Anda di halaman 1dari 5

Bismillahirohmanirohim, Assalamu alaikum warahmatullah wabarakatuh

Perkenalkan nama saya Nurul Fadilah Amiruddin biasa di panggil Dilla. saya berasal
dari Makassar. Lebih tepatnya nama kampung saya bontojai, atau biasa orang lebih mengenalnya
di sekitaran daya. Alhamdulillah saat ini saya telah menempuh pendidikan di perguruan tinggi
UIN Alauddin makassar mengambil jurusan pendidikan guru madrasah ibtidaiyah di fakultas
tarbiyah dan keguruan dan tepatnya sekarang saya berada di semester 7. Di semester 7 inilah
terdapat satu mata kuliah yang benar-benar nyata atau di sebut KKN (Kuliah Kerja Nyata).
Berbicara masalah KKN dimana mata kuliah ini mengharuskan kita untuk terjun langsung ke
masyarakat dan berbaur dengan masyarakat. KKN ini bertujuan untuk bagaimana kita sebagai
mahasiswa bisa mendewasakan diri dalam berpikir, bersikap, bertindak sebagai leader di tengah-
tengah masyarakat, dan bagaimana kita bisa menyelesaikan masalah-masalah atau gejolak yang
terjadi di masyarakat, serta melatih kemandirian yang menjadi bekal kita di masyarakat. Adapun
tujuan utama dari KKN menurut saya bagaimana kita sebagai Mahasiswa mengaplikasikan ilmu
yang telah didapatkan kurang lebih 3 tahun yang diajarkan oleh dosen sesuai dengan bidangnya
masing-masing, masih banyak lagi tujuan dari kuliah kerja nyata.
Saya merasa sangat bahagia karna saya bisa mengikuti KKN, meskipun harus bersusah
payah untuk bisa mencapainya. Karna untuk bisa mengikuti KKN kita harus bisa melewati
berbagai persyaratan yang telah di tetapkan oleh pihak universitas. Salah satu persyaratan yang
harus dilakukan sebelum berangkat KKN ialah mengikuti pembekalan yang telah ditetapkan oleh
pihak universitas, dan pada hari itu saya termasuk gelombang pertama untuk mengikuti
pembekalan tersebut, saya bersama beberapa teman sekelas lain yang juga mengikuti
pembekalan pertama mengikuti kegiatan tersebut dengan perasaan yang nyaman, terlebih lagi
ketika kami diberikan bimbingan serta arahan mengenai apa itu sebenarnya KKN?, kegiatan
pembekalan tersebut terjadi selama 2 hari dimana waktu 2 hari itu di habiskan dengan pemberian
materi oleh bapak dosen yang telah berpengalaman dalam hal tersebut, disitu kami semua merasa
sangat yakin dan tidak sabar lagi untuk diberangkatkan ke lokasi KKN.
Selang beberapa hari setelah pembekalan, tiba saatnya pengumuman penempatan tempat
lokasi KKN serta dosen pembimbing yang akan mengarahkan kami di tempat KKN 45 hari ke
depan , alhamdulillah saya sendiri ditempatkan di kabupaten takalar kecamatan
mangarabombang, perasaan saya saat itu sangat bahagia dikarenakan tempatnya tidak terlalu
jauh, sehingga memudahkan orang tua saya untuk bisa menjenguk saya di tempat KKN.
