Anda di halaman 1dari 11

EFEK PENGGUNAAN MINYAK KETAPANG SEBAGAI BAHAN DASAR

PADA BIODIESEL BASED DRILLING FLUIDS


PROPOSAL PENELITIAN

OLEH :

IDHAM ILHAM PALAVI


NPM. 153210136

PROGRAM STUDI TEKNIK PERMINYAKAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur  Penulis ucapkan kehadhirat Allah S.W.T yang telah


memberikan keluasan waktu dan kesehatan kepada penulis untuk dapat
menyelesaikan skripsi ini dengan judul ‘‘Efek Penggunaan Minyak Ketapang
Sebagai Bahan Dasar Pada Bioiesel Based Drilling Fluids ”
Penyusunan proposal penelitian ini merupakan salah satu syarat untuk
mengerjakan skripsi pada Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknik
Universitas Islam Riau. Dalam penulisan proposal ini penulis merasa bahwa
proposal ini masih jauh dari kata sempurna, maka dari itu penulis berharap kepada
pembaca apabila terdapat kesalahan dalam proposal ini penulis berharap ada
kritikan dan saran untuk memperbaiki proposal penelitian ini. Akhir kata, semoga
proposal penelitian ini dapat diterima dan atas perhatiannya penulis ucapkan
terimakasih.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih banyak


terdapat kekurangandan kelemahannya,maka dengan senang hati Penulis
menerima saran dan kritikan yang sifatnya membangun, Kritik dan saran
perbaikan sangat Penulis harapkan demi kelengkapan dan penyempurnaan  skripsi
ini. Semoga sripsi ini bermanfaat bagi kita semua.

Pekanbaru, Oktober 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................i

DAFTAR ISI............................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1

1.1 Latar Belakang...............................................................................................1

1.2 Tujuan Penelitian............................................................................................1

1.3 Batasan Masalah.............................................................................................2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA..............................................................................3

BAB III METODOLOGI PENELITIAN................................................................5

3.1 Tahapan-tahapan Penilitian............................................................................5

3.2 Lokasi Penelitian............................................................................................5

3.3 Perubahan yang diamati.................................................................................5

3.4 Teknik Pengumpulan dan Analisis Data........................................................5

3.5 Flow Chart......................................................................................................6

DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................7

ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Meningkatnya kebutuhan energi dunia membuat eksplorasi untuk oil and gas
juga semakin meningkat. Dengan meningkatnya eksplorasi pada saat sekarang,
fokus eksplorasi sedang tertuju pada pemboran area sensitif, khususnya lapangan
offshore. Pemboran merupakan proses yang mebutuhkan resiko, teknologi dan
biaya yang besar. Proses yang menghubungkan lingkungan permukaan dengan
reservoir dengan tujuan untuk memperoleh hidrokarbon. Untuk tujuan ini, fluida
pemboran memainkan peranan yang sangat penting. Tujuan utama drilling fluid
adalah untuk mengangkat cutting ke permukaan, mempertahakan tekanan dan
mengdinginkan bit.

Pengembangan pada beep dan ultra deep offshore membawa lebih banyak
perubahan tantangan yang kompleks. Untuk mengatasi tantangan tersebut,
penggunaan oil base mud lebih diminati dalam kondisi seperti ini dibandingkan
water based mud (Dosunmu & Ogunrinde, 2010). Lumpur tersenut digunakan
secara khsusus pada pengeboran water- sensitive shale, ketika suhu tinggi, saat
keluarnya gas alam atau terjadi drag pada drill string.
Selama beberapa waktu terakhir, regulasi lingkungan mengalami kenaikan
aturan untuk penggunaan conventional oil based mud, terutama pengaruhnya pada
lingkungan lautan yaitu pengeboran offshore. Ketidakramahan conventional oil
based mud sebagai lumpur membuat perlunya ada alternatif sebagai pengganti
lumpur ini sehingga dapat lumpur yang lebih baik dari sisi performa maupun
lingkungan dengan menggunkanan bahan dari alam dan tentunya mudah
didapatkan, salah satunya ialah penggunaan minyak biji ketapang sebagai
pengganti oil base mud .

