Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Republik Arab Mesir, atau lebih dikenal sebagai Mesir. Adalah sebuah negara yang
sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika bagian timur laut. Dengan luas wilayah
sekitar 997.739 km² Mesir mencakup Semenanjung Sinai (dianggap sebagai bagian
dari Asia Barat Daya), sedangkan sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika Utara.
Posisi Mesir berbatasan dengan Libya di sebelah barat, Sudan di selatan, jalur Gaza
dan Israel di utara-timur. Perbatasannya dengan perairan ialah melalui Laut Tengah di
utara dan Laut Merah di timur. Mesir mayoritas penduduknya menetap di pinggir Sungai
Nil (sekitar 40.000 km²). Sebagian besar daratan merupakan bagian dari gurun sahara
yang jarang dihuni. Mesir terkenal dengan peradaban kuno dan beberapa monumen
kuno termegah di dunia, misalnyaPiramid Giza, Kuil Karnak dan Lembah Raja serta Kuil
Ramses.

Mesir sangat diakui dunia memiliki peran penting dalam perkembangan


peradaban dan kebudayaan, tentunya hal tersebut memang demikian. Dengan gerakan
pembaharuan kemodrenan yang dipelopori oleh tokoh-tokoh islam seperti Muhammad
Ali pasya, Jamaludin al-Afghani, Muhammad Abdu dan Rasyid Ridha menjadikan Mesir
hingga saat ini sebagai pusat peradaban Islam dan dunia. Pendidikan adalah salah satu
yang menjadi objek utama dari gerakan pembaharuan para tokoh-tokoh Islam di Mesir,
karena pendidikan adalah salah satu jalan untuk mengembangkan ilmu pengetahun
dan teknologi. Kesadaran akan pentingnya pendidikan ini mulai muncul ketika
datangnya Napoleon Bonaparte di Alexandria di Mesir.

Sejarah pendidikan di Mesir Secarah historis, perkembangan dan pembaharuan


pendidikan di Mesir di mulai pada saat mendaratnya Napolean Bonaparte (1798-1799)
di Mesir karena merekalah yang mengenalkan kemajuan Barat. Di saat itu, Kerajaan
Usmani dan kaum Mamluk yang menguasai mesir sudah sedikit melemah. Napolean
Mendarat di Alexandria pada tanggal 2 juni 1798 dan keesokan harinya kota pelabuhan
yang penting ini jatuh. Sembilan hari kemudian, Rasyid, suatu kota yang terletak di

1
sebelah timur Alaxandria, jatuh pula. Pada tanggal 21 juli tentara Napoleon sampai di
daerah Piramid di dekat Cairo. Pertempuran terjadi di tempat itu dan kaum Mamluk
karena tak sanggup melawan senjata-senjata meriam Napoleon, lari ke Cairo]

Setelah Napoleon mendarat kurang lebih selama tiga minggu di Alexandria, pada
tanggal 22 juli mereka berhasil menguasai Mesir. Misi mereka tidak hanya menguasai
Mesir saja tetapi juga daerah-daerah Timur Tengah lainnya juga, namun usaha
Napoleon itu tidak berhasil. Pada tanggal 18 Agustus 1799, Napoleon meninggalkan
Mesir kembali ke tanah airnya Paris, karena saat itu perkembangan Politik di Prancis
menghendaki kehadirannya. Ekspedisi yang dibawahnya ia tinggalkan di bawah
pimpinan Jendral Kleber.

Pada tahun 1801 terjadi pertempuran antara Pasukan yang di bawah Napoleon
di Mesir dengan Armada Inggris, kekuatan Prancis di Mesir mengalami kekalahan.
Akhirnya ekspedisi pasukan Napoleon yang di pimpin Jendral Kleber itu meninggalkan
Mesir pada tanggal 31 Agustus 1801. Napoleon datang ke Mesir bukan hanya
membawa tentara. Dalam rombongannya terdapat 500 kaum sipil dan 500 wanita. Di
antara kaum sipil terdapat 167 ahli dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan.
Napoleon juga membawa dua set alat percetakan dengan huruf Latin, Arab, Yunani. Di
Mesir mereka membentuk suatu lembaga ilmiah bernama Institut Egypte, yang
mempunyai empat bahagian : bahagian Ilmu Pasti, Bahagian Ilmu Alam, Bahagian
Ekonomi-Politik dan bahagian Sastra-Seni.

Dengan Semangat Pembaharuan pasukan Napoleon selama menduduki Mesir,


mulai lahir-lahir ide-ide baru untuk melakukan pembaharuan dalam Islam dan
meninggalkan keterbelakangan menuju modernisasi di berbagai bidang khususnya
bidang pendidikan. Upaya pembaharuan dipelopori oleh Muhammad Ali Pasya,
Muhammad Abduh dan pemikir-pemikir lainnya.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari pendidikan multikultural?
2. Bagaimana sejarah Mesir?
3. Bagaimana profil negara Mesir?

2
4. Siapa saja tokoh pembaharu pendidikan Mesir?
5. Bagaimana sistem pendidikan Mesir?
6. Bagaimana kurikulum dan metodologi pengajaran di Mesir?
7. Bagaimana rekonstruksi pengembangan pendidikan Mesir?
8. Apa saja tujuan pendidikan di Mesir?

C. Tujuan Penulisan
Dari Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui seperti apa dan
bagaimana pendidikan multicultural yang berada di negara Mesir.

3
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Pendidikan Multikultural


1. Musa Asy’arie
Pendidikan multikultural merupakan suatu proses pemberian pelatihan tentang
cara hidup untuk saling menghormati dengan tulus dan meningkatkan sikap
toleransi terhadap keberagaman budaya Indonesia yang sangat plural.
2. H.A.R Tilaar
Pendidikan multikultural merujuk pada suatu wacana lintas batas yang bertujuan
mengupas berbagai persoalan tentang hak asasi manusia, keadilan sosial,
musyawarah agama, moral, edukasi dan isu-isu politik.
3. Prudence Crandall
Pendidikan multikultural adalah pendidikan yang memperhatikan secara
sungguh-sungguh terhadap latar belakang peserta didik baik dari aspek
keragaman suku, ras, agama.
4. Azyumardi
Pendidikan multikultural sebagai pendidikan untuk atau tentang keragaman
kebudayaan dalam merespon perubahan demografi dan kultur lingkungan
masyarakat tertentu atau bahkan demi secara keseluruhan.
Pada kesimpulannya bahwa pendidikan multikultural merupakan proses
pelatihan bagi manusia untuk mampu dan bertahan dilingkungan dengan
berbagai perbedaan budaya, suku, agama ras dan tingkat sosial dengan tujuan
memiliki sikap saling menghormati dan toleransi kepada sesama tanpa terjadinya
kesenjangan atau konflik.

4
B. Profil Negara Mesir

Nama Negara: Mesir


Ibu kota(dan kota terbesar): Kairo
Bahasa resmi: Arab
Pemerintahan: Republik semi-presidensial
 Presiden: Abdul Fattah as-Sisi
 Perdana Menteri: Sherif Ismail
Legislatif: Majlis an-Nuwwab
Pembentukan:
- Penyatuan Mesir Hulu dan Hilir sekitar 3150 SM
- Ditaklukkan oleh Yunani 305 SM
- Ditaklukkan oleh Muslim 642 M
- Kesultanan Mamluk 2 Mei 1250
- Mesir Eyalet 22 Januari 1517
- Dinasti Muhammad Ali diresmikan 9 Juli 1805
- Kemerdekaan dari Britania Raya 28 Februari 1922
- Republik diumumkanm 18 Juni 1953

Luas Wilayah : 1.010.407 km2 (30)

Jumlah Penduduk : Perkiraan 2015 (89.471.500)

Mata uang: Pound Mesir

Zona waktu: Waktu Eropa Timur (EET) (UTC+2)

5
Mesir juga merupakan Negara pertama di dunia yang mengakui Kedaulatan
Indonesia pada 17 Agustus 1945. Dengan luas wilayah sekitar 997.739 km² Mesir
mencakup Semenanjung Sinai (dianggap sebagai bagian dari Asia Barat Daya)
sedangkan sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika Utara. Mesir berbatasan
dengan Libya di sebelah barat, Sudan di selatan, jalur Gaza dan Israel di utara-timur.
Perbatasannya dengan perairan ialah melalui Laut Tengah di utara dan Laut Merah di
timur. Mayoritas penduduk Mesir menetap di pinggir Sungai Nil (sekitar 40.000 km²).
Sebagian besar daratan merupakan bagian dari gurun Sahara yang jarang dihuni.
Mayoritas penduduk negara Mesir menganut agama Islam sementara sisanya
menganut agama Kristen Koptik. Mesir terkenal dengan peradaban kuno dan beberapa
monumen kuno termegah di dunia misalnya Piramid Giza,Kuil Karnak,Lembah Raja
serta Kuil Ramses. Di Luxor, sebuah kota di wilayah selatan terdapat kira-kira artefak
kuno yang mencakup sekitar 65% artefak kuno di seluruh dunia. Kini, Mesir diakui
secara luas sebagai pusat budaya dan politikal utama di wilayah Arab dan Timur
Tengah.

C. Sejarah Negara Mesir


Mesir merupakan salah satu negara tertua di dunia. Usia nya sudah lebih dri
5000 tahun. Suku asli Mesir adalah suku yang nomaden dari gurun sahara, Afrika.
Selama tiga ribu tahun Mesir dipimpin oleh Firaun dari dinasti ke dinasti yang
jumlahnya ada 30 dinasti, yang jumlah 140 Firaun yang berkuasa dari tahun ketahun.
Mesir kuno di bagi menjadi 3 era, Old Kingdom, Middle Kingdom, New Kingdom.
Setelah Era New Kingdom, Kerajaan Mesir kuno mengalami keruntuhan dan dikuasai
oleh Suku dari luar yaitu suku Romawi (Oleh The Great Alexander), Arab, Turki (oleh
Kesultanan Ottoman / Utsmaniyah). Peninggalan peninggalan dari kerajaan Mesir
kuno sangat banyak, contohnya ada Piramida Giza di Giza, Spinx ( Giza ), Lembah
para raja, Red Pyramid, Piramida Sakkara, Kota Memphis (kota Mesir kuno).

6
Mesir Arab dan Utsmaniyah

Salim I (1470–1520), penakluk Mesir

Bizantium mampu membangun kontrol di negara itu setelah invasi singkat Persia
pada awal abad ke-7, sampai 639-42, ketika Mesir diinvasi dan ditaklukkan oleh
Khalifah oleh Muslim Arab. Ketika mereka mengalahkan tentara Bizantium di Mesir,
orang Arab membawa Islam Sunni kesana. Pada awal periode, orang Mesir mulai
membaurkan iman mereka kepercayaan adat dan praktik, yang menyebabkan berbagai
tarekat Sufi berkembang sampai hari ini. Ritus- ritus ini selamat dari Gereja Ortodoks
Koptik Alexandria.

Penguasa Muslim ditunjuk kekhalifahan Islam untuk tetap in menguasai Mesir


selama enam abad berikutnya, dengan Kairo sebagai pusat kekhalifahan dibawah
Fathimiyah. Dengan berakhirnya Dinasti Ayyubiyah Kurdi, Mamluk, sebuah kasta militer
Turko-Sirkasia, mengambil kontrol pada 1250 M. Pada akhir abad ke-13, Mesir
menghubungkan Laut Merah, India, Malaya, dan Samudra Hindia.[9] Mereka terus
memerintah negara itu sampai penaklukan Mesir oleh Turki Utsmaniyah pada 1517,
yang setelahnya Mesir akan menjadi provinsi dari Kesultanan Utsmaniyah. Sekitar 40%
populasi Mesir pada pertengahan abad ke-14 terbunuh oleh Kematian Hitam.

Setelah abad ke-15, invasi Utsmaniyah menekan sistem Mesir mengalami


kemunduran. Militarisasi defensif merusak masyarakat sipil dan institusi ekonomi.
Melemahnya sistem ekonomi yang dikombinasikan dengan efek dari penyakit pes yang
meninggalkan Mesir yang membuat ia rentan dari invasi asing. Pedagang Portugis

7
mengambil alih perdagangan mereka.[9] Mesir mengalami enam kelaparan antara 1687
dan 1731. Kelaparan 1784 menyebabkan kerugian yang kira-kira seperenam dari
penduduknya.

Pertempuran Piramida, 21 Juli 1798, oleh François-Louis-Joseph Watteau.

Invasi Perancis di Mesir yang singkat itu dipimpin oleh Napoleon


Bonaparte yang dimulai pada 1798. Pengusiran Peranci pada 1801 oleh tentara
Utsmaniyah, Mamluk, dan Britania diikuti dengan empat tahun masa anarki
sewaktu bangsa Utsmaniyah, Mamluk, dan Albania—yang biasanya tunduk
kepada Utsmaniyah—saling berebut kekuasaan. Saat kekacauan ini, komandan
resimen Albania, Muhammad Ali Pasya (Kavalali Mehmed Ali Pasha) muncul
sebagai tokoh, dan pada 1805 tanpa sepengetahuan Sultan di Istanbul,
Muhammad Ali diangkat sebagai raja muda di Mesir.

Letak Geografi Mesir

Mesir terletak antara garis lintang 22 ° dan 32 ° N, dan garis bujur 25 ° dan 35 ° .
Dengan luas 1.001.450 kilometer persegi (386.660 sq mi), Mesir adalah negara ke-30
terbesar di dunia. Karena iklimnya yang ekstrem dan gersang, sebagian besar populasi
terkonsentrasi di sepanjang Lembah Nil yang sempit dan Delta sungai Nil. Sekitar 99 %
penduduk Mesir menempati kawasan lembah sungai Nil dan kawasan delta sungai di
dekat Laut Mediterania. Mesir berbatasan dengan Libya di sebelah barat, Sudan di
selatan, Laut Mediterania di utara, dan Jalur Gaza, Israel, dan Laut Merah di timur.
Mesir mempunyai lokasi geopolitik yang penting di perbatasan Asia-Afrika, ia memiliki
sebuah jembatan tanah (Tanah Genting Suez) antara Afrika dan Asia, wilayah ini dilalui

