Anda di halaman 1dari 12

SINOPSIS USULAN PENELITIAN

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN ( FIP ) UNIVERSITAS PAHLAWAN


TUANKU TAMBUSAI AKADEMIK 2020/20121

Judul : Pengaruh Model Auditory, Intellectualy, Repetition ( AIR ) Terhadap


Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri
005 Langgini
Nama : LIANA
NIM : 1686206022

Latar Belakang :
Bedasarkan observasi dan wawancara dengan guru kelas, pada kelas IV
Sekolah Negeri 005 Langgini Bangkinang, ditemui permasalahan dalam kemampuan
berpikir kritis siswa. Menunjukkan bahwa aktivitas siswa masih menekankan pada
perubahan kemampuan berpikir pada tingkat dasar, belum memaksimalkan
kemampuan berpikir tingkat kritis (tinggi) siswa. Hal ini menyebabkan materi
pembelajaran yang diterima siswa bukan hasil penemuan dan pemikiran siswa itu
sendiri, akibatnya kemampuan berpikir dan hasil belajar siswa menjadi rendah.
Oleh karena itu proses pembelajaran yang dilakukan siswa cenderung hanya
terfokus pada guru dan kurang berani mengeluarkan pendapat atau gagasan dengan
kata-kata sendiri. Kemudian soal-soal evaluasi yang dibuat dan diberikan ketika
ulangan harian dan ulangan semester masih terfokus pada ranah kognitif tingkat
rendah C1 (mengingat), C2 (memahami), dan C3 (menerapkan) sehingga siswa masih
kesulitan dalam menjawab soal-soal ranah kognitif tingkat tinggi yaitu tahap C4
(menganalisis), C5 (mengevaluasi), dan C6 (mencipta).
Salah satu usaha untuk menangani permasalahan di atas yaitu adanya peran
guru untuk menciptakan inovasi dalam proses pembelajaran yang dapat
meningkatkan kemampuan berpikir kritis sehingga siswa dapat memecahkan
permasalahan - permasalahan dalam pembelajaran. Pembelajaran yang inovatif dapat
dicapai apabila guru menggunakan strategi, model, dan metode-metode pembelajaran
yang memacu keterampilan siswa baik dalam ranah kognitif, afektif, dan
psikomotorik. Bedasarkan beberapa uraian permasalahan tersebut, yang kemudian
berdampak pada rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SDN 005
Langgini.
Maka penelitian ini menerapkan Model pembelajaran yang dapat dipilih untuk
memfasilitasi dalam kemampuan berpikir kritis siswa. Model pemecahan masalah
dalam proses pembelajaran yaitu model pembelajaran Auditory, Intellectually,
Repetition (AIR) .
Model pembelajaran ini menekankan tiga aspek yaitu Auditory atau belajar
melalui menyimak, Intellectually yaitu belajar haruslah menggunakan kemampuan
berpikir (mind-on), dan Repetition adalah pengulangan melalui pemberian tugas atau
kuis (Oktaviana, 2016). Dalam model pembelajaran AIR siswa dibiasakan untuk
melatih kemampuan berpikirnya untuk melakukan pemecahan masalah pembelajaran.

Pemilihan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR),


karena model pembelajaran AIR merangsang siswa untuk belajar secara efektif
melalui proses auditory, membantu peserta didik untuk dapat berpartisipasi aktif
dalam pembelajaran dan membangun pengetahuannya, selain itu melalui model AIR
siswa dapat mempelajari materi pelajaran secara lebih mendalam melalui kuis
maupun pengerjaan soal sebagai proses pengulangan.
Rumusan Masalah :
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka rumusan masalah
dalam penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh model Auditory Intellectually
Repetition (AIR) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SD Negeri 005
Langgini?
Tujuan Penelitian :
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar
pengaruh model Intellectually Repetition (AIR) terhadap kemampuan berpikir kritis
siswa kelas IV SD Negeri 005 Langgini.
Metode Penelitian :
Penelitian ini mengacu pada pendekatan penelitian kuantitatif. Menurut Nana
S. Sukmadinata (2010: 53), penelitian kuantitatif didasari pada filsafat positivisme
yang menekankan fenomena objektif yang dikaji secara kuantitatif atau dilakukan
dengan menggunakan angka, pengolahan statistik, struktur, dan percobaan terkontrol.
Sedangkan jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian quasi
eksperimental design. Sugiyono (2007: 107). Mendefinisikan bahwa penelitian
eksperimen yaitu penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan
tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendali.
Bentuk desain penelitian ini adalah Desain Nonequivalent Group Menurut
Modifikasi Sugiyono (2017: 79). desain kelompok eksperimen maupun kelompok
kontrol tidak dipilih secara random tetapi menerima keadaan kelas apa adanya. Pada
desain ini terdapat dua kelas, satu kelas eksperimen yaitu kelas yang diberi perlakuan
pembelajaran dengan menggunakan model ( AIR ), dan satu kelas untuk kelas kontrol
yaitu kelas yang diberi perlakuan pembelajaran dengan pendekatan Saintifik.
Pengumpulan data
1. Observasi
2. tes
REFERENSI

