Anda di halaman 1dari 3

BAB III

METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1 Alat dan Bahan


3.1.1 Alat-alat
Adapun alat-alat yang digunakan pada percobaan ini adalah sebagai
berikut:
1. Labu leher liga
2. Pipet volume
3. Erlenmeyer
4. Buret
5. Neraca digital
6. Hot plate
7. Picnometer
8. Stopwatch
9. Kondensor
10. Pipet tetes
11. Gelas ukur

3.1.2 Bahan-bahan
Adapun bahan-bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah sebagai
berikut:
1. Urea 54,29 gram
2. Formalin 60 ml
3. NH3 pekat 19 ml
4. Na2CO3 0,29 gr
5. HCl 0,5N secukupnya
6. C2H5OH 97% 50 ml

3.2 Prosedur Kerja


Adapun prosedur kerja yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Formalin dimasukkan kedalam labu leher tiga dengan jumlah tertentu
2. Dalam larutan tersebut ditambahkan katalis (amoniak pekat) sebanyak 4%
dari massa total campuran dan ditambahkan Buffering agent (Na2CO3)
sebanyak 7% dari massa katalis
3. Campuran diaduk sampai merata kemudian diambil sebanyak 10 ml
sebagai sampel no 0 untuk dianalisa
4. Dimasukkan Urea sebanyak 36 gram kedalam labu leher tiga secara
perlahan-lahan,kemudian diaduk sampai rata
5. Diambil 10 ml larutan tersebut untuk sampel no 1
6. Dipanaskan campuran sampai mendidih dan diambil sebanyak 10 ml
sebagai sampel no 2 untuk dianalisa
7. Pengambilan selanjutnya dilakukan dengan selang waktu 15 menit untuk
sampel no 3
8. Pengambilan selanjutnya dilakukan dengan selang waktu 15 menit untuk
sampel no 4
9. Dihentikan Pengambilan sampel dilakukan sampai kadar formalin bebas
dalam larutan telah konstan.

Prosedur Analisa Sampel


A. Analisa Densitas
1. Piknometer kosong ditimbang massanya
2. Piknometer diisi air dan ditimbang massanya
3. Piknometer diisi sampel dan ditimbang massanya
4. Densitas sampel dihitung dengan persamaan:
Massa sampel(g)
ρ Sampel =
Massa air(g)
B. Analisa Viskositas
1. Viskositas Ostwald dikalibrasikan dengan air untuk menentukan harga k
2. Sampel dimasukkan kedalam Viskosimeter Ostwald
3. Sampel dihisap hingga melewati batas atas Viskosimeter,diulangi
sebanyak 3 kali pengulangan
4. Sampel dibiarkan mengalir kebawah sampai melewati batas bawah
Viskosimeter
5. Waktu alir sampel dari batas atas kebatas bawah diukur
6. Viskosimeter sampel dihitung dengan persamaan:
densitas sampel
Sg sampel =
densitas air
µ Sampel = k × sg sampel × t

C. Analisa PH
1. Larutan sampel dimasukkan kedalam beaker glass
2. Dimasukkan kertas pH kedalam beaker glass tersebut
3. Warna pH disesuaikan dengan warna standar yang sesuai harga pH-nya

D. Analisa Kadar Formaldehid Bebas


1. Sampel sebanyak 10 ml ditambahkan 2 tetes phenolphthalein dan
ditambahkan 10 ml etanol 96%
2. Ditambahkan 25 ml Na2SO4 dan diaduk sampai homogen
3. Larutan dititrasi dengan HCl
4. Kemudian dilakukan titrasi blanko
5. Kadar formaldehid bebas dihitung dengan persamaan:
Gr CH 2O 3 × ml HCl× N HCl
=
V (ml) larutan ml sampel

Ml HCl = ml titrasi - ml blanko