1.2 Tujuan Penelitian


Adapun tujuan penelitian dari Tugas Akhir ini adalah :

1
1. Menentukan efek penggunaan minyak biji ketapang sebagai pengganti oil
based mud secara performa maupun lingkungan
2. Menentukan konsentrasi minyak biji ketapang yang optimal sebagai
pengganti oil base mud

1.3 Batasan Masalah


Untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih terarah dan tidak
menyimpang dari tujuan yang dimaksud, maka dalam penelitian ini hanya
mebatasi pada beberapa hal yaitu:

1. Analisis efek penggunaan minyak biji ketapang sebagai pengganti oil base
mud secara performa maupun lingkungan
2. Analisis konsentrasi minyak biji ketapang yang optimal sebagai pengganti
oil base mud

2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Oil Base Mud adalah lumpur berbahan dasar minyak. Terdapat 2
klasifikasi dasar pada lumpur berbasis minyak yaitu invert emulsions and all-oil
mud. Kandungan air pada lumpur tersebut akan merepresentasikan jenis dari
lumpur berbasis minyak tersebut. Minyak yang digunakan pada jenis lumpur ini
terdiri dari crude oil, minyak diesel atau non-pertroleum organic fluids (Dosunmu
& Ogunrinde, 2010).

Dalam penelitian tentang Development and Screening of Additives for


Biodiesel Based Drilling Fluids: Principles, Strategies and Experience, (Li et al.,
2019) mengungkapkan bahwa densitas yang rendah untuk BBDF (Biodiesel
Based Drilling Fluid) memiliki kriteria yang baik dan dapat mentolerir
kontaminasi dari 8% wt air laut, 10% wt or 8 wt% bubur semen. Berat BBDF
(memiliki densitas mencapai 1,95 g/cm3) memenuhi syarat untuk lingkungan
pemboran dengan suhu diatas 140 ° C.

BBDF bisa mentolerir 10% wt air laut, atau 15% wt drilling solid.
Disebabkan lubrikasi yang luar biasa, tokosisitas rendah dan biodegradabilitas
yang baik cocok untuk digunakan dalam directional drilling atau horizontal
drilling. Biodiesel dan emulsifier dalam sistem fluida bor ini dihasilkan dari
limbah minyak goreng. Hal ini dapat digunakan sebagai pemanfaatan limbah
dengan cara yang lebih efekif (Li, Zhao, Ji, Peng, Li, et al., 2016).

(Ismail, Ismail, Jaafar, & Hassan, 2014) mengkonfirmasi bahwa BBDF


berbahan dasar minyak ikan biasa yang ramah lingkungan tidak menyebabkan
ancaman berbahaya bagi organisme laut sekaligus mengurangi tingkat toksisitas.

(Li, Zhao, Ji, Peng, Chen, et al., 2016) dalam penelitian tentang Investigation of
biodiesel-based drilling fluid, Part 1: Biodiesel evaluation, invert-emulsion
properties, and development of a novel emulsifier package menggunakan
biodiesel diantaranya limbah minyak goreng, minyak kedelai, minyak kelapa
sawit dan petrodiesel sebagai bahan dasar BBDF. Biodiesel tersebut dapat

3
digunakan sebagai fase eksternal dari fluida pengeboran karena titik nyala yang
tinggi, tidak beracun, biodegradasi yang sangat baik dan stabilitas yang andal.

Berdasarkan hasil penelitian (dos Santos et al., 2008) menemukan bahwa


komposisi TC (Terminalia catappa) methyl esters dapat digunakan sebagai
biodiesel B100 maupun sebagai campuran.

(Matos et al., 2009) menemukan bahwa ekstraksi minyak ketapang


memiliki sumber mineral yang baik. Kalium (9280 ± 0,14 mg / 100g) adalah yang
tertinggi, diikuti dengan kalsium (827,20 ± 2,18 mg / 100g), Magnesium (798,6 ±
0,32 mg / 100g) dan Natrium (27,89 ± 0,42 mg / 100g). Minyak ketapang
diketahui mengandung asam lemak tak jenuh tingkat tinggi, terutama oleat
(hingga 31,48%) dan linoleate (hingga 28,93%). Minyak Terminalia catappa
dapat diklasifikasikan dalam kelompok asam oleat-linoleat. Asam jenuh yang
dominan adalah palmitat (hingga 35,96%) dan stearate (hingga 4,13%). Hasil
ekstraksi minyak menunjukkan sifar fisikokimia yang baik dan bisa bermanfaat
sebagai minyak nabati dan untuk aplikasi industri.

