Anda di halaman 1dari 5

SOAL GAWAT DARURAT

1. Ny A, 37 tahun datang ke IGD dengan penurunan kesadaran, riwayat terjebak


dalam ruangan tertutup, sputum tercampur arang, terdapat luka bakar di
sekitar hidung, bibir dan mulut. Napas 26 kali permenit. Dari kasus di atas kita
curiga Ny. A mengalami...
a. Sumbatan jalan napas
b. Cedera inhalasi
c. Luka bakar kimia
d. Luka bakar listrik
e. Defisit cairan

2. Tn. Z, 38 tahun dengan penyakit paru kronik. Klien sesak dengan RR 36 kali
permenit. Hasil analisa gas darah (AGD) menunjukkan pH = 7,33, PaO2 = 50
mmHg, PaCO2 = 40 mmHg. Jenis gagal napas yang terjadi pada Tn. Z
adalah....
a. Gagal napas hiperkapnia
b. Gagal napas hipokapnia
c. Gagal napas hipoksemia
d. Gagal napas hiperoksemia
e. Gagal napas

3. Kesadaran : saporokoma dengan GCS E1M3V ETT, Keadaan umum : sakit


berat, slym (+), NGT (+), kateter urin (+), urine warna kuning pekat.
terpasang ventilator dengan mode PC 8, RR = 14 x/menit, PEEP = + 5 cm
H2O, FiO2 = 40%, , Vt : 400 cc. Respirasi : vesicular, Rh +/+. Wh -/-. Pada
akral dingin. TTV TD : 120/ 80 N : 110 x/mnt . TTV TD : 120/80
mmHg N : 68 x/mnt S : 37 C
Tiba-tiba ventilator berbunyi dan ketika diperiksa ada penumpukan sekret
pada ETT. Masalah keperawatan utama pada kasus di atas adalah....
a. Gangguan pola napas
b. Resiko gangguan pertukaran gas
c. Bersihan jalan napas tidak efektif
d. Gangguan curah jantung
e. Gangguan perfusi serebral

4. Perawat melakukan perawatan pada pasien laki – laki umur 40 tahun


dengan kanker paru, telah di lakukan pemasangan water seal drainage/ chest
tube . Hasil pemeriksaan fisik di dapatkan tidak adanya (Udara) bubling dan
tidak ada penambah cairan pada water seal Chambers sedangkan tidaling
terlihat pada saat ventilasi.
Apakah penyebab udara (bubling ) yang terdapat pada water seal Chambers
berhenti?
a. Sirkuit Water seal drainge mengalami kebocoran
b. Paru – paru mengalami kolaps
c. Suction diset terlalu tinggi
d. Paru – paru kembali mengembang
e. Paru mengalami edema

5. Seorang pasien laki-laki 50 tahun korban kecelakaan lalulintas diantar ke unit


emergency dalam kondisi tidak sadar. Dari pemeriksaan fisik diperoleh data :
terdapat luka luka terbuka di dahi dan wajah disertai keluarnya darah dari
hidung dan telinga, tampak memar pada bagian abdomen, distensi abdomen
(+), fraktur terbuka ½ cruris dextra, akral dingin. Tanda vital : TD 90/50
mmhg, pernapasan 25x/menit, nadi 120 x/menit.
Apakah label yang diberikan perawat di ruangan Triase untuk pasien tersebut?
a. Ungu
b. Hijau
c. Hitam
d. Merah
e. Kuning

6. Tn. A Kesadaran : Saporocoma, Keadaan umum : sakit berat, WSD terpasang


: undulasi dan bubling (+), slym (-), NGT (+), kateter urin (+), urine warna
kuning pekat. Klien menggunakan otot bantu nafas dan pengembangan dada
tidak simetris, Klien terpasang ventilator dengan mode SIMV, RR =
30x/menit, PEEP = + 5 cm H2O, FiO2 = 40%, Respiratory rate : 10 x/mnt, Vt
: 400 cc. Respirasi : vesicular, Rh +/+. Wh -/-.Hasil AGD pH = 7.31;
PaCO2= 48; PaO2 = 80; HCO3 = 24; SatO2 = 88%. Masalah keperawatan
utama pada Tn. A adalah....
a. Gangguan pola napas
b. Resiko gangguan pertukaran gas
c. Bersihan jalan napas tidak efektif
d. Gangguan curah jantung
e. Gangguan perfusi serebral

