Anda di halaman 1dari 21

THERMODINAMIKA TEKNIK

 TABEL RPS MATA KULIAH THERMODINAMIKA TEKNIK


Termin Materi Pokok Topik bahasan (TB) Dan Keterangan
(Mgg. Ke) Capaian MK (CPMK) tambahan
9 UTS Sifat: Close book,
close media electr.
10, Hukum TB: Memberikan pengertian dan pemahaman pada mahasiswa terkait hukum
Thermodinamika thermodinamika pertama beserta penerapan dan perumusannya, serta
pertama (1) memberikan pengetahuan dan perumusan dasar terkait materi, meliputi energi

Mata Kuliah : THERMODINAMIKA TEKNIK 11, Penerapan Hukum


Thermodinamika
dalam, panas/kalor, usaha/kerja, entalpi, proses politropi, perubahan phase,
untuk proses-proses gas ideal, dan analisa pemecahan persoalan sederhana

Kode Mata Kuliah : TM149 12


Pertama
Analisa penerapan
pada penerapan siklus carnot, mesin pansa/pendingin, aliran merata, aliran
melalui nozle, boiler, compresor, condenser, turbin uap dsb.
hukum CPMK:
Beban Studi : 3 SKS thermodinamika -Mhs dapat menjelaskan teori dasar dan perumusan hukum termodinamika
pertama pertama berikut penerapanya yang meliputi energi dalam, panas/kalor,
Semester : IV usaha/kerja, entalpi, proses politropi, perubahan phase untuk proses-proses gas
ideal, dan
Minggu ke : 8,10,11 -Mhs dapat menganalisa dan memecahkan persoalan-persoalan sederhana
pada penerapan dasar terkait hukum termodinamika pertama, menyangkut
Program Studi : TEKNIK MESIN siklus carnot, mesin pansa/pendingin, aliran merata, aliran melalui nozle, boiler,
compresor, condenser, turbin uap dsb
Dosen : Ir. Agus Suprayitno, M.Eng 13,14,15 Hukum
Thermodinamika kedua
1 hari pertemuan 2
group presenter
Penerapan Hukum
thermodinamika kedua
16 UAS Sifat: Open book,
close media electr.

 Persamaan konservatif energi sistem, atau Hukum Thermodinamika


 HUKUM THERMODINAMIKA PERTAMA I adalah:

 Persamaan Energi  Bila sistem mengalami Ek, Ep, dan Ef konstan (Ek = 0, Ep = 0, dan Ef =
 Bila sistem diberi panas sebesar dQ, maka sistem akan berekspansi 0) disebutsistem diisolasi, maka :
dan melakukan kerja sebesar dW.  ==> U = Q - W
 Pemanasan sistem akan menimbulkan :  Jadi terbukti bahwa kalor (Q) yg diserap sistem tidak hilang. Oleh
 Pertambahan kecepatan molecular dari sistem, - Pertambahan jarak sistem, kalor ini akan diubah menjadi usaha luar (W) dan/atau
antara molekul-molekul sistem, karena sistem berekspansi, - penambahan energi dalam (U).
Pertambahan jarak antara molekul-molekul sistem, karena sistem  Dimana:
 dQ = Jumlah kalor
berekspansi.
 dU = Energi daam
 Sehingga panas dQ yang diberikan akan mengakibatkan terjadinya :  dW = Usaha / kerja
Pertambahan energi dalam sistem, - Pertambahan energi kinetik
molekul, - Pertambahan energi potensial, - Pertambahan energi fluida;  Energi internal/Energi dakam (U )
akibat gaya-gaya konservatif luas seperti gaya gravitasi  - Energi internal secara acak didefinisikan sebagai energi yang
 Bunyi hukum Thermodinamika I adalah “Energi tidak dapat diciptakan berkaitan dengan gerak tidak teratur molekul. Hal ini dipisahkan
ataupun dimusnahkan, melainkan hanya bisa diubah bentuknya saja.” dalam skala makroskopik dari energi yang berhubungan dengan obyek

