Anda di halaman 1dari 10

PANDUAN KREDENSIAL PERAWAT

DI RUMAH SAKIT JIWA


SAMBANG LIHUM

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN


RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM
TAHUN 2015
BAB I

PENGERTIAN

Kredensial adalah suatu bukti pengakuan yang tertuang dalam bentuk yang
tertulis yang menyatakan bahwa individu mempunyai standar praktek yang spesifik
(Gudo, 2006)

Kredensial merupakan suatu Proses untuk menjamin kualitas dan melindungi


masyarakat dengan memastikan bahwa individu, program, institusi atau jasa yang
diberikan memenuhi standar profesi. Keperawatan.

Re – Kredensial adalah proses re – evaluasi terhadap staf prawat yang telah


bekerja dan memiliki kewenangan klinis (clinical privellege) di RS tersebut untuk
menentukan apakah yang bersangkutan masih layak diberikan kewenangan klinis
tersebut untuk satu periode tertentu.

Dalam rangka keselamatan pasien yang dirawat di Rumah Sakit, staf


keperawatan yang merawat pasien diwajibkan menjaga kompetensi sesuai dengan
bidangnya, Rumah Sakit melalui Sub Komite Kredensial mempunyai tugas dan
tanggung jawab untuk mengatur agar setiap asuhan keperawatan ke pasien hanya di
lakukan oleh staf keperawata yang benar-benar kompeten. Kompetensi ini meliputi dua
aspek, yaitu: 1) kompetensi profesi keperawatan yang terdiri dari pengetahuan,
keterampilan, perilaku profesional ; 2) kompetensi fisik dan mental. Jadi setiap staf
keperawatan wajib mengikuti proses kredensial untuk ditetapkan kewenangan klinisnya.
Bila seorang staf keperawatan telah memperoleh kewenangan (priviledge), dan
dinyatakan kompeten melalui suatu proses kredensial, yang bersngkutan diberikan izin
untuk melakukan serangkaian asuhan keperawatan di rumah sakit tersebut. Hak
istimewa tersebut disebut kewenangan klinis (clinical priviledge). Target kredensial
adalah setiap perawat memiliki surat penugasan klinis (Clinical Appoinment) dari Direksi
Rumah Sakit sesuai dengan kewenangan klinis (clinical priviledge) berdasarkan
mekanisme kredensialing.
BAB II

RUANG LINGKUP

Kredensial / Re-Kredensial dilakukan untuk memverifikasi komptensi tenaga


profesi perawat, proses ini di lakukan pada :

1. Perawat yang bertugas pada bagian poliklinik jiwa, napza, anak remaja dan
spesialis

2. Perawat yang bertugas pada bagian perawatan jiwa

3. Perawat yang bertugas pada bagian Rehabilitasi Napza

Proses Kredensial Perawat dilakukan kepada perawat, baik perawat yang


baru maupun perawat yang sudah lama bekerja yaitu dengan proses re-
kredensial.
BAB III

TATA LAKSANA

Dalam pelaksanaan proses kredensial perawat terbagi menjadi 2 jenis


pelaksanaan, yaitu :