Sugiyono, 2015. Metode Penelitian Pendidikan:Bandung.IKADI


Agesty, Reni, Reka, 2019.Pengaruh Pendekatan SAVI ( Somatic, Auditori, Visual,
Intelectual ) Terhadap hasil belajar Pembelajaran Tematik Siswa.
Skripsi.Program studi PGSD Fakultas Iilmu Pendidikan Universitas Pahlawan
Tuanku Tambusai Bangkinang.
Normadhita, Rahajeng, 2018.Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil
Belajar Siswa kelas IV Pembelajaran IPA Melalui Metode Eksperimen.
Skripsi.Program studi PGSD Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas
Sanata Dharma.
Sudah diperiksa oleh pembimbing II

Pembimbing II

Dr. Nurmalina, M.Pd.

Bangkinang, maret 2020

Mengetahui,

Validasi Pustaka, Mahasiswa,

Derima Febrike, S. Ip LIANA

Mengetahui, Mengetahui,
Pembimbing I Ketua prodi

Prof. Dr. H. Amir Luthfi Rezki Ananda, M. Pd

PENELITIAN RELEVAN
Penelitian yang relevan yang penulis yaitu: penelitian yang dilakukan oleh
Yuni Yuliani (2019) dengan judul “Pengaruh Model pembelajaran Auditory,
intellectually, Dan Repetition (AIR) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah
Matematika Di Kelas Tinggi Sekolah Dasar. Hasil peneletian ini mengungkapkan
bahwa model Auditory, intellectually, dan Repetition (AIR) telah berhasil
menunjukkan hasil pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika
siswa kelas IV SD pada materi bangun datar. Persamaan penelitian Yuni Yuliani
dengan penulis adalah sama sama menggunakan model Auditory, intellectually, Dan
Repetition (AIR). Sedangkan perbedaannya, penelitian Yuni Yuliani menunjukkan
hasil pengaruh terhadap pemecahan masalah matematika, sedangkan penulis
menunjukkan hasil pengaruh berpikir kritis terhadap siswa kelas IV SD.

Penelitian kedua yang dilakukan oleh Muhammad Hayyun ( 2019 ) dengan


judul “ Pengaruh Model Pembelajaran Auditory, Intellectualy, Repetetition ( AIR )
Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar. Hasil penelitian ini
mengungkapkan bahwa model Auditory, intellectually, dan Repetition (AIR) telah
berhasil menunjukkan hasil terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV SDI
Darul Falah. Persamaan penelitian ini adalah sama sama menggunkan model
Auditory, intellectually, dan Repetition (AIR). Sedangkan perbedaannya, penelitian
Muhammad Hayyun menunjukkan hasil pengaruh terhadap hasil belajar siswa,
sedangkan penulis menunjukkan hasil pengaruh berpikir kritis terhadap siswa kelas
IV SD.

