Anda di halaman 1dari 4

SEJARAH PT.

PP
Selama lebih dari enam dekade PT PP (Persero) Tbk menjadi pemain utama dalam bisnis
konstruksi nasional dengan menyelesaikan berbagai proyek besar di seluruh Indonesia.

 26 Agustus 1953 Pada saat itu didirikan PT PP (Persero) telah dipercaya untuk membangun
rumah bagi para petugas PT Semen Gresik Tbk, anak perusahaan dari BAPINDO di Gresik.
Seiring dengan peningkatan kepercayaan, PT PP (Persero) menerima tugas untuk
membangun proyek-proyek besar yang berhubungan dengan kompensasi perang Pemerintah
Jepang dibayarkan kepada Republik Indonesia, yaitu: - Hotel Indonesia, Bali Beach Hotel,
dll.
1961Pembangunan Perumahan diubah menjadi PN (Perusahaan Negara) Pembangunan
Perumahan
1962 PN (Perusahaan Negara) Pembangunan Perumahan telah menyelesaikan bangunan
Hotel Indonesia yang terdiri dari 14 lantai dan 427 kamar, yang pada saat itu merupakan
bangunan tertinggi di Indonesia.
1971 PN Pembangunan Perumahan berubah statusnya menjadi PT PP (Persero) 
1991- 2002 Selama lebih dari 5 (lima) dekade, PT PP (Persero) telah menjadi pemain utama
dalam bisnis konstruksi nasional, berbagai mega proyek nasional dikelola dan dikerjakan PT
PP (Persero). Selain itu, PT PP (Persero) juga membentuk beberapa anak perusahaan dengan
menggandeng mitra dari dalam dan luar negeri

VISI
Menjadi perusahaan konstruksi, EPC, dan investasi yang unggul, bersinergi, dan
berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara

MISI
Menyediakan jasa konstruksi dan EPC serta melakukan investasi berbasis tata kelola
perusahaan yang baik, manajemen QHSE, manajemen risiko, dan konsep ramah lingkungan
Mengembangkan strategi sinergi bisnis untuk menciptakan daya saing yang tinggi dan nilai
tambah yang optimal kepada pemangku kepentingan
Mewujudkan sumber daya manusia unggul dengan proses pemenuhan, pengembangan, dan
penilaian yang berbasis pada budaya perusahaan
Mengoptimalkan inovasi, teknologi informasi, dan manajemen pengetahuan untuk mencapai
kinerja unggul yang berkelanjutan
Mengembangkan strategi korporasi untuk meningkatkan kapasitas keuangan perusahaan

TATA KELOLA PERUSAHAAN


[17:41, 2/21/2020] Haris Firdaus: WhatsApp ll LTE 17.36 @ 70% A ptpp.co.id
Tren Praktek Tata Kelola Perusahaan Sebagai industri bisnis yang berkembang selama
bertahun-tahun, reputasi sebuah Perusahaan tidak lagi dilihat dari aspek finansial saja, tetapi
juga dari aspek non-finansial. Aspek non-keuangan yang dinilai meliputi etika bisnis dan
realisasi komitmen dan akuntabilitas Perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnisnya.
Oleh karena itu, praktik tata kelola ada sebagai kerangka kerja dan panduan perusahaan
dalam menerapkan disiplin dan tata tertib yang baik. Dalam praktik tata kelola, ada 3 (tiga)
aspek mendasar, yaitu, 3P (planet, planet, dan people). Ketiga aspek tersebut saat ini diyakini
meringkas praktik terbaik penerapan tata kelola perusahaan di suatu perusahaan.
[17:42, 2/21/2020] Haris Firdaus: @ 70% O WhatsApp ll LTE 17.36 A ptpp.co.id
Aspek Ekonomi Sebagai industri bisnis yang berkembang selama bertahun-tahun, reputasi
Perusahaan tidak lagi dilihat dari aspek finansial saja, tetapi juga dari aspek non finansial.
Aspek non-keuangan yang dinilai meliputi etika bisnis dan realisasi komitmen dan
akuntabilitas Perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnisnya. Oleh karena itu, praktik tata
kelola ada sebagai kerangka kerja dan panduan perusahaan dalam menerapkan disiplin dan
tata tertib yang baik. Dalam praktik tata kelola, ada 3 (tiga) aspek mendasar, yaitu, 3P (laba,
planet, dan manusia). Ketiga aspek tersebut saat ini diyakini meringkas praktik terbaik
penerapan tata kelola perusahaan di suatu perusahaan.
[17:43, 2/21/2020] Haris Firdaus: O WhatsApp ll LTE @ 70% 17.36 A ptpp.co.id
Aspek Lingkungan Sebagai industri bisnis yang berkembang selama bertahun-tahun,
reputasi Perusahaan tidak lagi dilihat dari aspek finansial saja, tetapi juga dari aspek non-
finansial. Aspek non-keuangan yang dinilai meliputi etika bisnis dan realisasi komitmen dan
akuntabilitas Perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnisnya. Oleh karena itu, praktik tata
kelola ada sebagai kerangka kerja dan panduan perusahaan dalam menerapkan disiplin dan
tata tertib yang baik. Dalam praktik tata kelola, ada 3 (tiga) aspek mendasar, yaitu, 3P (laba,
planet, dan manusia). Ketiga aspek tersebut saat ini diyakini meringkas praktik terbaik
penerapan tata kelola perusahaan di suatu perusahaan.
[17:44, 2/21/2020] Haris Firdaus: @ 70% O WhatsApp ull LTE 17.36 A ptpp.co.id
Aspek Human Capital Sebagai industri bisnis yang berkembang selama bertahun-tahun,
reputasi Perusahaan tidak lagi dilihat dari aspek finansial saja, tetapi juga dari aspek non
finansial. Aspek non-keuangan yang dinilai meliputi etika bisnis dan realisasi komitmen dan
akuntabilitas Perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnisnya. Oleh karena itu, praktik tata
kelola ada sebagai kerangka kerja dan panduan perusahaan dalam menerapkan disiplin dan
tata tertib yang baik. Dalam praktik tata kelola, ada 3 (tiga) aspek mendasar, yaitu, 3P (laba,
planet, dan manusia). Ketiga aspek tersebut saat ini diyakini meringkas praktik terbaik
penerapan tata kelola perusahaan di suatu perusahaan.

