Anda di halaman 1dari 3

The Happines Code (Ten Keys to Being The Best You Can Be) by Dominique Bertolucci

Prefix : “Hal terpenting agar hidupmu santai – menjadi senang –“ by Audrey Hepburn

Preface : Memperkenalkan 10 Kunci

Pengantar xi

Pernahkah kamu membayangkan kenapa sebagian orang terlihat sangat (seem really),
(genuinely) senang dan namun pengalaman lainnya mendekati stres, frustasi atau kecewa? Kenapa
kebahagiaan datang sangat mudah kepada sebagian orang? Dan bagaimana bisa kamu memastikan
itu dapat dengan mudah kepadamu?

Kebahagiaan dimulai dengan sebuah pilihan.

Terlalu banyak orang menunggu untuk merasa senang. Mereka pikir mereka akan bahagia
ketika mereka menyelesaikan ini atau (achieved) it. Tapi kebenarannya adalah, kebahagiaan abadi
bukanlah sebuah hasil dari sesuatu yang sudah kamu selesaikan, tapi orang yang telah kamu pilih
untuk itu.

Kira-kira pada pertengahan dua puluhanku, aku membuat keputusan untuk menjadi bahagia.
Itu bukan yang membuat aku sedih sebelum sekarang. Jika kamu bertanya hampir semua orang yang
mengenalku, aku yakin mereka akan mendeskripsikanku sebagai seseorang yang bahagia. Tapi sejak
saya belajar, di sana terdapat sebuah perbedaan besar antara menjadi bahagia tentang hal
sebagaimana mestinya dan menjadi bahagia dengan siapa dirimu.

Realisasi yang saya miliki untuk mengubah jalan yang saya buat dan bahagia berkelanjutan
datang sebagai hasil dari sebuah hal yang sangat menantang dan waktu sulit di dalam hidupku.
Sepanjang aku melihat ke belakang pada seluruh masa dan panggilan ringan pada sebagian krisis
hidupku. Kebenarannya adalah aku telah sedang bekerja untuk sebuah bullian pada sebuah
pekerjaan yang ku benci, menyelesaikan sebuah hubungan yang aku tidak pernah dapat memulai
dan sangat marah dengan diriku sendiri karena tidak dapat menjadi pemilik dari kehidupan
sempurna yang aku miliki yang tentunya hanya di pikiranku saat ini.

Aku menangis tiada henti. Mataku sangat bengkak dan aku takut wajahku dapat berubah
bentuk, selamanya! Aku ingat berpikir, “Aku yakin di sana adalah sebuah pengalaman belajar luar
biasa yang tersembunyi dalam semua rasa sakit dan duka ini, tapi tolong... dapatkah aku bergerak
cepat dan mempelajarinya?

Akhirnya, melalui air mataku datang beberapa ilham yang sesungguhnya tentang
kebahagiaan: bagaimana aku memiliki sumber itu di dalam hidupku sampai titik ini dan apa yang
seharusnya berganti jika kebahagiaanku digaransikan pada masa depan.

Aku belajar aku harus menyerah mencoba untuk mencapai kesempurnaan, itu tidak akan
pernah terjadi. Aku berhenti untuk mencemaskan tentang apa yang orang lain mungkin pikirkan atau
katakan tentangku dan menerima bahwa selagi sebagian orang menyukaiku, sebagian mungkin
tidak, dan aku belajar untuk setuju dengan tiu. Ku berhenti merasakan bersalah, sepenuhnya
berhenti.
Aku menyadari bahwa aku tidak harus stres jika sesuatu pergi dari hidupku atau merasa
cemas tentang masa depanku. Beberapa hal di dalam pengawasanku dan lainnya tidak, tapi selama
aku percaya pada diriku dan pada potensiku, hidup mungkin berjalan baik-baik saja.

Aku melepaskan ekspektasi-ekspektasi aku (held) dari orang-orang di sekitarku; mereka


tidak lagi marah atau (frustated me), atau mereka memiliki kekuatan untuk menyakitiku. Aku belajar
itu tidak lagi kesempatanku untuk menghakimi mereka daripada hak mereka untuk menghakimiku.

Aku menemukan semangat untuk mengejar mimpi-mimpiku dan komitmen to melihat


merekea (to see them through), tapi aku menyadari itu bahkan jika aku memiliki tujuan untuk masa
depan, I masih dapat tenang tiap hari untuk apapun itu, aprsiasi semua yang baik yang sudah ada di
hidupku.

Hampir semua, aku teringat sesuatu yang pernah dikatakan ibuku sejak aku masih menjadi
seorang gadis kecil... selama aku memberikan yang terbaik, yang terbaik akan selalu cukup untukku.

---

Memperkenalkan 10 Kunci

Sebagai seorang pelatih yang sukses, aku mempunyai kesempatan untuk menguji pikiran
dan perasaan dari ratusan orang. Aku telah menemukan bahwa banyak orang sangat fokus untuk
mengubah diri mereka dimana mereka kehilangan diri mereka dalam proses. Meskipun hasrat awal
mereka mungkin hanya untuk pengembangan diri, terlalu sering mereka menggunakan pendidikan
terbaru mereka dan menemukan sebagai bahan baru untuk mengikat dalam kritik, sikap
perfeksionis, memimpin untuk frustasi dan cemas, sebuah (erosion of self belief), dan ultimately a
lack of enjoyment and fulfilment from everyday life.

Ketika aku membagikan observasi ini, semuanya terlalu sering aku mendapat respon seperti,
“Aku hanya mencoba untuk menjadi sebaik yang aku bisa”. Tapi apa itu itu berarti sangat menjadi
terbaik yang kamu bisa ?

Pada akhirnya ini adalah sebuah jawaban.

Rahasia untuk merasakan kebahagiaan sepanjang hidup dan (contentment lies) dalam
prinsip-prinsip petunjuk ini – 10 Kunci.

Beberapa garis besar dari 10 Kunci, tiap bab dari buku ini merepresentasikan sebuah kunci
yang berbeda dan menjelaskan peran itu dimainkan dalam menciptakan kebahagiaan dan kepuasan
abadi.

[2-5] :

Kunci Pertama : Ambil Alih (Prinsip untuk Memilih)

Kunci Kedua : Biarkan Saja (Prinsip untuk Menerima)

Kunci Ketiga : Hidup untuk Saat ini (Prinsip untuk Sekarang)

Kunci Keempat : Perkirakan yang Terbaik (Prinsip untuk Optimis)

Kunci Kelima : Kembalikan Dirimu Sendiri (Prinsip untuk Yakin)

Kunci Keenam : Keluar dari Jalanmu (Prinsip untuk Mengizinkan)

Kunci Ketujuh : Bersyukur (Prinsip untuk Kelimpahan)


Kunci Kedelapan : Beri Semua yang Kamu Bisa (Prinsip untuk generosity)

Kunci Kesembilan : Simpan dengan Baik (Prinsip untuk Komitmen)

Kunci Kesepuluh : Berani (Prinsip untuk Semangat)

---