Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR

MESIN ATWOOD (PULLEY)

NAMA : KANYA NURUL AUFA

NPM : 19410044

KELAS/ROMBEL : T2/ R03

DOSEN : ENDAH P. S.T.

POLITEKNIK STTT BANDUNG


TEKNIK TEKSTIL
TAHUN AJARAN 2019/2020
MESIN ATWOOD (PULLEY)
Kanya Nurul Aufa (19410044). Teknik Tekstil,Politeknik STTT Bandung
Email: kanyaufa@gmail.com
Telfon: 081291268134

ABSTRAK
Laporan ini akan membahas tentang hasil praktikum yang berhubungan dengan
mekanika klasik yaitu mesin atwood. Pada eksperimen ini menggunakan persamaan hokum newton
untuk memperlihatkan persamaan gerak dari hasil nilai percepatan, serta menentukan relevansi hasil
percepatan antara perhitungan secara teori maupun secara eksperimen. Teori ralat juga digunakan
pada setiap perhitungan yang didapat dalam eksperimen. Tujuan dari eksperimen ini ialah untuk
menentukan percepatan sistem dengan menggunakan percobaan mesin atwood. Dalam penggunaanya
mesin atwood juga digunakan dalam mesin – mesin tekstil yaitu sebagai penggerak motor mesin.
Penulisan ilmiah serta analisis kesalahan yang mempengaruhi hasil perhitungan juga dibahas dalam
laporan ini.

Kata kunci : mekanika klasik, mesin atwood, hokum newton, teori ralat, mesin tekstil, motor mesin,
analisis.
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pada awalnya orang berpendapat sifat alamiah benda adalah diam. Supaya
Benda mengalami pergerakan harus diberi gaya luar baik berupa tarikan ataupun dorongan.
Namun setelah galileo mengadakan percobaan, pendapat ini berubah dan terkenalah dengan
prinsip galileo atau dikenal dengan sebutan hokum newton pertama.
Hokum newton ini menunjukkan sifat benda yaitu sifat inersia namun tidak terdefinisi
secara kuantitatif. Berdasarkan eksperimen dan dorongan intuitif dari hokum newton pertama,
Newton telah merumuskan hokum II newton, yang terdefinisikan massa secara kuantitatif,
serta memperhatikan hubungan gaya dengan gerak benda secara kuantitatif pula. Salah satu
kesimpulan hokum II newton adalah jika gayanya tetap, maka benda akan mengalami
percepatan yang tetap pula.
Dua massa yang digantungkan pada katrol dengan kabel/tali, secara umum disebut
dengan mesin atwood. Dalam kehidupan nyata prinsipnya direalisasikan dalam bentuk lift
(m1) dan beban imbangnya (m 2). Untuk memperkecil kerja yang dilakukan oleh motor untuk
menaikkan dan menurunkan lift dengan aman , m 1 dan m2 dibuat sama massanya. Pada
dasarnya, mesin atwood tidak lepas dari prinsip – prinsip hokum newton.
(Ayofi Yanuar R (Modul 2 Universitas Padjajaran)

Mesin atwood adalah alat yang digunakan untuk menjelaskan hubungan antara
tegangan, energi potensial dan energi kinetik dengan menggunakan 2 massa yang berbeda dan
dihubungkan dengan sebuah katrol. Pada kehidupan sehari-hari mesin atwood (pulley) sering
digunakan, misalnya pada lift dan sumur timba. Mesin atwood menggunakan konsep
mekanika Newton. Mekanika Newton atau klasik adalah teori tentang gerak yang didasarkan
pada konsep massa dan gaya dan hukum-hukum yang menghubngkan konsep-konsep fisis
dengan besaran kinematika dan dinamika.

(Putra V. G. V., & Endah Purnomosari. 2015 Pengantar Eksperimen Fisika untuk SMA/S1).

