Anda di halaman 1dari 4

Nama : Adellia Irma Pratiwi

Nim : 01.2.17.00590

Skenario 1 :

Laki laki 25 tahun KLL ditabrak sepeda motor saat menyebrang jalan. Keadaan pasien tidak
membuka mata saat dibangunkan namun masih mengerang nyeri dan dapat menggerakkan
tangannya. Luka berdarah di wajah dan tungkai atas. Pengendara lain yang melintas menolong
dengan menidurkan di trotoar dan menghubungi IGD terdekat. Anda ditugaskan ketempat
kejadian untuk menjemput pasien dengan ambulans gawat darurat.

Diskusi 1:

Langkah-langkah apa yang anda lakukan saat tiba di tempat kejadian?

Jawaban :

1. Keamanan diri sendiri harus menjadi prioritas ketika berada dalam lokasi kecelakaan.
2. Memastikan bahwa lokasi kejadian kecelakaan telah aman dari lalu lintas kendaraan
untuk mencegah korban tambahan. Aktifkan lampu tanda terjadinya bahaya.
3. Panggil ambulans saat mendapati orang mengalami luka atau membutuhkan bantuan
medis
4. Berfokuslah pada korban yang tidak bergerak atau diam. Pastikan korban yang tenang,
tetap responsif dan bernafas. Posisikan mereka dalam kondisi miring ke satu sisi dengan
jalan nafas yang tetap terbuka. Tetap berbicara pada korban dengan tenang karena
mereka masih dapat mendengar bahkan ketika hilang kesadaran.
5. Memberikan posisi yang aman dan nyaman pada kepala korban. Hindari memutar kepala
korban jika diketahui terjadi benturan pada kepala. Jika korban berada dalam mobil maka
topang leher dan kepala mereka dengan dua tangan agar tetap tegak.

1. Melakukan evaluasi (pengamatan) terhadap kondisiawal si korban. Salah satu metode


dalam mengevaluasi kondisi korban adalah metode ABC,yang berasal dari:
a Airway – apakah jalan udara (pernapasan) terbuka atau terhalang? (oleh debu, air,
ataudarah kering).
b Breating –Apakah korban bernapas? Lihat, dengar dan rasakan hembusan nafas si
korban.
c Circulation–Apakah ada denyut nadi? Apakah ada pendarahan luar? Periksa
perubahan warna kulit si korban dan suhu tubuh sebagai indikasi adanya masalah
peredaran darah
2. Mengecek kesadaran pasien. Dengan metode AVPU.
a A (Alert): Mengecek kesadaran korban, jika korban tidak sadar lanjut ke poin V
b V (Verbal): Panggil korban dengan dengan berbicara keras di telinga korban (jangan
menggoyang atau menyentuh pasien), jika tidak merespon lanjut ke poin P.
c P (Pain): cobalah beri rangsang nyeri pada pasien, misalnya dengan menekan bagian
putih dari kuku tangan (selain itu dapat juga dengan menekan bagian tengah tulang, atau
area di atas mata)
d U (Unresponsive): jika pasien masih tidak bereaksi maka pasien berada dalam
keadaan unresponsive.
6. Jika korban mengalami pendarahan

 Hal yang sering terjadi saat kecelakaan adalah pendarahan. Jika Anda melihat ada bagian
tubuh korban yang berdarah, terutama jika pendarahannya parah, upayakan untuk segera
menghentikan pendarahan tersebut agar korban tidak kehabisan darah.

 Sebelum menangani kulit yang berdarah, gunakan sarung tangan sekali pakai, jika ada,
guna meminimalkan penularan penyakit infeksi.

