Anda di halaman 1dari 10

MEKANIKA FLUIDA

Kelompok LXXIV

BAB VI
PELIMPAH AMBANG SEGITIGA
6.1 Tujuan Percobaan
1. Menyatakan hubungan antara tinggi muka air di depan ambang (
H ) dengan debit aliran ( Q )
2. Menghitung koefisien debit ( C d )
6.2 Alat-alat Percobaan dan gambar alat percobaan
6.2.1 Alat-alat Percobaan
1. Bangku kerja hidrolik
2. Satu set alat pelimpah ambang segitiga
3. Point Gauge
4. Gelas ukur
5. Stopwatch
6. Mistar

Gambar 6.1 Alat Percobaan Pelimpah Ambang Segitiga


(Sumber: Lab.Hidrolika, Teknik Sipil Universitas Tadulako 2019)

Civil Engineering ‘18


MEKANIKA FLUIDA
Kelompok LXXIV

Gambar 6.2 Bangku Kerja Hidrolik


(Sumber: Lab.Hidrolika, Teknik Sipil Universitas Tadulako 2019)

Gambar 6.3 Point gauge


(Sumber: Lab.Hidrolika, Teknik Sipil Universitas Tadulako 2019)

Civil Engineering ‘18


MEKANIKA FLUIDA
Kelompok LXXIV

Gambar 6.4 Gelas ukur


(Sumber: Lab.Hidrolika, Teknik Sipil Universitas Tadulako 2019)

Gambar 6.5 stopwatch


(Sumber : www.google.co.id/search?tbm=isch&q=stopwatch#imgrc=kQzkrb1aLC_l1M:)

Civil Engineering ‘18


MEKANIKA FLUIDA
Kelompok LXXIV

Gambar 6.6 mistar


(Sumber :untungfatoni.wordpress.com)

Point gauge

Skala pembaca
Jarum
Pelimpah
ambang segitiga

Bak penampung

Gambar 6.7 Sketsa Alat Percobaan Pelimpah Ambang Segitiga


(Sumber : Modul Praktikum Mekanika Fluida Lab.Hidrolika, Teknik Sipil
Universitas Tadulako 2017)

Civil Engineering ‘18


MEKANIKA FLUIDA
Kelompok LXXIV

6.3 Teori Dasar


Pada saluran irigasi selain digunakan bendung, ambang lebar
yang berfungsi sebagai alat ukur debit, namun selain alat ukur debit
tersebut diatas, segitiga Thompson pun dapat berfungsi sebagai alat
ukur debit yang aplikasinya banyak digunakan dibanyak saluran
irigasi.

6.3.1 Pengertian Ambang


Ambang adalah salah satu jenis bangunan air yang dapat digunakan
untuk menaikkan tinggi muka air serta menentukan debit aliran air. Dalam
merancang bangunan air, perlu diketahui sifat-sifat atau karakteristik aliran air
yang melewatinya. Pengetahuan ini diperlukan dalam perencanaan bangunan
air untuk pendistribusian air maupun pengaturan sungai.
Ambang umumnya digunakan memakai ambang dengan pelat. Biasa
digunakan di saluran terbuka seperti aliran untuk menentukan debit (flowrate).
Prinsip dasar adalah bahwa debit secara langsung terkait dengan kedalaman air
(h). Ambang dapat bersifat hambatan (lebar) dasar sesuai dengan lebar saluran,
menyempit sebagian ataupun menyempit.
Dengan adanya ambang, akan terjadi efek pembendungan disebelah
hulu ambang. Efek ini dapat dilihat dari naiknya permukaan air bila
dibandingkan dengan sebelum dipasang ambang. Dengan demikian pada
penerapan di lapangan harus diantisipasi kemungkinan banjir dihulu ambang.
Secara teori naiknya permukaan air ini merupakan gejala alam dari
aliran dimana untuk memperoleh aliran air yang stabil, maka air akan mengalir
dengan kondisi aliran subkritik, karena aliran jenis ini tidak akan menimbulkan
gerusan (erosi) pada permukaan saluran. Pada saat melewati ambang biasanya
aliran akan berperilaku sebagai aliran kritik, selanjutnya aliran akan mencari
posisi stabil.

Civil Engineering ‘18


MEKANIKA FLUIDA
Kelompok LXXIV

6.3.2 Penjelasan Pelimpah Ambang Segitiga


Pelimpah ambang tajam adalah bangunan air yang salah satu fungsinya
untuk mengukur debit aliran pada suatu saluran terbuka. Jenis peluap ambang
tajam ini merupakan salah satu konstruksi pengukur debit yang banyak dijumpai
di saluran - saluran irigasi maupun laboratorium.
Dalam penggunaannya, ambang tajam bentuk segi empat biasanya
digunakaan untuk mengukur aliran dengan debit tinggi, dan ambang tajam
bentuk segi tiga digunakan untuk mengukur aliran dengan debit rendah.

