Anda di halaman 1dari 22

Sumber daya lingkungan Makalah

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
“Pencemaran Lingkungan hidup” ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya.
Dan kami juga berterima kasih kepada bapak AZIZ BUDIANTA,S.Si.,MT selaku Dosen
mata kuliah Sumber daya lingkungan yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita.saya juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat
kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, saya berharap adanya kritik, saran
dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada yang sempurna
tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sebelumya
saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan saya
memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan kedepan

i Pencemaran Lingkungan Hidup


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................i
BAB I........................................................................................................................................iii
PENDAHULUAN....................................................................................................................iii
1.1 Latar belakang...........................................................................................................iii
1.2 Tujuan.......................................................................................................................iii
1.3 Rumusan masalah......................................................................................................iii
BAB II........................................................................................................................................1
PEMBAHASAN........................................................................................................................1
1.1 Pengertian....................................................................................................................1
1.2 Macam-macam pencemaran........................................................................................2
1.3 Dampak Pencemaran Bagi Manusia Secara Global....................................................6
1.4 Usaha – Usaha Mencegah Pencemaran Lingkungan...................................................7
1.5 Limbah dan Permasalahannya.....................................................................................7
1.6 Jenis-Jenis Limbah......................................................................................................9
1.7 Cara Pembuangan Limbah........................................................................................12
1.8 Daur Ulang Limbah...................................................................................................13
BAB III.....................................................................................................................................14
PENUTUP................................................................................................................................14
2.1. Kesimpulan................................................................................................................14
3.2. Saran..........................................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................15
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Kehidupan manusia tidak bisa dipisah kan dari lingkungannya. Baik lingkungan alam
maupun lingkungan sosial.Kita memerlukan sumber daya alam dari ingkungan untuk
memenuhi kebutuhan. Kebutuhan sandang, pangan, papan semuanya memerlukan
lingkungan.Namun dalam pemanfaatan sumber daya tersebut, terkadang manusia tidak
memperhatikan dampak yang akan ditimbulkan. Dan serakah dalam pemanfaatan  lingkungan
tersebut.Sehingga mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan dan pencemaran
lingkungan. Dan  akhirnya berdampak pada manusia itu sendiri. Sehingga akan mengancam
kelestarian makhluk hidup di dalamnya termasuk manusia.Dengan adanya kejadian tersebut,
timbullah pemikiran manusia untuk melestarikan lingkungan tempat tinggalnya demi
kelangsungan hidup generasi berikutnya.Sehubungan dengan peristiwa tersebut maka
pencemaran lingkungan akan menjadi topik dalam makalah ini.

1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian pencemaran lingkungan.
2.      Untuk mengetahui macam-macam dari pencemaran lingkungan.
3.      Untuk mengetahui dampak dari pencemaran bagi manusia secara global.
4.      Untuk mengetahui usha-usaha yang dialkukan untuk mencegah terjadinya
Pencemaran lingkungan.

1.3 Rumusan masalah

1.      Apa pengertian pencemaran lingkungan ?


2.      Apa saja macam-macam dari pencemaran lingkungan ?
3.      Bagaimana dampak pencemaran bagi manusia secara global ?
4.     Bagaimana usaha – usaha yang dilakukan untuk mencegah pencemaran
lingkungan ?
BAB II

PEMBAHASAN

1.1 Pengertian   

Berdasarkan Undang-undang Lingkungan Hidup No. 32 Tahun 2009, pencemaran


lingkungan adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energy, dana tau
komponen lain ke dalam lignkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku
mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan.

Sedangkan bila ditinjau dari segi ilmu kimia yang disebut pencemaran lingkungan adalah
peristiwa penyebaran bahan kimia dengan kadar tertentu yang dapat merubahkeadaan
keseimbanganpadadaurmateri,baikkeadaanstruktur maupun fungsinya sehingga
mengganggu kesejahteraan manusia. Pencemaran lingkungan ini perlu mendapat
penanganan secara serius oleh semua pihak, karena pencemaran lingkungan dapat
menimbulkan gangguan terhadapkesejahteraan kesehatanbahkandapatberakibatterhadapjiwa
manusia(Luthfi, Achmad. 2004).

