Anda di halaman 1dari 5

A.

Judul Proposal: Virus Corona Yang Merajalela Di Indonesia

B. Pendahuluan
1. Latar Belakang Penelitian
Corona virus (CoV) adalah keluarga besar virus yang menyebabkan
penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis corona
virus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala
beratseperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) danSevere Acute
Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus Disease (COVID-19) adalah virus
jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia.Virus
corona adalah zoonosis (ditularkan antara hewan danmanusia). Penelitian
menyebutkan bahwa SARS ditransmisikan dari kucing luwak(civet cats) ke
manusia dan MERS dari unta ke manusia. Beberapa corona virus yang dikenal
beredar pada hewan namun belum terbukti menginfeksi manusia.Manifestasi
klinis biasanya muncul dalam 2 hari hingga 14 hari setelah paparan. Tanda dan
gejala umum infeksi corona virus antara lain gejala gangguan pernapasan akut
seperti demam, batuk dan sesak napas. Pada kasus yang berat dapat menyebabkan
pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.Pada 31
Desember 2019, WHO China Country Officemelaporkan kasus pneumonia yang
tidak diketahui etiologinya di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Pada tanggal 7
Januari 2020, Cina mengidentifikasi pneumonia yang tidak diketahui etiologinya
tersebut sebagai jenis baru coronavirus (corona virus di sease, COVID-19). Pada
tanggal 30 Januari 2020 WHO telah menetapkan sebagai Public Health
Emergency of International Concern (PHEIC). Penambahan jumlah kasus
COVID-19 berlangsung cukup cepat dan sudah terjadi penyebaran ke luar wilayah
Wuhan dan negara lain. Sampai dengan 16 Februari 2020,secara global dilaporkan
51.857kasus konfimasi di 25 negara dengan 1.669 kematian (CFR 3,2%). Rincian
negara dan jumlah kasus sebagai berikut: China 51.174kasus konfirmasi dengan
1.666 kematian, Jepang (53kasus, 1 Kematian dan 355 kasus di cruise ship
Pelabuhan Jepang), Thailand (34kasus), Korea Selatan (29kasus), Vietnam
(16kasus), Singapura (72kasus), Amerika Serikat (15kasus), Kamboja (1 kasus),
Nepal (1kasus),Perancis (12kasus),Australia (15 kasus), Malaysia (22kasus),
Filipina (3 kasus, 1 kematian), Sri Lanka (1 kasus), Kanada (7kasus), Jerman
(16kasus), Perancis (12kasus), Italia (3kasus), Rusia (2 kasus), United Kingdom
(9kasus), Belgia (1 kasus), Finlandia (1 kasus), Spanyol (2kasus), Swedia (1
kasus), UEA (8kasus), dan Mesir (1 Kasus).Di antara kasus tersebut, sudah ada
beberapa petugas kesehatan yang dilaporkan terinfeksi. Tanda-tanda dan gejala
klinis yang dilaporkan sebagian besar adalah demam, dengan beberapa kasus
mengalami kesulitan bernapas, dan hasil rontgen menunjukkan infiltrat
pneumonialuasdi kedua paru. Menurut hasil penyelidikan epidemiologi awal,
sebagian besar
Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Coronavirus Disease (COVID-
19)12kasus di Wuhan memiliki riwayat bekerja, menangani, atau pengunjung
yang sering berkunjung ke Pasar Grosir Makanan Laut Huanan.Sampai saat ini,
penyebab penularan masih belum diketahui secara pasti.WHO melaporkan bahwa
penularan dari manusia ke manusia terbatas (pada kontak erat dan petugas
kesehatan) telah dikonfirmasi di China maupun negara lain. Berdasarkan kejadian
MERS dan SARS sebelumnya, penularan manusia ke manusia terjadi melalui
droplet, kontak dan benda yang terkontaminasi, maka penularan COVID-
19diperkirakan sama. Rekomendasi standar untuk mencegah penyebaran infeksi
adalah melalui cuci tangan secara teratur, menerapkan etika batuk dan bersin,
menghindari kontaksecara langsung dengan ternak dan hewan liarserta
menghindari kontak dekat dengan siapa pun yang menunjukkan gejala penyakit
pernapasan seperti batuk dan bersin.Selain itu, menerapkan Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi (PPI) saat berada di fasilitas kesehatan terutama unit gawat
darurat.

2. Perumusan Masalah
 Bagaimana cara yang di rekomendasikan untuk menghadapi covid-19
 Bagaimana cara mengatasi tanda-tanda yang muncul pada covid-19 ini
3. Tujuan Penelitian
Untuk memperjelas arah penelitian ini, dirumuskan tujuan penelitian
sebagai berikut.
a. Untuk Melaksanakan kesiapsiagaan menghadapi COVID-19 di Indonesia.

4. Kontribusi Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi
masyarakat Indonesia untuk kesiapsiagaannya dalam menghadapi Covid-19 ini.
Hasil penelitian ini juga diharapkan agar masyarakat Indonesia juga bisa
mencegah nya karena usaha pencegahan virus Corona makin penting dan juga
hingga kini belum ditemukan vaksinnya. Pencegahan menghadapi virus Corona
ini harus dilakukan setiap hari dari segala lapisan usia.

