Anda di halaman 1dari 5

ETIKA PROFESI AKUNTANSI

Etika profesi akuntansi yang akan dibahas oleh penulis yaitu prinsip atau unsur-unsur etika
profesi yang dianut oleh AICPA (American Institute of Certified Public Accountants) alasan penulis
memilih lembaga tersebut dengan dasar bahwasanya dari segi historis AICPA dimulai
ketika American Association of Public Accountants (AAPA) dibentuk. Pada tahun 1916, American
Association of Public Accountants diganti dengan Institute of Public Accountants, yang pada saat itu
memiliki anggota 1.150 orang. Namanya kemudian berubah menjadi American Institute of
Accountants pada 1917 hingga 1957, ketika akhirnya menjadi American Institute of Certified Public
Accountants. American Society of Certified Public Accountants dibentuk pada 1921 dan bertindak
sebagai federasi dari komunitas-komunitas negara bagian. Society kemudian bergabung ke Institute
pada 1936 dan pada saat itu, Institute sepakat untuk membatasi calon anggotanya hanya yang bergelar
CPA. Organisasi ini menerbitkan jurnal bulanan The journal of accountancy dan berpengaruh kuat
bagi perkembangan prinsip-prinsip akuntansi serta norma pemeriksaan di Amerika Serikat.

Seiring berjalannya waktu prinsip-prinsip dasar AICPA mulai di akui secara universal bahkan
jika melihat lembaga ikatan akuntan Indonesia (IAI) yang berdiri pada tahun 1957 bisa dilihat bahwa
IAI menganut prinsip-prinsip dasar yang terdapat dalam AICPA. Secara historis AICPA lebih dulu
berdiri yakni pada Tahun 1916 sedangkan IAI pada tahun 1957. Selain dari segi historis terbentuknya
AICPA, adapun yang membuat penulis tertarik untuk membahas AICPA yakni negara amerika
dikenal sebagai salah satu negara dengan perekonomian yang maju di dunia, hal ini juga tentunya
didorong oleh sumber daya manusia yang memiliki etika profesi yang baik khususnya di dalam
profesi akuntansi. Etika profesi akuntansi akan meningkatkan profesionalitas dan integritas dari
sumberdaya manusia. Etika profesi akuntansi juga merupakan suatu hal yang sangat esensial untuk
membangun serta meningkatkan perekonomian suatu negara maupun suatu perusahaan. Dengan
melihat dampak dari etika profesi akuntansi terhadap pembangunan perekonomian dalam suatu negara
maupun perusahaan, dimana dengan etika profesi yang baik akan mendorong kemajuan
perokonomian suatu negara maupun suatu perusahaan, maka penulis akan meguraikan serta
membahas mengenai pedoman prinsip etika profesi akuntansi dari lembaga AICPA (American
Institute of Certified Public Accountants).

Ikhtisar kode etik yang menjadi pedoman etika profesi AICPA (American Institute of
Certified Public Accountants), terbagi menjadi enam prinsip yaitu:

1. Tanggung Jawab

Dalam melaksanakan tanggung jawab sebagai profesional, anggota harus menerapkan pertimbangan
profesional dan moral yang sensitive dalam segala kegiatannya. (section 52, article I)
2. Kepentingan Umum

Anggota harus menerima kewajiban mereka untuk bertindak dengan cara yang dapat melayani
kepentingan publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen terhadap
profesionalisme. (section 53, article II)

3. Integritas

Untuk mempertahankan dan memperluas kepercayaan masyarakat, anggota harus melakukan semua
tanggung jawab profesional dengan integritas tertinggi. (section 54, article III)

4. Objektivitas dan Independensi

Seorang anggota harus mempertahankan objektivitas dan bebas dari konflik kepentingan dalam
melaksanakan tanggung jawab professional. Seorang anggota dalam praktik publik harus independen
dalam penyajian fakta dan tampilan ketika memberikan layanan audit dan jasa atestasi lainnya.
(section 55, article IV)

5. Due Care (Kehati-hatian)

Seorang anggota harus mematuhi standar teknis dan etis profesi, berusaha terus menerus untuk
meningkatkan kompetensi dan layanan dalam melaksanakan tanggung jawab profesional dengan
kemampuan terbaik yang dimiliki anggota. (section 56, article V)

6. Ruang Lingkup dan sifat Jasa

Seorang anggota dalam praktik publik harus memerhatikan Prinsip-prinsip dari Kode Etik Profesional
dalam menentukan lingkup dan sifat jasa yang akan disediakan. (section 57, article VI).

Terdapat enam prinsip yang menjadi dasar pedoman prilaku seorang yang berprofesi sebagai
akuntan seperti yang telah diuraikan diatas, sebelum membahas enam prinsip tersebut seyogianya
perlu dipahami pengertian etika profesi secara umum serta pendekatan yang digunakan dalam ilmu
etika.