1.2 Tujuan
1. Agar praktikan melakukan percobaan atwood untuk memperlihatkan berlakunya
Hukum Newton dan menghitung besar percepatan baik secara teori maupun secara
eksperimen
2. Agar praktikan mampu menggunakan percobaan atwood untuk menentukan
percepatan sistem
3. Agar praktikan dapat menerapkan teori ralat dalam eksperimen
4. Agar praktikan dapat menerapkan penulisan secara ilmiah
1.
BAB II
DASAR TEORI

Pesawat Atwood merupakan alat eksperimen yang digunakan untuk mengamati


hukum mekanika gerak yang berubah beraturan. Alat ini mulai dikembangkan sekitar
abad ke delapan belas untuk mengukur percepatan gravitasi g. Dalam kehiduapan sehari-
hari kita bias menemui penerapan pesawat Atwood pada cara kerja lift. Sederhananya alat
ini tersusun atas seutas tali yang dihubungkan dengan sebuah katrol, dimana pada ujung
tali dikaitkan massa beban m1 dan m2. Jika massa benda m1 dan m2 sama (m1 = m2), maka
keduanya akan diam. Akan tetapi jika massa benda m2 lebih besar dari pada massa
benda m1 (m2 > m1), maka massa m1 akan tertarik oleh massa benda m2.

 Gerak Lurus Beraturan


           Merupakan gerak lurus yang kelajuannya konstan, artinya benda bergerak
lurus tanpa ada percepatan atau a = 0 m/s2. Secara matematis gerak lurus beraturan dapat
dirumuskan sebagai berikut:

S= v/t …(1)

 keterangan :

 S = jarak tempuh bend   v = kelajuan t = waktu tempuh

 Gerak lurus Berubah Beraturan


Merupakan gerak lurus dengan kelajuan berubah beraturan, dengan
percepatan a adalah konstan.

S= S0+v0t +1/2 at2 … (2)

 
keterangan :   

S = jarak yang ditempuhS0= jarak awal


v0= kecepatan awal t = waktu

 Hukum I Newton
“Jika resultan gaya yang bekerja pada benda yang sama dengan nol, maka
benda yang mula-mula diam akan tetap diam. Benda yang mula-mula bergerak lurus
beraturan akan tetap lurus beraturan dengan kecepatan tetap“

∑ F=0 …(3)
Keterangan :

∑ F = Resultan gaya (N)


 Hukum II Newton
“Percepatan sebuah benda berbanding lurus dengan gaya total yang bekerja
padanya dan berbanding terbalik dengan massanya. Arah percepatan sama dengan
arah gaya total yang bekerja padanya”.

∑ F=ma … (4)
Keterangan :

∑F = Resultan gaya (N) m = Massa benda (kg)

a = Percepatan ( m/s2)

 Hukum III Newton


“Apabila benda pertama mengerjakan gaya pada benda kedua (disebut aksi)
maka benda kedua akan mengerjakan gaya pada benda pertama sama besar dan
berlawanan arah dengan gaya pada benda pertama (reaksi).” 
F aksi =−Freaksi …(5)
Suatu pasangan gaya disebut aksi-reaksi apabila memenuhi syarat sebagai berikut :
1. sama besar 4. berlawanan arah
2. bekerja pada satu garis kerja gaya yang sama 5. tidak saling meniadakan
3. bekerja pada benda yang berbeda
(Kadek Ray, 2013)
 Mesin Atwood
Mesin atwood adalah suatu sistem mekanis paling sederhana yang dapat
digunakan dalam berbagai bidang (Vidia, 2014). Untuk menganalisa mesin atwood
dapat digunakan rumusan sebagai berikut :

Ditinjau pergerakan pada massa m dan M1

∑ F=( m+ M 1 ) =Ma…(6)
Mg−T 1=Ma…(7)
Tinjau pergerakan massa M2

∑ F=M 2 a…(8)
T 2−M 2 g=M 2 a…(9)

Tinjau pergerakan massa katrol dengan jejari r = R dan massa M katrol = (70,0±0,05)
gram dengan massa M1 dan M2 masing-masing adalah (79,0±0,5) gram

Ia
∑ τ= r
…(10)

Ia
T 2−T 1 = …(11)
r2

Substitusi persamaan (11) dan (9) ke persamaan (7), maka didapatkan bahwa

m
a= g
I …(12)
M 1 +m+ M 2+
r2

Untuk menentukan momen inersia silinder pejal, maka dapat digunakan rumusan
berikut :