8
sebuah terusan yang menghubungkan Laut Mediterania dengan Samudera Hindia
(melalui Laut Merah). Terlepas dari Lembah Nil, mayoritas lanskap Mesir adalah gurun,
dengan beberapa oasis bertebaran di kawasan itu. Tiupan angin yang kencang
menciptakan banyak bukit pasir yang tingginya 100 kaki (30 m). Mesir termasuk bagian
dari gurun Sahara dan Gurun Libya. Gurun ini dilindungi Kerajaan Firaun dari ancaman
Barat dan disebut sebagai "tanah merah" pada zaman Mesir kuno. Kota-kota penting di
Mesir adalah Alexandria,yang merupakan kota terbesar kedua; Aswan; Asyut; Kairo,
yang merupakan ibukota Mesir modern dan kota terbesar; El-Mahalla el-Kubra; Giza,
situs Piramida Khufu; Hurghada; Luxor; Kom Ombo; Port Safaga; Port Said; Sharm El
Sheikh; Suez, di mana ujung selatan Terusan Suez berada; Zagazig; dan al-Minya.
Oasis di Mesir diantaranya ialah Bahariya, el Dakhla, Farafra, el Kharga dan Siwa.
Pada tanggal 13 Maret 2015, rencana untuk pemindahan ibukota diumumkan.

Demografi Mesir

Mesir merupakan negara Arab paling banyak penduduknya sekitar 74 juta orang.
Hampir seluruh populasi terpusat di sepanjang Sungai Nil, terutama Iskandariyah dan
Kairo, dan sepanjang Delta Nil dan dekat Terusan Suez. Penduduk Mesir hampir
homogen. Pengaruh Mediterania (seperti Italia dan Yunani) dan Arab muncul di utara,
dan ada beberapa penduduk asli hitam di selatan. Banyak teori telah diusulkan
mengenai asal usul orang Mesir, namun tidak ada yang konklusif, dan yang paling
banyak diterima adalah masyarakat Mesir merupakan campuran dari orang Afrika Timur
dan Asia yang pindah ke lembah Nil setelah zaman es. Sejak zaman Mesir Kuno
hingga sekarang, masyarakat Mesir telah menggunakan bahasa-bahasa dari rumpun
bahasa Afro-Asia yang diduga berasal dari daerah sekitar Ethiopia di Tanduk Afrika.
Penduduk Mesir Kuno berbicara dengan bahasa Mesir yang ditulis dengan hieroglif
Mesir. Bahasa Mesir berkembang menjadi bahasa Demotik pada 600 SM dan bahasa
Koptik pada 200 M, keduanya banyak dipengaruhi oleh bahasa Yunani, sebelum mati
sekitar abad ke-17 M. Bahasa Arab, yang diperkenalkan beserta agama Islam pada
abad ke-7, mendominasi masyarakat Mesir sejak saat itu.

Walau sudah mati, komunitas Kristen Koptik masih menggunakan bahasa Koptik
sebagai bahasa liturgi, meskipun dalam sehari-hari mereka berbicara dalam bahasa

9
Arab. Sebagai bekas koloni Britania Raya, bahasa Inggris juga digunakan sebagai
bahasa kedua, kebanyakan dalam bidang ekonomi dan oleh masyarakat terpelajar dan
elit.

Agama- agama di Mesir

Agama memiliki peranan besar dalam kehidupan di Mesir. Secara tak resmi,
adzan yang dikumandangkan lima kali sehari menjadi penentu berbagai kegiatan. Kairo
juga dikenal dengan berbagai menara masjid dan gereja. Menurut konstitusi Mesir,
semua perundang-undangan harus sesuai dengan hukum Islam. Negara mengakui
mazhab Hanafi lewat Kementerian Agama. Imam dilatih di sekolah keahlian untuk imam
dan di Universitas Al-Azhar, yang memiliki komite untuk memberikan fatwa untuk
masalah agama, 90% dari penduduk Mesir adalah penganut Islam, mayoritas Sunni
dan sebagian juga menganut ajaran Sufi lokal. Sekitar 10% penduduk Mesir menganut
agama Kristen; 78% dalam denominasi Koptik (Koptik Ortodoks, Katolik Koptik, dan
Protestan Koptik). Gereja Kristen Koptik memiliki keunikan dari denominasi Kristen
lainnya, karena, seperti Kristen Asiria, mereka masih menggunakan bahasa kuno yang
dulu mendominasi daerah mereka sebagai bahasa liturgi, dalam hal ini bahasa Mesir
dalam bentuk Koptik.

