Anda di halaman 1dari 19

METODE PEMBELAJARAN KLINIK

MODEL CASE STUDY

Disusun oleh :
Kelompok 7
1. Ria Agustina
2. Mela Hasdian
3. Henni Zunniati
Dosen : Eva Purwita S.ST, M.Keb

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLTEKKES KEMENKES ACEH JURUSAN KEBIDANAN
PRODI D-IV KEBIDANAN
BANDA ACEH
2019
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji kita panjatkan kepada Allah SWT, atas rahmat

yang dilimpahkan dan Hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah

yang berjudul “Metode Pembelajaran Klinik Model Case Study”. Semoga kita semua

berada dalam ridha-Nya. Tanpa ridha dan kasih sayang serta petunjuk dari-Nya,

mustahil makalah ini bisa kami selesaikan dengan baik

Karena keterbatasan yang kami miliki tentunya makalah ini tak luput dari

kesalahan baik dari segi materi maupun penyajian. Oleh karena itu saran dan kritik

yang bersifat membangun sangat kami harapkan dari pembimbing dan preseptor.

Aceh Besar, 28 November 2019


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................... ii
DAFTAR ISI .................................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1


A. LatarBelakang....................................................................................... 1
B. Tujuan................................................................................................... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA.................................................................... 4


A. Definisi Case Study.............................................................................. 4
B. KeuntungandanKelebihan Case Study................................................. 5
C. Proses Case Study................................................................................. 6
D. Kesimpulan........................................................................................... 7

BAB III PENUTUP......................................................................................... 9


A. Kesimpulan........................................................................................... 9
B. Saran .................................................................................................... 9
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Metode belajar dalam praktek klinik kebidanan merupakan strategi

yang digunakan untuk mencapai kompetensi dalam pendidikan kebidanan.

Metode ini tentunya berbeda dengan yang diterapkan pada pendidikan

akademik baik dilakukan di kelas maupun laboratorium (Rohmah, Nikmatur,

dkk. 2014).

Keberhasilan pencapaian dalam tujuan pembelajaran ditentukan oleh

penggunaan metode yang tepat. Metode case study direkomendasikan sebagai

implementasi pendekatan contextual teaching and learning (CTL) yang

mengurangi kesenjangan diantara teori dan praktik. Casestudy adalah cara

yang sangat tepat untuk mengeksplorasi kemungkinan efek pada pembelajaran

dan pengajaran, sebagai penyelidikan empiris dan holistic (Utami dan

Indrayanti, 2014).

Metode case study berpengaruh terhadap hasil belajar baik dalam

aspek kognitif maupun afektif. Pada pembelajaran diharapkan siswa tidak

hanya menghafal materi tetapi juga mengetahui keterkaitan antara materi yang

diajarkan dengan situasi dunia nyata. Pada penelitian yang dilakukan oleh

Susanti (2008) yang menyatakan bahwa 44 mahasiswa (90%) menyatakan

case study membantu pemahaman materi kuliah karena pembelajaran yang

didapat adalah berdasarkan rangkuman dari pengalaman nyata dari sebuah


proses pembelajaran yang mencakup kesuksesan, kesulitan, kegagalan dari

proses belajar yang dilakukan (Cahyani dan Novianty, 2017). Sesuai dengan

Penelitian yang dilakukan Utami dan Indrayanti, (2014) Kegiatan belajar case

study mempunyai kelebihan yaitu proses pembelajaran tidak hanya belajar

melalui buku (tekstual) tetapi juga pengalaman secaralangsung dari kegiatan

observasi yang dilakukan (kontekstual) dan kajian artikel.

Pengkajian case study dalam pembelajaran dengan segala

komponennya, para guru dapat melakukan evaluasi diri (self evalution), dapat

memperbaiki dan sekaligus dapat meningkatkan praktik pembelajaran mereka

di kelas. Bagi para calon guru, kajian terhadap case study akan dapat

membuka wawasan mereka terhadap pembelajaran dan menanamkan konsep

bagaimana seharusnya pembelajaran itu berlangsung (Cahyani dan Novianty,

2017).

B. Tujuan

1. Tujuan Umum

Mahasiswa mampu memahami metode Case Study

2. Tujuan khusus

a. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian Case Study

b. Mahasiswa mampu menjelaskan Keuntungan dan Kelemahan Case

Study

c. Mahasiswa mampu menjelaskan manfaat Case Study

d. Mahasiswa mampu menjelaskan metode pengembangan Case Study


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi Case Study

Pengalaman belajar klinik dan lapangan merupakan proses

pembelajaran penting yang diberikan kepada peserta didik untuk

mempersiapkan diri menjadi tenaga kesehatan yang professional, yang

dikembangkan melalui keterampilan dalam memberikan pelayanan atau

asuhan yang sesuai dengan standar serta dapat berorientasi dengan

professional case study menjadi pembelajaran dapat digunakan untuk

membantu baik pendidik maupun peserta didik dalam memahami hakikat

pembelajaran (Fadhilah, 2016).