1 - 20
 yang bergerak, ini mengacu pada energi mikroskopis tak terlihat pada  Usaha/Kerja (W)
skala atom dan molekul.  - Ketika pekerjaan dilakukan oleh sistem termodinamika, biasanya gas
 Sebagai contoh, pada suhu ruang air yang duduk di atas meja tidak yang melakukan pekerjaan. Kerja yang dilakukan oleh gas pada
memiliki energi yang jelas, baik potensial atau kinetik. Tapi pada skala tekanan konstan adalah W = p dV, di mana W adalah kerja, p adalah
mikroskopis itu adalah massa molekul bergolak kecepatan tinggi. Jika tekanan dan dV adalah perubahan dalam volume.
air itu ditempatkan pada temperatur lain, energi mikroskopis tidak Untuk non-konstan tekanan, pekerjaan dapat divisualisasikan sebagai
serta merta berubah bila kita menempatkan di gerakan skala besar daerah di bawah kurva tekanan-volume yang mewakili proses
pada air secara keseluruhan. berlangsung.
 - W bertanda positif jika sistem melakukan usaha terhadap lingkungan
 Panas/Jumlah kalor (Q)  - W bertanda negatif jika sistem menerima usaha darilingkungan
 - Panas dapat didefinisikan sebagai energi dalam perjalanan dari  - Q bertanda positif jika sistem menerima kalor dari lingkungan
objek suhu tinggi ke objek suhu yang lebih rendah. Sebuah objek  - Q bertanda negatif jika sistem melepas kalor pada lingkungan
yang tidak memiliki "panas";
 istilah yang tepat untuk energi mikroskopis dalam suatu objek adalah
energi internal. Energi internal dapat ditingkatkan dengan
mentransfer energi ke objek dari temperatur tinggi objek - ini disebut
pemanasan.

 Persamaan energi suatu sistem merupakan hubungan persamaan


energi dalam (U) dengan variabel-variabel keadaan sistem, dalam  a. Proses T = C (isothermal) → dT = 0.
differensial partial (du).  Persamaan 1* menjadi :

 Variabel Persamaan Energi


 1. T dan v sebagai variable bebas U = f (T, v)  Atau

 Hukum Thermodinamika I, dalam satu satuan massa :


 dq = du + dw = du + pdv
 maka,

2 - 20
 b. Proses V = C (isovolum) → dV = 0
 → Sehingga persamaan * menjadi :  d. Proses Adiabatik → dq = 0
  Adiabatik : tidak ada energi (dalam bentuk panas) yang masuk
maupun keluar dari /ke sistem.
 Persamaan 1* menjadi :

 c. Proses p = C (Isobar) → dp = 0
 →
 Persamaan * menjadi :

 atau,
 atau,

 ==>

 2. T dan p sebagai variable bebas U = f (T,p)  Proses Adiabatik


  Syarat : dQ = 0 (sistem diisolasi)
 Hukum Termodinamika I : dQ = dU + dW atau, 0 = dU + dW
 ==> Persamaan / Hukum Thermodinamika I menjadi v = f ( p,T)  --> dU = - dW
 U2 – U1 = -W → W -, U ↑ (kompresi)
 Atau, U1 – U2 = W → W +, U ↓ (ekspansi)

 Hubungan variabel p, v dan T dapat dibuat untuk proses adiabatik, dan
dapat digambarkan di dalam p-v diagram.

 Dengan cara yang sama dapat dilakukan untuk proses-proses :


T = C → isothermal dT = 0
p = C → isobaric dP = 0
v = C → isovolum dV = 0
Q = C → adiabatik dq = 0  - - -: garis isotermis. -----: garis adiabatik.

3 - 20
 Hukum Termodinamika I : dQ = dU + dW
 Proses adiabatik : dQ = 0 ---> 0 = dU + dW  diperoleh :
 di mana: dU = mCv dT dan dW = pdv
 (du = Cv dT) 
 ---> m cv dT = - pdV  dimana, Cp/Cv = γ
 Persamaan gas ideal : pV = mRT (Integrasi )
 diperoleh : pdV + Vdp = mRdT  ==>
 -m cv dT + Vdp = mRdT
 atau,
 ---> R=Cp-Cv
 = m . cp
 ---> Vdp = m cp dT 
 m cp dT = Vdp  dari, gas ideal pV = mRT ---> p=mRT/V