D. Tokoh-tokoh Pembaharu Bidang Pendidikan di Mesir

1. Muhammad Ali Pasya


Ali Pasya dilahirkan di Negeri Qaulah, Albani, di dalam wilayah
Macedonia tahun 1182 H. Ayahnya Ibrahim perwira di dalam balententara Turki
yang menjaga negeri itu. Ayahnya meninggal sewaktu Pasya berusi 4 tahun,
setelah itu ia di asuh Pamannya, namun tidak lama kemudian Pamannypun
meninggal, kemudian diangkat menjadi anak angkat oleh Guburnur setempat,
yang selanjutnya ia serahkan kepada seorang sahabat ayahnya. Setelah
ekspedisi Napoleon berakhir di Mesir, Muhammad Ali mengambil kekuasaann.
Menurutnya Mesir harus dijadikan Negara maju dan rahasia kekuatan
pembaharuan Dunia Barat menuju kemoderenan melalui ekspedisi Napoleon
telah dapat di tangkap di Mesir. Ali Menyatakan bahwa dasar kemajuan dunia

10
Barat adalah ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk memperoleh ilmu
pengetahuan dan teknologi didirikan sekolah-sekolah : Sekolah Meliter (1815),
Sekolah Teknik (1816), Sekolah Kedokteran (1827), Sekolah Apoteker (1829),
Sekolah Pertambangan (1834), dan Sekolah Penerjemahan (1836). Para
pengajarnya banayak didatangkannya dari Eropa. Selain itu Pasya juga
mengirim para pelajar-pelajar Mesir ke Eropa, terutama Paris, dan setalah
mereka pulang ditugaskan untuk menterjemahkan buku-buku yang berbahasa
Eropa ke dalam Bahsa Arab, disamping juga mengajar.

2. At-Thahtawi
Nama lengkapnya adalah Rifa’ah Badwi Rafi’, lahir pada tahun 1801 M.
di Thahtha, dan meniggal di Kairo pada tahun 1873 M. Ketika berumur 16 tahun,
ia pergi ke Kairo dan belajar di al-Azhar. Karena kepintarannya, ia diutus oleh
Muhammad Ali ke Paris guna mendalami bahasa asing dan mempertajam
wawasan keagamaan dengan mengkaji teks-teks modern. Beliau sangat berjasa
dalam meningkatkan ilmu pengetahuan di Mesir karena menguasai berbagai
bahasa asing dan berhasil mendirikan sekolah penerjemahan dan menjadikan
bahasa asing tertentu sebagai pelajaran wajib di sekolah. Diantara pendapat-
pendapat baru yang dikemukakannya ialah ide pendidikan yang bersifat
universal. Pendidikan dalam Islam bukan hanya untuk anak laki-laki tetapi juga
anak perempuan. Pendapat yang mengatakan, meyekolahkan anak perempuan
makruh, ia lawan dengan fakta sejarah bahwa istri Nabi Muhammad Hafshah
dan ‘Aisyah pandai membaca dan menulis.

3. Muhammad Abduh
Muhammad Abduh lahir di Mesir Hilir, tepatnya di desa mana tidak
dapat diketahui karena bapak dan ibunya adalah orang desa yang idak
mementingkan tempat dan tanggal lahirnya. Tahun 1849 tahun yang umum
dipakai sebagai tanggal lahirnya. Terdapat banyak sumbangsi pemikiran-
pemikiran Muhammad Abduh bagi Islam, misalnya bidang ‘Akidah Tauhid, dan
kemajuan bidang Pendidikan.

11
Dalam bidang Pendidikan, menurutnya, perluhnya dibuka sekolah-
sekolah modern, dimana ilmu pengetahuan modern di ajarkan di samping ilmu
pengetahuan agama. Dan ke dalam Al-Azhar perluh dimasukan ilmu-ilmu
modern, agar ulama Islam mengerti kebudayaan modern dan dengan
demikian dapat mencari penyelesaian yang baik bagi persoalan-persoalan
yang timbul dalam zaman modern ini. Dan juga untuk sekolah-sekolah yang
telah didirikan di Mesir, seperti sekolah Meliter, Administrasi dan lain-lainnya,
perluh dimasukkan didikan agama yang lebih kuat, termasuk ke dalamnya
sejarah Islam dan sejarah kebudayaan Islam.
4. Jamaludin Al-Afghani
Al-Afghani lahir 1835 M, namun terdapat beberapa versi yang
menyatakan dimana tepatnya ia dilahirkan. Menurut pengakuannya sendiri ,ia
dilahirkan di Asadabad, suatu kota di Konar, wilayah distrik Kabul di
Afaghanistan, sedangkan versi lain menyebutkan ia dilahirkan di Asadabad dekat
Harnadan Persia (Iran).
Menurut Afgany, sebagaimana di jelaskan Dewan Redaksi Ensiklopedi
Islam, hlm. 163. ilmu pengetahuan yang dapat menundukkan suatu bangsa, dan
ilmu pula sebenarnya yang berkuasa di dunia ini yang kadangkala berpusat di
Timur ataupun di Barat. Ilmu juga yang mengembangkan pertanian, industri, dan
perdagangan, yang menyebabkan penumpukan kekayaan dan harta. Tetapi
filsafat menurutnya merupakan ilmu yang paling teratas kedudukannya di antara
ilmu-ilmu yang lain.
5. Rasyid Ridha
Rasyid Ridha dilahirkan pada tahun 1865 di Al-Qalamun, suatu desa di
Lebanon yang letaknya tidak jauh dari kota Tripoli (Suria). Menurut keterangan ia
berasal dari keturunan Al-Husain, cucu Nabi Muhammad.[13] Beliau juga
merupakan salah satu murid terdekat dari Muhammad Abduh dan yang
melanjutkan perjuangan Abduh setelah ia meninggal. Terdapat pemikiran-
pemikiran pembeharuan yang disumbangsikan Ridha untuk Islam. Dalam dunia
pendidikan, Rasyid Ridha melihat perluhnya penambahan mata-mata pelajiaran