Penelitian ketiga yang dilakukan oleh Leni Elisa ( 2017 ) dengan judul “
Pengaruh Model Pembelajaran Auditory, Intellectualy, Repetetition ( AIR ) Tehadap
Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SDN 07 Nansabaris dan SDN 16
Nansabaris. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa model Auditory,
intellectually, dan Repetition (AIR) telah berhasil menunjukkan meningkatnya hasil
terhadap pembelajaran matematika siswa kelas V SDN 07 sebagai kelas eksperimen.
Persamaan penelitian ini adalah sama sama menggunkan model Auditory,
intellectually, dan Repetition (AIR). Sedangkan perbedaannya, penelitian Leni Elisa
menunjukkan hasil belajar matematika siswa kelas V SDN 07 dan SDN 16 Nanbaris,
sedangkan penulis menunjukkan hasil berpikir kritis siswa kelas IV SD.

PERBEDAAN PENELITIAN TERDAHULU DAN SEKARANG

Yuni Yuliani ( 2019 )


No Penelitian Terdahulu Penelitian Sekarang
1. Pembelajaran matematika Pembelajaran tematik
2. SDN Cisaat Rambay Kaabupaten SDN 005 Langgini Bangkinang
Sukabumi
3. Pemecahan masalah matematika Berpikir kritis

Muhammad Hayyun ( 2019 )

No Penelitian Terdahulu Penelitian Sekarang


1. Pembelajaran matematika Pembelajaran tematik
2. SDI Darul Fala SDN 005 Langgini Bangkinang
3. Hasil Belajar Berpikir kritis

Leni Elisa ( 2017 )

No Penelitian Terdahulu Penelitian Sekarang


1. Pembelajaran matematika Pembelajaran tematik
2. SDN 07 dan 16 Nansabaris Kelas V SDN 005 Langgini Bangkinang Kelas
IV
3. Hasil belajar Berpikir kritis
4. Pre Exprerimental-intec group Quasi Experimental-Nonequivalent
Comparison control group design

PENGARUH MODEL AUDITORY, INTELLECTUALY, REPETITION (AIR )


TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS IV SDN 005
LANGGINI BANGKINANG
Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang
ditetapkan oleh peneliti sehingga diperoleh informasi dan ditarik kesimpulan.
Penelitian ini memiliki dua variabel yaitu; variabel independen (bebas) .Variabel
bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya
atau timbulnya variabel terikat. Didalam penelitian ini yang menjadi variabel
independen (bebas) adalah model Auditory, Intellectualy, Repetition (AIR).
Model AIR merupakan pendekatan yang dimana siswa dilatih melalui pendengaran,
penalaran, merumuskan masalah, menyelesaikan masalah dan melakukan
pengulangan dengan pemberian kuis dan tugas serta menggunakan metode yang
efektif.
Model AIR mempunyai beberapa tahapan:
1. Tahapan Auditory siswa mendengarkan dan berbicara.
2. Tahapan Intellectual siswa mengulang untuk memecahkan masalah.
3. Tahapan Repetition dimana siswa mengulang pembelajaran dengan tes.
Adapun variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi atau menjadi
akibat, karena adanya variabel bebas. Sedangkan variabel bebas dalam penelitian ini
ialah kemampuan berpikir kritis. Berpikir kritis yang dimaksud dalam penelitian ini
merupakan analisis situasi masalah melalui evaluasi, pemecahan masalah, gabungan
informasi untuk menentukan keputusan.
Indikator kemampuan berpikir kritis sebagai berikut:
1. Mampu bertanya.
2. Mempu menjawab pertanyaan.
3. Mampu menganalisis argumen/pendapat.
4. Mampu menyelesaikan masalah.
5. Mampu mengevaluasi dan menilai hasil pengamatan.
6. Mampu membuat kesimpulan.

KARTU KONSULTASI BIMBINGAN SKRIPSI


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN (FIP) UNIVERSITAS PAHLAWAN TUANKU
TAMBUSAI
TAHUN AKADEMIK 2020-2021
Judul : Pengaruh Model Auditory, Intellectualy, Repetition ( AIR )
Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri
005 Langgini
Nama : LIANA
NIM : 1686206022
Program Studi : PGSD
Pembimbing I : Prof. Dr. H. Amir Luthfi
Pembimbing II : Dr. Nurmalina, M.Pd

Hari/ Paraf
N Materi Konsultasi dan
Tanggal Pembimb
o Catatan Pembimbing
Konsultasi ing

4
Hari/ Paraf
N Materi Konsultasi dan
Tanggal Pembimb
o Catatan Pembimbing
Konsultasi ing

1
0

1
1