Anda di halaman 1dari 3

1) Berbagaiteknikpemeriksaantinjadalammelakukanpemeriksaanparasitdalamtinja.

1. Pemeriksaansecarakualitatif
1.1 MetodeNatif (Direct slide)
Metodeinidipergunakanuntukpemeriksaansecaracepat dan baikuntukinfeksiberat,
tetapiuntukinfeksi yang ringansulitditemukantelur-telurnya. Cara
pemeriksaaninimenggunakanlarutan NaCl fisiologis (0,9%) atau eosin 2%. Penggunaa eosin
2% dimaksudkanuntuklebihjelasmembedakantelur-telurcacingdengankotorandisekitarnya.
Metodelangsung (direct slide)
mempunyaikelemahanyaitujikabahanuntukmembuatsediaansecaralangsungterlalubanyak,
makapreparatmenjaditebalsehinggatelurmenjaditertutup oleh unsurlain. Metodedirect slide
cepat dan baikuntukinfeksiberat, tetapiuntukinfeksi yang ringansulitditemukantelur-telurnya.

1.2 MetodeApung (Flotation method)


Metodeinidigunakanlarutan NaCl jenuhataularutangulaataularutangulajenuh yang
didasarkanatas BJ (BeratJenis) telursehinggatelurakanmengapung dan mudahdiamati.
Metodeinidigunakanuntukpemeriksaanfeses yang mengandungsedikittelur.
MetodeinidilakukandengancaramelarutkanfesesdenganNaCl, di putar
padasentrifugelaludisaring. Selama 510 menitdidiamkan, setelahitudenganlidi di
ambillarutanpermukaan dandiletakkan di atasobject glass.Pemeriksaanini juga
dapatdilakukantanpamenggunakansentrifuge.

1.3 MetodeSelotip
MetodeinidilakukanuntukpemeriksaantelurEnterobius vermicularis.
Pemeriksaandilakukan pada pagiharisebelumanakkontakdengan air, anak yang
diperiksaberumur 110 tahun. Cara pemeriksaanadalahdenganmenggunakanplesterplastik
yang tipis dan bening dan plestertersebutditempelkan pada lubang anus,
kemudianplestertersebutditempelkan pada permukaan object glass.

1.4 MetodeSedimentasiFormol Ether (Ritchie)


Metodeinimerupakanmetode yang baikuntukmemeriksasampelfeses yang sudah lama.
Prinsipdarimetodeiniadalahdenganadanyagayasentrifugaldapatmemisahkanantarasuspensi
dan supernatannyasehinggatelurcacingdapatterendapkan.
Metodesedimentasikurangefisiendibandingkandenganmetodeflotasidalammencarikista
protozoa dan banyakmacamtelurcacing.

1.5 MetodeMerthiolate Iodine Formaldehyde (MIF)


Metodeinimenyerupaimetodesedimentasi.
Metodeinibaikdipakaiuntukmendiagnosissecaralaboratorisadanyatelurcacing (Nematoda,
trematoda dan cestoda), amoeba dan Giardia lambliadidalamtinja.
2. Pemeriksaansecarakuantitatif
2.1 Metode Stoll
Metodeinimenggunakanlarutan NaOH 0.1N sebagaipelarutfeses. Cara
inisangatbaikdigunakanuntukinfeksiberat dan sedang,
akantetapiuntukinfeksiringankurangbaik. Fesesdilarutkan dan dikocokhinggahomogen dan
didiamkansemalaman, setelahitudilakukanpemeriksaandibawahmikroskop,
laludihitungjumlahtelurnya.

