Anda di halaman 1dari 16

MATERI 1

PENGENALAN TENTANG VIRUS

A. Ciri-ciri Virus

Adapun ciri-ciri yang dimiliki virus adalah sebagai berikut.

1. Virus bersifat aseluller (tidak mempunyai sel)


2. Berukuran sangat kecil, yaitu antara 20 milimikron – 300 milimikron.
3. Memiliki satu asam nukleat, DNA atau RNA saja.
4. Virus bisa bersifat seperti benda hidup, contohnya bisa berkembang
biak jika berada di dalam sel hidup.
5. Virus bisa bersifat seperti benda mati, contohnya tidak melakukan
metabolisme, tidak bernapas, tidak bergerak
6. Virus umumnya berbentuk kristal.
7. Bentuk virus bervariasi seperti oval, silinder, polihedral dan
kompleks.
8. Tubuh virus terutama tersusun atas asam nukleat yang diselubungi
oleh protein yang disebut kapsid.
B. Bentuk Virus

1. Berbentuk batang, contohnya TMV (Tobacco Mosaic Virus).


2. Berbentuk batang dan berujung oval seperti peluru, contohnya
Rhabdovirus.
3. Berbentuk bulat, contohnya HIV (Human Immunodeficiency Virus)
dan Orthomyxovirus.
4. Berbentuk filamen atau benang, contohnya virus Ebola.
5. Berbentuk polihedral, contohnya Adenovirus.
6. Berbentuk seperti huruf T, contohnya bakteriofag, yaitu virus yang
menyerang bakteri Escherichia coli. Berikut ini gambarnya.
C. Struktur Virus

Virus tidak digolongkan dalam organisme seluler karena tidak memiliki


bagian-bagian sel seperti, dinding sel, membran sel, sitoplasma, serta organel
sel lainnya. Adapun struktur tubuh virus bakteriofag adalah sebagai berikut.