12
umum pada kurikulum madrasah dan sekolah tradisional, di samping mata
pelajaran agama.

E. Sistem Pendidikan di Mesir

Sistem pendidikan mesir mempunyai dua struktur parallel : struktur sekuler dan
struktur keagamaan Al-Azhar. Struktur sekuler diatur oleh Kementrian Pendidikan.
Struktur Al-Azhar dilaksanakan oleh kementrian Agama di negara-negara lain. Dalam
penyeleksian tenaga pengajar, sebagai lembaga internasional yang bergerak dalam
bidang pendidikan, UNESCO Mesir mengembangkan suatu sistem pelatihan guru
untuk mendukung tercapainya sumber daya manusia Mesir yang handal. Training ini
diselenggarakan melalui kerjasama dengan perusahan-perusahaan besar yang
berperan dalam melakukan sertifikasi keahlian guru selepas training.
Sistem Pendidikan modern di negara Mesir meliputi:
a. Sekolah Dasar (Ibtida’i). selama 6 tahun
b. Sekolah Menengah Pertama (I’dadi). Selama 3 tahun
c. Sekolah Menengah Atas (Tsanawiyah ‘Ammah). Selama 3 tahun
d. Pendidikan Tinggi. Selama 4-6 tahun.

 Jenis- jenis sekolah di Mesir


1. Sistem Sekolah Sekuler (Umum)

Jenjang pertama yang dikenal dengan “Sekolah Dasar” mulai dari “Grade
1” samapai “Grade5” , dan jenjang kedua, yang dikenal dengan “Sekolah
Persiapan”, mulai dari “Grade 6” sampai ”Grade” 8. Sekolah persiapan ini baru
menjadi pendidikan wajib dalam tahun 1984. Pada sekolah umum tahun pertama
(Grade 9) adalah kelas pertama pada Grade 10 murid harus memilih antara
bidang sains dan non sains (IPA vs Non IPA) untuk Grade 10 dan 11.

Pendidikan tinggi di universitas institusi spesialisasi lainya mengikuti


pendidikan akademik umum. Pendidikan pada sebagian lembagaa pendidikan

13
tinggi berlangsung selama dua, empat atau lima tahun tergantung pada program
dan bidang yang dipilih.

2. Sistem Sekolah Al-Azhar


Sistem sekolah ini hampir sama dengan sistem sekolah sekuler ada
tingkatan sekolah dasar. Perbedaannya ialah bahwa pendidikan agama Islam
lebih mendapat tekanan. Dalam kurikulumya terdapat perbedaan, murid boleh
memilih apakah ingin masuk ke sekolah umum dua tahun lagi atau masuk ke
sekolah agama selama dua tahun. Pada tingkatan universitas, misalnya terdapat
fakultas-fakultas umum konvensional seperti kodokteran, Teknik, Farmasi,
Pertanian dan lain-lain, juga memiliki fakultas Darul ‘Ulum yang
menyelenggarakan studi Islam.

3. Pendidikan Nonformal
Pendidikan Nonformal didefinisikan sebagai serangkaian kegiatan
pendidikan terencana diluar sistem pendidikan ini dimaksudkan untuk melayani
kebutuhan pendidikan bagi kelompok-kelompok orang tertentu apakah itu anak-
anak,generasi muda, atau orang dewasa; apakah mereka laki-laki atau
perempuan, petani, pedagang, atau pengrajin; apakah mereka dari keluarga
orang kaya atau keluarga miskin. Di mesir, pendidikan nonformal terutama
dikaitkan dengan penghapusan ilistrasi. Dengan demikian, kebanyakan program
lebih dikonsentarikan pada pendidikan nonformal ada dalam asfek itu.
Sistem pendidikan Mesir, baik sekolah negeri maupun Al-Azhar, dan pendidikan
swasta lainnya, memang mewajibkan pelajar Muslim untuk menghafal Al-Quran.
Selain itu, pengajian di mesjid-mesjid bagi jamaah, khususnya anak-anak
sekolah juga berperan penting untuk mendorong warga menghafal Al-Quran,
kata Menteri Zakzouk, yang juga mantan dekan fakultas teologi Universitas Al-
Azhar tersebut.
Sistem pendidikan di Mesir, sejak taman kanak-kanak sudah diwajibkan
menghafal Al-Quran. Di Universitas Al-Azhar, misalnya, bagi mahasiswa Mesir
program S-1 diwajibkan menghafal 15 juz (setengah) Al-Quran, program S-2