1
I =∫ r 2 dm=∬ r 2 r dr dθ= mr 2…(13)
2

Untuk menentukan percepatan secara eksperimen dapat digunakan persamaan gerak


jatuh bebas, yaitu

1
h= a t 2…(14)
2

2h
a= …(15)
t2

Dengan ralat percepatan

∆ a= |∂∂ ah ∆ h|+|∂∂at ∆ t|
…(16)

2h 2h

¿| || |

t
∂h
2
∆h+
∂ 2
t
∂t
∆t
…(17)

2 4h
∆ a=
| || |
t 2
∆ t + 3 ∆ t …(18)
t

Dapat dilakukan metode grafik ataupun metode pengukuran tunggal atau berulang
untuk menentukan besar percepatan a ± ∆ a .
(Putra V. G. V., & Endah Purnomosari. 2015 Pengantar Eksperimen Fisika untuk SMA/S1)

BAB III

METODOLOGI EKSPERIMEN

3.1 Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan pada eksperimen ini adalah :


1. Seperangkat mesin atwood
2. Massa beban
3. Stopwatch
4. Alat tulis
5. Penggaris
6. Benang

Cara Kerja

1. Menentukan kecepatan gravitasi ( dengan menggunakan percobaan pada bandul)


2. Menentukan ketinggian awal h0 sebelum diberikan massa m
3. Menentukan waktu dengan stopwatch saat ketinggian h (pengukuran tunggal)
4. Untuk pengukuran menggunakan metode grafik, maka menentukan ketinggian awal h 0
sebelum diberikan massa m
5. Menentukan waktu dengan stopwatch saat ketinggian h dan ketinggian divariasi (5 data)
dan menentukan waktunya
6. Menentukan percepatan system dengan menggunakan plot grafik ketinggian terhadap
waktu
7. Mengukur massa m, Mkatrol dan juga M1, M2

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada perhitungan tunggal


4.1 DATA PENGUKURAN DAN didapatkan bahwa:
PENGAMATAN
 Data percobaan
bandul
l ± ∆l=(21,5 ± 0,05)cm
¿ |1n ∆ t|+|nt ∆ n|2

n ± ∆ n=(9 ± 0,05)cm
¿|19 0,023|+|8,84
9 2
0,05
|
No n t (s ) t 2 (s) = 0,0025+0,0054
1 9 8,90 79,21
2 9 8,87 78,67 ¿ 0,0079 s
3 9 8,75 76,56
jumlah 26,52 234,44 T ± ∆ T =( 0,98 ± 0,0079 ) s

 Percepatan gravitasi :
26,52
t rata-rata ¿ =¿ 8,84 s .l
3 g=
¿¿¿
1
|∆ t|= √ n ∑ ti2−¿ ¿ ¿ 21
n ¿
0,96
❑ 2
1 3 ( 234,44 ) + ( 26,52 )
¿
3 √ 3−1
¿ 8,5
m
1 0,625 s2
¿
3 √ 2 Perhitungan ralat gravitasi :
∆ t = 0,023

t ± ∆ t=( 8,84 ± 0,023 ) s


∆ g= |∂∂gl ∆ l|+|∂∂Tg ∆ T|
¿¿
 Periode (T) :
1. 0.05
t 8,84
T= =
n 9
=0,98 s
¿
|(0,98 / 6,28)
2
+¿
|
¿ 2,0+0,13
∆T
∂T ∂T ∆ g=2,13 m/s 2
¿|∂t
∆t +
∂n||
∆n | g ± ∆ g=( 8,5 ± 2,13 ) m/s2

Data percobaan katrol:

 M katrol=(24,4 ± 0,005)
 M 1 ( massa bandul 1 )=¿ 0,005 )
 M 2( massa bandul 2) = ( 84 ± 0,005 )
 m1 ( massa beban 1 )=¿ ( 5,4 ±0,005 )
 m 2 ( massa beban 2 )=¿ (4,5 ± 0,005 ¿
 d luar katrol= (12,4 ±0,05 ) cm
 r kedalaman katrol = ( 0,5 ± 0,05 ¿ cm
d luar−2( kedalaman) 12,4−2(0,5)
 r katrol = = = ( 5,7 ± 0,05 ¿ cm
2 2