1. Kepala
Kepala bagian dalam mengandung asam nukleat, sedangkan
bagian luarnya diselubungi oleh kapsid. Untuk virus bakteriofag,
kepalanya berbentuk polihedral dengan jenis asam nukleatnya DNA.
2. Kapsid
Kapsid merupakan selubung luar virus yang mengandung banyak
subunit protein yang disebut kapsomer. Kapsid terdiri dari beberapa
bentuk, sehingga berpengaruh pada bentuk virusnya.
3. Asam nukleat
Asam nukleat yang dimiliki virus hanya satu, yaitu DNA atau
RNA saja. Asam nukleat inilah yang nantinya berfungsi sebagai
informasi genetik untuk replikasi.
4. Leher
Leher merupakan penghubung antara kepala dan ekor. Leher
berfungsi sebagai saluran keluarnya asam nukleat menuju ekor.
5. Ekor
Ekor virus terdiri dari serabut ekor dan lempeng dasar. Ekor ini
berfungsi untuk menempel pada inang. Berikut ini merupakan struktur
virus selain bakteriofag yang telah ditemukan.
D. Cara Hidup Virus
Virus tergolong dalam parasit intraseluler obligat karena hanya dapat
hidup di dalam sel yang hidup. Artinya, jika sel tersebut mati, virus tidak
akan mati melainkan mengristal. Sel hidup yang ditumpangi virus disebut
sel inang. Cara virus mengenali inangnya adalah dengan menggunakan
sistem lock key atau kesesuaian.
Berdasarkan jenisnya, sel inang dibagi menjadi dua, kisaran inang luas
dan kisaran inang sempit. Virus dengan kisaran inang luas bisa
menginfeksi beberapa inang, contohnya virus flu burung bisa menginfeksi
unggas, babi, dan manusia. Sedangkan virus dengan kisaran inang sempit
hanya bisa menginfeksi inang tertentu saja, contohnya virus flu hanya
menginfeksi sel-sel di saluran pernapasan dan virus bakteriofag hanya bisa
menginfeksi bakteri Escherichia coli. Penularan virus dari satu inang ke
inang yang lain bisa melalui udara, lendir, air, darah, atau melalui
perantara seperti nyamuk.
E. Perkembangbiakan Virus
Perkembangbiakan virus dikenal dengan istilah replikasi atau
perbanyakan diri. Bagi virus, sel inang merupakan sumber energi untuk
sintesis protein. Perkembangbiakan virus dibagi menjadi dua, yaitu daur
litik dan lisogenik.
1. Daur litik
Terjadinya daur litik disebabkan oleh ketahanan sel inang lebih
lemah daripada daya infeksi virus. Akibatnya sel inang akan pecah dan
mati, serta akan menghasilkan virion-virion baru. Adapun tahapan
pada daur litik adalah adsorpsi, penetrasi, sintesis dan replikasi,
pematangan atau perakitan, dan lisis.
2. Daur lisogenik
Daur lisogenik terjadi jika pertahanan tubuh inang lebih kuat
daripada daya infeksi virus. Pada daur ini sel inang masih bisa
bereproduksi dengan normal dan tidak akan langsung pecah. Akan
tetapi, DNA virus bakteriofag akan berinteraksi dengan kromosom sel
inang membentuk profag. Saat sel inang yang mengandung profag
tersebut membelah diri, barulah profag akan diwariskan ke sel
berikutnya. Adapun tahapan pada daur lisogenik adalah adsorpsi dan
infeksi, pemetrasi, penggabungan, pembelahan, sintesis.
F. Klasifikasi Virus
1. Klasifikasi virus berdasarkan ada tidaknya selubung pada
nukleokapsid
Terdapat dua kelompok virus dalam klasifikasi ini, yaitu sebagai
berikut.
a. Virus berselubung yaitu virus yang selubungnya terdiri dari
lipoprotein dan glikoprotein, contohnya Poxyvirus,
Herpesvirus, Togavirus, Rhabdovirus, dan Paramyxovirus.
b. Virus telanjang yaitu virus yang tidak memiliki selubung pada
nukleokapsidnya, contohnya Papovirus, Adenovirus,
Picornavirus, dan Reovirus.
2. Klasifikasi virus berdasarkan jumlah kapsomernya.
Terdapat lima kelompok virus dalam klasifikasi ini, yaitu sebagai
berikut.
a. Virus dengan 32 kapsomer, contohnya Parvovirus.
b. Virus dengan 60 kapsomer, contohnya Picornavirus.
c. Virus dengan 72 kapsomer, contohnya Papovirus.
d. Virus dengan 162 kapsomer, contohnya Herpesvirus.
e. Virus dengan 252 kapsomer, contohnya Adenovirus.
3. Klasifikasi virus berdasarkan jenis sel inangnya
Berdasarkan jenis sel inangnya, virus dikelompokkan menjadi
empat, yaitu sebagai berikut.
a. Virus penyerang bakteri, misalnya virus T.
b. Virus penyerang tanaman, misalnya TMV dan Tungro.
c. Virus penyerang hewan, misalnya virus rabies dan flu burung.
d. Virus penyerang manusia, misalnya polio, HIV, dan flu.
4. Klasifikasi virus berdasarkan tipe genom dan metode replikasinya
Berdasarkan tipe genom dan replikasinya, virus dibagi menjadi
tujuh kelompok, yaitu sebagai berikut.
a. Virus tipe I memiliki DNA utas ganda dan reproduksinya
dengan cara replikasi, contohnya Herpesvirus.
b. Virus tipe II memiliki DNA utas tunggal dan reproduksinya
dengan cara replikasi, contohnya virus MVM.
c. Virus tipe III memiliki RNA utas ganda dan reproduksinya
secara replikasi, contohnya Reovirus.
d. Virus tipe IV memiliki RNA utas tunggal (+) dan
reproduksinya secara replikasi, contohnya virus polio.
e. Virus tipe V memiliki RNA utas tunggal (-) dan reproduksinya
secara replikasi, contohnya virus rabies.
f. Virus tipe VI memiliki RNA utas tunggal (+) dengan DNA
perantara dan reproduksinya secara transkriptasi balik,
contohnya virus AIDS.
g. Virus tipe VII memiliki RNA utas ganda dengan RNA
perantara dan reproduksinya secara transkriptasi balik,
contohnya Heparnavirus.
5. Klasifikasi virus berdasarkan jenis asam nukleatnya
Berdasarkan asam nukleatnya, virus dikelompokkan menjadi dua,
yaitu sebagai berikut.
a. Virus DNA yaitu virus yang asam nukleatnya berupa DNA,
contoh Parvovirus.
b. Virus RNA yaitu virus yang asam nukleatnya berupa RNA,
contoh Picornavirus.
6. Klasifikasi virus berdasarkan bentuk dasarnya
Berdasarkan bentuk dasarnya, virus dibagi menjadi tiga
kelompok, yaitu sebagai berikut.
a. Virus bentuk iksohedral memiliki sumbu rotasi ganda dan tata
ruangnya dibatasi oleh 20 segitiga sama sisi, contohnya virus
polio.
b. Virus helikal memiliki satu sumbu rotasi, bentuknya
menyerupai batang panjang, nukleokapsid tidak kaku, dan
berbentuk heliks, contohnya virus flu.
c. Virus kompleks memiliki struktur lebih kompleks daripada
jenis virus lainnya, contoh virus cacar.
G. Penyakit yang disebabkan virus
Adapun penyakit yang disebabkan oleh virus, baik pada manusia,
hewan, dan tumbuhan adalah sebagai berikut.
1. Cacar variola disebabkan oleh virus jenis Orthopoxvirus.
2. Campak disebabkan oleh Morbilivirus.
3. AIDS disebabkan oleh HIV, yaitu Human Immunodeficiency Virus.
4. Flu disebabkan oleh virus influenza atau parainfluenza.
5. Flu burung disebabkan oleh HPAIV yaitu High Pathogenic Avian
Influenza Virus.
6. Rabies disebabkan oleh Rhabdovirus.
7. Tetelo disebabkan oleh virus NCD.
8. Mosaik disebabkan oleh TMV atau Tobacco Mosaic Virus.
MATERI 2

