Anda di halaman 1dari 4

1.

Pengaman dalam sistem tenaga listrik

Proteksi sistem tenaga listrik adalah system proteksi yang dilakukan kepada peralatan-peralatan listrik
yang terpasang pada suatu sistem tenaga misanya generator, transformator jaringan dan lain-lain,
terhadap kondisi abnormal operasi sistem itu sendiri.

1.    Untuk menghindari ataupun untuk mengurangi kerusakan peralatan peralatan akibat
gangguan (kondisi abnormal operasi sistem).     Semakin cepat reaksi perangkat proteksi yang
digunakan maka akan semakin sedikitlah pengaruh gangguan kepada kemungkinan kerusakan
alat

2.   Untuk cepat melokalisir luas daerah terganggu menjadi sekecil mungkin.

3.   Untuk dapat memberikan pelayanan listrik dengan keandalan yang tinggi kepada konsumsi
dan juga mutu listrik yang baik.

4.   Untuk mengamankan manusia terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh listrik.

Ada beberapa persyaratan yang sangat perlu diperhatikan dalam suatu perencanaan sistem
proteksi yang efektif yaitu :

a). Selektivitas dan Diskrimanasi

Efektivitas suatu sistem proteksi dapat dilihat dari kesanggupan system dalam mengisolir bagian
yang mengalami gangguan saja

b). Stabilitas

Sifat yang tetap inoperatif apabila gangguan-gangguan terjadi diluar zona yang melindungi
(gangguan luar).

c). Kecepatan Operasi

Sifat ini lebih jelas, semakin lama arus gangguan terus mengalir, semakin besar kerusakan
peralatan. Hal yang paling penting adalah perlunya membuka bagian-bagian yang terganggu
sebelum generator-generator yang dihubungkan sinkron kehilangan sinkronisasi dengan system
selebihnya. Waktu pembebasan gangguan yang tipikal dalam sistemsistem tegangan tinggi
adalah 140 ms. Dimana mendatnag waktu ini hendak dipersingkat menjadi 80 ms sehingga
memerlukan relay dengan kecepatan yang sangat tinggi (very high speed relaying)

d). Sensitivitas (kepekaan)

Yaitu besarnya arus gangguan agar alat bekerja. Harga ini dapat dinyatakan dengan besarnya
arus dalam jaringan aktual (arus primer) atausebagai prosentase dari arus sekunder (trafo arus).

e). Pertimbangan ekonomis


Dalam sistem distribusi aspek ekonomis hampir mengatasi aspek teknis, oleh karena jumlah
feeder, trafo dan sebagainya yang begitu banyak, asal saja persyaratan keamanan yang pokok
dipenuhi. Dalam sistem-sistemtrtansmisi justru aspek teknis yang penting. Proteksi relatif mahal,
namun demikian pula sistem atau peralatan yang dilindungi dan jaminan terhadap kelangsungan
peralatan sistem adalah vital. Biasanya digunakan dua sistem proteksi yang terpisah, yaitu
proteksi primer atau proteksi utama dan proteksi pendukung (back up)

f). Realiabilitas (keandalan)

Sifat ini jelas, penyebab utama dari “outage” rangkaian adalah tidak bekerjanya proteksi
sebagaimana mestinya (mal operation).

g) Proteksi Pendukung

Proteksi pendukung (back up) merupakan susunan yang sepenuhnya terpisah dan yang bekerja
untuk mengeluarkan bagian yang terganggu apabila proteksi utama tidak bekerja (fail). Sistem
pendukung ini sedapat mungkin indenpenden seperti halnya proteksi utama, memiliki trafo-trafo
dan rele-rele tersendiri. Seringkali hanya triping CB dan trafo-trafo tegangan yang dimiliki
bersama oleh keduanya. Tiap-tiap sistem proteksi utama melindungi suatu area atau zona system
daya tertentu. Ada kemungkinan suatu daerah kecil diantara zona-zona yang berdekatan
misalnya antara trafo-trafo arus dan circuit breakercircuit breaker tidak dilindungi.

Sumber : https://putudiva.wordpress.com/2012/06/26/pengaman-sistem-tenaga-listrik/

Sistem Pengaman
Sistem pengaman tenaga listrik merupakan sistem pengaman pada peralatan yang terpasang
pada sistem tenaga listrik seperti generator, bus bar, transformator, SUTT, kabel bawah tanah dan
sebagainya terhadap kondisi abnormal pada operasi sistem.

Fungsi Pengaman
Fungsi pengaman tenaga listrik antara lain:
1. Mencegah kerusakan peralatan pada sistem tenaga listrik akibat terjadinya gangguan atau kondisi
tidak normal pada sistem.

2. Mempersempit daerah terjadinya gangguan sehingga gangguan tidak menyebar ke sistem yang
lain.

3. Memberikan pelayanan tenaga listrik dengan keandalan dan mutu yang tinggi kepada konsumen.

4. Mengamankan manusia dari bahaya yang ditimbulkan oleh tenaga listrik.


Pengaman pada sistem tenaga listrik pada dasarnya terdiri atas pemutus tenaga (PMT) atau circuit
breaker (CB) yang bekerja memutus rangkaian jika terjadi gangguan yang operasinya dikendalikan
oleh rele pengaman.