Faktor-faktor penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagai hasil sampingan


perbuatan manusia meliputi (Luthfi, Achmad. 2004) :

1) Faktor Industrialisasi

a. Pertambangan, transportasi, penyulingan dan pengolahan bahan


hingga menghasilkan barang yang dapat digunakan.
b. Pertambangan, transportasi, penyulingan dan penggunaan bahan bakar
untuk menghasilkan energi.
c. Sisa-sisa buangan yang dihasilkan sebagai hasil sampingan selama
proses-proses di atas.

2) Faktor Urbanisasi
a. Pembukaanhutanuntukperkampungan, industri dan sistem
transportasi.
b. Penimbunan atau menumpuknya sisa-sisa buangan/sampah dan hasil
samping selama proses-proses di atas.

3) Perkembangan/pertumbuhan penduduk yang pesat

a. Meningkatnya kebutuhan tempat tinggal/perumahan.


b. Meningkatnyakebutuhanpangandankebutuhanenergi.
c. Meningkatnya kebutuhan barang-barang konsumsi dan bahan-bahan untuk
hidup.

4) Faktor Cara Hidup

a. Penggunaanbarangkebutuhan secara berlebihan sehinggaterbuang percuma.


b. Tuntutan akan kemewahan
c. Pemborosan energi
Sedangkan Pencemaran lingkungan hidup menurut kamus Britannica, adalah penambahan zat
atau bentuk energy misalnya panas, suara, radioaktivitas, terhadap lingkungan di tingkat yang
lebih cepat di bandingkan kemampuan alam untuk menguraikannya melalui disperse,
pemnghancuran daur ulang atau peyimpanan dalam bentuk tidak berbahaya.

Dengan demikian, pencemaran dapat di artikan sebagai memasukkan kontaminan ke dalam


lingkungan yang menyebabkan kerugian bagi manusia dan makhlik hidup lainnya.
Kontaniman dapat berupa zat kimia, energy seperti kebisingan, panas atau cahaya.zat
pencemar dapat berasal dari zat alami atau energy, tetapi di anggap kontaminan ketika
melebihi tingkat alamiah. Pencemaran adalah salah satu prioritas masalah lingkungan hidup.

1.2 Macam-macam pencemaran


1)  Pencemaran  air

Di dalam tata kehidupan manusia, air banyak memegang peranan penting antara lain
untuk minum, memasak, mencuci dan mandi. Di samping itu air juga banyak diperlukan
untuk mengairi sawah, ladang, industri, dan masih banyak lagi.

Tindakan manusia dalam pemenuhan kegiatan sehari-hari, secara tidak sengaja telah
menambahjumlah bahan anorganik pada perairan dan mencemari air. Misalnya, pembuangan
detergen ke perairan dapat berakibat buruk terhadap organisme yang ada di perairan.
Pemupukan tanah persawahan atau ladang dengan pupuk buatan, kemudian masuk ke
perairan akan menyebabkan pertumbuhan tumbuhan air yang tidak terkendali yang disebut
eutrofikasi atau blooming. Beberapa jenis tumbuhan seperti alga, paku air, dan eceng gondok
akan tumbuh subur dan menutupi permukaan perairan sehingga cahaya matahari tidak
menembus sampai dasar perairan. Akibatnya, tumbuhan yang ada di bawahpermukaan tidak
dapat berfotosintesis sehingga kadar oksigen yang terlarut di dalam air menjadi berkurang.
Gambar 1

2) Pencemaran tanah

                                   Tanah merupakan tempat hidup berbagai jenis tumbuhan dan makhluk hidup lainnya
termasuk manusia. Kualitas tanah dapat berkurang karena proses erosi oleh air yang mengalir
sehinggakesuburannya akan berkurang. Selain itu, menurunnya kualitas tanah juaga dapat
disebabkan limbah padat yang mencemari tanah.