PENGENALAN VIRUS CORONA

A. Latar Belakang
Virus Corona adalah sebuah keluarga virus yang ditemukan pada
manusia dan hewan. Sebagian virusnya dapat mengingeksi manusia serta
menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari penyakit umum seperti flu,
hingga penyakit-penyakit yang lebih fatal, seperti Middle East Respiratory
Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Seringkali virus ini menyebar antara manusia ke manusia melalui
tetesan cairan dari mulut dan hidung saat orang yang terinfeksi sedang
batuk atau bersin, mirip dengan cara penularan penyakit flu. Tetes cairan
dari mulut dan hidung pasien tersebut bisa jatuh dan tertinggal pada mulut
dan hidung orang lain yang berada di dekatnya, bahkan dihisap dan
terserap ke dalam paru-paru orang tersebut melalui hidungnya.
B. Gejala Infeksi Coronavirus
Virus corona bisa menimbulkan beragam gejala pada pengidapnya.
Gejala yang muncul ini bergantung pada jenis virus corona yang
menyerang, dan seberapa serius infeksi yang terjadi. Berikut beberapa
gejala virus corona yang terbilang ringan:
1. Hidung beringus.
2. Sakit kepala.
3. Batuk.
4. Sakit tenggorokan.
5. Demam.
6. Merasa tidak enak badan.

Hal yang perlu ditegaskan, beberapa virus corona dapat menyebabkan


gejala yang parah. Infeksinya dapat berubah menjadi bronkitis dan
pneumonia (disebabkan oleh 2019-nCoV) , yang menyebabkan gejala
seperti:
1. Demam yang mungkin cukup tinggi bila pasien mengidap
pneumonia.
2. Batuk dengan lendir.
3. Sesak napas.
4. Nyeri dada atau sesak saat bernapas dan batuk.

Infeksi bisa semakin parah bila menyerang kelompok individu


tertentu. Contohnya orang dengan penyakit jantung atau paru-paru, orang
dengan sistem kekebalan yang lemah, bayi, dan lansia.

