Anda di halaman 1dari 2

Konselor : Selamat pagi bu? Silahkan masuk bu.

Klien : Selamat pagi mbak.


Konselor : Mari silahkan duduk, sebelumnya dengan ibu siapa?
Klien : Nama saya wirda mbak.
Konselor : Baik bu wirda, apa motivasi ibu datang kemari?
Klien : Begini mbak, anak saya sering sakit batuk, flu, demam disetiap bulannya.
Konselor : Izin bertanya bu, sebelumnya anaknya bernama siapa bu?
Klien : Namanya Haikal mbak
Konselor : Oh iya, anak haikal umurnya berapa ya bu?
Klien : Anak saya berumur 7 tahun mbak.
Konselor : Sebelumnya apakah sudah mengukur tinggi badan anak ibu.
Klien : Sudah mbak ini data hasil pengukuran tinggi badan dan berat badan anak
saya (Menyerahkan dokumen)
Konselor : Baik, menurut data antropometri tinggi badan anak ibu 85 cm untuk anak
seusia haikal tinggi badan yang memenuhi adalah 112 cm ibu. Jadi anak ibu haikal Tb
tergolong sangat pendek atau disebut stunting.
Klien : Stunting itu apa mbak?
Konselor : Stunting merupakan suatu keadaan tinggi badan (TB) seseorang yang tidak
sesuai dengan umurnya ibu.
Klien : Kemudian dampaknya apa bagi tumbuh kembang anak saya bu?
Konselor : ya, mengenai dampak yang ditumbulkan adalah rentan terhadap penyakit
dan dapat mengakibatkan terjadinya defisit jangka panjang dalam perkembangan fisik dan
mental sehingga tidak mampu untuknbelajar secara optimal di sekolah, selain itu juga
mengganggu pertumbuhan dan perkembangan kognitif yang kurang ibu.
Klien : Berarti anak saya sering mengalami sakit apakah dampak dari stunting ini?
Konselor : iya bu, karena anak stunting cenderung memiliki daya tahan tubuh yang
rendah.
Klien : Penyebab stunting apa saja ya mbak?
Konselor : Penyebabnya ada beberapa faktor bu seperti asupan zat gizi yang tidak
adekuat merupakan penyebab langsung terjadinya stunting pada anak bu, selain itu juga
dapat disebabkan karena kebersihan yang kurang.
Klien : Apakah stunting bisa di sembuhkan mbak?
Konselor : Untuk anak usia 2 tahun lebih penyembuhan stunting sulit dilakukan bu.
Klien : Lalu bagaimana dengan anak saya yang berusia 7 tahun?
Konselor : Untuk mengatasi kejadian ini dengan berupaya memberikan pemenuhan
gizi seimbang, dengan memberikan makanan tinggi Zinc (Seafood) dan upaya olahraga
yang memberikan efek kenaikan tinggi badan. Karena Tb masih bisa diupayakan tinggi
untuk laki-laki 21 th untuk perempuan 19 tahun.
Klien : berarti masih bisa naik ya mbak TB nya?
Konselor : Kemungkinan bisa bu dengan upaya pemenuhan gizi dan olahraga secara
rutin.
Klien : Saya kesulitan mbak untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang. Suami
saya hanya seorang buruh tani dengan gaji yang tidak menentu sedangkan saya hanya
seorang ibu rumah tangga.
Konselor : Begini bu, ibu bisa membeli bahan makanan sesuai dengan kemampuan
ibu. Seperti : lauk nabati dengan tempe atau tahu, lauk hewani dengan ikan, sayur yang di
sekitar rumah sedangkan buah bisa pisang atau pepaya.
Klien : Untuk olahraga yang dapat dilakukan apa ya mbak?
Konselor : Untuk olahraga bisa melakukan lompat tali bu. Dan olahraga sebaiknya
dilakukan setiap pagi hari ya bu.
Klien : Untuk menjaga daya tahan tubuh anak saya selain dari makanan apa
mbak?
Konselor : Bisa dengan memberikan suplemen vitamin C dari buah-buahan dan
dengan istirahat yang cukup.
Klien : Baik mbak terimakasih
Konselor : Baik bu untuk mengetahui pemahaman ibu mengenai stunting yang saya
jelaskan tadi, saya ingin menanyakan kembali mengenai apa itu stunting, penyebab,
dampak dan cara mengatasi stunting
Klien : Iya mbak stunting itu suatu keadaan tinggi badan (TB) seseorang yang tidak
sesuai dengan umurnya, untuk penyebabnya karena asupan makan yang kurang memenuhi
gizi seimbang dan untuk dampak yang ditimbulkan adalah penurunan perkembangan
kognitif pada anak dan rentan terhadap penyakit sedangkan cara untuk mengatasi adalah
dengan memberikan dan memenuhi makanan sesuai dengan kebutuhannya dan
berpedoman pada gizi seimbang.
Konselor : Baik ibu kesimpulannya ibu harus selalu memperhatikan pola makan
anaknya agar kebutuhan gizinya terpenuhi dan harus selalu berpedoman dengan pola gizi
seimbang dan higiene sanitasi harus tetap terjaga ya ibu.
Klien : Baik mbak terimakasih.
Konselor : iya ibu sama sama. Apakah ada yang ingin ditanyakan lagi ?
Klien :Tidak mbak sudah cukup terimakasih.
Konselor : baik bu. Ini nomor Hp saya jika ada sesuatu hal yang ingin ditanyakan lagi
bisa menghubungi saya di telepon ya bu.
Klien : Iya mbak terimakasih.
Konselor : Baik semoga konsultasi ini bisa bermanfaat ya bu. Mari saya antar.
Klien : Terimakasih mbak.
(Sambil mengantar ke luar ruangan)