MANAJEMEN RESIKO
Kebijakan manajemen risiko merupakan salah satu bentuk mandat dan komitmen Perseroan
dalam penerapan manajemen risiko.

Pada bulan Mei tahun 2015 Perseroan menetapkan kebijakan manajemen risiko sebagai
bagian dari kebijakan perusahaan yang ditandatangani oleh Direktur Utama.Kebijakan
manajemen risiko berisi maksud dan arah penerapan manajemen risiko perusahaan dan tugas
masing-masing unit dalam pengelolaan risiko perusahaan. Kebijakan manajemen risiko
secara jelas mengatur bahwa semua pegawai bertanggung jawab dan akuntabel untuk
mengelola risiko masing-masing secara konsisten dan berkelanjutan.
Sedangkan manajemen sebagai pemegang akuntabilitas tertinggi dalam pengelolaan risiko
perusahaan, memberikan arahan strategis dan menetapkan parameter risiko. Sebagai
penanggung jawab pengelolaan risiko di perusahaan ditetapkan Divisi Manajemen Risiko
(DVMR) yang berada di bawah Direktur Keuangan. Sebagai pengelola risiko di perusahaan,
DVMR memberikan rekomendasi atas penilaian risiko yang dibuat oleh setiap unit
berdasarkan informasi terbaik dan terkini untuk memberikan masukan dalam pengambilan
keputusan strategis manajemen.

Penerapan manajemen risiko merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam proses
perencanaan strategis maupun operasional perusahaan, sebagai perwujudan dari penerapan
tata kelola perusahaan yang baik (GCG). Dengan manajemen risiko yang baik, maka
diharapkan semua risiko dapat diidentifikasi, dikelola, dikendalikan dan dimitigasi secara
tepat, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap pencapaian tujuan perusahaan.
Selain itu, penerapan manajemen risiko yang baik dapat mengeksplorasi peluang untuk
meningkatkan laba perusahaan serta meningkatkan kepercayaan dari para pemangku
kepentingan.

Kode etik Perseroan mewajibkan seluruh jajaran Perseroan baik itu para pejabat, manajemen
maupun karyawan untuk patuh dan taat kepada hukum dan peraturan yang berlaku di dalam
Perseroan, termasuk budaya perusahaan, menghindari kegiatan yang menyebabkan benturan
kepentingan, serta menyimpan dan menjaga kerahasiaan informasi bisnis Perseroan dan
informasi yang berkaitan dengan pihak yang memiliki hubungan dengan Perseroan.

KODE ETIK
Secara terperinci Kode Etik Perseroan adalah sebagai berikut:

 Ketaatan kepada hukum dan kebijakan Perseroan


-Setiap jajaran dari tingkat Direksi hingga karyawan Perseroan wajib tunduk kepada
ketentuan hukum dan peraturan yang ditetapkan dalam kebijakan Perseroan, termasuk budaya
perusahaan.
-Tidak diperkenankan melanggar hukum, peraturan atau kebijakan Perseroan untuk
memenuhi target keuntungan.
-Kriteria praktik suatu aktivitas yang dapat diterima, tidak hanya dilihat dari praktik yang
dijalankan oleh kompetitor atau pihak lain di pasar.
 Penerapan nilai-nilai Perseroan

Budaya perusahaan: kerja keras, disiplin dan bersyukur, Perseroan merumuskan nilai-nilai
Perusahaan yang disingkat dengan PPEDGES yaitu Performance, Professional, Excellence,
Determination, Genuiness, Efficiency, dan Satisfaction. Nilai-nilai tersebut diharapkan
melekat pada diri masing-masing Insan Perusahaan.

 Hubungan dengan pihak luar/eksternal Hubungan yang dijalankan Perseroan yang


patut diperhatikan antara lain hubungan dengan komunitas setempat dalam hal
penggunaan sumber daya dan transaksi dengan rekanan dan pemasok yang terkait
dengan benturan kepentingan, suap, kontribusi dan aktivitas politik, serta hadiah dan
jamuan.

Kenapa memilih PT. PP?


PTPP memiliki eksposur yang lebih rendah terhadap proyek turnkey pemerintah
dibandingkan dengan tiga BUMN konstruksi lain (wika, waskita, adhi karya). Misalnya:
proyek pembangunan Bandara Kulon Progo akan memakai skema semi turnkey, yang
mengharuskan PTPP mendanai 70% atau senilai Rp4,6 triliun dari total biaya proyek,
kekuatan modal PTPP tidak menjadi kekhawatiran karena setelah rights issue, perseroan
memiliki kas yang cukup.

Selain itu manajemen PTPP pernah menyampaikan laba bersih per 30 September 2017
mencapai Rp1,1 triliun, atau sekitar 65% dari target pada 2017 sebesar Rp1,7 triliun.
Sekretaris Perusahaan PTPP, mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, pihaknya
telah melakukan tranformasi bisnis dari hanya perusahan konstruksi menjadi perusahaan
konstruksi dan investasi. Dengan lini usaha investasi, diharapkan ada recurring income yang
di targetkan kontribusinya sekitar 10%-20% laba bersih dalam beberapa tahun ke depan