C. Penyebab Virus Corona

Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus,


yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian
besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan
sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan
infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory
Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke


manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular
dari manusia ke manusia.

Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:

1. Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk


penderita COVID-19.
2. Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu
setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita
COVID-19.
3. Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya
bersentuhan atau berjabat tangan.

Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih
berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia,ibu hamil,
orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.
D. Diagnosis Infeksi Coronavirus
Untuk mendiagnosis infeksi virus corona, dokter akan mengawali
dengan anamnesis atau wawancara medis. Di sini dokter akan menanyakan
seputar gejala atau keluhan yang dialami pasien. Selain itu, dokter juga
akan melakukan pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan darah untuk
membantu menegakkan diagnosis.
Dokter mungkin juga akan melakukan tes dahak, mengambil sampel
dari tenggorokan, atau spesimen pernapasan lainnya. Untuk kasus yang
diduga infeksi novel coronavirus, dokter akan melakukan swab
tenggorokan, DPL, fungsi hepar, fungsi ginjal, dan PCT/CRP.
E. Komplikasi Infeksi Coronavirus
Virus corona yang menyebabkan penyakit SARS bisa menimbulkan
komplikasi pneumonia, dan masalah pernapasan parah lainnya bila tak
ditangani dengan cepat dan tepat. Selain itu, SARS juga bisa menyebabkan
kegagalan pernapasan, gagal jantung, hati, dan kematian.
Hampir sama dengan SARS, novel coronavirus juga bisa
menimbulkan komplikasi yang serius. Infeksi virus ini bisa menyebabkan
pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.
F. Pengobatan Infeksi Coronavirus
Tak ada perawatan khusus untuk mengatasi infeksi virus corona.
Umumnya pengidap akan pulih dengan sendirinya. Namun, ada beberapa
upaya yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala infeksi virus corona.
Contohnya:
1. Minum obat yang dijual bebas untuk mengurangi rasa sakit,
demam, dan batuk. Namun, jangan berikan aspirin pada anak-anak.
Selain itu, jangan berikan obat batuk pada anak di bawah empat
tahun.
2. Gunakan pelembap ruangan atau mandi air panas untuk membantu
meredakan sakit tenggorokan dan batuk.
3. Perbanyak istirahat.
4. Perbanyak asupan cairan tubuh.
5. Jika merasa khawatir dengan gejala yang dialami, segeralah
hubungi penyedia layanan kesehatan terdekat.

Khusus untuk virus corona yang menyebabkan penyakit serius, seperti


SARS, MERS, atau infeksi novel coronavirus, penanganannya akan
disesuaikan dengan penyakit yang diidap dan kondisi pasien.

Bila pasien mengidap infeksi novel coronavirus, dokter akan merujuk


ke RS Rujukan yang telah ditunjuk oleh Dinkes (Dinas Kesehatan)
setempat. Bila tidak bisa dirujuk karena beberapa alasan, dokter akan
melakukan:

1. Isolasi.
2. Serial foto toraks sesuai indikasi.
3. Terapi simptomatik.
4. Terapi cairan.
5. Ventilator mekanik (bila gagal napas).
6. Bila ada disertai infeksi bakteri, dapat diberikan antibiotik.
G. Pencegahan Infeksi Coronavirus
Sampai saat ini belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus
corona. Namun, setidaknya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk
mengurangi risiko terjangkit virus ini. Berikut upaya yang bisa dilakukan:
1. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20
detik hingga bersih.
2. Hindari menyentuh wajah, hidung, atau mulut saat tangan dalam
keadaan kotor atau belum dicuci.
3. Hindari kontak langsung atau berdekatan dengan orang yang sakit.
4. Hindari menyentuh hewan atau unggas liar.
5. Membersihkan dan mensterilkan permukaan benda yang sering
digunakan.
6. Tutup hidung dan mulut ketika bersin atau batuk dengan tisu.
Kemudian, buanglah tisu dan cuci tangan hingga bersih.
7. Jangan keluar rumah dalam keadaan sakit.
8. Kenakan masker dan segera berobat ke fasilitas kesehatan ketika
mengalami gejala penyakit saluran napas.
H. Cara penyebaran Virus Corona

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan cara penyebaran


virus corona dari satu orang ke lainnya. Menurut WHO, ketika seseorang
yang menderita COVID-19 batuk atau bernapas, mereka melepaskan
seperti tetesan cairan yang juga terdapat virus corona.