14
diwajibkan menghafal seluruh Al-Quran. Adapun program S-3, tinggal diuji
hafalan sebelumnya. Kewajiban hafal Al-Quran ini tidak berlaku bagi mahasiswa
asing non-Arab, di mana program S-1 diringankan, yaitu hanya diwajibkan hafal
delapan juz Al-Quran, dan program S-2 sebanyak 15 juz Al-Quran, sementara
program S-3 baru diwajibkan hafal seluruh Al-Quran.
Sementara itu, Pemerintah Mesir dilaporkan setiap tahun mengalokasikan
dana khusus sebesar 25 juta dolar AS (1,2 miliar pound Mesir) untuk
penghargaan bagi penghafal Al-Quran. Penghargaan itu diberikan setiap
peringatan hari-hari Besar Islam bagi pemenang hifzul (penghafal) Al-Quran,
berupa uang tunai maupun dalam bentuk beasiswa dan tunjangan hidup.
Sudah menjadi tradisi di negeri Seribu Menara itu, perlombaan hafal Al-Quran di
setiap hari-hari besar Islam dilakukan secara serentak dari tingkat pusat hingga
ke daerah-daerah.

 Muatan Pelajaran yang diterapkan di jenjang pendidikan dasar:

Grade 1-3 : Bahasa Arab, Matematika, Seni, Olah raga, Al-Qur’an, Khot, Imla’,
Insya

Grade 4-5 : Biologi, Sejarah, Bahasa Inggris

 Kurikulum dan Metodologi Pengajaran di Mesir


Di Mesir, kurikulum adalah hasil pekerjaan tim. Tim kurikulum terdiri dari
konsultan, supervisor, para ahli, para profesor pendidikan, dan guru-guru yang
berpengalaman. Biasanya ada sebuah panitia untuk setiap mata pelajaran atau
kelompok pelajaran, dan ketua-ketua panitia ini diundang rapat sehingga segala
keputusan dapat di koordinasikan. Kurikulum yang sudah dihasilkan oleh panitia
diserahkan kepada Dewan Pendidikan Para universtias yang secara resmi
mengesahkan untuk diimplementasikan. Berdasarkan peraturan, kurikulum dapat
diubah dan disesuaikan untuk mengakomodasikan kondisi setempat atau hal-hal
khusus.

15
Dr. Drs. H. Agustian Syah Nur, MA, dalam bukunya Perbandingan Sistem
Pendidikan 15 Negara,lebih jauh menjelaskan bahwa materi pelajaran disiapkan
oleh berbagai badan atau lembaga-lembaga termasuk panitia kurikulum dari
semua jurusan ara akademisi dan asosiasi guru mata pelajaran. Pada umumnya
sekolah dan masing-masing guru mempunyai kebebasan yang aga luas dalam
memilih materi pelajaran.

 Rekontruksi Pengembangan Pendidikan di Mesir

Ketika kita membicarakan system pendidikan di Mesir, baik itu kurikulmya,


tenaga pengajarnya, peserta didiknya dan lain-lain. Maka jika kita bandingkan
dengan Indonesia yang katanya merupakan umat muslim terbesar di dunia,
masih jauh terdapat perbedaan, baik dari segi kualitas pengelolaan pendidikan,
tenaga pengajar, dan kurikulum yang diterapkan masih banyak terjadi ketidak
efektipan. Untuk itu, mungkin terdapat banyak hal atau system pengelolaan
dalam pendidikan di Indonesia yang bisa di rekontruksi dan adobsi dari system
pengelolaan pendidikan Mesir dan implementasinya di lapangan. Diantaranya
yaitu :

1. Sistem Evaluasi pendidikan di Mesir cukup baik, soal Ujian Nasional mereka
berbentuk Essay sedangkan di Indonesia Pilihan Ganda.

2. Sistem Pengkoreksiannyapun baik, dilembar jawaban tidak di cantumkan


nama siswa sedang di Indonesia di cantumkan. Sistem ini mungkin akan
menghindarkan tindakan kecurangan yang dapat dilakukan oleh guru, dan di
Indonesia ini seringkali terjadi apalagi pada waktu Ujian Nasional.

3. Di Mesir adanya penyesuaian mata pelajaran yang diberikan sesuai dengan


usia siswa.