Dari beberapa hasil penelitian diatas, penulis menyimpulkan bahwasanya


perlu dilakukan tentang Efek Penggunaan Minyak Ketapang Sebagai Bahan
Dasar Pada Bioiesel Based Drilling Fluids. Sehingga pemanfaatan minyak
ketapang sebagai bahan dasar biodesel dapat dioptimalkan, terutama dalam
perkembangan ilmu pengetahuan yang ramah lingkungan di bidang industri
minyak dan gas.

4
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Tahapan-tahapan Penilitian
a. Studi literatur terhadap penilitian terdahulu
b. Persiapan peralatan dan bahan penilitian
c. Ekstraksi minyak biji ketapang
d. Pembuatan biodiesel dari ekstraksi minyak biji ketapang dengan
menggunakan Etanol dan NaOH
e. Studi eksperimen untuk mengetahui efek biodiesel minyak ketapang
terhadap properti based biodiesel drilling fluid
f. Analisa data hasil ekperimen.
g. Kesimpulan dan saran

3.2 Lokasi Penelitian : Laboratorium Analisa fluida Reservoir dan Lumpur


Teknik Perminyakan Universitas Islam Riau

3.3 Perubahan yang diamati : Efek Biodiesel Minyak Ketapang Terhadap


Properti Based Biodoesel Drilling Fluid

3.4 Teknik Pengumpulan dan Analisis Data : Data Primer Serta Informasi yang
di peroleh dari Teori dan Jurnal-Jurnal

5
6
3.5 Flow Chart

Mulai A

Persiapan
Biji Pembuatan
Ketapang Lumpur

Ekstraksi Pengujian
Minyak Biji Lumpur
Ketapang

Analisis Data
Pembuatan Properti
Biodiesel Lumpur

A Kesimpulan
dan Saran

Selesai

7
DAFTAR PUSTAKA

dos Santos, I. C. F., de Carvalho, S. H. V., Solleti, J. I., Ferreira de La Salles, W.,
Teixeira da Silva de La Salles, K., & Meneghetti, S. M. P. (2008). Studies of
Terminalia catappa L. oil: Characterization and biodiesel production.
Bioresource Technology, 99(14), 6545–6549.
https://doi.org/10.1016/j.biortech.2007.11.048
Dosunmu, A., & Ogunrinde, J. O. (2010). Development of environmentally
friendly oil based mud using palm-oil and groundnut-Oil. Society of
Petroleum Engineers - Nigeria Annual International Conference and
Exhibition 2010, NAICE, 2, 934–942. https://doi.org/10.2118/140720-ms
Ismail, A. R., Ismail, N. J., Jaafar, M. Z., & Hassan, R. (2014). The Application of
Biodiesel as an Environmental Friendly Drilling Fluid to Drill Oil and Gas
Wells. The 5th Sriwijaya International Seminar on Energy and Envi
Ronmental Science & Technology, 16–20.
Li, W., Liu, J., Zhao, X., Jiang, J., Peng, H., Zhang, M., … Shen, P. (2019).
Development and screening of additives for biodiesel based drilling fluids:
Principles, strategies and experience. Proceedings - SPE International
Symposium on Oilfield Chemistry, 2019. https://doi.org/10.2118/193597-ms
Li, W., Zhao, X., Ji, Y., Peng, H., Chen, B., Liu, L., & Han, X. (2016).
Investigation of biodiesel-based drilling fluid, Part 1: Biodiesel evaluation,
invert-emulsion properties, and development of a novel emulsifier package.
SPE Journal, 21(5), 1755–1766. https://doi.org/10.2118/180918-PA
Li, W., Zhao, X., Ji, Y., Peng, H., Li, Y., Liu, L., & Han, X. (2016). An
investigation on environmentally friendly biodiesel-based invert emulsion
drilling fluid. Journal of Petroleum Exploration and Production Technology,
6(3), 505–517. https://doi.org/10.1007/s13202-015-0205-7
Matos, L., Nzikou, J. M., Kimbonguila, A., Ndangui, C. B., Pambou-Tobi, N. P.
G., Abena, A. A., … Desobry, S. (2009). Composition and nutritional
properties of seeds and oil from Terminalia catappa L. Advance Journal of
Food Science and Technology, 1(1), 72–77.