                            Menurut sumbernya, limbah padat dapat berasal dari sampah rumah tangga (domestik),
industri dan alam (tumbuhan). Adapun menurut jenisnya, sampah dapat dibedakan menjadi
sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik berasal dari sisa-sisa makhluk
hidup, seperti dedaunan, bangkai binatang, dan kertas. Adapun sampah anorganik biasanya
berasal dari limbah industri, seperti plastik, logam dan kaleng.

 Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemaran berikut ini :

1. Sampah-sampah plastik yang sukar hancur, botol, karet sintesis,


pecahan kaca, dan kaleng
2. Detergen yang bersifat non bio degradable (secara alami sulit diuraikan)
3. Zat kimia dari buangan pertanian, misalnya insektisida.
Gambar 2

3)  Pencemaran udara

                                   Udara dikatakan tercemar jika udara tersebut mengandung unsur-unsur yang mengotori
udara. Bentuk pencemar udara bermacam-macam, ada yang berbentuk gas dan ada yang
berbentuk partikel

Gambar 3
 Pencemaran Udara Berbentuk Gas
Beberapa gas dengan jumlah melebihi batas toleransi lingkungan, dan masuk ke
lingkungan udara, dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup. Pencemar udara yang
berbentuk gas adalah karbon monoksida, senyawa belerang (SO2 dan H2S), seyawa
nitrogen (NO2), dan chloroflourocarbon (CFC).
Kadar CO2 yang terlampau tinggi di udara dapat menyebabkan suhu udara di
permukaan bumi meningkat dan dapat mengganggu sistem pernapasan. Kadar gas CO
lebih dari 100 ppm di dalam darah dapat merusak sistem saraf dan dapat menimbulkan
kematian. Gas SO2 dan H2S dapat bergabung dengan partikel air dan menyebabkan
hujan asam. Keracunan NO2 dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan,
kelumpuhan, dan kematian. Sementara itu, CFC dapat menyebabkan rusaknya lapian
ozon di atmosfer.
 Pencemaran udara dapat berupa gas dan partikel
a. Gas HzS. Gas ini bersifat racun, terdapat di kawasan gunung berapi, bisa juga
dihasilkan dari pembakaran minyak bumi dan batu bara.
b. Gas CO dan COz. Karbon monoksida (CO) tidak berwarna dan tidak berbau, bersifat
racun, merupakan hash pembakaran yang tidak sempurna dari bahan buangan mobil
dan mesin letup. Gas COZ dalam udara murni berjumlah 0,03%. Bila melebihi
toleransi dapat meng- ganggu pernapasan. Selain itu, gas C02 yang terlalu berlebihan
di bumi dapat mengikat panas matahari sehingga suhu bumi panas. Pemanasan global
di bumi akibat C02 disebut juga sebagai efek rumah kaca.
c. Partikel SOZ dan NO2. Kedua partikel ini bersama dengan partikel cair membentuk
embun, membentuk awan dekat tanah yang dapat mengganggu pernapasan. Partikel
padat, misalnya bakteri, jamur, virus, bulu, dan tepung sari juga dapat mengganggu
kesehatan.
d. Batu bara yang mengandung sulfur melalui pembakaran akan menghasilkan sulfur
dioksida. Sulfur dioksida bersama dengan udara serta oksigen dan sinar matahari
dapat menghasilkan asam sulfur. Asam ini membentuk kabut dan suatu saat akan
jatuh sebagai hujan yang disebut hujan asam. Hujan asam dapat menyebabkan
gangguan pada manusia, hewan, maupun tumbuhan. Misalnya gangguan pernapasan,
perubahan morfologi pada daun, batang, dan benih.
e. Sumber polusi udara lain dapat berasal dari radiasi bahan radioaktif, misalnya, nuklir.
Setelah peledakan nuklir, materi radioaktif masuk ke dalam atmosfer dan jatuh di
bumi. materi radioaktif ini akan terakumulusi di tanah, air, hewan, tumbuhan, dan
juga pada manusia. Efek pencemaran nuklir terhadap makhluk hidup, dalam taraf
tertentu, dapat menyebabkan mutasi, berbagai penyakit akibat kelainan gen, dan
bahkan kematian Pencemaran udara dinyatakan dengan ppm (part per million) yang
artinya jumlah cm3 polutan per m3 udara.   