 DATA PERCOBAAN ATWOOD 1

No ∆h h0 h1 Massa t (s ) t 2 (s)
tambahan (gr)
1 39 61 100 m1( 5,4 ±0,005) 1,4 1,96
2 35 65 100 m1( 5,4 ±0,005) 1,32 1,74
3 30 70 100 m1( 5,4 ±0,005) 1,23 1,51
4 25 75 100 m1( 5,4 ±0,005) 1,07 1,15
∑ 5,02 6,36

5,02 Perhitungan ralat a secara


t rata−rata= = 1,25 s
4 eksperimen :
1
∆ t=
n
√n ¿ ¿ ¿ |∆ a|= |∂∂ ah ∆ h|+|∂∂at ∆ t|
2 4
¿
1
4
4(6,36)−(5,02)2
√ 4−1
|∆ a|=
| || |
t 2
∆ h + 3 ∆t
t
1797
¿

600
∆ t ¿ 0,07 s
|∆ a|= |1,562 0,5|+|1,954 0,07|
t ± ∆ t =( 1,25 ± 0,07 )s |∆ a|=|0,0064|+|0,14|

|∆ a|=0,1464 m/s 2

a ± ∆ a=( 0,5 ± 0,1464 ) m/ s 2


 Percepatan secara
eksperimen :
 Perhitungan percepatan
2h 2(0,39)
a= 2
= 2
=0,5 m/s 2 secara Teori :
t (1,25)
m (t¿¿ 2 awal+1)
a= g M gradien 2=( t 2 akhir−1 )− ¿
1 hakhir −h awal
M 1 +m+ M 2+ M katrol
2
( 0,96 )−( 2,15 )
5,4 ¿ =8,5
¿ 8,6 0,14
81+ 5,4+84 +0,03
| M gradien 1−M gradien|+| M gradien 2−M
¿ 0,26 m/s 2 ∆ M gradien=
2
( 20−5,8 ) + ( 8,5−20 )
=
2
Perhitungan ralat a secara
teori : ¿ 9,55

M gradien ± ∆ M gradien=( 5,8 ± 9,55 ) m/s 2

m
∆ a= ∆g
1
M 1+ m+ M 2 + M katrol
2  Percepatan metode
grafik :
5,4
¿ x 8,6 2
81+ 5,4+84 +12,2 M gradien =
a
¿ 0,064 m/ s2
2
a=
a ± ∆ a=( 0,26 ± 0,064 ) m/s 2 M gradien

2
¿
5,8

¿ 0,34 m/ s2
 Menentukan percepatan
sistem :
Perhitungan ralat a metode
grafik :
t 2 akhir−t 2 awal 1,96−1,15
M gradien = =
h akhir −hawal 0,39−0,25 ∂g
= 5,8
∆ a=
| M gradien
∆ M gradien
|
(t ¿¿ 2awal−1) 2
M gradien 1=( t 2 akhir+1 ) −
h akhir −hawal
¿ ¿
| M gradien2
∆ M gradien
|
( 2,96 )−( 0,15 )
2
¿
0,14
=20,0
¿
| ( 5,8 )2
x (9,55)
|
¿ 0,573 m/s 2

a ± ∆ a=( 0,34 ± 0,573 ) m/ s 2


 DATA PERCOBAAN ATWOOD 2

No ∆h h0 h1 Massa t (s ) t 2 (s)
tambahan
(gr)
1 39 61 100 m 2(4,5 ± 0,005) 1,54 2,37
2 35 65 100 m 2(4,5 ± 0,005) 1,40 1,96
3 30 70 100 m 2(4,5 ± 0,005) 1,29 1,66
4 25 75 100 m 2(4,5 ± 0,005) 1,16 1,34
∑ 5,39 7,33