4. Melakukan pendidikan untuk calaon Guru dengan cara yang lebih sekektif.
Misalanya, UNESCO Mesir mengembangkan suatu sistem pelatihan guru untuk
mendukung tercapainya sumber daya manusia Mesir yang handal.

16
5.Semangat pembeharuan yang begitu kuat tertanam pada generasi-generasi
mudahnya, baik pembaharuan dalam pendidikan, namun juga peradaban dan
kebudayaan, maka tidak heran jika Mesir salah satu Negara Islam yang menjadi
kiblat peradaban dunia.

6. Memprioritaskan kemampuan para peserta didiknya untuk terus


mengembangkan dirinya sesuai dengan minat dan bakatnya.

7. Tenaga pengajar memang ahli dalam bidang yang ia ajarkan kepada para
peserta didik.

 Tujuan Adapun Tujuan-tujuan utama dari pendidikan di Mesir adalah sebagai


berikut:

1. Menyiapkan dan mengembangkan warga Mesir dengan cara yang akan


membantu mereka untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan masyarakat yang
berubah modern untuk menghadapi tantangan terbarukan, selain memungkinkan
mereka untuk memahami dimensi religius, nasional, dan budaya dari identitas
mereka.

2. Pendidikan dimaksudkan untuk menegakkan demokrasi dan persamaan


kesempatan serta pembentukan individu-individu yang demokratis.

3. Upaya pembentukan Negara independen setelah bebas dari penjajahan


Barat.[16]

4. Pendidikan juga dimaksud sebagai pembangunan bangsa secara


menyeluruh, yaitu menciptakan hubungan fungsional antara produktivitas
pendidikan dan pasar kerja.

5. Pendidikan harus mampu mengiring masyarakat pada pendidikan


sepanjangan hayat melalui peningkatan diri dan pendidikan diri sendiri.

17
6. Pendidikan harus mencakup pengembangan ilmu dan kemamuan tulis baca,
berhitung, mempelajari bahasa-bahasa selain bahasa arab, cipta seni, serta
pemahaman atas lingkungan

18
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Pendidikan multikultural merupakan proses pelatihan cara hidup untuk
saling menghormati dan meningkatkan sikap toleransi terhadap keberagaman
budaya, ras, agama, suku kepada sesama tanpa terjadinya kesenjangan atau
konflik. Negara mesir yang merupakan negara dengan mayoritas beragama
lslam, sehingga terdapat sekolah dengan sistem pendidikan yang berfokus
pada pelajaran agama. Layanan bantuan pendidikan sepenuhnya diberikan
pemerintah kepada sekolah-sekolah negeri sedangkan untuk sekolah swasta
hanya berbentuk bantuan subsidi secara tidak penuh. Sejarah pendidikan di
Mesir secara historis, perkembangan dan pembaharuan pendidikan di Mesir di
mulai oleh Muhammad Ali Pasya beliau menyatakan bahwa dasar kemajuan
dunia Barat adalah ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk memperoleh ilmu
pengetahuan dan teknologi didirikan sekolah-sekolah : Sekolah Meliter (1815),
Sekolah Teknik (1816), Sekolah Kedokteran (1827), Sekolah Apoteker (1829),
Sekolah Pertambangan (1834), dan Sekolah Penerjemahan (1836).

B. Saran

Mesir merupakan negara yang homogen, beberapa negara seperti Asia


dan Afrika utara merupakan bagian dari penduduk Mesir. Sehingga
multikulturalisme yang belum terlihat mendalam. Disinilah nilai penting yang
semestinya dapat kita ambil langkah solusi, yaitu pengadaan program
pemerintah yang mengedepankan nilai multikulturalrisme yang dapat dirasakan
dan dijanlankan oleh semua warga negara Mesir.

19
DAFTAR PUSTAKA

https://www.kompasiana.com/ismanita/komparasi-pendidikan-sd-di-indonesia-dan-
mesir_55006583a33311a96f51108b

https://www.google.co.id/amp/s/www.cronyos.com/makalah-sistem-dan-kebijakan-
pendidikan-mesir/amp/

https://www.google.com/amp/www.eventzero.org/pendidikan-multikultural-dan-
contohnya/amp/

https://www.kompasiana.com/minten_ayu_larassati/pengertian-pendidikan-
multikultural_550d9a71a333112d1c2e3dfa

https://books.google.co.id/books?
id=DLEv0TR4A3UC&pg=PR37&lpg=PR37&dq=multikultural+di+negara+mesir&source=
bl&ots=xfS7Qpj0Gd&sig=UVrKYo1U792v_bwZgjMMVAyFOuY&hl=id&sa=X&ved=0ahU
KEwiwx8WSzb_XAhUYT48KHV23DcsQ6AEIDjAB#v=onepage&q=multikultural%20di
%20negara%20mesir&f=false

20