 (diintegrasikan)
 (diintegrasikan)

  dimana,
 --->
 ==>
 ==> 
 dimana,  - Entalpi
 Entalpi suatu sistem → Jumlah energi dalam dengan hasil kali tekanan
& volume sistem.
==>  Entalphi adalah : H = U + pV ; untuk satu satuan massa, h = u + pv
 Dari Hukum Termodinamika I : dQ = dU + dW = dU + pdV
 Kerja pada Proses Adiabatik  d (pV) = pdV + Vdp
 Pada proses adiabatik maka besarnya kerja yang terjadi adalah :  pdV = d(pV) – Vdp
 Hukum Termodinamika I menjadi:
 dQ = dU + d (pV) - Vdp
 dQ = d (U + pV) – Vdp

4 - 20
 Sehingga Hukum Thermodinamika I :  dimana : n = bilangan konstan, atau eksponen politropik.
 dQ = dH – Vdp  Bila, harga n = 0, berarti proses adalah tekanan konstan (isobar),
 dH = d (U + pV) = dU + dpV  n = ~ , berarti proses adalah volume konstan (isovolum).
 Untuk gas ideal, dimana dU = mCvdT; pV = mRT  Proses politropik pada keadaan selama proses, awal dan akhir proses
 maka,  dinyatakan sebagai berikut :
 dH = mCvdT + d (mRT) = m (cv + R) dT
 dH = mCpdT , untuk satu satuan massa : dh = Cp dT.
  Bila kerja dinyatakan sebagai dW = p dV, terjadi antara keadaan awal
 - Proses Politropik (1) dan akhir (2), dengan mengintegrasi persamaan di atas, maka :
 Proses sesungguhnya yang di jumpai di dalam praktek, misalnya
mesin-mesin panas dan mekanis seperti kompressor adalah proses
politropik. Bentuk dan sifat, proses politropik ditentukan oleh  Maka kerja untuk proses politropik adalah :
eksponen politropik ( n = 0 ~ ).
 Proses Politropik mempunyai bentuk persamaan sebagai berikut :
 P vn = C

 Kerja untuk gas ideal, adalah :  - Perubahan phase


 Perubahan phase permukaan pVT

 Hubungan p, v, dan T pada proses politropik untuk gas ideal adalah :

 - Proses Politropik Pada p-V Diagram  Gambar: permukaan dari zat yang memuai ketika mencair
 Proses Politropik Pada p-V Diagram dapat dilihat pada gambar doi bawah ini :  Perubahan phase diagram p-V dan p-Tuntuk zat murni

 Keterangan Gambar :
 n = 0 _ proses isobar, p=C
 n = ~ _ proses isovolum, v = C <-- Cn = Cv
 n = 1 _ proses isotermal, T = C <-- Cn = ~
 n = γ _ proses adiabatik, Cn = 0

5 - 20

 - P-V diagram untuk zat murni  Tinjauan sistem yang berada dalam kesetimbangan (grs AB) sebagai
berikut:
 mf = massa cair dalam silinder
 mg = massa uap dalam silinder
 m = massa total dari sistem (gabungan uap dan cair)
 Jadi, m = mf + mg
 Dan, vf = volume cairan
 vg = volume gas
 Suatu sistem keadaan mula – mula “uap” yang berada dalam sIlinder  maka volume sebenarnya dari masing – masing fase adalah :
yang pistonya dapat bergerak bebas tanpa gesekan (lihat gambar  Vf = mf . vf
dibawah).
 Vg = mg . vg
 Uap dikompresikan isothermal sampai pada titik A-A (titik A pada p-V
diagram zat murni diatas),  → Volume total adalah (V) = Vf + Vg
 Kompresi dilakukan terus sehingga sistem berubah menjadi fase cair  V = mf . vf + mg . vg
(proses kompresi isobar-isotermal), sampai pada titik B.

 Bila sistem diberi panas, maka sistem melakukan kerja luar, sehingga
 → Volume jenis rata-rata dari sistem adalah :
titik C akan bergerak, tekanan mengakibatkan volume bertambah
sebesar dV, karena vg dan vf konstan.

 catatan :  → Jika massa ditansfer dari phase cair ke phase uap maka :
 Bagian fase uap dari sistem → kwalitas uap (x)
 Bagian fase cair dari sistem → moisture (y)
 Maka diperoleh :  → Persamaan menjadi :

 ; ==>
 dibuktikan pada gambar (p-V diagram zat murni)  → Bila proses isothermal dan isobar, maka kerja yang dilakukan,
adalah :
 ; ==>

6 - 20
 Laten heat : perubahan fasa gas dengan entalphi uap atau panas yang
 → Perubahan energi dalam sistem adalah :
dibutuhkan untuk merubah fase suatu zat.

