Anda di halaman 1dari 3

UNIVERSITAS AIRLANGGA

PROGRAM STUDI DILUAR KAMPUS UTAMA

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI

MATA KULIAH AKUNTANSI MANAJEMEN

DISUSUN OLEH:

MOHAMMAD RHIDWAN DWI PRATAMA HANIEF


041811535046
BAB I : PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Seorang pihak manajemen dari suatu entitas memerlukan suatu sistem yang
disebut Activity Based Costing and Management untuk perhitungan biaya yang
lebih akurat. Sistem ini dirasa membawa cukup banyak keuntungan bagi
perusahaan dalam hal efisiensi dan efektivitas operasional perusahaan. Informasi
yang berasal dari Activity Based Costing ini juga secara meluas digunakan untuk
menilai continuous improvement dan memonitor proses kinerja.

1.2 TUJUAN

Dengan adanya Sistem Activity Based Costing and Management ini,


diharapkan bagi siapapun terutama bagi pihak manajemen perusahaan agar dapat
lebih bijak dalam hal melakukan penawaran kompetitif yang lebih wajar,
membantu dalam pengambilan keputusan, mendukung perbaikan yang
berkesinambungan, memudahkan penentuan biaya-biaya yang kurang relevan,
dan dapat melakukan analisis yang lebih akurat mengenai volume biaya.

BAB II : PEMBAHASAN

2.1 LANDASAN TEORI

Sistem Activity Based Costing and Management adalah metode yang dipakai
untuk menghitung biaya produksi yang diharapkan lebih akurat dibandingkan
biaya produksi tradisional. Sistem ini memiliki 4 (empat) jenis katrgori biaya,
yaitu:

 unit level : berubah saat mengikuti volume output, contohnya adalah unit;
 batch level : berdasarkan variasi jumlah batches (tahapan) dalam produksi;
 product sustaining : berubah mengikuti jumlah lini produk;
 facility sustaining : diperlukan untuk mengoperasikan fasilitas pabrik, tetapi tidak
berubah mengikuti unit, batch, atau lini produk.

Dalam metode ini, fixed overhead memiliki banyak tarif sesuai jumlah
aktivitas. Cara menghitung overhead rate adalah dengan membagi overhead cost
activity dengan cost driver activity. Dan cara menghitung consumption ratio
adalah dengan membagi jumlah aktivitas per produk dengan total kuantitas
penggerak.

Keragaman produk (product diversity) merupakan produk-produk yang


menggunakan aktivitas overhead berbeda proporsi karena adanya perbedaan pada
ukuran produk, kompleksitas produk, waktu set-up, dan waktu batch.

Process Value Analysis merupakan sebuah metode yang berfokus pada


meminimalisir biaya daripada alokasi biaya dan menekankan maksimalisasi
kinerja perluasan sistem berdasarkan aktivitas. Metode ini dibagi menjadi 3
(tiga), yaitu driver analysis, activity analysis, dan performance measurement.
Driver analysis digunakan untuk menentukan faktor-faktor yang menyebabkan
biaya aktivitas dimana tiap aktivitas memiliki input dan output. Activity input
adalah sumber daya yang dikonsumsi oleh aktivitas dalam menghasilkan output.
Sedangkan activity output adalah hasil atau produk dari suatu aktivitas. Activity
analysis merupakan suatu proses dalam mengidentifikasi, menguraikan, dan
mengevaluasi aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh organisasi. Dalam activity
analysis terdapat value added activity dan non-value added activity. Value added
activity adalah aktivitas yang dibutuhkan untuk bertahan dalam bisnis. Value
added activity bisa menentukan VA cost yaitu biaya untuk melakukan VA
activity dengan efektif dan efisien. Suatu aktivitas dikatakan bernilai tambah
apabila aktivitas yang menghasilkan perubahan kondisi atau bentuk, perubahan
kondisi yang tidak dapat dicapai melalui aktivitas sebelumnya, dan aktivitas yang
memungkinkan berbagai aktivitas lainnya dilakukan. Non-value added activity
merupakan aktivitas yang tidak dibutuhkan oleh perusahaan. Aktivitas ini
menimbulkan biaya NVA. Biaya tersebut disebabkan oleh aktivitas tidak bernilai
tambah maupun kinerja yang tidak efisien dari aktivitas bernilai tambah. Contoh
dari aktivitas tak bernilai tambah adalah penjadwalan, perpindahan, waktu
tunggu, dan pemeriksaan. Performance measurement adalah pengukuran
seberapa baik aktivitas dan hasilnya, serta mengetahui perbaikan konstan yang
terjadi. Performance measurement dapat dilihat dari efisiensi, waktu, dan kualitas.