Anda di halaman 1dari 2

Seorang wanita datang ke apotek “UESBE” dengan menggaruk kepalanya.

Dia
bertemu apoteker, dan mengeluh gatal pada kulit kepala. Dia mengaku bahwa ada kutu pada
rambutnya. Wanita tersebut mengeluh sudah 2 minggu, dan meminta bantuan apoteker untuk
mengatasinya

Apoteker : “ Selama pagi, saya Apoteker di apotek SETIA BUDI, ada yang bias
saya bantu?”
Pasien : “Iya , ini kepala saya gatal sudah 2 minggu dan kemarin saya
menemukan kutu di rambut saya, kira-kira ada obat untuk kutuan ga
ya?”
Apoteker : “Ini saya lihat kakak, sering menggaruk kepala. Apakah ada luka bekas
garukan ga?”
Pasien : “Kayanya enggak, tapi ini rasanya gatal banget, dan ganggu banget”
Apoteker : “Baik sebentar ya kak, saya ambilkan obatnya”
Apoteker : “Di apotek ini tersedia 2 pilihan, Lissa-Qu dan peditox larutan”
Pasien : “Bedanya apa ya ?”
Apoteker : “isi dan harganya beda kak. Untuk peditox harganya 10.000 dan Lissa-
Qu 18.000. Kalo Lissa-Qu ini dari herbal”
Pasien : “Saya pilih yang peditox aja”
Apoteker : “Baik, sebelumnya udah pernah pakai apa belum? Atau udah tau cara
penggunaannya?”
Pasien : “Belum”
Apoteker : “Jadi penggunaan peditoxnya, keramas dulu seperti biasa, saat rambut
masih basah peditox diratakan pada rambut sampai kulit kepala dengan
sisir, dioleskan sampai tengkuk dan belakang telinga, ketika sudah rata
dibungkus dengan showar cap atau handuk, didiamkan selama 30 menit,
terus dibilas pakai air bersih, lalu keringkan rambut.”
Pasien : “nanti rambut saya rusak ga ya?”
Apoteker : “Peditox tidak merusak rambut kak, jadi aman saja”
Pasien : “Terus nanti kalo saya udah pake tapi belum bersih bagaimana?”
Apoteker : “Untuk penggunaan selanjutnya diberi jeda 7 hari, untuk penyimpanan
diusahakan terpisah dengan obat-obatan atau makanan, lalu dihindarkan
dari sinar matahari langsung”
Pasien : “oh begitu ya”
Apoteker : “Kalo kakanya sudah jelas, bias tolong diulang penjelasan saya lagi?”
Pasien : “Jadi nanti pakenya setelah keramas, terus langsung diratakan kesemua
rambut, lalu ditunggu 30 menit dan dibilas sampai bersih”
Apoteker : “Sudah benar ya kak, mungkin ada yang bias saya bantu lagi?”
Pasien : “Sudah “
Apoteker : “Untuk pembayaran bias dilakukan di kasir ya kak”
Pasien : “Oh ya baiklah”
Apoteker : “Terima kasih kak, semoga lekas sembuh”