 Anda bisa menghentikannya dengan cara menekan area yang terluka. Gunakan kapas atau
perban jika tersedia. Kemudian tekan luka hingga pendarahan berhenti. Jika darah masih
menembus melewat perban, lapisi lagi dengan kapas atau perban dan tekan hingga
pendarahan berhenti. Jangan membuka perban awal, cukup dicek secara berkala untuk
memeriksa apakah darah sudah berhenti mengucur.
 Terkadang terdapat benda yang tertancap pada area yang terluka. Jika menghadapi kasus
yang seperti ini, jangan pernah mencoba mengeluarkan atau menekannya, tapi serahkan
hal itu kepada tim medis. Sebagai pertolongan pertama, Anda bisa menekan sisi kiri dan
kanan area yang terselip benda, lalu letakkan kasa atau kain bersih mengitari luka
tersebut sebagai penahan agar benda yang tertancap tidak bergerak. Setelah itu balut
dengan perban.

Sumber : https://www.alodokter.com/pertolongan-pertama-pada-kecelakaan-sepeda-motor dan


https://vivahealth.co.id/article/detail/12320/pertolongan-pertama-pada-kecelakaan-di-jalan-raya

Skenario 2 :

Pasien anda masukkan ke ambulan, didapatkan data-data sebagai berikut setelah anda periksa :

1. Airway (jalan napas) : pasien mengorok

2. Breathing : jumlah pernapasan 20x/menit, pergerakan dinding dada simetris, pada auskultasi
suara napas kedua paru ada dan normal.

3. Sirkulasi : akral dingin, Nadi : 110 x/menit, Tekanan darah: 80/50 mmHg

4. Disability : Glasgow coma scale : E2V2M5

5. Exposure : deformitas di tungkai atas kanan, angulasi (+), rotasi (+), luka dengan perdarahan
aktif, kesan : fraktur terbuka femur kanan

Diskusi 2 :

Tindakan life saving yang dapat anda lakukan sebelum tiba di IGD?

Jawaban :

Dikarenakan pada kasus didapatkan hasil pada Airways pasien mengorok/snoring kondisi ini
menandakan adanya kebuntuan jalan nafas bagian atas oleh benda padat, jika ada suara ini maka
lakukanlah pengecekan langsung dengan cara cross finger untuk membuka mulut (menggunakan
dua jari yaitu ibu jari dan jari telunjuk kanan yang digunakan untuk chin lift tadi, ibu jari
mendorong rahang atas ke atas, telunjuk menekan rahang bawah ke bawah). Melihat apakah ada
benda yang menyangkut di tenggorokan (contoh, gigi palsu) pindahkan benda tersebut.
Dapat pula mengatasi dengan: chin lift, jaw thrust, pemasangan pipa orofaring/nasofaring,
pemasangan pipa endotrakeal.

Diskusi 3 :

Jelaskan menurut pandangan anda apakah peranan anda sebagai perawat di instalasi gawat
darurat

Jawaban :

Perawat gawat darurat mempunyai beberapa peran dan fungsi berdasarkan pada kondisi
pelayanan kegawatdaruratan, fungsi pertama adalah fungsi independen atau fungsi mandiri
yang berkaitan dengan pemberian asuhan. Fungsi kedua adalah fungsi dependen, yaitu
fungsi yang didelegasikan sepenuhnya atau sebagian dari profesi lain. Fungsi ketiga adalah
fungsi kolaboratif, yaitu melakukan kerjasama saling membantu dalam program kesehatan
(perawat sebagai anggota tim kesehatan), dalam hal ini perawat termasuk dalam fungsi
independen, karena selain pemberi asuhan kepada pasien juga memperhatikan keluarga
pasien terkait kecemasan pada saat menunggu di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Salah satu peran perawat adalah sebagai educator dengan begitu untuk mengurangi tingkat
kecemasan keluarga. Perawat memberikan informasi pada keluarga menjelaskan tentang
perawatan yang diberikan pada pasien (Annisa, 2014, p.1)

Sumber : jurnal penelitian (Sofyannur. 2018. ”Peran Perawat Dalam Mengatasi Kecemasan
Keluarga Di Instalasi Gawat Darurat” JIM Fkep Vol. 4 No. 1)