4) Pencemaran suara (kebisingan)

Polusi suara disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor, kapal terbang, deru mesin
pabrik, radio/tape recorder yang berbunyi keras sehingga mengganggu pendengaran.

Gambar 4
 Macam bahan pencemar adalah sebagai berikut:
1. Kimiawi Berupa zat radio aktif, logam (Hg, Pb, As, Cd, Cr dan Hi),pupuk
anorganik,

pestisida, detergen dan minyak.

2. Biologi Berupa mikroorganisme, misalnya Escherichia coli, Entamoeba coli,


dan

Salmonella thyposa.

3. Fisik Berupa kaleng-kaleng, botol, plastik, dan karet


 Menurut tingkat pencemaran

Menurut WHO, tingkat pencemaran didasarkan pada kadar zat pencemar dan
waktu (lamanya)

kontak. Tingkat pencemaran dibedakan menjadi 3, yaitu sebagai berikut :

1. Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada panca indra


dan tubuh serta telah menimbulkan kerusakan pada ekosistem lain. Misalnya gas
buangan kendaraan bermotor yang menyebabkan mata pedih.
2. Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan menyebabkan
sakit yang kronis. Misalnya pencemaran Hg (air raksa) di Minamata Jepang yang
menyebabkan kanker dan lahirnya bayi cacat.

1.3 Dampak Pencemaran Bagi Manusia Secara Global


Pembakaran bahan bakar minyak dan batubara pada kendaraan bermotor dan industri
menyebabkan naiknya kadar CO2 di udara. Gas ini juga dihasilkan dari kebakaran hutan. gas
CO2 ini akan berkumpul di atmosfer Bumi. Jika jumlahnya sangat banyak, gas CO2 ini akan
menghalangi pantulan panas dari Bumi ke atmosfer sehingga panas akan diserap dan
dipantulkan kembali ke Bumi. Akibatnya, suhu di Bumimenjadi lebih panas. Keadaan ini
disebut efek rumah kaca (green house effect). Selain gas CO2, gas lain yang menimbulkan
efek rumah kaca adalah CFC yang berasal dari aerosol, juga gas metan yang berasal dari
pembusukan kotoran hewan.

Efek rumah kaca dapat menyebabkan suhu lingkungan menjadi naik secara global,
atau lebih dikenal dengan pemanasan global. Akibat pemanasan global ini, pola iklim dunia
menjadi berubah. Permukaan laut menjadi naik,sebagai akibat mencairnya es di kutub
sehingga pulau-pulau kecil menjadi tenggelam. Keadaan tersebut akan berpengaruh terhadap
keseimbangan ekosistem dan membahayakan makhluk hidup, termasuk manusia. Akibat lain
yang ditimbulkan pencemaran udara adalah terjadinya hujan asam. Jika hujan asam terjadi
secara terus menerus akan menyebabkan tanah, danau, atau air sungai menjadi asam.
Keadaan itu akan mengakibatkan tumbuhan dan mikroorganisme yang hidup di dalamnya
terganggu dan mati. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem
dan kehidupan manusia.