Kebanyakan tetesan atau cairan itu jatuh pada permukaan dan benda
di dekatnya -seperti meja, meja, atau telepon.

Orang bisa terpapar atau terinfeksi COVID-19 dengan menyentuh


permukaan atau benda yang terkontaminasi - dan kemudian menyentuh
mata, hidung, atau mulut.

Jika Anda berdiri pada jarak 1 atau 2 meter dari seseorang dengan
COVID-19, Anda dapat terjangkir melalui batuk termasuk saat mereka
menghembuskan napas.

Dengan kata lain, COVID-19 menyebar serupa cara untuk flu.


Sebagian besar orang yang terinfeksi COVID-19 mengalami gejala ringan
dan sembuh.

Namun, beberapa kasus virus corona berlanjut dengan mengalami


penyakit yang lebih serius dan mungkin memerlukan perawatan di rumah
sakit.

Risiko penyakit atau terinfeksi virus corona kian meninggkat


meningkat bagi Anda dengan usai 50 ke atas. Usia tersebut disebut lebih
rentan daripada mereka yang di bawah 50.

Orang dengan melemah sistem kekebalan tubuh dan orang-orang


dengan kondisi seperti diabetes, penyakit jantung dan paru-paru juga lebih
banyak rentan terhadap virus corona.

I. Pencegahan Virus Corona


Sampai saat ini belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus
corona. Namun, setidaknya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk
mengurangi risiko terjangkit virus ini. Berikut upaya yang bisa dilakukan:
1. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20
detik hingga bersih.
2. Hindari menyentuh wajah, hidung, atau mulut saat tangan dalam
keadaan kotor atau belum dicuci.
3. Hindari kontak langsung atau berdekatan dengan orang yang sakit.
4. Hindari menyentuh hewan atau unggas liar.
5. Membersihkan dan mensterilkan permukaan benda yang sering
digunakan.
6. Tutup hidung dan mulut ketika bersin atau batuk dengan tisu.
Kemudian, buanglah tisu dan cuci tangan hingga bersih.
7. Jangan keluar rumah dalam keadaan sakit.
8. Kenakan masker dan segera berobat ke fasilitas kesehatan ketika
mengalami gejala penyakit saluran napas.

MATERI 3

PROTOKOL PENGENALAN VIRUS CORONA

A. Pengenalan Protokol Penanganan Virus Corona


B. Menanggapi secara Bijak saat Ada Stigma di Masyarakat tentang Virus
Corona
Dalam hal ini, kita harus meningkatkan literatur mengenai virus
corona ini, baik itu dari buku ataupun jurnal - jurnal yang ada. Tentunya
dengan hal ini, kita mampu menurunkan rasa cemas terhadap stigma yang
ada.
Kemudian selain itu, kita mampu melakukan edukasi kepada
masyarakat lainnya khususnya keluarga mengenai perkembangan virus
corona itu, agar orang lainpun tidak tenggelam dengan stigma yang ada.
C. Cara Penanganan saat Sakit