2) Sistemimunitasdalaminfeksiparasitcacing.
Pertahananterhadapkebanyakaninfeksicacingdiperankan oleh aktivasisel Th2.
Cacingmerangsang subset Th2 yang melepas IL-4 dan IL-5, IL-4
selanjutnyamerangsangproduksiIgE dan IL-5 merangsangperkembangan dan
aktivasieosinofil. IgE yang berikatandenganpermukaancacingdiikateosinofil.
Selanjutnyaeosinofildiaktifkan dan mensekresigranulenzim yang menghancurkanparasit.
Antigen parasitakandikenali oleh epitelusus pada lokasitertentu yang
kemudianakanmengaktivasipembentukan alarmin,yakni IL25, IL33, dan TSLP. TSLP
akanmengaktivasi DC mengaktifkankaskadesinyaluntukmengaktifkanimunitaspejamu, salah
satunyaadalahaktivasi NfkB1 yang berperan pada transkripsi gen responimun yang
mendukungaktivasiresponimunTh2.
IL25 dan IL33 akanmenginduksinuocyteuntukmelepaskan IL13. IL3
akanberikatandengan IL13R yang kemudianakanmenginduksiresponberupahiperkontraktilitas
pada otot polos saluranpencernaan, hiperproliferasiselepitelusus, diferensiasisel goblet,
pembentukan IL5, serta AAM.Sel goblet akanmemproduksi musin5AC (MUC5AC) dan
protein anti nematodaresitin-like molecule (RELM). MUC5AC dan
RELMakanmenghambatkemampuanparasitcacingdalammengambilnutrisidaritubuhpejamu.I
L5 dan CCL11 akanmendukungpembentukaneosinofil yang dapatmengeluarkangranulanya
yang toksikbagiparasitcacing.
TerbentuknyaresponimunTh2 iniakanmenekanaktivasiresponimun Th1
sehinggadapatmenurunkanrespontubuh pada keadaaninfeksimikroorganisme yang
memerlukanresponimunTh1.

Eosinofilbukanmerupakansuatupenyakit, tetapimerupakanresponterhadapsuatupenyakit.
Peningkatanjumlaheosinofildalamdarahbiasanyamenunjukkanrespon yang
tepatterhadapinfeksiparasitataubahan-bahanpenyebabreaksialergi.
Seleosinofilmeningkatkankemampuanuntukmembunuhataumerusakparasit dan
mendukungperanpenyelenggaraanfisiologidalamhalkekebalan dan mengontrolparasitcacing.
Kejadianeosinofiliamerupakankarakter yang
berhubungandenganinfestasicacingparasitataureaksi-reaksihipersensitivitastipe 1. Salah
satutugaseosinofiliaadalahmenghancurkanataudestruksiparasit. Seleosinofilterikat pada
parasitberlapis antibody karenaseleosinofilmemilikireseptorketikaberikatan,
seleosinofilmendegranulasi dan
melepaskankandungangranulanyadiataspermukaankutikulacacing. Seleosinofil juga
berperandalammekanismepertahanantubuhuntukmelawaninfksicacing yang
ditandaidenganjumlaheosinofil di dalamjaringan
Salah satufungsisel T adalahbekerjasamadengansel B, meningkatkanproduksiantibodi.Sel
Tyang demikiandisebutsel T helper (TH) dan fungsi yang disebabkan olehsitokin yang
dilepasmenyediakanbermacam-macam signal aktivasiuntuksel B.

Humorberarticairan di dalamtubuh. Sel B biladirangsang oleh bendaasing, akan berproliferasi


dan berkembangmenjadisel plasma yang dapatmembentukantibodi.
Antibodiyangdilepaskanakanditemukan di dalam serum.
Fungsiutamaadalahantibodiiniadalah pertahananterhadapinfeksiekstraseluler, virus dan
bakterisertamenetralisirtoksinnya.
 
Sel Th 2 mempunyaikontribusididalamsistimimunitashumoral. Th 2 akanmemproduksiIl-4, Il-
5, Il-6 yang merangsangsel B untukmenghasilkan immunoglobulin (Ig),
menekankerjamonosit/makrophag dan responimunseluler Immunoglobulin (Ig) dibentuk oleh sel
plasmayang berasaldariproliferasisel B akibatkontakdengan antigen. Antibodi yang
terbentuksecaraspesifikiniakanmengikat antigen barulainnya yang sejenis.