Case study ditulis dengan cerita naratif yang sangat rinci dan sangat

erat kaitannya dengan pengalaman yang dialami dan harus ringkas.

Pengalaman yang diungkap dalam case study tergolong cukup esensial

sebagai pengalaman bagi orang lain. Case study atau studi kasus adalah

rangkuman pengalaman pembelajaran (pengalaman mengajar) yang ditulis

oleh seorang pendidik melalui pengkajian case study dalam pembelajaran

dengan segala komponennya, para pendidik melakukan evaluasi diri (self

evalution), agar dapat memperbaiki dan sekaligus dapat meningkatkan praktik

pembelajaran mereka di kelas..Case study ditulis dalam bentuk narasi dan

berisi pengalaman pembelajaran yang paling berkesan karena kesuksesannya,

kesulitan, atau pengalaman yang penuh problematika (Fadhilah, 2016).


Case study adalah cara yang sangat tepat untuk mengekplorasi

kemungkinan efek pembelajaran dan pengajaran sebagai penyelidikan empiris

dan holistic juga melakukan pengujian pemahaman dari peserta didik (Utami

dan Indriyanti, 2014).

B. Keuntungan dan Kelemahan Case Study

1. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Studi Kasus menurut

Waluyo (2005) dalam penelitian yang dilakukan oleh Utami dan

Indrayanti,2014:

a. Kelebihan

1) Pendekatan studi kasus biasanya lebih fleksibel karena disainnya

memang ditujukan untuk mengeksplorasi suatu permasalahan.

2) Pembelajaran yang Penekanan pada Pemahaman Konteks.

Luaran dari studi seperti ini adalah apa yang disebut thick description

yakni deskripsi mendalam tentang suatu persoalan atau kelompok

orang dan segala konteks terkait permasalahan atau kelompok orang

tersebut.

b. Kelemahan

a) Pembelajaran studi kasus seringkali dipandang kurang ilmiah atau

pseudo scientific karena pengukurannya bersifat subjektif atau tidak

bisa dikuantifisir.
b) Karena masalah interpretasi subjektif pada pengumpulan dan analisa

data studi kasus, maka mengerjakan pekerjaan ini relative lebih sulit

dari penelitian kuantitatif.

c) Masalah generalisasi. Karena skupa penelitian baik issu maupun jumlah

orang yang menjadi target kajian studi kasus sangat kecil, kemampuan

generalisasi dari temuan pada studi kasus adalah rendah.

C. Langkah-Langkah Penyusunan Praktik Belajar Case Study

Sebuah case study dalam bentuk narasi pembelajaran, prosesnya adalah

sebagai berikut :

1. Mempersiapkan tempat yang kondusif/cukup baik sesuai dengan peserta

didik (ruang kelas)

2. Ada persiapan-persiapan pra pembelajaran tindakan atau kompetensi

termasuk teori atau pengalaman pendidik suatu kompetensi.

3. Kegiatan praktik pembelajaran dikelas (ada Dosen yang mengajar dan

mahasiswa)

4. Menjelaskan pada peserta didik tentang hasil yang diharapkan dari

kegiatan Case Study, waktu dan topik pembahasan

5. Dosen mengarahkan mahasiswa melakukan studi kasus sesuai topic

pembelajaran.

6. Analisa dapat berupa pendokumentasian SOAP atau rencana asuhan yang

akan diberikan sesuai dengan kasus yang diberikan.

7. Menyimpulkan kegiatan case study yang dilakukan


8. Memberikan pujian atau bimbingan pada mahasiswa mengenai topic

dalan kegiatan case study yang telah berlangsung.

9. Dosen/ pengajar menuliskan laporan dalam bentuk narasi pembelajaran

sebagai panduan evaluasi dalam kegiatan case study.

10. Setelah menulis narasi pengajar juga menulis refleksi atau dengan cara

membaca kembali narasi yang ditulis kemudian baru menulis refleksi.

(Fadhilah, 2016).

D. Kesimpulan

Case study atau studi kasus  adalah rangkuman pengalaman

pembelajaran (pengalaman mengajar) yang ditulis oleh seorang

pembimbing/pengajar dalam praktik pembelajaran mereka di kelas.

