Anda di halaman 1dari 5

Makalah PBL Blok 4

Pemberian Antibiotik Erythromycin Terhadap Proses Sintesis Protein


Bakteri

Kelompok A5:

1. Delfina Fergita Felix - 031


2. Dany Alfian - 041
3. Theadora Julia G - 074
4. Rachel Filia Anjani - 120
5. Mario Benli Surya - 137
6. Nadya Alexia I - 160
7. Salma Mardiah - 171
8. Erni Ramba - 208
9. Gabriel Ponglabba - 216

Abstrak
Banyak sekali penyakit yang dapat menyerang tubuh kita akibat bakteri-bakteri disekitar kita.
Bakteri-bakteri tersebut dapat bertumbuh dan bereplikasi dengan cepat jika telah masuk ke dalam
tubuh. Hal tersebut karena protein yang dapat bakteri hasilkan, sehingga sistem kekebalan tubuh
tidak dapat menghancurkan bakteri tersebut. Protein sendiri dihasilkan dari proses sintesis
protein yang terdiri dari transkripsi dan translasi. Namun, proses sintesis protein dari bakteri
dapat dihentikan dengan antibiotik, seperti eritromisin. Eritromisin bekerja dengan mencegah
bakteri untuk memproduksi protein. Sehingga, bakteri tidak dapat tumbuh dan bereplikasi dan
akhirnya akan dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh.

Kata Kunci : transkripsi, translasi, eritromisin.

Abstract

Lots of diseases that can invade our body due to the bacteria around us. These bacteria can
grow and replicate quickly if it has entered the body. This is because the proteins that bacteria

Page 1|5
can produce, so the immune system can not destroy the bacteria. Protein itself is produced from
the process of protein synthesis consisting of transcription and translation. However, the process
of protein synthesis from bacteria can be stopped with antibiotics, such as erythromycin.
Erythromycin works with bacteria to produce proteins. Once, the bacteria can not grow and
replicate and eventually will be destroyed by the immune system.
Keywords: transcription, translation, erythromycin.

Pendahuluan
Sintesis protein adalah proses untuk mengubah asam amino menjadi protein dalam
tubuh. Pada proses ini memerlukan peran dari DNA & RNA serta enzim. Hasil dari proses ini
adalah sebuah protein yang telah diproses secara mekanik dan kimiawi yang terdapat di dalam
sel makhluk hidup.1 Protein adalah molekul besar dan kompleks yang memainkan banyak peran
penting dalam tubuh. Mereka melakukan sebagian besar pekerjaan di sel dan diperlukan untuk
struktur, fungsi, dan pengaturan jaringan dan organ tubuh.2
Protein sendiri terdiri dari rantai panjang asam amino, baik yang diatur dalam pola
linear ataupun dilipat untuk membentuk struktur yang kompleks. Berdasarkan kompleksitas
strukturalnya, struktur protein diklasifikasikan menjadi empat jenis yakni primer, sekunder,
tersier dan kuaterner. Dan juga, jenis asam amino memainkan peran penting dalam menentukan
ekspresi suatu gen.3 Ada 20 jenis asam amino yang berbeda yang bisa dikombinasikan untuk
membuat protein. Urutan asam amino menentukan masing-masing struktur unik 3 dimensi
protein dan fungsinya yang spesifik.2 Tujuan penulisan makalah ini agar kita dapat mengetahui
tahap-tahap proses pembentukan protein atau bisa disebut sintesis protein.

Tahap Transkripsi
Tahap transkripsi adalah tahapan dimana DNA akan membentuk RNA dengan menguraikan kode
genetik yang berasal dari DNA. Pada tahap ini akan menghasilkan 3 jenis RNA, yaitu mRNA, tRNA, dan rRNA.1
Tahap ini dapat berlangsung di dalam inti sel dengan diawali proses pembukaan rantai ganda yang dimiliki oleh
DNA dengan bantuan enzim RNA polimerase. 1 Pada tahap ini terdapat rantai tunggal yang bertugas sebagai rantai
sense, sedangkan rantai lain yang berasal dari pasangan DNA dinamakan rantai anti sense. T;/ahap transkripsi
sendiri terbagi atas 3 tahap, yaitu tahap inisiasi, elongasi dan terminasi.1,4

Page 2|5
Pada tahap inisiasi, RNA polimerase mengikat dirinya ke situs tertentu (daerah promoter)
di salah satu untai DNA yang akan bertindak sebagai template. 4 Pada tahap pemanjangan, Ketika
RNA polimerase sudah membuka rantai ganda DNA, maka RNA tersebut akan menyusun uraian
nukleotida-nukleotida RNA dengan ketentuan arah 5′ ke 3′. RNA akan mengalami pemanjangan
diri seiring dengan proses pembentukan pasangan DNA dengan basa nitrogen. 5 Pada tahap
terminasi atau akhir, urutan yang disebut terminator memberikan sinyal bahwa transkripsi RNA
telah selesai. rantai DNA akan menyatu kembali seperti semula, lalu RNA polimerase akan lepas
dari rantai DNA. RNA yang terlepas dari DNA tersebut kemudian akan membentuk mRNA.4

Pada eukariotik, transkripsi dari gen koding-protein disebut pre-mRNA dan harus


melalui ekstra proses sebelum bisa ditranslasi secara langsung.5 Eukariotik pre-mRNA harus
mempunyai ujung yang dimodifikasi, 5′ cap (di awal) dan 3′ ekor poly-A. Modifikasi ujung
untaian mRNA ini bermanfaat untuk meningkatkan stablitas mRNA.5 Beberapa pre-mRNA
eukariotik melalui proses pemotongan. Pada proses ini, bagian pre-mRNA (disebut introns)
dipotong, dan sisa kepingannya (disebut exons) disambung kembali. Pemotongan ini bertujuan
agar mRNA mempunyai urutan mRNA yang benar.5

