Syam untuk berniaga dengan membawa barang
milik Khadijah binti Khuwalid, seorang wanita kaya yang mempercayakan barang
dagangannya kepada beliau. Dalam perjalan itu Nabi Muhammad SAW ditemani oleh
Maisaroh, seorang sahaya Khadijah. Karena kejujurannya dalam berdagang, beliau
dipercaya banyak orang dan menarik hati Khadijah. Sepulangnya Nabi Muhammad
SAW dari negeri Syam, beliau menikah dengan Siti Khadijah. Dari pernikahan ini Nabi
Muhammad memiliki tiga orang putra yang meninggal sewaktu kecil dan empat orang
putrid yang bernama Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, dan Fatimah Az-zahra. Pada
saat Nabi Muhammad berusia 35 tahun, beliau mempersatukan dua pihak yang
berseteru untuk meletakkan hajar aswad pada Ka’bah. Akhirnya dengan ide beliau,
diletakkan sorban dan masing-masing ujungnya diangkat oleh pimpinan keduanya
bersama-sama. Pada saat usia 40 tahun, Nabi Muhammad mendapatkan wahyu pertama
di Gua Hira. Wahyu pertama berbunyi ayat 1-4 Surat Al-Alaq. Pada awal tahun
kenabiannya, Nabi Muhammad melaksanakan dakwah secara sembunyi-sembunyi. Pada
masa ini hanya keluarga dan sahabat dekatnya saja yang masuk islam. Beberapa waktu
kemudian, Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk berdakwa secara terang-
terangan. Pada saat itu mulailah masalah yang dihadapi oleh Nabi Muhammad SAW.
Banyak yang melakukan perwalanan karena dakwah Nabi Muhammad SAW. Pada
tahun 1 Hijriyah, Nabi Muhammad hijrah ke Madinah dan disambut oleh penduduk
setempat.
Perayaan Maulid Nabi pertama kali dirayakan oleh Raja Irbil (wilayah Irak
sekarang) yang bernama Muzhaffaruddin Al-Kaukabri pada awal abad ke 7 Hijriyah.
Sultan Muzhaffar mengadakan perayaan Maulid Nabi pada bulan Rabiul Awwal secara
besar-besaran. Beliau mengundang seluruh rakyatnya dan seluruh ulama dari berbagai
macam disiplin ilmu. Para ulama sejak zaman Sultan Muzhaffar menganggap perayaan
Maulid Nabi merupakan acara yang baik. Para ulama dan Huffazh Al-Hadis telah
menyatakan demikian. Adapun ada pendapat yang berbeda mengenai orang yang
pertama kali merayakan Maulid Nabi. Pihak lain mengatakann bahwa Sultan
Salahuddin Al-Ayubi merupakan orang yang pertama yang merayakan Maulid Nabi
dengan tujuan membangkitkan semangat umat islam yang telah padam untuk kembali
berjihad pada masa perang salib. Masyarakat muslim di Indonesia umumnya
menyambut Maulid Nabi dengan mengadakan perayaan keagamaan seperti pembacaan
shlawat Nabi, pembacaan syair barzanji, dan pengajian. Saat ini perayaan Maulid Nabi
juga umum dilaksanakan di sekolah dengan mengadakan pengajian dan lomba antar
kelas.