Pengalaman tersebut memberikan contoh nyata tentang masalah-masalah yang

dihadapi oleh pembimbing pada saat mereka melaksanakan pembelajaran.

Studi kasus mampu mengungkapkan hal-hal yang spesifik, unik dan hal-hal

yang amat mendetail yang tidak dapat diungkap oleh studi yang lain. Studi

kasus mampu mengungkap makna di balik fenomena dalam kondisi apa

adanya atau natural.


BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Pengalaman belajar klinik dan lapangan merupakan proses

pembelajaran yang penting diberikan kepada mahasiswa untuk

mempersiapkan diri menjadi tenaga kesehatan profesional. Melalui

pengalaman belajar klinik dan lapangan diharapkan dapat membentuk

kemampuan akademik dan profesional, mampu mengembangkan

keterampilan dalam memberikan pelayanan atau asuhan yang sesuai dengan

standar serta dapat berorientasi dengan peran profesional.

Case study atau studi kasus adalah rangkuman pengalaman

pembelajaran (pengalaman mengajar) yang ditulis oleh seorang guru/dosen

dalam praktik pembelajaran mereka di kelas. Pengalaman tersebut

memberikan contoh nyatatentang masalah-masalah yang dihadapi oleh guru

pada saat mereka melaksanakan pembelajaran.

B. Saran

1. Untuk mahasiswa diharapkan mampu memahami dan mengaplikasikan

metode pembelajaran klinik dengan case study.

2. Untuk para pembimbing yang akan mengaplikasikan metode

pembelajaran case study kepada para peserta didik sebagai suatu proses

penerapan metode belajar yang efektif dari proses evaluasi yang


dilakukan oleh setiap pendidik agar proses pembelajaran dapat berjalan

dengan baik dan dapat mencapai target sesuai tujuan pembelajaran.


No Kegiatan Nilai
0 1 2
Persiapan bimbingan Case Study
Mempersiapkan tempat yang kondusif/cukup baik sesuai
1.
dengan peserta didik (ruang kelas)
Menyiapkan persiapan-persiapan pra pembelajaran ( bahan
2.
atau media yang digunakan.
Pelakasanaan bimbingan Case Study
Memulai kegiatan praktik pembelajaran dikelas (ada Dosen
3.
yang mengajar dan mahasiswa)
Menjelaskan pada peserta didik tentang hasil yang diharapkan
4.
dari kegiatan Case Study, waktu dan topik pembahasan
Dosen mengarahkan mahasiswa melakukan analisa kasus
5.
sesuai topic pembelajaran.
Analisa dapat berupa pendokumentasian SOAP atau rencana
6. asuhan yang akan diberikan sesuai dengan kasus yang
diberikan.
Evaluasi Kegiatan Case Study
7. Menyimpulkan kegiatan case study yang dilakukan
Memberikan pujian atau bimbingan pada mahasiswa mengenai
8.
topic dalan kegiatan case study yang telah berlangsung.
Dosen/ pengajar menuliskan laporan dalam bentuk narasi
9. pembelajaran sebagai panduan evaluasi dalam kegiatan case
study.
Setelah menulis narasi pengajar juga menulis refleksi atau
10. dengan cara membaca kembali narasi yang ditulis kemudian
baru menulis refleksi.
CEKLIST KEGIATAN BIMBINGAN MODEL CASE STUDY

Penilai,

(....................)
Keterangan :
0 = tidak dilakukan
1 = dilakukan tidak sempurna
2 = dilakukan dengan sempurna
Presentase kelulusan minimal 75%
Evaluasi kompetensi
OPRASIONAL KEGIATAN BIMBINGAN MODEL CASE STUDY