1. Perawat Baru
Untuk proses kredensial perawat baru, dimulai setelah perawat tersebut telah
menyelesaikan program orietasi selama 3 bulan dan langkahnya sebagai berikut :
a. Perawat mengajukan permohonan kewenangan klinis sesuai dengan area kerja,
permohonan diajukan kepada Komite Keperawatan melalui kepala unitnya
dengan menyertakan dokumen yang berisi :
1) Portofolio pemohon dilengkapi bukti pendukung (sertifikat)
2) Foto copy ijazah terakhir
3) STR (Surat Tanda Registerasi) yang masih berlaku
4) SIPP (surat ijin praktik perawat)
5) Daftar rincian kewenangan klinis yang diajukan sesuai level komptensi dan
area kerja pemohon
6) Sertifikat pelatihan yang relevan dengan kompetensi dan area kerjanya
7) Lembar self assessment yang telah dilakukan verifikasi oleh kepala ruangan.
8) Surat hasil pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan.
b. Kepala ruangan menganalisa kelayakan pemohon untuk di lakukan
kredensial, meliputi pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) dan
sikap (attitude) yang tertuang dalam rekomendasi kepala ruangan.
c. Kepala Unit mengirim surat rekomendasi ke Komite Keperawatan dengan
menyertakan dokumen pemohon tembusan ke Bidang Keperawatan.
d. Ketua Komite Keperawatan menugaskan Sub Komite Kredensial untuk
melakukan proses kredensial.
e. Sub Komite Kredensial bersama Panitia Ad Hoc ditunjuk (sesuai dengan
bidang keahlian yang akan dinilai) untuk melakukan review, verifikasi dan
evaluasi terhadap dokumen untuk menetapkan kewenangan klinis yang
diminta berdasarkan buku putih.
f. Sub kredensial bersama Panitia Ad Hoc memutuskan hasil kredensialing :
1) Rekomendasi dengan kewenangan penuh tanpa persyaratan atau
rekomendasi dengan kewenangan penuh dengan persyaratan
(dilakukan diskusi atau uji tulis atau uji praktek)
2) Tidak diberi kewenangan
g. Jika hasil kredensial direkomendasikan, perawat baru akan mendapatkan
daftar kewenangan klinis sebagai PK JIwa 1 (Level beginner 1)
h. Sub Komite Kredensial membuat laporan tertulis kepada Ketua Komite
Keperawatan dan Keteknisian.
i. Ketua Komite Keperawatan membuat surat rekomendasi kepada Direktur
Utama Rumah Sakit, untuk dibuatkan surat keputusan klinis dalam bentuk
penerbitan surat keputusan penugasan klinis.
j. Apabila tidak direkomendasikan, pemohon belum bisa bekerja di unit
perawatan Jiwa dan akan dibina oleh Komite Mutu Profesi dalam batas
waktu yang telah ditentukan.
k. Perawat melaksanakan tugasnya memberikan asuhan keperawatan
sesuai kewenangan klinis yang telah diberikan dan selanjutnya perawatan
diharapkan untuk mempertahankan, mengembangkan dan meningkatkan
kompetensi melalui program Pengembangan Profesional Berkelanjutan
(CPD).

2. Perawat Lama
Bagi perawat yang pernah dikredensial, sebelum berakhirnya masa berlaku
surat penugasan klinis atau menambah kewenangan klinis, dapat mengajukan
permohonan kredensial dengan mengikuti tahapan re-kredensial.
a. Perawat/ pemohon mengajukan permohonan untuk di re-kredensial
kepada Komite keperawatan melalui Kepala Unitnya dengan persyaratan
sebagai berikut :
1) Formulir porto folio dilengkapi bukti-bukti pendukung (sertifikat)
2) Daftar rincian kewenangan klinis yang diajukan sesuai level
kompetensi dan area kerja pemohon.
3) Fotocopy ijazah terakhir
4) STR (Surat Tanda Registerasi) yang masih berlaku
5) SIPP (Surat Ijin Praktik Perawat) yang masih berlaku
6) Sertifikat level kompetensi terakhir
7) Lembar self assessment yang telah diverifikasi oleh kepala ruangan.
8) Surat hasil pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan
b. Kepala ruangan menganalisa kelayakan pemohon untuk di kredensial,
meliputi pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) dan sikap
(attitude).
c. Kepala Unit mengirim surat rekomendasi ke Komite Keperawatan dan
Keteknisian dengan menyertakan dokumen pemohon tembusan ke bidang
keperawatan.
d. Ketua Komite Keperawatan menugaskan Sub Komite Kredensial untuk
melakukan proses kredensial.
e. Sub Komite Kredensial bersama pantia Ad Hoc yang dibentuk (sesuai
dengan bidang keahlian yang akan dinilai) melakukan review, verifikasi
dan evaluasi terhadap dokumen untuk menetapkan kewenangan klinis
yang diminta berdasarkan buku putih.
f. Sub krendensial dan panitia Ad Hoc memutuskan hasil kredensialing :
1) Rekomendasi dengan kewenangan penuh tanpa persyaratan atau
rekomendasi dengan kewenangan penuh dengan persyaratan
(dilakukan diskusi atau uji tulis atau uji praktek)
2) Tidak diberi kewenangan
g. Jika hasil kredensialing direkomendasikan, perawat baru akan
mendapatkan daftar kewenangan klinis sesuai dengan level kompetensi
dan area kerjanya.
h. Sub Komite Kredensial membuat laporan tertulis kepada Ketua Komite
Keperawatan dan Keteknisian.
i. Ketua Komite Keperawatan membuat surat rekomendasi kepada Direktur
Utama Rumah Sakit, untuk dibuatkan surat keputusan klinis dalam bentuk
penerbitan surat keputusan penugasan klinis.
j. Apabila tidak direkomendasikan, pemohon akan dibina oleh Komite Mutu
Profesi dalam batas waktu yang telah ditentukan.
k. Perawat melaksanakan tugasnya memberikan asuhan keperawatan
sesuai kewenangan klinis yang telah diberikan dan selanjutnya perawatan
diharapkan untuk mempertahankan, mengembangkan dan meningkatkan
kompetensi melalui program Pengembangan Profesional Berkelanjutan
(CPD).
ALUR PROSES KREDENSIAL