5. Definisi Operasional

Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus atau biasa disingkat


MERS-CoV adalah penyakit sindrom pernapasan yang disebabkan oleh Virus-
Corona yang menyerang saluran pernapasan mulai dari yang ringan sampai yang
berat. Gejalanya adalah demam, batuk dan sesak nafas, bersifat akut, dan biasanya
pasien memiliki penyakit ko-morbid (penyakit penyerta). Virus MERS-CoV baru
dikenali pertama kali pada tahun 2012 di Negara Arab Saudi. Virus tersebut yang
menyebabkan SARS(Severe Acute Respiratory Syndrom) pada tahun 2002 hingga
2003, virus tersebut sangat berbahaya dan sudah mewabah hingga 8273 kasus dan
775 meninggal dunia (Elshinta, 2015). Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus
Corona, salah satu virus yang masih berkerabat dengan virus penyebab SARS
(Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2013).

C. Tinjauan Pustaka
Coronavirus Virus merupakan suatu individu yang tidak dapat
dideskripsikan sebagai hewan maupun tumbuhan. Jika hewan dan tumbuhan
mengandung dua asam nukleat yaitu DNA dan RNA, sebaliknya virus hanya
mengandung salah satunya. Asam nukleat tersebut dapat merangsang siklus
replikasi virus secara lengkap. Virus hanya dapat bereplikasi dan hidup pada
inang hidup, jika inang tersebut akhirnya mati maka virus akan berpindah pada sel
yang masih hidup (Fenner et al1993).Genus coronavirus termasuk ke dalam
keluarga Togaviridae, mempunyai amplop yang tipis dengan diameter tubular
nucleocapsid sebesar 9 nm. Genom dari virus genus ini terdiri dari single-stranded
RNA dan memiliki berat yang tidak terdefinisikan. Pada strain yang menyerang
manusia dapat menyebabkan demam, dan pada hewan, coronavirus dapat
menyerang organ pernafasan, pencernaan atau dapat menyebabkan penyakit
sistemik (Fenner et al1974). Terdapat tiga serogrup coronavirus yang dapat
menyerang mamalia dan unggas. Grup pertama termasuk di dalamnya adalah
felinecoronavirus (FCoV), caninecoronavirus (CCV), transmissible gastroenteritis
virus (TGEV) pada babi dan human coronavirus 229E. Grup kedua terdiri dari
bovine coronavirus dan mouse hepatitis virus, sedangkan grup yang ketiga terdiri
dari avian infectiousbronchitis virus serta variasinya (Rottier dalam Garner et al
2008). Tidak semua kucing yang terinfeksi felinecoronavirus mendapat
felineinfectious peritonitis. Hal ini disebabkan oleh mutasi virus yang bervariasi,
dapat berubah menjadi ganas atau tidak, tergantung pada infeksi sekunder dan
keadaan antibodi yang baik. Feline Infectious Peritonitis Etiologi Feline Corona
Virus (FCoV) adalah virus yang menyebabkan adanya gejala klinis yang ringan
pada sebagian besar kucing. Tidak semua kucing yang terinfeksi coronavirus
dapat terserang FIP. Hal tersebut terjadi karena kemampuan FCoV atau Feline
Enteric Corona Virus (FECV) yang bermutasi menjadi FIP Virus dan
menyebabkan kucing dapat terserang FIP. Infeksi tersebut dapat terjadi sangat
fatal sehingga menyebabkan kematian (Anonim 2010).Transmisi virus ini melalui
kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi atau feses hewan tersebut.
Coronavirus terakumulasi di feses dan saliva, sehingga rute faecal-oral merupakan
penyebab infeksi primer dan meluas hingga saluran pernafasan.
D. Metode Penelitian
Dalam penelitian ini digunakan metode Deskriptif. Tujuannya untuk
mengetahui hal hal apa saja yang bisa untuk menghadapi covid-19.
Analisis datanya terambil dari persoalan Virus corona yang sudah bisa
menular dari orang ke orang melalui percikan cairan dari hidung atau mulut
penderita yang batuk atau buang nafas. Percikan cairan ini bisa mengenai benda-
benda di sekitar orang tersebut. Orang lain yang menyentuh benda itu kemudian
menyentuh mata, hidung, atau mulut bisa tertular virus corona pula. Orang juga
bisa tertular Covid-19 kalau menghirup percikan cairan dari penderita yang batuk
atau buang nafas. Mengingat vaksin dan obat untuk Covid-19 belum ditemukan,
meminimalkan kontak langsung dan menjaga jarak dengan orang lain merupakan
cara utama untuk menghindari penularannya. “Sangat penting berada lebih dari
satu meter dari orang yang sedang sakit.
Dari hasil analisis ini diharapkan akan diperolah keluaran atau hasil yang
jelas dan kompherensif tentang virus corona yang di publikasikan kepada seluruh
masyarakat Indonesia , yang selanjutnya akan di jadikan contoh mencegah nya.