Etika secara etimologis berasal dari bahasa Yunani, yaitu ethos yang artinya watak kebiasaan.
Etika seringkali disamakan dengan moral karena secara etimologis kata moral berasal dari bahasa
Yunani yakni mos dan bentuk jamak mores yang juga bermakna sama dengan ethos. Namun, Menurut
Franz Magnis- Suseono moral adalah ajaran, kumpulan peraturan dan ketetapan secara lisan maupun
tertulis tentang bagaimana manusia harus hidup dan bertindak agar dapat menjadi manusia yang baik,
sedangkan etika adalah filsafat atau pemikiran kritis tentang ajaran-ajaran dan pandangan moral. Dari
pendapat Franz Magnis- Suseono tersebut bisa dilihat antara moral dan etika terdapat suatu perbedaan
yang sangat fundamental yakni moral hanya sebatas tatacara untuk melakukan tindakan yang baik,
sementara etika lebih mendalam, tidak sebatas perbuatan baik tetapi etika melakukan penilaian
dengan pemikiran yang kritis terhadap moral bahkan etika juga dapat mengkritisi moral jika ternyata
moral tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar etika. Sementara itu, etika sebagai cabang
filsafat terdiri dari tiga pendekatan. Tiga pendekatan tersebut yaitu pendekatan deskriptif, normatif
dan metaetika. Ketiga pendekatan tersebut sangat penting dan juga dapat digunakan untuk
menyelesaikan suatu permasalahan. Pertama, etika deskriptif mengambarkan tingkah laku moral
dalam arti luas. Misalnya, melukiskan adat perkawinan di minahasa namun tidak memberikan
penilaian apakah adat tersebut ditolak. Kedua etika normatif memberikan penilian-penilaian dan
sudah terdapat keberpihakan terhadap pandangan moral tertentu. Ketiga atau yang terakhir etika
metaetika, meta berarti melampaui, metaetika lebih bersifat analitis, suatu aliran yang penting dalam
filsafat abab ke 20 yang dipelopori oleh filsuf asal Inggris bernama George Moore (1873-1958).