 Ada 3 macam laten heat yaitu :
 → Menurut hukum termodinamika I, panas yang diserap adalah :
 l12 = laten heat of fusion (peleburan --> padat-cair)
 l23 = laten heat of vaporization (penguapan --> cair-gas)
 l13 = laten heat of sublimation (sublimasi -->padat-gas)

 Dari persamaan di atas dapat diturunkan hubungan:

 Atau, latentheat (= l)

 PROSES-PROSES hUKUM THERMODINAMIKA PERTAMA  KALOR :



 Proses Isobarik (1)
 Tekanan konstan
 PERUBAHAN ENERGI DALAM :
 Proses Isotermis (2)
 Temperatur kontan

 Proses Adiabatis (3)


 Tidak ada kalor yang hilang  R = Konstanta gas universal = 8.31 J/mol.K
 Proses Isokorik (4)  CP = Kapasitas panas tekanan konstan
 Volume konstan

1. PROSES ISOBARIK
 KERJA :

 KALOR :

7 - 20
 2. PROSES ISOTERMIS  3. PROSES ADIABATIK
 - KERJA : 
 - KERJA :

 - PERUBAHAN ENERGI DALAM :

 - KALOR :

 - PERUBAHAN ENERGI DALAM :  PERUBAHAN ENERGI DALAM

 TEORI KINETIK GAS

8 - 20
 MESIN-MESIN KALOR  - Pengghunaan Hukum Thermodinamika Pertama
 Proses melingkar carnot

 Gambar berikut

 MESIN-MESIN PENDINGIN

 Gambar: proses proses melingkar pada diagram p-V

 Proses Adiabatik
 Cyclus carnot

 Gambar: proses carnot terdiri dari 4 proses reversible

9 - 20

 Gambar: lingkaran carnot pada diagram p-V

 Gambar: lingkaran carnot pada diagram p-V  Gambar: lingkaran carnot pada diagram p-V

10 - 20
 Gambar: lingkaran carnot pada diagram p-V  Gambar: lingkaran carnot pada diagram p-V

 Gambar: skhematik diagram alir mesin carnot

 Refrigerator Pendingin Carnot

  Gambar: sjhematik diagram


 alir carnotProses Adiabatik

11 - 20
 Jawab:

 Contoh Soal :
 Pada gambar di bawah ini ditunjukkan siklus mesin kalor yang disebut
mesin kalor Carnot. Mesin ini bekerja pada dua temperatur TH dan TC.
Nyatakan efisiensinya dalam TH dan TC

 Contoh soal :
 Proses Adiabatik

12 - 20
 Soal  Gambar: bentuk simbolik
 kompressor

 Gambar: bentuk simbolik  Gambar: bentuk simbolik


 kompressor  kompressor

13 - 20
 Persamaan Energi untuk Aliran Merata  Proses Adiabatik

 Gambar : Proses aliran merata (steady flow)

 Aliran Merata Nozle


 Proses Adiabatik

14 - 20

 Proses Adiabatik
 Proses Adiabatik

 Boiler
 Proses Adiabatik 

15 - 20
 Kompressor dengan Metode
 Proses Adiabatik

 Gambar: kompresor dengan piston (Reciprocating Piston Compressor)

 Kompressor Centrifugal (centrifugal Compressor)

 Proses Adiabatik

 Gambae: compressor centrifugalProses Adiabatik

16 - 20
 Condenser

 Gambar: Condenser

 Gambar: bentuk simbolik kompressor

 Gambar: bentuk simbolik


 kompressor

 Turbin Uap/ Gas

 Gambar: turbin uap/ gas

17 - 20
 Gambar: bentuk simbolik  Gambar: bentuk simbolik
 kompressor  kompressor

 Contoh Soal-soal Penerapan/Penggunaan Hkm Thermodinamika PERTAMA  Gambar:

18 - 20
 Gambar:

 Gambar:

 Gambar:  Gambar:

19 - 20
 Gambar:  Gambar:

 Gambar:  Gambar:

20 - 20