Anda di halaman 1dari 2

NAMA : Ella Aliyah

NIM : 1111170202

Kronologi

KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) memberikan sanksi kepada pemandu


dalam acara Hotman Paris Show yaitu Pengacara Hotman Paris. Acara tersebut
ditayangkan di INEWS pada 15 Januari 2020 mulai pukul 21.02-21.06 WIB
dimana menurut klarifikasi R-BO dinilai telah mengabaikan dan melanggar aturan
pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran (P3SPS) KPI tahun 2012.
Hal tersebut dibenarkan oleh wakil ketua KPI yaitu Mulya Hadi Purnomo bahwa
Host dalam acara tersebut, yakni Hotman Paris melakukan adegan memegang dan
merangkul pinggang seorang wanita yang menjadi tamu pada malam itu.

Sanksi tersebut tertuang dalam surat teguran yang tertulis pada No.
80/K/KPI/31.2/02/2020, surat tersebut diberikan dan ditunjukan kepada INEWS
TV pada tanggal 12 Februari 2020. Sedangkan berita bahwa Hotman Paris Show
mendapatkan sanksi disampaikan KPI melalui akun instagramnya yaitu
@kpipusat yang kemudian dikutip oleh Kompas.com pada Hari Sabtu, 15
Februati 2020.

Argumen:

Menurut saya yang dilakukan Host dalam acara tersebut memang


melanggar norma kesopanan dan lembaga penyiaran tersebut melanggar Pasal 9
dalam Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia Nomor 03/P/KPI/12/2009 Tahun
2009 tentang Standar Program Siaran yang mana mengatur mengenai
penghormatan terhadap norma kesopanan dan kesusilaan yaitu:

1. Program siaran wajib memperhatikan norma kesopanan dan kesusilaan yang


dijunjung oleh keberagaman khalayak baik terkait agama, suku, budaya, usia, dan
latar belakang ekonomi.

2. Program siaran wajib berhati- hati agar tidak merugikan dan menimbulkan efek
negative terhadap norma kesopanan dan kesusilaan yang dianut oleh keberagaman
masyarakat.

Dalam hal ini seharusnya lembaga penyiaran memiliki peran yaitu wajib
menghormati nilai dan norma kesopanan dan kesusilaan yang berlaku dalam
masyarakat. Maka dari itu, KPI menindaklanjuti hal tersebut karena dirasa bahwa
INEWS telah mengabaikan keseharusan peran dan tanggungjawabnya.

Terhadap yang bersangkutan pula yaitu Hotman Paris, yang mana adalah
seorang pengacara/advokat. Beliau dianggap telah melanggar kode etik sebagai
advokat. Menurut pasal 1 huruf a menyebutklan bahwa:

“Advokat adalah orang yang berpraktek memberi jasa hukum, baik di


dalam maupun diluar pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan
undang-undang yang berlaku, baik sebagai Advokat, Pengacara, Penasihat
Hukum, Pengacara Praktek ataupun sebagai konsultan hukum.” Kemudian dalam
pasal 2 menyebutkan pula bahwa :

“Advokat Indonesia adalah warga negara Indonesia yang bertakwa kepada


tuhan yang maha esa, bersikap satria, jujur dalam mempertahankan keadilan dan
kebenaran dilandasi moral yang tinggi, luhur, dan mulia, dan yang dalam
melaksanakan tugasnya menjunjung tinggi hukum, Undang-Undang Dasar
Republik Indonesia, Kode Etik Advokat serta sumpah jabatannya”. Dalam hal ini
berarti profesi seoarang Advokat diatur dalam Kode Etik Advokat Indonesia.

Menurut saya pasal-pasal tersebut telah memaparkan bahwa betapa


bermartabatnya seorang pengacara. Jika dihubungkan dengan kasus ini, bagi saya
Hotman Paris melanggar kode etiknya sebagai pembawa acara dan merusak jati
dirinya sebagai advokat. Karena masyarakat mengetahui citra Hotman Paris
sebagai advokat terkenal yang berwibawa dan bergelimang harta, ketika beliau
terlibat dalam kasus yang seperti ini, tidak heran jika masyarakat mengkritik sikap
Hotman baik dari sudut pandang sebagai advokat ataupun pembawa acara/host.

Tidak hanya pasal 9 saja, dalam Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia


Nomor 03/P/KPI/12/2009 Tahun 2009 tentang Standar Program Siaran yang mana
mengatur mengenai penghormatan terhadap norma kesopanan dan kesusilaan
acara tersebut melanggar juga pasal 14 P3, 21 ayat (1) P3, 9 ayat (1) SPS, pasal 15
ayat (1) SPS, dan pasal 37 ayat (4), sangat jelas bahwa pasal-pasal tersebut
menjelaskan tentang kewajiban memperhatikan dan menghormati norma
kesopanan dan kesusilaan, perlindungan anak kepentingan anak dan remaja dalam
siaran, dan dampak yang ditimbulkan terhadap mereka.