Sumber : http://digilib.unila.ac.id/1740/8/BAB%20II.pdf
Pengertian pengaman proteksi transmisi tenaga listrik adalah adalah proteksi yang dipasang
pada peralatan-peralatan listrik pada suatu transmisi tenaga listrik sehingga proses penyaluaran
tenaga listrik dari tempat pembangkit tenaga listrik(Power Plant) hingga Saluran distribusi listrik
(substation distribution) dapat disalurkan sampai pada konsumer pengguna listrik dengan aman.

Proteksi transmisi tenaga listrik diterapkan pada transmisi tenaga listrik agar jika terjadi
gangguan peralatan yang berhubungan dengan transmisi tenaga listrik tidak mengalami
kerusakan. Ini juga termasuk saat terjadi perawatan dalam kondisi menyala. Jika proteksi bekerja
dengan baik, maka pekerja dapat melakukan pemeliharaan transmisi tenaga listrik dalam kondisi
bertegangan. Jika saat melakukan pemeliharaan tersebut terjadi gangguan, maka pengaman-
pengaman yang terpasang haurus bekerja demi mengamankan sistem dan manusia yang sedang
melaukukan perawatan.
Transmisi tenaga listrik terbagi dalam beberapa kategori. Kategori yang pertama adalah
transmisi dengan tegangan sebesar 500Kv. Ini merupakan transmisi yang sangat tinggi. Karena
di Indonesia masih menggunakan sistem 500 kv. Kategori yang kedua adalah transmisi dengan
tegangan sebesar 150 kv. Dan yang ketiga adalah transmisi 75 kv. Untuk dibawah 75 kv
selanjutnya dinamakan dengan distribusi tenaga listrik.
Proteksi ini berbeda dengan pengaman. Jika pengaman suatu sistem berarti system
tersebut tidak merasakan gangguan sekalipun. Sedangkan proteksi atau pengaman sistem, sistem
merasakan gangguan tersebut namun dalam waktu yang sangant singkat dapat diamankan.
Sehingga sistem tidak mengalami kerusakan akibat gangguan yang terlalu lama.
Proteksi terhadap suatu sistem tenaga listrik adalah sistem pengaman yang di lakukan
terhadap peralatan-peralatan listrik, yang terpasang pada sistem tenaga listrik tersebut. Misalnya
Generator, Transformator, Jaringan Transmisi/distribusi dan lain-lain terhadap kondisi abnormal
dari sistem itu sendiri. Yang di maksud dengan kondisi abnormal tersebut antara lain dapat
berupa :
a.  Hubung singkat
b.  Tegangan lebih/kurang
c.  Beban lebih
d.  Frekwensi sistem turun/naik
e.  Dll

Adapun fungsi dari sistem proteksi adalah :


-    Untuk menghindari ataupun untuk mengurangi  keruasakan peralatan listrik akibat adanya
gangguan (kondisi abnormal) semakin cepat reaksi perangkat proteksi yang di gunakan, maka
akan semakin sedikitlah pengaruh gangguan terhadap kemungkinan kerusakan alat.
-    Untuk mempercepat melokaliser luas/zone daerah yang terganggu sehingga menjadi sekecil
mungkin
-    Untuk dapat memberikan pelayanan listrik dengan keandalan yang tinggi kepada konsumen, dan
juga mutu listriknya baik
-    Untuk mengamankan manusia (terutama) terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh listrik
Agar sistem proteksi dapa dikatakan baik dan benar (dapat bereaksi dengan cepat, tepat dan
murah), maka di adakan pemilihan dengan seksama dengan memperhatikan faktor-faktor sebagai
berikut :
-  Macam saluran yang di amankan
-  Pentingannya saluran yang dilindungi
-  Kemungkinan banyaknya terjadi gangguan
-  Tekno-ekonomis sistem yang digunakan
Peralatan utama yang dipergunakan untuk mendeteksi dan memerintahkan peralatan  proteksi
bekerja adalah relay.

Sumber : http://kuliahelektro.blogspot.com/2011/03/proteksi-sistem-tenaga-listrik-
dan.html

2. Pengaman merupakan alat yang dibuat manusia yang berfungsi sebagai pengaman atau
meminimalisir gangguan dalam instalasi maupun tenaga listrik,manusia membuat alat
pengaman atas izin tuhan yang maha esa,yang mana bila tuhan yang maha esa tifak
berkehendak atas pengaman instalasi maupun tenaga listrik,maka pengaman sebaik
apapun tidak akan bekerja.

Maka dari itu bertaqwa kepada tuhan yang maha esa adalah salah satu kewajiban
umat manusia,agar tuhan yang maha esa memudahkan atau melindungi segala urusan
manusia. Bekerja atau setidaknya alat pengaman tidak lepas dari kehendak ataupun izin
dari tuhan yang maha esa,secanggih apapun teknologi pengaman tenaga listrik bila tuhan
yang maha esa tidak berkehendak.