MATERI 4
CARA HIDUP SEHAT

A. Menjaga Kebersihan Diri


Menjaga kebersihan diri merupakan hal yang sangat penting terutama
untuk menjaga diri kita tetap sehat, dan mengurangi risiko diri kita
maupun orang terdekat terserang penyakit. Banyak penyakit yang tersebar
saat bakteri ataupun virus berbahaya pindah dari satu orang ke orang lain
melalui kontak langsung, seperti bersentuhan dengan orang yang
terinfeksi, atau kontak tidak langsung, seperti menyentuh suatu barang
yang telah disentuh oleh orang yang terinfeksi.
Oleh karena itu, kita perlu meningkatkan kebersihan diri kita
contohnya dengan mandi rutin, melakukan cuci tangan apabila sudah
berkontak dengan orang ataupun barang, ataupun menggunakan baju
hanya 1 kali setelah melakukan kegiatan di luar rumah
B. Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekitar
1. Buang sampah pada tempatnya.
2. Jaga kebersihan rumah.
3. Olah sampah menjadi pupuk kompos.
4. Remukkan wadah plastik atau karton.
5. Daur ulang sampah.
6. Kerja bakti di lingkungan sekitar.
7. Tutup saluran pembuangan air.
8. Lakukan penghijauan.
C. Menjaga Kesehatan
1. Menggunakan masker apabila keluar rumah dan memngkinkan
untuk bertemu dengan banyak orang.
2. Melakukan cuci tangan yang baik dan benar.
3. Memakan makanan dan minuman yang sehat dan bersih.
4. Melakukan olahraga secara teratur.
5. Menjaga pola tidur yang baik.
6. Rajin mencuci tangan.
7. Bersihkan area sekitarmu.
8. Jangan banyak menyentuh permukaan yang banyak disentuh
oranglain.
9. Jangan menyentuh wajah dengan tangan kotor
D. Olahraga yang Aman dan Sehat
1. Pilih tempat yang tidak terlalu dingin ataupun panas, usahakan
untuk melakukan olahraga di dalam ruangan.
2. Melakukan pemanasan selama kurang lebih 5 menit untuk
menghindari cedera.
3. Disarankan untuk banyak minum sebelum, saat, dan setelah
melakukan olahraga agar menggantikan cairan yang hilang.
4. Melakukan olahraga secara perlahan tidak langsung melakukan
olahraga yang berat.
5. Apabila di rumah, melakukan olahraga ringan seperti sit-up, push-
up, back up, ataupun yang lain.
6. Melakukan pendinginan setelah melakukan olahraga.

MATERI 5

BERSOSIALISASI DI MASYARAKAT

A. Cara Memberi Salam saat Bertatap Muka


Untuk menghindari terinfeksi virus COVID-19 ini, ada berbagai cara
salam yang dikemukakan oleh dr. Vito Anggarino Damay Sp.JP (K), M.
Kes, yaitu:
1. Namaste
Gerakan namaste dikenal dalam olahraga yoga. Biasanya,
orang yang selesai latihan yoga akan mengucapkan namaste diikuti
dengan gerakan mengatupkan kedua tangan di dada. Namun, yang
harus diperhatikan saat memberikan salam namaste adalah jangan
mendadak. Sebaiknya berikan salam namaste dari jarak yang
cukup jauh.
2. Melambaikan tangan
Gerakan mengangkat tangan dan membuka lima jari
menyerupai lambaian tangan sangat cocok untuk rekan sejawat
atau orang yang sudah akrab. Biasanya, saat melambaikan tangan
ini, orang-orang akan mengucapkan kata “hai” atau “halo”.
3. Salam dari hati
Caranya dengan meletakkan telapak tangan kanan di dada kiri,
kemudian membungkuk.
4. Senyum
Ketika seseorang tersenyum pada orang lain, itu artinya orang
tersebut sedang menyapa. Biasanya, orang yang diberi senyuman
akan membalasnya dengan senyuman lagi.
B. Bijak Menggunakan Media Sosisal (Mengakses maupun Menyebarkan
Informasi)
Dalam menggunakan media sosial, kita memang harus bijak. Apalagi
dalam keadaan sekarang, dimana tentunya berita hoax sangat banyak. Oleh
karena itu, kita perlu mengakses dan mendapat informasi dari laman –
laman web yang terpercaya dan tentunya update menganai keadaan virus
corona sekarang, seperti web WHO dan laman PIKOBAR Jawa Barat.
Apabila mendapatkan informasi, alangkah lebih baiknya melakukan
crosscheck terlebih dahulu dengan sumber tersebut.