Tahap Translasi
Translasi adalah proses menerjemahkan kode kodon hasil transkripsi yaitu mRNA
untuk menjadi asam amino yang nantinya akan membentuk protein. Bertentangan dengan
transkripsi yang terjadi dalam inti, terjemahan berlangsung dalam sitoplasma sel. 4,6 Fase inisiasi
dimulai saat Ribosom yang hadir dalam sitoplasma segera melekat pada mRNA pada situs
tertentu, yang disebut kodon start, yaitu rantai AUG. Kemudian, molekul dari tRNA akan
mengikat dan memindahkan asam amino dari sitoplasma ke ribosom dengan bantuan enzim dan
energi GTP. Masing-masing ujung tRNA akan membawa 1 antikodon dan 1 asam amino.1,5,6

Pada fase elongasi, Setelah asam amino diaktifkan, maka akan dihubungkan lagi oleh
ikatan peptida yang membentuk polipeptida di ujung tRNA yang membawa asam amino.Pada
proses ini, rantai polipeptida akan memanjang, hal ini disebabkan oleh adanya menambahan dari
asam amino.6

Pada tahap terminasi atau akhir, Tahap akhir adalah ketika antikodon yang dibawa oleh
tRNA bertemu dengan kodon UAA, UGA dan UAG.5 Kodon tersebut dinamakan stop kodon,
Page 3|5
yang memberitahu sel jika pembuatan polipeptida telah selesai. Sehingga rantai polipeptida yang
sudah terbentuk akan dilepaskan dari ribosom dan diolah untuk menjadi protein yang
fungsional.1,4,6

Erythromycin
Eritromisin adalah antibiotik yang digunakan untuk mengatasi berbagai macam infeksi
bakteri, mulai dari jerawat sampai IMS. Eritromisin bekerja dengan mencegah bakteri untuk
memproduksi protein. Sehingga, bakteri tidak dapat tumbuh dan bereplikasi dan akhirnya akan
dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh.7
Eritromisin berikatan secara irreversible dengan ribosom bakteri sub unit 50s. Proses
translokasi sintesis protein terhambat. Akibatnya, rantai polipeptida tidak dapat diperpanjang
karena lokasi asam amino tidak dapat menerima kompleks tRNA asam amino yang baru.
Sehingga proses sintesis protein dihentikan, sehingga protein tidak dapat diproduksi

Skenario 5
Seorang laki-laki usia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan sakit otot, sakit sendi,
leher kaku dan sakit kepala parah. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya ruam dan lesi
melingkar dengan pusat di tengah berwarna merah. Oleh dokter yang memeriksanya, pasien
dijelaskan bahwa dia telah terinfeksi oleh bakteri Borrelia burgdorferi dan kemudian diberikan
resep untuk eritromisin yang berfungsi menhambat sintesis protein bakteri.

Pembahasan
Berdasarkan skenario diatas, pemberian resep obat eritromisin sangat diperlukan,
karena eritromisin dapat mencegah bakteri untuk memproduksi asam amino yang nanti akan
membentuk protein. Eritromisin akan berikatan dengan ribosom secara irreversible yang artinya
tidak bisa kembali seperti semula, kemudian rantai polipeptida tidak dapat diperpanjang.
Sehingga sintesis protein dihentikan, dan protein tidak dapat dihasilkan. Karena tidak adanya
protein, bakteri tidak dapat tumbuh dan bereplikasi dan bakteri tersebut akan dihancurkan oleh
sistem kekebalan tubuh.

Kesimpulan
Page 4|5
Jadi, pengetahuan dan pemahaman akan proses sintesis protein itu sangat penting.
Karena dengan mengetahui dan memahami proses sintesis protein, kita dapat mengetahui
bagaimana protein dalam tubuh kita dapat dihasilkan. Kita dapat juga dapat mengetahui dan
memahamai bagaimana cara kerja antibiotik seperti eritromisin dalam melemahkan bakteri yang
menyerang tubuh kita.

Daftar Pustaka

1. Aulia. Sintesis protein : pengertian dan prosesnya. Diunduh dari:


https://dosenbiologi.com/biologi-dasar/sintesis-protein. 19 Januari 2018
2. Genetics Home Reference. What are proteins and what do they do?. Diunduh dari:
https://ghr.nlm.nih.gov/primer/howgeneswork/protein. 19 Januari 2018
3. Sekolah Pendidikan. Proses sintesis protein. Diunduh dari:
https://www.sekolahpendidikan.com/2017/10/proses-sintesis-protein.html#. 19 Januari
2018
4. Yanti. Bagaimana proses sintesis protein berlangsung. Diunduh dari:
http://www.sridianti.com/bagaimana-proses-sintesis-protein-berlangsung.html. 19 Januari
2018
5. Salman, M. Proses sintesis protein terlengkap. Diunduh dari:
https://dosenbiologi.com/biologi-dasar/proses-sintesis-protein. 19 Januari 2018
6. Yuwono, T. Biologi molekuler. Jakarta: Penerbit Erlangga; 2008
7. Draper, L. Erythromycin tablets. Diunduh dari: https://www.dred.com/uk/erythromycin-
tablets.html. 19 Januari 2018

Page 5|5