1.4 Usaha – Usaha Mencegah Pencemaran Lingkungan

1) Meenempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah perumahan atau
pemukiman penduduk.
2) Pembuangan limbah industri diatur sehingga tidak mencemari lingkungan atau
ekosistem.
3) Pengawasan terhadap penggunaan jenis-jenis pestisida dan zat kimia lain yang dapat
menimbulkan pencemaran lingkungan.
4) Memperluas gerakan penghijauan.
5) Tindakan tegas terhadap perilaku pencemaran lingkungan.
6) Memberikan kesadaran terhadap masyarakat tentang arti lingkungan hidup sehingga
manusia lebih mencintai lingkungan hidupnya.
7) Menggunakan bahan – bahan yang ramah lingkungan

1.5 Limbah dan Permasalahannya

a. Pengertian Limbah

Pengertian limbah berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 18/1999 Jo.PP 85/1999,


limbah didefinisikan sebagai sisa atau buangan dari suatu usaha dan/atau kegiatan manusia.
Pada dasarnya, orang akan menganggap bahwa limbah adalah sampah yang sama sekali tidak
ada gunanya dan harus dibuang, akan tetapi jika limbah terus ditumpuk maka akan
menimbulkan penumpukan sampah. Dan sejatinya, limbah tidak selamanya harus dibuang
karena banyak juga limbah yang masih bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat. Bahkan
beberapa macam limbah bisa menjadi sangat berguna dan juga mempunyai nilai jual tinggi
apabila diolah kembali secara baik dan benar. 

Limbah yang tidak diolah kembali maka selanjutnya akan menyebabkan berbagai
polusi baik itu udara, air maupun tanah. Seperti misalnya, pada lingkungan yang dipakai
sebagai tempat pembuangan sampah maka udara disekitarnya tidak akan sehat dan baunya
cenderung tak sedap. Tak sampai di situ karena bisa saja sumber air di sekitar lingkungan
tersebut akan terkontaminasi dengan zat kimia limbah sehingga menyebabkan tanahnya
menjadi tandus.

Limbah merupakan suatu barang (benda) sisa dari sebuah kegiatan produksi yang
tidak bermanfaat/bernilai ekonomi lagi.Limbah sendiri dari tempat asalnya bisa beraneka
ragam, ada yang limbah dari rumah tangga, limbah dari pabrik-pabrik besar dan ada juga
limbah dari suatu kegiatan tertentu. Dalam dunia masyarakat yang semakin maju dan modern,
peningkatan akan jumlah limbah semakin meningkat. Logika yang mudah seperti ini;
dahulunya manusia hanya menggunakan jeruk nipis untuk mencuci piring, namun sekarang
manusia sudah menggunakan sabun untuk mencuci piring sehingga peningkatan akan limbah
tak bisa di elakkan lagi.Berdasarkan bentuknya dapat di bedakan menjadi 3, yaitu :

1. Berdasarkan wujudnya :

Pada pengelompokan limbah berdasarkan wujud lebih cenderung di lihat dari fisik
limbah tersebut.Contohnya limbah padat, disebut limbah padat karena memang fisiknya
berupa padat, sedangkan limbah cair dikarenakan fisiknya berbentuk cair, begitu pula dengan
limbah gas.

a) Limbah Gas, merupakan jenis limbah yang berbentuk gas, contoh limbah dalam
bentuk Gas antara lain: Karbon Dioksida (CO2), Karbon Monoksida (CO),
SO2,HCL,NO2. dan lain-lain.

b) Limbah cair, adalah jenis limbah yang memiliki fisik berupa zat cair misalnya: Air
Hujan, Rembesan AC, Air cucian, air sabun, minyak goreng buangan, dan lain-lain.

c) Limbah padat  merupakan jenis limbah yang berupa padat, contohnya: Bungkus
jajanan, plastik, ban bekas, dan lain-lain.

2. Berdasarkan sumbernya

Pada pengelompokan limbah nomor 2 ini lebih difokuskan kepada dari mana
limbah tersebut dihasilkan. Berdasarkan sumbernya limbah bisa berasal dari:

a) Limbah industri; limbah yang dihasilkan oleh pembuangan kegiatan industri


Gambar 6 Limbah industri

b) Limbah Pertanian; limbah yang ditimbulkan karena kegiatan pertanian

c) Limbah pertambangan; adalah limbah yang asalnya dari kegiatan pertambangan

d) Limbah domestik; Yakni limbah yang berasal dari rumah tangga, pasar, restoran dan
pemukiman-pemukiman penduduk yang lain.