7. Seorang perempuan umur 56 tahun, masuk melalui UGD dengan keluhan


batuk-batuk berdahak sudah 3 minggu ini. Batuk klien disertai sesak nafas.
Hasil observasi terdapat tarikan dinding dada. Hasil pemeriksaan tanda-tanda
vital didapatkan TD 120/80 mmHg, suhu 38,5 ° C, nadi 88 x/menit, nafas 34
x/menit.
Apakah tindakan implementasi yang tepat untuk kasus diatas ?
a. Kolaborasi dalam pemberian obat
b. Berikan oksigen 2 liter/menit
c. Ajarkan klien batuk efektif
d. Kaji kedalaman pernafasan pasien
e. Monitor tanda-tanda vital

8. Seorang laki-laki umur 37 tahun dibawa ke UGD dengan riwayat kurang


lebih 20 menit yang lalu digigit ular. Terlihat bekas taring di luka gigitan, luka
terlihat bengkak dan warna kulit berubah menjadi kebiruan.
Apakah tindakan pertama dan utama yang paling tepat anda lakukan?
a. Segera lakukan injeksi Serum Anti Bisa Ular
b. Insisi bekas gigitan dan hisap bisa yang tertinggal
c. Ikat kuat dengan tourniquet daerah diatas luka dan insisi bekas luka serta
hisap bisa yang tertinggal
d. Fiksasi dengan tensocrepe daerah gigitan dari distal ke proksimal disertai
dengan tindakan immobilisasi dan insisi bekas gigitan dan segera hisap
bisa yang tertinggal
e. Fiksasi dengan tensocrepe daerah gigitan dari distal ke proksimal disertai
dengan tindakan immobilisasi dan segera lakukan injeksi Serum Anti Bisa
Ular

9. Seorang laki-laki umur 30 tahun, dirawat di UGD dengan riwayat jatuh dari
sepeda motor tanpa mengenakan helm. Keluar darah dari hidung dan telinga,
lebam-lebam disekitar kelopak mata, kebiruan dibelakang telinga, suhu tubuh
38,8 ° C, pola pernafasan cheyne-stokes, terjadi penurunan kesadaran.
Manakah tanda-tanda yang mengindikasikan terjadinya fraktur basis cranial?
a. Keluar darah dari hidung dan telinga, pola pernafasan cheyne-stoke,
penurunan kesadaran
b. Lebam-lebam disekitar kelopak mata, kebiruan dibelakang telinga,
peningkatan suhu tubuh
c. Kenaikan suhu tubuh, pola pernafasan cheyne-stokes, penurunan
kesadaran
d. Keluar darah dari hidung dan telinga, lebam-lebam disekitar kelopak
mata,kebiruan dibelakang telinga
e. Lebam-lebam disekitar kelopak mata, peningkatan suhu tubuh, pola
pernafasan cheyne-stokes, penurunan kesadaran

10. Seorang laki-laki berusia 26 tahun dibawa oleh ibunya tukang becak ke ruang
unit gawat darurat, tiba-tiba pasien mengalami henti napas dan henti jantung.
Perawat memakai alat pelindung diri, kemudian mengecek respon pasien dan
mengaktifkan sistem emergency, Manakah tindakan selanjutnya yang
harus dilakukan?
a. Mengecek nadi karotis pasien
b. Memberikan bantuan nafas sebanyak 2 kali
c. kompresi jantung sebanyak 30 kali dan ventilasi 2 kali sebanyak 5
siklus
d. Membuka jalan napas dengan teknik head tilt chin lift
e. Mengkaji napas pasien dengan cara look, listen and feel