Anda di halaman 1dari 5

PELAKSANAAN PEMBANGUNAN GULLY PLUG

SEBAGAI UPAYA REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN DI DIY

Rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) adalah upaya untuk memulihkan, mempertahankan

dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung, produktifitas dan

peranannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan tetap terjaga. RHL bisa

dilakukan dengan 2 (dua) metode, yaitu melalui metode vegetatif dan sipil teknis.

Prinsip metode vegetatif adalah menambah jumlah tanaman sehingga hutan bisa

menjalankan fungsinya sebagai pengatur tata air. Beberapa contoh metode vegetatif adalah

pengkayaan hutan rakyat, penanaman hutan kota dan hutan pantai. Metode sipil teknis

lebih mengarah ke pembangunan konstruksi serta merupakan usaha konservasi tanah dan

air. Contohnya adalah pembangunan sumur resapan, gully plug, embung, dan sebagainya.

Gully plug atau pengendali jurang merupakan salah satu bentuk bangunan konservasi tanah

yang berfungsi sebagai pencegah atau pengendali erosi agar tidak meluas. Manfaat gully

plug adalah:

 Mencegah terbentuknya jurang atau parit yang semakin besar akibat gerusan air

 Memperbaiki lahan yang rusak akibat gerusan air sehingga terjadi jurang/ parit.

 Mengendalikan endapan/ sedimen serta air dari hulu, sehingga endapan di wilayah

hilir bisa lebih terkontrol

 Memperbaiki tata air di wilayah sekitarnya.

Bangunan yang tersusun dari batu dan kawat bronjong ini dibangun dengan posisi

melintang arus air, tetapi tetap bisa meloloskan air. Ada pemasangan bronjong yang diisi

dengan batu dan ada juga bagian yang hanya diisi dengan batu kosong. Bagian tepi gully

plug tertanam di tanah sehingga lebih kuat dalam menahan arus air dan sedimen.

Pembangunan gully plug harus memenuhi persyaratan teknis seperti yang tercantum pada

Peraturan Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung

Nomor P.6/PDASHL/SET/KUM.1/8/2017 tentang Petunjuk Teknis Bangunan Konservasi

Tanah dan Air.


Persyaratan teknis lokasi gully plug antara lain:

1. Kemiringan DTA > 35 % dan terjadi erosi parit/alur;

2. Pengelolaan lahan sangat intensif atau lahan terbuka;

3. Luas DTA 1 - 5 ha;

4. Kemiringan alur ≤10%;

5. Tingkat erosi dan sedimentasi yang tinggi dan mampu menampung aliran permukaan

yang besar; dan/atau

6. Merupakan lokasi penanganan dampak bencana alam

Penampang melintang gully plug

Sumber: Perdirjen PDASHL Nomor P.6/PDASHL/SET/KUM.1/8/2017

Tahun 2018, Dinas Kehutanan dan Perkebunan bertanggung jawab dalam pelaksanaan

kegiatan pembangunan gully plug pada 29 kelompok, dengan total jumlah 58 unit.

Kelompok penerima bantuan gully plug ada di 4 kabupaten, yaitu Sleman, Gunungkidul,

Bantul, dan Kulon Progo, dengan daftar sebagai berikut:

1. KTH WANA MULYA, Kradenan, Kedungsari,Pengasih, Kulonprogo

2. KTH NGUDI MAKMUR, Margosari, Pengasih, Kulonprogo

3. KTH SOKO MAKMUR, Girinyono, Pengasih, Kulonprogo

4. KTH WONOREJO, Tangkisan III,Hargomulyo, Kokap, Kulonprogo

5. KTH WANAREJA, Nyemani, Sidoharjo, Samigaluh, Kulonprogo

6. KTH WONO KENCONO, Jonggrangan, Jatimulyo, Girimulyo, Kulonprogo

7. KTH HANDINISARI, Kaliurang, Argomulyo, Sedayu, Bantul


8. UNIT MANAJEMEN HUTAN RAKYAT (UMHR) WONOREJO, Wonorejo, Argorejo,

Sedayu, Bantul

9. KTH RUKUN SANTOSO, Kedungrejo, Wonolelo, Pleret, Bantul

10. KTH SIDO MAKMUR, Kaligatok, Srimulyo, Piyungan, Bantul

11. KTH WONO SANAN, Sanan Baru, Sanan, Pleret, Bantul

12. KT NGUDI LESTARI, Lanteng II, Selopamipro, Imogiri, Bantul

13. KT KITRI DADI, Soko, Seloharjo, Pundong, Bantul

14. KTH NGUDI MAKMUR, Jaligampeng, Gayamhajo, Prambanan, Sleman

15. KTH SEDYO MULYO, Kalinongko lor, Gayamhajo, Prambanan, Sleman

16. KT SARI MAKMUR, Sengir, Sumberharjo, Prambanan, Sleman

17. KT ARGO MAKMUR, Ledoksari, Sambirejo, Prambanan, Sleman

18. KT NGUDI REJEKI, Gedang Bawah, Sambirejo, Prambanan, Sleman

19. KT TANI MAJU, Banjarsari, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman

20. KT LESTARI BUMI, Dukuhan, Sendangagung, Minggir, Sleman

21. KTH SEDYO MAKMUR, Kaliwuluh, Jurangjero, Ngawen, Gunungkidul

22. KTH NGUDI MAKMUR, Wonongso, Tancep, Ngawen, Gunungkidul

23. KT SIDO MAJU, Widoro, Giripurwo, Purwosari, Gunungkidul

24. KT SIDO MAJU, Sumur, Giripurwo, Purwosari, Gunungkidul

25. KTH NGUDI MAKMUR, Salaran, Ngoro-Oro, Patuk, Gunungkidul

26. KT SUMBER MULYO, Sendangsari I, Putat, Patuk, Gunungkidul

27. KT MADU SARI, Ngrandu, Katongan, Nglipar, Gunungkidul

28. KT WUKIR MULYO, Kedung Poh Lor, Kedung Poh, Nglipar, Gunungkidul

29. KT SEDYO RUKUN, Klampok Giripurwo, Purwosari, Gunungkidul

Pelaksanaan pembangunan gully plug yang telah selesai dilaksanakan per September 2018

ini diharapkan bisa memberikan manfaat bagi kelompok tani dan masyarakat pada

umumnya, terlebih pada musim penghujan yang berpotensi menyebabkan erosi. (Ceria

O.C.)
Foto: Dokumentasi Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY