Anda di halaman 1dari 1

Khotbah Lukas 13 Ayat 22-30

Shalom,
Puji dan syukur kepada Tuhan, hanya berkat kasih dan penyertaanNya kita bisa berkumpul di tempat ini dengan
penuh sukacita iman bagi kemuliaan nama Tuhan.
Pembacaan malam hari ini berbicara mengenai keselamatan. Manusia telah jatuh dalam dosa sebagaimana yang
dikatakan dalam Roma 6:23-24 bahwa “karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan
Allah dan oleh kasih karunia telah dibenarkan secara cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus”
bahkan pada Roma 6 ayat 23 “Sebab, upah dosa adalah maut, tetapi karunia Allah adalah hidup yang kekal
dalam Yesus Kristus, Tuhan kita.” Kita diselatkan oleh Tuhan hanya karena Dia mengasihi kita walaupun
dalam keterbatasan dan kelemahan kita, Tuhan tetap mengasihi kita. Keselamatan yang diberikan Tuhan Yesus
memiliki porses yang sangat menyakitkan. Melalui siksaan yang sangat berat, sampai tiga kali Yesus jatuh.
Sehingga, keselamatan Yesus harus dimaknai dengan pertobatan yang sungguh-sungguh. Ketika kita membuka
hati dan pikiran kita agar Yesus masuk di dalamnya dengan Roh Kudus maka ita akan diperbaharui menjadi
ciptaan yang baru. Keselamatan itu didapatkan dengan perjuangan. Yesus berjuang untuk kita, maka kita juga
harus berjuang dengan cara menyangkal diri kita dan hidup seturut kehendak Tuhan. seperti dalam ayat ke 23
dan 24, ketika seorang bertanya kepada Yesus, apakah sedikit yang diselamatkan? kata pertama yang muncul
dari jawaban Yesus adalah “Berjuanglah”. Hal ini berarti untuk diselatkan oleh Yesus kita perlu berjuang.
Berjuang berarti melawan kejahatan dan hal-hal yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. selanjutnya, pada ayat
ke 25 sampai 26 memiliki makna yang sangat dalam. (mari kita kembali membaca bersama-sama ayat 25
sampai 26). Ayat 25 mengambarkan manusia yang ingin masuk kerajaan Allah dengan mengetuk pintu, namun
tidak dapat masuk dan kemudian hanya berdiri diluar, kemudian Tuhan sebagai tuan rumah atau pemilik
kerajaan Allah akan bertanya darimana kamu datang? Ini merupakan pertanyaan yang merujuk pada identitas
tepat tinggal kita. Misalnya, selama hidup apakah kita tinggal dalam hadirat dan kehendak Tuhan atau diluar
kehendak dan hadirat Tuhan? selanjutnya pada ayat ke 26, kita menjwab bahwa kita mengenal Tuhan karena
selama hidup kita adalah orang Kristen. Padahal setiap perbuatan kita tidak mencerminkan kekristenan yang
sebenarnya yaitu mengikuti teladan kristus. Akhirnya pada ayat selanjutnya kita hanya akan mengalami ratap
dan kertak gigi.
Jemaat yang dikasihi dalam nama Tuhan Yesus Kristus, keselamatan telah disediakan oleh Tuhan. dosa kita
telah di tanggung oleh Tuhan Yesus di kayu salib, namun untuk dapat memperoleh keselatan itu kita haruslah
hidup dengan perjuagan dalam mengikuti kehendak Tuhan. Sebab, ada tertulis, “Kuduslah kamu karena Aku
kudus. Menjadi serupa dengan Tuhan memerlukan kerendahan hati dan penyerahan diri secara total kepada
Tuhan. Membuka hati kita secara pribadi agar Tuhan Yesus masuk dan memerintah dalam hati kita.
Keselamatan yang telah diberikan haruslah kita jaga dengan hidup di jalan Tuhan. jangan sampai seperti ayat
26, kita menjawab bahwa kita telah makan dan minum dihadapan Tuhan yang berarti mengenal Tuhan sangat
dalam, namun tidak ada Tuhan Yesus dalam hati kita. Karena isi hati kita dapat terlihat lewat perbutan kita
kepada sesama kita, untuk menjadi berkat di manapun kita berada.
Jangan merasa terlambat untuk bertobat secara penuh dan kembali ke jalan yang Tuhan kehendaki, karena pada
ayat 30 dikatan yang terakhir menjadi yang terdahulu, hal ini menunjukan bahwa tidak ada kata terlambat
karena kita baru saja bertobat dan mengikuti Tuhan, tetapi Tuhan melihat hati kita yang secara sungguh-
sungguh ingin kembali ke jalanNya.
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, marilah kita memeriksa hati kita masing-masing, mengaku segala
dosa kita kepada Tuhan dan menjadi Kristen yang sungguh-sungguh serta menyerahkan seluruh hidup kita
kepada Tuhan. Seperti Tuhan Yesus yang memberikan hidupnya untuk kita, marilah kita juga menyerahkan
seluruh hidup kita untuk Tuhan, walaupun untuk masuk dan mengikuti kehendak Tuhan itu sulit sebagaimana
dalam ayat 24 ada perjuangan menuju keselamatan, yaitu melalui pintu yang sesak dikarenakan kedagingan kita
yang lemah, namun percaya ketika kita meminta untuk Tuhan hadir dan menguatkan serta menolong kita untuk
daoat hidup dalam rencanaNya, percayalah Tuhan akan menolong dan merubah hidup kita, karena
sesungguhnya ketika kita berseru kepadaNya, di situlah kuasa Tuhan nyata untuk menolong kita semua kembali
ke jalan Tuhan, jalan yang benar. Percayalah seburuk apapun kita, Tuhan tetap mengasihi kita, karena kita
semua berharga di mata Tuhan, karena kita berharga maka dia menyelatkan kita. Hal terpenting hanyalah
mengikuti dia dengan meminta kekuatan dan tuntunan roh kudus yang hanya berasal dari padaNYa.
AMIN!!!