Setelah mengerti pengertian dari etika yang ternyata berbeda dengan moral dan setelah
mengetahui tiga pendekatan dalam ilmu etika maka penulis akan mulai dengan menggunakan etika
deskriptif untuk mengambarkan tentang enam prinsip kode etik AICPA. Secara umum kode etik
AICPA mengatur tingkah laku aggotanya yang berprofesi sebagai seorang akuntan. Enam prinsip
tersebut mengatur cara untuk melakukan atau menjalankan profesi agar profesi tersebut bisa
dijalankan dengan baik. Prinsip-prinsip tersebut berlaku terhadap setiap anggota yang bersedia
mengikuti setiap pedoman. Tanggung jawab, kepentingan umum, integritas, objektivitas dan
independensi, due care (kehati-hatian), ruang Lingkup dan sifat jasa adalah enam prinsip yang
dipegang oleh setiap anggota AICPA.
Pedoman prilaku yang sudah digambarkan secara deskriptif terdiri dari enam prinsip.
Selanjutnya penulis melakukan penilian terhadap enam prinsip pedoman kode etika AICPA yakni
terhdap prinsip yang pertama yaitu tanggung jawab atau responsibility. Responsibility merupakan
suatu hal yang sangat penting dalam moral act atau tindakan moral. Sebelum melakukan suatu
tindakan haruslah dapat dipertanggujawabkan. Hal tersebut sangat penting nagi seorang akuntan
dalam menjalankan profesinya, agar seorang akuntan dapat mempertanggunjawabkan semua
pembukuan yang telah dibuanya.
Kedua, mengenai kepentingan publik, seorang akuntan menjadi sebuah profesi bukan saja
karena terdapat kode etik melainkan karena seorang akuntan melakukan tugas untuk melayani
kepentingan umum. Hal tersebut sama dengan profesi seorang dokter yang melayani kepentingan
umum, dalam hal ini seorang yang membutuhkan pengobatan. Seorang akuntan melayani negara
bahkan masyarakat yang membutuhkan seorang untuk dapat mengatur serta membuat pembukuan
agar perekonomian sebauh perusahaan atau negara dapat dikontrol. Bisa dibayangkan tanpa seorang
akuntan betapa kacaunya pembukuan serta bagaimana seorang dapat mempertanggungjawabkan
keuangan perusahaan? Tentu hal yang sulit tanpa seorang akuntan. Prinsip kedua merupakan cikal
bakal akuntan disebut sebgai profesi karena didalamnya terdapat kepentingan umum sehingga seorang
akuntan harus mementingkan kepetingan umum bukan kepentingan pribadi melainkan yang menjadi
prioritas utama “the public of interest is number one”.
Ketiga, integritas merupakan hal yang sangat penting bukan hanya pada profesi akuntan
melainkan terhadap semua profesi. Tanpa integritas segala sesuatu tidak akan berjalan sebagaimana
mestinya, sehingga integritas merupakan suatu prinsip yang sangat fundamental untk dipegang teguh
oleh seorang akuntan karena tanpa integritas maka setiap tindakan yang dilakukan pasti akan
bertentangan dengan nilai-nilai moral yang berlaku dalam suatu masyarakat. Integritas juga bukan
hanya menjadi prinsip tapi menjadi modal bagi seorang akuntan. Seorang akuntan yang berintegritas
akan memperoleh peluang yang tinggi juga untuk mengembangkan suatu perusahaan atau tempat
dimana seorang akuntan itu bekerja.
Keempat, seorang akuntan haruslah independen dan objektif dalam menjalankan tuganya,
prinsip tersebut bertujuan agar seorang akuntan dapat menjalankan tugasnya secara impartial.
Misalnya ketika seorang akuntan bekerja dengan intervensi dari berbagai pihak sehingga
mengakibatkan kerugian bagi perusahaan. Kata impartial bermaksud agar akuntan dalam menjalankan
profesinya bersifat netral tidak ada konflik kepentingan. Contoh kasus, seorang akuntan dalam ilmu
akuntansi jika seorang onwer melakukan pengambilan dana haruslah dicata dalam pembukuan
sebabagi prive. Sedangkan akuntan tersebut mendapakan konflik kepentingan ada intervensi dari
sahabat onwer yang mengatakan bahwa onwer akan sangat marah jika memasukan prive ke dalam
pembukuan, padahal hal tersebut tidak benar. Jika akuntan tidak independen serta objektif dan
mengikuti perkataan sahabat onwer tersebut maka tentu akan memberikan kerugian terhadap
prusahaan karena tanpa memasukan prive maka modal perusahan akan berkurang dan menimbulkan
kerugian karena sulit mencari keseimbangan antara modal, perlengkapan, kebutuahan perusahaan
sebagai pengeluaran dan pendapatan yang masuk sebagai laba.
Kelima, kehati-hatian merupakan prinsip yang mutlak harus dipegang oleh akuntan karena
dalam menjalankan tugas tanpa kehati-hatian akan menimbulkan kerusakan pada sistem pembukuan.
Ketelitian seorang akuntan menunjukan kualitas akuntan tersebut. Akuntan yang ceroboh akan
mengakibatkan kerugian pada tempatnya bekerja.
Keenam, prinsip yang terakhir adalah ruang lingkup dan sifat jasa, pada prinsip terakhir yang
menjadi subtansi adalah kompetensi akuntan itu sendiri. Seorang akuntan tidak dapat melakukan
tindakan diluar kompetensinya karena itu akan merugikan dirinya sendiri dan tempatnya bekerja.
Kesimpulan yang ditarik oleh penulis dari keenam prinsip tersebut, ternyata keenam prinsip
tersebut memiliki benang merah atau hubungan yang sangat erat dan tidak bisa dipisahkan satu
dengan yang lain. prinsip tanggung jawab akan berkaitan dengan integritas karena tanpa integritas
seorang tidak akan dapat mempertanggungjawabkan pembukuannya, contohnya jika seorang mencuri
uang perusahaan dan membuat laporan pembukuan palsu maka tentunya orang tersebut pada saat
diminta perusahaan untuk memberikan laporan keuangan orang tersebut akan kebingungan untuk
membertanggungjawabkan pembukuan tersebut, hal itu disebabkan orang tersebut sudah
menggunakan uang perusahaan untuk kepentingan dirinya bukan lagi untuk kepentingan umum
(kepentingan umum sudah berkaitan dengan prinsip ketiga). Begitupun antara kepentingan umum dan
ruang lingkus serta sifat jasa atau kompetensi, jika seorang akuntan menjalankan tidak sesuai sifat jasa
dan ruang lingkup kerjanya maka pasti yang dirugikan adalah kepentingan umum, begitupun
seterusnya. Intinya adalah keenam prinsip harus dijalankan secara bersama dalam setiap prilaku dan
tugas seorang akuntan sebagai sebuah profesi.
Prinsip-prinsip dari AICPA kiranya dapat menjadi pedoman bagi setiap profesi akuntansi dan
kiranya dapat di implementasikan dalam menjalankan tugas untuk seorang yang berprofesi sebagai
akuntan agar dapat menciptakan sumber daya menusia yang memiliki daya saing global serta
membangun perekonomian negara maupun perusahaan.