Anda di halaman 1dari 15

MODUL PERKULIAHAN

Rekayasa
Pondasi 2

- Turap kantilever
tertanam di pasir - Turap
kantilever tertanam pada
lempung - Turap pada
beberapa kondisi khusus.

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

03
Fakultas Teknik Sipil MK 11027 Agyanata Tua Munthe.,ST, MT
Teknik Perencanaan
dan Desain

Abstract Kompetensi
Mata kuliah Rekayasa Pondasi 2 Mahasiswa mendapatkan gambaran
bertujuan memberikan pemahaman awal mengenai Jenis Turap kantilever
dasar mengenai Turap kantilever pada dan desain metodologinya sehingga
pasir dan lempung serta pada kondisi dapat diaplikasi sesuai kondisi
khusus dilapangan

Turap Kantilever Pada Kondisi


Khusus
2.1 Perancangan Dinding Turap
Prinsip Umum Perancangan Turap Kantilever

Gambar 2.1 : Diagram Tekanan Tanah.


Turap Kantilever pada Tanah Granular
Pada tanah Granular, bisa diasumsikan muka air di depan dan di belakang dinding turap
sama. Jika faktor aman diperhitungkan, maka dapat dipilih kondisi : a. Mereduksi Kp (30 –
50)% atau b. Menambah kedalaman penetrasi antara 20 - 40%. Hal ini akan memberi faktor
aman sebesar 1.5 – 2.0

‘13 Rekayasa Pondasi 2


2 Agyanata Tua M, ST, MT
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Gambar 2.2 : Diagram Gaya Tekanan Tanah Pasif
Dari distribusi tekanan tersebut, lokasi saat tekanan sama dengan nol akan terdapat pada
jarak a dari permukaan galian. Jarak ini dapat dihitung dengan memakai perbandingan pada
diagram tekanan segitiga, yaitu :
q' K a p p .Y  2.Pa
a z
 '  K p  Ka  p p  p 'p

dim ana :
p p   '  K p  K a Y

p p '   .hw .K p   '.K p  H  D  hw    '.K a  Y  a 

q '   H i . i

q ' K a    .hw   '. H  hw  .K a

Pa  P1  P2  P3  P4
dim ana :
P3  1 .K a . '. H  hw
2
  2

P1  1 .K a . .hw2
2
P4 
 q'.K a  2
P2   .hw .K a . H  hw  2. '  K p  K a 
2

a. Tek tanah aktif pada turap


b. Gaya-gaya pada turap di atas
titik dengan gaya lintang = 0

Estimasi penetrasi turap pada tanah granular (Teng, 1962)

‘13 Rekayasa Pondasi 2


3 Agyanata Tua M, ST, MT
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Dari ∑ Mo (titik pada Gaya Lintang V = 0 ), diperoleh :

x  x
M maks  Pa  y  x   Pp1    Pa  y  x   Pa  
3 3
atau

M maks  Pa y  2 x
3

atau
  
1
2
 2  2 .P  
M maks  Pa  y  a
3   '. K  K   

  p a  

Penyelesaian secara praktis dengan menggunakan grafik untuk menentukan kedalaman (D)
dan Momen (Mmaks) untuk nilai g, diperlihatkan dalam gambar berikut :

‘13 Rekayasa Pondasi 2


4 Agyanata Tua M, ST, MT
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
‘13 Rekayasa Pondasi 2
5 Agyanata Tua M, ST, MT
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Nilai D/H, untuk g’ = 0.5 g turap kantilever pada tanah granular (Cernica, 1995)

‘13 Rekayasa Pondasi 2


6 Agyanata Tua M, ST, MT
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Soal :
1. Diketahui turap seperti pada gambar. Tanah urug dan dasar galian berupa pasir,
dengan :
a. Berat Volume (g = 18 kN/m3 )
b. Berat volume efektif (g’ = 8.19 kN/m3)
c. Sudut Geser Dalam (f = 30o)
d. Kohesi (c = 0).

Hitung kedalaman turap dan momen maksimum yang terjadi dengan cara analitis
dan dengan menggunakan Grafik.