Persiapan bimbingan Case Study


1. Mempersiapkan tempat yang kondusif/cukup baik sesuai dengan peserta didik
(ruang kelas)
2. Ada persiapan-persiapan pra pembelajaran tindakan atau kompetensi termasuk
teori atau pengalaman pendidik suatu kompetensi.
Pelakasanaan bimbingan Case Study
3. Kegiatan praktik pembelajaran dikelas (ada Dosen yang mengajar dan
mahasiswa)
4. Menjelaskan pada peserta didik tentang hasil yang diharapkan dari kegiatan
Case Study, waktu dan topik pembahasan
“setiap kelompok nanti akan ibu minta untuk melakukan perencanaan asuhan
sesuai kasus yang ibu berikan, ibu harap adik-adik semua mampu
melakukannya…!”
5. Dosen mengarahkan mahasiswa melakukan studi kasus sesuai topic
pembelajaran.
6. Analisa dapat berupa pendokumentasian SOAP atau rencana asuhan yang
akan diberikan sesuai dengan kasus yang diberikan.
“rencana asuhannya, ibu nifas tersebut payudaranya akan dikompres dingin
terlebih dahulu untuk mengurangi rasa nyerinya, kemudian kompres hangat,
ASI nya dikeluarkan dengan cara diperah dan menganjurkan ibu untuk
menyusui bayinya sesering mungkin bu. Sekian bu….”
7. Menyimpulkan kegiatan case study yang dilakukan
Evaluasi Kegiatan Case Study
8. Memberikan pujian atau bimbingan pada mahasiswa mengenai topic dalan
kegiatan case study yang telah berlangsung.
“sudah bagus ya…!! Analisa kedua kelompok. Mari kita lihat rencana asuhan
apa yang tepat bagi kasus ini.”
9. Dosen/ pengajar menuliskan laporan dalam bentuk narasi pembelajaran
sebagai panduan evaluasi dalam kegiatan case study.
“dalam proses pembelajaran studi kasus bendungan ASI mahasiswa terlihat
dapat melakukan analisa yang baik, hanya saja harus sering dilatih dalam
menentukan perencanaan asuhan sesuai dengan kasus, kedepan mungkin bisa
lebih diberikan kasus yang bervariasi dan dapat bertukar pikiran atau
berdiskusi antar kelompok dengan kasus yang berbeda”
10. Setelah menulis narasi pengajar juga menulis refleksi atau dengan cara
membaca kembali narasi yang ditulis kemudian baru menulis refleksi.
(Fadhilah, 2016).
STUDY KASUS BENDUNGAN ASI

Pada hari ini di kelas D-IV tingkat II mahasiswa sudah siap untuk
melaksanakan pembelajaran menggunakanmetode pembelajaran klinik case study
bersama dosen dikelas.

Dosen : assalamuaikum wr.wb


Mahasiswa : walaikumsalam wr.wb
Dosen : baiklah pada hari ini kita akan belajar tentang asuhan masa nifas, Ibu
akan memulainya dengan membagi kelompok, setiap kelompok
nanti akan ibu minta untuk melakukan perencanaan asuhan sesuai
kasus yang ibu berikan, ibu harap adik-adik semua mampu
melakukannya…!
Mahasiswa : baik bu (membentuk kelompok, dosen membagikan kasus per
kelompok)
Dosen : baik pada hand out yang telah adik-adik dapat, terdapat kasus dan
kita akan sama-sama belajar cara menganalisa kasus, sebelumnya
menurut adik-adik sekalian asuhan apa yang tepat untuk kasus
tersebut? Ibu beri waktu 10 menit untuk mendiskusikannya dan tulis
asuhan yang menurut kalian tepat untuk kasus tersebut dan ditulis
secara narasi. Masing masing kelompok harap mempunyai buku
referensi yang mendukung hasil diskusi kalian.
Mahasiswa : baik bu (mengerjakan tugas)

Setelah 10 menit kemudian dosen meminta setiap kelompok untuk menyampaikan


hasil kerjanya.

Dosen : baik apa semuanya sudah selesai adik-adik….?