Pada pelimpah ambang tajam segitiga berlaku persamaan:


1/3 h
b

H h1
mb
h
2. p p

Gambar 6.8 Pola Pelimpah Ambang Segitiga


(Sumber : Modul Praktikum Mekanika Fluida Lab.Hidrolika, Teknik Sipil
Universitas Tadulako 2017)

Q
5 C d=
8 8
Q=Cd √2 g H 2 Sehingga .... (pers. 6.1)
15 5
2
15 √ 2 g H

Dimana :
Q = Debit Aliran ( m 3 / det )
Cd = Koefisien debit (Tanpa dimensi )

b = Lebar ambang (m)


Civil Engineering ‘18
MEKANIKA FLUIDA
Kelompok LXXIV

H = Tinggi muka air diatas ambang (m)

g = Percepatan gravitasi bumi ( 9,81 m/det 2)

p = Tinggi ambang diatas dasar saluran (m)

6.4 Prosedur Percobaan dan Prosedur Perhitungan

6.4.1 Prosedur Percobaan


a. Ukur Lebar ( b ) dan tinggi (p) dari pelimpah ambang
segitiga
b. Alirkan air lewat atas pelimpah dan ukur tinggi muka air di
atas ambang H = h - p
c. Ukur volume ( V ) dengan menggunakan gelas ukur
selama waktu ( t )
d. Lakukan prosedur diatas setiap perubahan debit tertentu
minimal 5x

6.4.2 Prosedur Perhitungan


a. Menentukan lebar ambang (b)
b. Menentukan tinggi ambang (p)
c. Menentukan volume (v)
d. Menentukan waktu rata – rata ( t́ )
t 1+t 2 +t 3 … …+ t n
t́=
n

e. Menentukan tinggi muka air (h)


f. Menghitung tinggi muka air di atas ambang ( H )

H=h-p

g. Menghitung nilai debit aliran ( Q )

Civil Engineering ‘18


MEKANIKA FLUIDA
Kelompok LXXIV
V
Q=
t

5
h. Menghitung nilai H 2

i. Menghitung koefisien debit ( C d )

Q
C d= 5
8
√2 g . H 2
15

6.7 Analisa Grafik


1. Hubungan antara Q dan Cd
- Grafik terbentuk dengan menghubungkan titik 1, 2, 4 dan 5
serta titik 3 dan diregresi.
- Grafik berbentuk kurva terbuka ke bawah.
- Grafik menunjukkan bahwa hubungan Q dan Cd lurus.
- Grafik menunjukkan hubungan berbanding lurus, dimana
semakin besar nilai Cd maka semakin besar pula nilai Q.
2. Hubungan antara Q dan H5/2
- Grafik terbentuk dengan menghubungkan titik 1, 2, dan 5.
Sedangkan titik 3 dan 4 diregresi.
- Grafik berbentuk kurva ke bawah.
- Grafik menunjukkan hubungan berbanding lurus, dimana
semakin besar nilai H5/2 maka semakin besar pula nilai Q.

Civil Engineering ‘18


MEKANIKA FLUIDA
Kelompok LXXIV

6.8 Kesimpulan dan saran


6.8.1 Kesimpulan
1. Dari hasil perhitungan di pelimpah ambang segitiga.
Diperoleh nilai H (tinggi muka air di atas ambang) yaitu
berkisar antara 0,00806 - 0,02706 m dan Q (debit aliran) yaitu
berkisar antara 1,7 x 10-5 – 2,1 x 10-5 m3/detik.
2. Hubungan antara tinggi muka air di depan ambang (H)
dengan debit aliran (Q) adalah berbanding lurus, artinya
semakin besar nilai Q maka akan semakin besar pula nilai H.
3. Nilai koefisien debit (Cd) dipengaruhi oleh nilai debit (Q),
gravitasi (g), lebar ambang (b), dan tinggi muka air di atas
ambang (H).
4. Dari hasil percobaan, diperoleh besar nilai koefisien debit (cd)
pada pelimpah ambang segitiga yaitu berkisar antara 1,21579 -
0,70574
5. Apabila nilai Q sama yaitu 1,7 x 10-5m3/detik, besar nilai
koefisien debit (Cd) pada pelimpah ambang segitiga yaitu
1,21579. Sedangkan besar nilai koefisien debit (Cd) pada
pelimpah ambang segiempat yaitu 3,09886. Maka dapat
dinyatakan bahwa, apabila nilai Q sama, maka nilai koefisien

Civil Engineering ‘18


MEKANIKA FLUIDA
Kelompok LXXIV

debit (Cd) pada pelimpah ambang segitiga lebih kecil


dibandingkan pada pelimpah ambang segiempat.

6.8.2Saran
1. Sebelum melakukan percobaan, sebaiknya alat dikalibrasi dengan baik agar
data yang diperoleh akurat.
2. Sebelum melaksanakan praktikum, hendaknya peserta
praktikum mengerti dan paham akan materi yang akan
dipraktekan agar tidak terjadi kesalahan pada saat
melakukan praktikum dan pengambilan data hasil
praktikum.
3. Dalam melakukan praktikum hendaknya selalu berkonsultasi
dengan asisten yang mendampingi jika menemui kesulitan.
4. Kerja sama antar kelompok sangatlah dibutuhkan untuk
keakuratan data yang diperoleh ketika melakukan
praktikum.
5. Alat yang digunakan sering mengalami gangguan, sebaiknya
alat-alat tersebut dapat diperbaiki agar dapat melancarkan
jalannya praktikum.

Civil Engineering ‘18