3. Berdasarkan senyawa

Berdasarkan senyawa limbah dibagi lagi menjadi dua jenis, yakni limbah organik
dan limbah anorganik.

a) Limbah Organik, merupakan limbah yang bisa dengan mudah diuraikan (mudah


membusuk), limbah organik mengandung unsur karbon. Contoh limbah organik dapat
anda temui dalam kehidupan sehari-hari, contohnya kotoran manusia dan hewan.

b) Limbah anorganik, adalah jenis limbah yang sangat sulit atau bahkan tidak bisa untuk
di uraikan (tidak bisa membusuk), limbah anorganik tidak mengandung unsur karbon.
Contoh limbah anorganik adalah Plastik dan baja.

c) Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)


1.6 Jenis-Jenis Limbah

1) Limbah Domestik
Limbah domestik lebih kita kenal dengan istilah limbah rumah tangga. Limbah
domestik ini berasal dari pembuangan dalam rumah tangga, seperti sampah dan sejenisnya.
Limbah ini dihasilkan dari sisa pembuangan makanan, sisa barang-barang yang sudah tidak
terpakai dan ingin segera dibuang, air bekas mencuci atau mandi dan kotoran yang berasal
dari tubuh manusia (feses dan urin). Sejatinya limbah domestik tidak berbahaya seperti
limbah industri. Akan tetapi jika pembuangannya tidak tepat bisa menjadi sumber penyakit
bagi masyarakat. Limbah domestik dapat berupa cairan, limbah cair yang dihasilkan dari
rumah tangga ini cenderung merupakan kotoran umum (Sugiharto, 1987).Berikut adalah
klasifikasi limbah cair:
a) Limbah cair domestik (Domestic waste water), yaitu limbah cair hasil buangan dari
perumahan (rumah tangga), perkantoran, bangunan perdagangan, dan saranasejenis.
Contoh : air deterjen sisa cucian.
b) Limbah cair industri (Industrial waste water), yaitu limbah cair hasil buangan
industri. Contoh : air sisa cucian daging, buah dan sayur dari industri
pengolahanmakanan, cairan sisa pewarna tekstil dari industri tekstil.
c) Rembesan dan luapan (infiltration and inflow), yaitu limbah cair yang berasal dari
berbagai sumber yang memasuki saluran pembuangan limbah cair melaluirembesan
ke dalam tanah atau melalui luapan dari permukaan. Contoh : luapan air buangan
talang atap, pendingin ruangan, pertanian atau perkebunan.
d) Air hujan ( storm water  ), yaitu limbah cair yang berasal dari aliran air hujan diatas
permukaan tanah.
2) Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
Limbah bahan berbahaya dan beracun adalah kelompok limbah yang secara langsung
maupun tidak langsung dapat mencemarkan, membahayakan lingkungan, kesehatan dan
kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya.Definisi limbah B3 menurut
BAPEDAL (1995),limbah B3 adalah setiap bahan sisa (limbah) suatu kegiatan proses
produksi yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) karena sifat (toxicity,
flammability, reactivity. dan corrosivity) serta konsentrasi atau jumlahnya tidak langsung
dapat merusak, mencemarkan lingkungan, atau membahayakan kesehatan manusia.
Sifat limbah B3 dalam UU No. 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, dikenal sampah
spesifik, yaitu sampah yang karena sifat, konsentrasi, dan atau volumenya memerlukan
pengelolaan khusus. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) mengandung satu atau lebih
senyawa berikut ini :
a) Mudah meledak (explosive)
b) Pengoksidasi (oxidizing)
c) Beracun (moderatelytoxic)
d) Berbahaya (harmful)
e) Korosif (corrosive)
f) Bersifat mengiritasi (irritant)
g) Dll

3) Macam-macam limbah B3
Berdasarkan sumbernya, limbah B3 dikelompokkan menjadi :
a) Primary sludge
b) Chemicial sludge
c) Excess actived sludge
d) Digested sludge

Berdasarkan karakteristiknya tersebut, limbah B3 dapat dikelompokkan sebagai


berikut :

a) Limbah mudah meledak


b) Limbah mudah terbakar
c) Limbah reaktif
d) Limbah beracun
e) Limbah yang menyebabkan infeksi
f) Limbah yang bersifat korosif

Contoh produk limbah rumah tangga berpotensi B3, yaitu sebagai berikut:

a) Dapur : pembersih lantai, kompor gas, pembersih kaca, plastik, racun tikus, dan
bubuk pembersih.
b) Tempat cucian : pembersih, detergen, pembersih lantai, bahan pencelup, dan pembuka
sumbat saluran air kotor.
c) Kamar mandi : aerosol, disifektan, hair spray, pewarna rambut, pembersih toilet, dan
medicated shampoo.
d) Kamar tidur : kamper, obat anti nyamuk, baterai, cat kuku, dan pembersih.
e) Garasi dan gudang : oli dan aki mobil, minyak rem, catwax, pembesih karburator, cat
dan tiner, lem, pembunuh tikus, semir sepatu, dan genteng asbes.
f) Ruang tamu : pembersih karpet, pembersih lantai, pembersih perabotan, pembersih
kaca, pengharum ruangan.
g) Taman : pupuk dan insektisida.
h) Ruang makan : bumbu dan obat.

1.7 Cara Pembuangan Limbah

Penanganan limbah baik limbah cair, padat, gas dan limbah B3 memiliki cara
tersendiri dalam penanganan pembuangan. Limbah B3 tidak bisa disamakan
pembuangannya dengan limbah cair ataupun limbah padat begitu pula sebaliknya. Untuk
penanganan limbah cair sendiri masih dibagi lagi menjadi beberapa bagian, untuk lebih
jelasnya perhatikan bagaimana cara penanganan limbah di bawah ini.

1. Penanganan limbah Cair sangatlah sulit, setiap bahan yang berbeda harus ditangani
dengan cara yang berbeda pula. Dalam penanganan limbah cair terdapat beberapa cara
yakni sebagai berikut ini:

a) Pengolahan primer
b) Pengolahan sekunder
c) Pengolahan tersier
d) Desinfeksi
e) Pengolahan lumpur

2. Pengolahan limbah padat


Pada pengolahan limbah padat berbeda dengan penanganan limbah cair, dalam
penanganan limbah padat dibagi dalam beberapa cara yakni:

a) Penimbunan terbuka
b) Sanitary landfill
c) Daur ulang
d) Insinerasi
e) Dijadikan kompos

3. Pengolahan limbah gas


Untuk penanganan limbah gas lebih ditekankan pada bagaimana mencegah gas
pencemar tersebut mencemari lingkungan, misalnya dengan memasang filter (penyaring)
pada knalpot kendaraan bermotor, pengendap siklon, mengontrol emisi gas buang dan
masih banyak lagi.
4. Pengolahan limbah B3
Pengolahan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) memiliki cara yang
berbeda, berhubung jenis limbah ini bisa menimbulkan bahaya bagi lingkungan maka
penanganan dengan benar haruslah diperhatikan. Untuk pembuangan limbah B3 haruslah
berhati-hati karena tidak bisa dibuang begitu saja, limbah haruslah diolah terlebih dahulu
baik melalui pengolahan fisik, biologi dan kimia dengan tujuan dapat menghilangkan efek
berbahaya yang terdapat didalam limbah. Berikut ini beberapa cara pengolahan limbah
B3:
a) Kolam penyimpanan (surface impoundments)
b) Sumur dalam/Sumur injeksi
c) Secure landfill/lanfill untuk limbah B3

1.8 Daur Ulang Limbah

Manusia dalam melakukan aktifitasnya sehari-hari pasti pasti menghasilkan


buangan atau sampah.Jumlah sampah yang kita hasilkan sebanding dengan tingkat
konsumsi kita terhadap barang yang kita gunakan sehari-hari.Demikian juga dengan jenis
sampah sangat tergantung dengan jenis material yang kita konsumsi. Oleh karena itu,
pengolahan sampah tidak lepas dari pengelolaan gaya hidup masyarakat (Dharmono,
2013).