Mahasiswa : sudah bu….
Dosen : saya akan memberikan kesempatan pertama untuk kelompok 1
menyampaikan perencanaan asuhan dan alasan yang tepat untuk
jawaban kasus tersebut.
Mahasiswa K1 : menurut kami bu, pasien ini mengalami mastitis karna ibu
merasakan nyeri dan merasa meriang bu asuhan yang tepat untuk
kasus ini bidan harus memberikan paracetamol dan antibiotic bu
untuk mengobati infeksi yang dialami ibu supaya tidak semakin
parah.
Dosen : jawaban kelompok 1 sepertinya kurang tepat, bagaimana dengan
kelompok 2 apakah sama jawabannya dengan kelompok 1?
Mahasiswa K2 : menurut kami pasien tersebut mengalami bendungan ASI bu,
karena terjadi pada awal masa nifas atau menyusui bu, dan ibu
hanya merasa nyeri pada payudara dan terasa penuh, tetapi tidak
merah tidak panas dan gatal, suhu ibu pun masih normal tidak
demam bu….maka rencana asuhannya, ibu nifas tersebut
payudaranya akan dikompres dingin terlebih dahulu untuk
mengurangi rasa nyerinya, kemudian kompres hangat, ASI nya
dikeluarkan dengan cara diperah dan menganjurkan ibu untuk
menyusui bayinya sesering mungkin bu. Sekian bu….
Dosen : sudah bagus ya… kelompok 2 !! bagi kelompo 1 mungkin
kelompok harus lebih teliti dalam mengenali tanda gejala dari
bendungan ASI karna memang bendungan ASI dengan Mastitis
juga Abses hampir memiliki tanda gejala yang sama tapi memiliki
ciri khusus yang khas, yang pertama harus diperhatikan dalam studi
kasus adalah data subjektif dan objektifnya karna dari situ lah kita
dapat menegakkkan diagnosa bagi sebuah kasus.
Yang pertama adik-adik harus dapat membedakan antara bendungan
ASI mastitis dan abses. Bendungan ASI sendiri memiliki ciri-ciri
antaranya payudara terasa penuh dan bengkak, terasa nyeri dan
terjadi pada awal masa nifas atau menyusui tetapi jika dibiarkan
terus menerus akan menjadi mastitis dimana bengkak akan semakin
parah, nyeri tekan, kemerahan pada payudara, dan terjadi kenaikan
suhu tubuh ibu atau demam, tetapi suhu ibu pada kasus ini masih
normal ya, payudara nya juga tidak merah dan tidak nyeri tekan.
Sedangkan Abses memiliki semua tanda dan gejala diatas serta
telah terbentuknya pus atau nanah. Jadi kita dapat menyimpulkan
dari kasus diatas bahwa yang dialami ibu tersebut adalah?
Mahasiswa : Bendungan ASI bu (jawab mahasiswa serentak).
Dosen : benar sekali untuk kelompok 2 yang menjawab dengan benar sudah
bagus dalam menganalisa kasusnya, namun harus belajar lagi untuk
perencanaan asuhan. Untuk kelompok 1 jangan berkecil hati adik-
adik hanya kurang tepat dalam mengenali tanda-tanda bendungan
ASI. Asuhan yang tepat benar seperti yang kelompok 2 sampaikan
dimana kita harus menangani nyeri pada payudara ibuterlebih
dahulu dengan melakukan kompres dingin dan kompres hangat
kemudian kita keluarkan ASI dan lanjutkan dengan mengajarkan
tehnik menyusui yang benar agar ibu tidak mengalami bendungan
ASI lagi, karna posisi yang salah dapat menyebabkan puting susu
ibu lecet, jika dibiarkan terus-menurus ibu akan merasa sakit dan
tidak mau memberikan ASI nya akibatnya payudara akan terasa
penuh dan menyebabkan bendungan ASI, bahkan bisa lebih buruk
jika tidak ditangani.
Ibu akan membagikan handout tentang tehnik menyusui dan akan
kita praktikan minggu depan ya… ada yang kurang paham atau ada
yang ingin bertanya?
Mahasiswa : tidak bu
Dosen : baiklah, jika tidak ada yang ingin bertanya kita lanjutkan minggu
depan bagi yang tidak mengerti bisa ditanyakan minggu depan ya...!
kita padai sampai disini selamat belajar kembali, Assalamualaikum
wr.wb

Setelah selesai mengajar dosen menuliskan pengalaman pembelajarannya


dalam bentuk narasi dan melakukan evaluasi yang menjelaskan tentang bagaimana
kesulitan dan hambatan dalam melakukan pembelajaran termasuk tanggapan
mahasiswa saat proses pembelajran berlangsung.
DAFTAR PUSTAKA

Cahyani, P dan Novianty, R. 2017. Modul Pembelajaran Metode Khusus. Sekolah


Tinggi Ilmu Kesehatan Rumah Sakit Haji: Medan.
Hartini, T. dkk. 2012. PPT Macam Metode Pembelajaran Praktik Klinik. Pelatihan
Menthoring.
Utami dan Indrayanti, 2014. Jurnal Penerapan Metode Case Study Untuk
Mengoptimalkan Hasil Belajar Siswa Materi Hama Dan Penyakit
Tumbuhan. Universitas Negeri Semarang.
Rohmah, Nikmatur, dkk. 2014. Metode Belajar Dalam Model Pembelajaran
Klinik Keperawatan Terpadu. The Indonesian Journal Of Health Science
Vol. 4 No. 2 : 166 – 175.
Waluyo, A.(2005). Metode Pengajaran Klinik Keperawatan. Makalah pelatihan
bimbingan klinik FIK – UI.
PEMBAGIAN TUGAS DALAM MENGERJAKAN TUGAS KELOMPOK

N NAMA TEORI PRAKTEK


O
RIA AGUSTINA 1. Cari bahan 1. Moderator
2. Buat makalah 2. Mahasiswa
3. Buat skenario
MELLA HASDIAN 1. Buat skenari 1. Presentasi
2. Buat PPT 2. Dosen/narator
HENNI ZUNIATI 1. Cari bahan 1. Operator
2. Buat skenario 2. Mahasiswa