5,39 |∆ a|=0,127 m/s 2


t rata−rata= = 1,35 s
4
a ± ∆ a=( 0,42 ±0,127 ) m/ s2
1
∆ t= √n ¿ ¿ ¿
n
2
1 4(7,33)−(5,39)
¿
4 √ 4−1
∆ t ¿ 0,075 s
 Perhitungan
percepatan secara teori :

t ± ∆ t=( 1,35 ± 0,075 )s m


a= g
1
M 1 +m+ M 2+ M katrol
2

 Percepatan 4,5
¿ 8,6
secara eksperimen : 81+ 4,5+84 +0,03

2h 2(0,39) ¿ 0,22 m/s 2


a= 2
= 2
=0,42 m/s 2
t (1,35)

Perhitungan ralat a secara


Perhitungan ralat a secara
eksperimen :
teori :

|∆ a|= |∂∂ ah ∆ h|+|∂∂at ∆ t|


m
2 4 ∆ a= ∆g
t | || |
|∆ a|= 2 ∆ h + 3 ∆ t
t
1
M 1+ m+ M 2 + M katrol
2

4,5
|∆ a|= |1,822 0,5|+|2,464 0,075| ¿
81+ 4,5+84 +0,03
x 2,13

|∆ a|=|0,0055|+|0,1215| ¿ 0,053 m/s 2


a ± ∆ a=( 0,22 ±0,053 ) m/s 2

 Percepatan
metode grafik :
 Menentukan percepatan
sistem : 2
M gradien =
a

2
2 2 a=
t akhir−t awal 2,37−1,34 M gradien
M gradien = =¿
h akhir −hawal 0,39−0,25
= 7,3 2
¿
7,3
(t ¿¿ 2awal−1)
M gradien 1=( t 2 akhir+1 ) − ¿ ¿ 0,27 m/s 2
h akhir −hawal

( 3,37 )−( 0,34 )


¿ =21,64
0,14 Perhitungan ralat a
metode grafik :
(t¿¿ 2 awal+1)
M gradien 2=( t 2 akhir−1 )− ¿
hakhir −h awal ∂g
(1,37 )−( 2,34 )
∆ a=
| M gradien
∆ M gradien
|
¿ =6,9
0,14 2

∆ M gradien=
M + M
| gradien 1 gradien| | gradien 2 gra dien|
−M −M M
¿
|
gradien
2
∆ M gradien
|
2
2
=
( 21,64−7,3 )+(6,9−7,3)
2
=7,4
¿
(7,3)
2 |x 14,4
|
M gradien ± ∆ M gradien=( 7,3 ± 14,4 ) m/s 2 ¿ 0,0 m/s 2

a ± ∆ a=( 0,27 ± 0,0475 ) m/ s2

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

Setelah melakukan praktikum, dapat diperoleh hasil percepatan sebagai berikut

1. Percepatan secara eksperimen

(a ± ∆ a)eksperimen =( 0,5 ± 0,1464 ) m/s 2


2. Percepatan secara teori
2¿
(a ± ∆ a)teori =( 0,2 6 ±0,064 ) m/ s ¿

3. Percepatan metode grafik

(a ± ∆ a) grafik= ( 0,34 ± 0,573 ) m/ s2

Pada praktikum ini juga mendapatkan percepatan gravitasi yang nilainya

( g ± ∆ g )=( 8,5 ± 2,13 ) m/ s2

Sedangkan percepatan gravitasi pada literatur adalah g=9,8 m/s 2

Perbedaan percepatan gravitasi ini diakibatkan oleh perbedaan posisi dan ketinggian
tempat yang diujikan.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Vidia,Galih dan Endah.Pengantar Eksperimen Fisika (untuk SMA/S1).CV. Mulia


Jaya.Yogyakarta.2015.
[2] Kadek Ray. 2015. Laporan Praktikum Fisika Dasar (Pesawat Atwood)
[3] http://yonorio601.blogspot.com/2013/06/dasar-teori-pesawat-atwood.html
[4] https://enjiner.com/hukum-newton/
1. http://yonorio601.blogspot.co.id/2013/06/dasar-teori-pesawat-atwood.html?m=1