RS.JIWA SAMBANG LIHUM

UNIT KERJA/PERAWAT KOMITE

KEPERAWATAN

SUB KOMITE
- Surat permohonan
KREDENSIAL Kredensial
- Melengkapi formulir isian
KREDENSIAL RE-KREDENSIAL aplikasi kredensial
PANITIA - Menyerahkan lembar self
assessment yang telah
AD HOC
diverifikasi oleh kepala
ruangan
SUB KOMITE
- Daftar pengajuan
MUTU kewenangan klinis
PROFESI - Dokumen bukti: Sertifikasi,
dll

SUB KOMITE PROSES REVIEW


- WAWANCARA
ETIK DAN DAN VERIFIKASI - UJI TULIS
DISIPLIN BERDASARKAN Bila - UJI PRAKTIK
PROFESI BUKU PUTIH
Meragukan

REKOMENDASI : REKOMENDASI : REKOMENDASI :


TIDAK DIBERI DIBERI DIBERI
KEWENANGAN KEWENANGAN KEWENANGAN
KLINIS DENGAN
SUPERVISI

DIREKTUR UTAMA REKOMENDASI


KEWENANGAN
KLINIS
PENERBITAN /
PENCABUTAN
SURAT
PENUGASAN KLINIS
Selanjutnya hasil dari proses kredensial ini akan menerbitkan sebuah surat penugasan
klinis beserta rincian kewenangan klinis yang sesuai kompetensinya. Surat penugasan
klinis (SKP) ini berlaku selama 3 tahun, dan akan dilakukan re-kredensial kembali untuk
memperbaharui surat penugasan klinisnya.
BAB IV
DOKUMENTASI

Semua perawat yang berhubungan dengan pelayanan pasien langsung wajib


melalui proses kredensial dan jika sudah benar melalui verifikasi kompetensi, maka
dapat diterbitkan surat penugasan klinis untuk melaksanakan tindakan keperawatan
sesuai dengan kewenangan klinis yang terlampir.

Hasil dari proses kredensial ini didokumentasikan pada komite keperawatan oleh
sub kredensial, adapun dokumen yang dikumpulkan adalah Surat penugasan Klinis
(SPK) dan Rincian Kewenangan klinis dan Berkas dokumen perawat.

Kewenangan klinis yang dimiliki oleh staf keperawatan dapat dibekukan


sementara waktu atau diakhiri yang didasari kinerja profesional di lapangan. Pemberian
kewenangan klinis dapat diberikan kembali bila dianggap pulih kompetensinya. Melalui
proses pembianaan melalui kredensial ulang. Dengan demikian setiap asuhan
keperawatan ke pasien dilakukan oleh staf yang benar-benar kompeten sesuai bidang
keahliannya, sehingga keselamatan pasien selalu terjaga.
BAB V
PENUTUP

Panduan ini disusun untuk menjadi acuan pelaksanaan Proses kredensial


perawat di RSJ. Sambang Lihum. Panduan ini diharapkan dapat dilaksanakan dengan
semangat keterbukaan, adil, obyektif dan terdokumentasi sesuai dengan pembinaan
yang ada.

Dengan menerapkan proses kredensialing, setiap perawat akan memiliki


kewenangan klinis sesuai bidang keahliannya dan selanjutnya mendapatkan surat
kewenangan klinis dari Direktur Rumah Sakit atas rekomendasi Komite Keperawatan,
sehingga diharapkan kinerja perawat semakin meningkat kompetensinya, selanjutnya
mutu asuhan keperawatan juga meningkat.

Tim penyusun banyak berharap para pembaca memberikan kritik dan saran yang
membangun kepada tim penyusun demi kesempurnaan panduan di kesempatan
berikutnya. Semoga panduan ini berguna bagi pokja Akses Pelayanan dan Kontinuitas
Pelayanan RSJSambang Lihum pada khususnya juga untuk para pembaca pada
umumnya.

Gambut, 31 Desember 2015

Direktur
Rumah Sakit JiwaSambang Lihum
Provinsi Kalimantan Selatan

dr. IBG Dharma Putera, MKM


Pembina Utama Madya
NIP. 19610301 198703 1 016