‘13 Rekayasa Pondasi 2


7 Agyanata Tua M, ST, MT
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
2. Dinding turap ditunjukkan dalam gambar dibawah. Tanah terdiri dari 2 lapisan, bagian
urugan berupa pasir dengan f1 = 32o, c1 = 0, gb1 = 15.87 kN/m3 dan g1’ = 9.43 kN/m3.
Tanah bagian bawah (dasar galian) berupa lempung dengan c2 = 47.02 kN/m2, f2 = 0,
g2’ = 8.9 kN/m3. Tentukan :
a. Kedalaman penetrasi Turap (D)
b. Momen maksimum pada turap
c. Idem b. tetapi dengan menggunakan Grafik (pasir urug g1’/gb1 = 0.6)
d. Hitung Mmaks dengan menggunakan Grafik pada pertanyaan c.

‘13 Rekayasa Pondasi 2


8 Agyanata Tua M, ST, MT
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
2.2. Turap Kantilever pada Tanah Kohesif
Kuat geser tanah akan berubah dengan berjalannya waktu, sehingga tekanan tanah pada
turap akan berubah dari waktu ke waktu. Dimensi dan kedalaman dinding turap harus
memenuhi syarat kuat menahan tekanan pada waktu segera setelah selesai pelaksanaan
pekerjaan, maupun setelah waktu yang lama, dimana kuat geser lempung telah berubah.
Segera setelah turap terpasang dan beban tanah urug beserta beban terbagi merata telah
bekerja, tekanan tanah dapat dihitung berdasarkan sudut gesek dalam (f) lempung = nol,
dan kohesi c = 0.5 qu (qu = kuat tekan bebas).
Untuk jangka waktu panjang, analisis dilakukan dengan tegangan efektif f’ dan c’ yang
diperoleh dari pengujian triaxial CD atau CU dengan pengururan tekanan air pori tanah.
Dalam jangka panjang, perubahan nilai c sangat kecil sekali, sehingga bisa dianggap tetap =
nol, sedangkan nilai f akan mendekati nilai 20 – 30 derajad. Tekanan tanah kohesif dalam
jangka panjang akan mendekati tekanan tanah granuler. Oleh karena itu analisisnya sama
dengan analisis turap pada tanah granuler.

‘13 Rekayasa Pondasi 2


9 Agyanata Tua M, ST, MT
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
‘13 Rekayasa Pondasi 2
10 Agyanata Tua M, ST, MT
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Untuk tanah yang berlapis-lapis q’ = S giHi dan bila ada bagian tanah yang tidak
terendam air, maka berat volume tanah dibagian atas air dipakai berat volume basah (gb)
atau kering (gd).
Kedalaman penetrasi turap yang dipakai dalam pelaksanaan ditentukan dengan
mengalikan D hasil hitungan dengan 1,2 – 1,4 sebagai Faktor keamanan.
Dari gambar diatas, dapat diperoleh Mmak, bila gaya lintang V = 0, diperoleh :

‘13 Rekayasa Pondasi 2


11 Agyanata Tua M, ST, MT
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
2.3. Turap pada Tanah Kohesif diurug tanah Granular
Metode yang telah diterapkan didepan dapat pula diterapkan pada kondisi ini,
bedanya tekanan aktif di atas dasar galian adalah sama dengan Ka.γ.z untuk tanah
timbunan granuler.
Grafik berikut memberikan hubungan D dan Mmak dalam fungsi c (qu = 2c) untuk beberapa
nilai λ dan γ’/γb.

‘13 Rekayasa Pondasi 2


12 Agyanata Tua M, ST, MT
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
‘13 Rekayasa Pondasi 2
13 Agyanata Tua M, ST, MT
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Dinding Turap Dianker
Untuk menahan beban-beban lateral yang besar, lebih baik jika dipakai dinding turap yang
dianker. Distribusi tekanan pada turap yang dianker menjadi tidak sama dengan distribusi
tekanan dinding turap kantilever.
Gambar berikut memperlihatkan hubungan antara kedalaman penembusan turap, distribusi
tekanan lateral, dan garis perubahan bentuknya.

Gambar 2.3 .Pengaruh kedalaman turap pada distribusi tekanan dan perubahan bentuknya

‘13 Rekayasa Pondasi 2


14 Agyanata Tua M, ST, MT
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Daftar Pustaka
1. AASHTO – 1981
2. DHV. CONSULTING ENGINEERS – Amersfoot the Netherlands
“Laterite and Laterite Stabilization” 1984
3. HAMIRHAN SAODANG – Konperensi Teknik Jalan ke – 2
“Stabilisasi Kapur di Perumnas Antapani”.
4. HERMIN TJAHYATI – Thesis S2-PSTJR 1986
“Soil – Lime Pozzolan Traas Stabilization”.

‘13 Rekayasa Pondasi 2


15 Agyanata Tua M, ST, MT
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id