Secara umum sampah dapat di kelompokkan menjadi dua jenis, yaitu sampah
organik dan sampah anorganik.Sampah organik merupakan sampah yang berasal dari
makhluk hidup.Seperti daun-daunan, sampah dapur, serta sampah sayur atau buah-buahan
di pasar.Sedangkan sampah anorganik merupakan sampah yang terdiri dari bahan-bahan
yang sulit terurai secara alami sehingga penghancurannya memerlukan penanganan lebih
lanjut. Misalnya, plastik, kertas, kaleng, dan styrofoam. Sampah dapat diolah, salah satu
caranya dengan daur ulang yaitu cara pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan
pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian, dan pembuatan produk atau
material bekas pakai (Dharmono, 2013).

Produksi bersih merupakan salah satu pendekatan untuk merancang ulang industri
yang bertujuan untuk mencari cara-cara pengurangan produkproduk samping yang
berbahaya, mengurangi polusi secara keseluruhan, dan menciptakan produk-produk dan
limbah-limbah yang aman dalam kerangkasiklus ekologi. Prinsip-prinsip produksi bersih
yang dapat diterapkan dalam keseharian misalnya dengan menerapkan prinsip 4R yang
meliputi : Reduce (kurangi sampah), Recyle (daur ulang sampah), Reuse (gunakan
sampah yang masih dapat dipakai) dan Replace (ganti dengan barang yang ramah
lingkungan) (Dharmono, 2013).
BAB III

PENUTUP

2.1. Kesimpulan

Pencemaran lingkungan terjadi karena dua faktor. Terjadi karena peristiwa alam dan
karena ulah manusia itu sendiri yang tidak menyadari tentang dampak dari perbuatannya itu.
Pencemaran lingkungan terbagi atas empat bagian. Pencemaran udara, pencemaran air,
pencemaran tanah, dan pencemaran suara. pencemaran lingkungan adalah peristiwa
penyebaran bahan kimia dengan kadar tertentu yang dapat merubahkeadaan
keseimbanganpadadaurmateri,baikkeadaanstruktur maupun fungsinya sehingga
mengganggu kesejahteraan manusia. Pencemaran lingkungan ini perlu mendapat
penanganan secara serius oleh semua pihak, karena pencemaran lingkungan dapat
menimbulkan gangguan terhadapkesejahteraan kesehatanbahkandapatberakibatterhadapjiwa
manusia

3.2. Saran

Sebaiknya manusia mulai menyadari akan pentingnya lingkungan, dan memulai


pelestarian lingkungan sejak dini. Jika bumi ini tidak dijaga oleh kita bagaimana generasi
yang akan datang. Akankah mereka merasakan indahnya bumi ini. Bumi ini milik kita
bersama maka sudah kewajiban kita untuk menjaganya.
           

DAFTAR PUSTAKA

Wawan Kurniawan, 2013. Kualitas Air Minum, Makalah Kesehatan lingkungan

Maya Elvira, 2013. Problem Air Bersih di Perkotaan : Makalah Kesehatan

Lingkungan

Hasnia minggu, 2013. Analisis Pencemaran lingkungan dan Beban Pencemaran

Berdasarkan Penggunaan Lahan

Nuryana Ahmad, 2013. Pelayanan Air Bersih ; Makalah.

Awaliana Kandow, 2013.Konservasi Air Melalui Arahan Spasial sistem dan Teknik

Drainase ; Makalah Mustakin Djiha, 2013. Studi Pengolahan limbah industi