Beberapa hari kemudian pembimbing kami menginformasikan kami semua di medsos
untuk bisa hadir dipertemuan guna akan menyampaikan teknisi seputar hal-hal yang berkaitan
dengan keberangkatan kami ke tempat KKN, pada hari itu bertempat di masjid kampus
Mahasiswa pun saling berdatangan satu persatu hingga beberapa menit kemudian dosen
pembimbing kamipun datang, dan diarahkan untuk masuk ke dalam masjid hingga terjadi
komunikasi antara kami dengan beliau, dimana menyampaikan hal-hal yang harus diperhatikan
sebelum turun berKKN. Tibalah saatnya yang ditunggu-tunggu pembacaan nama kelompok
beserta desa yang akan di tempati Mahasiswa KKN, pada saat itu perasaan takut, takutnya karena
bisa jadi akan satu kelompok dengan orang yang tidak sejalan dengan saya, pada saat itu
berakhirlah nama kelompok 4 disebut, nama sayapun tak kunjung disebut hingga memasuki
kelompok 5 dan alhamdulillahnya nama saya telah di sebutkan, hingga pada saat itu bapak
pembimbing saya mengulangi menyebutkan untuk kedua kalinya, yang terdengar yang pertama
Tengku Firmansyah dari fak dakwah, yang kedua Andi Haris Asbal dari fak saintek, yang ketiga
Nurafia dari tarbiyah, dan yang keempat saya sendiri Nurul Fadilah dari tarbiyah, yang kelima
widya Dwi Lestari dari fak ushuluddin, yang keenam Nurhaena Abbas dari fak ushuluddin, yang
ketujuh Firda Rahmaniyanti dari fak saintek, dan yang kedelapan Indah Purnama Sari dari fak
dakwah dan komunikasi. Setelah penyebutan nama kelompok selesai sampai kelompok 12
diarahkan oleh bapak pembimbing untuk berkumpul bersama teman kelompok yang sebelumnya
sudah disebutkan. Pada saat itu timbul rasa canggung bercampur malu untuk memulai
pembicaraan dengan teman kelompok dan pada akhirnya teman perempuan yang lain memulai
pembicaraan hingga terjadi komunikasi, disitu kami mulai membahas hal-hal yang berkaitan
dengan KKN dilanjutkan dengan pemilihan kordes, sekretaris, dan bendahara.
Sebelum berangkat KKN saya sempat bertanya ke beberapa kakak senior saya mengenai
KKN, senior saya mengatakan bahwa KKN itu seru, KKN itu asiiiikk karna akan ada banyak
hal-hal baru pengalaman-pengalam baru yang belum pernah kita dapatkan sebelumnya akan kita
dapatkan di tempat KKN. Mendengar pernyataan dari kakak senior saya itu membuat rasa
penasaran saya tentang berKKN semakin besar. Rasa ingin berKKN saya pun semakin besar.
Akhirnya, tepat pada tanggal 30 November 2019 saya berangakat KKN. Saya di
tempatkan tepatnya di desa Romanglasa, kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa. Pada saat
itu saya diantar oleh bapak saya menuju tempat perkumpulan mahasiswa KKN yang telah
ditentukan oleh pihak LP2M, setiba sampai di tempat tujuan belum banyak mahasiswa yang
datang, dan pada akhirnya saya dan bapak saya duduk menunggu tepat di depan kantor LP2M,
teringat raut wajah pada saat itu saya merasa kasian melihat bapak saya menunggu sesekali
ucapan untuk menyuruhnya pulang keluar, tapi beliau tetap saja ingin melihat saya pergi, dengan
tatapan bapak yang sangat bermakna, tatapan yang sangat berharap dan yakin bisa memberikan
yang terbaik dan hasil sesuai apa yang dia inginkan, dan pada akhirnya satu persatupun teman
kelompok saya berdatangan dan mahasiswa yang lainpun berdatangan hingga pada saat itu mulai
terdengar pengumuman untuk menaiki bus yang telah di sediakan oleh pihak LP2M, Saya
bersama teman-teman yang lain bergegas untuk menaiki bus tersebut dan tak lupa untuk
menaikkan barang ke atas bus dan lagi-lagi bapak saya yang ingin membawakan koper saya,
awalnya menolak tetapi bapak saya bersihkeras untuk membawanya, setelah barang sudah di atas
bus, saya menuju ke bapak untuk pamit dan mencium tangannya. Tibalah saatnya bus akan
berjalan tak henti-hentinya saya melihat bapak saya di balik jendela bus sambil melambaikan
tangan kepada beliau seketika air matapun jatuh, selalu terbayang-bayang raut wajah ketika pada
saat itu harus menunggu dikarenakan teman KKN yang lain belum berdatangan.
Setelah melewati perjalanan yang menurut saya cukup jauh karna saya baru pertama kali
menginjakkan kaki di kecamatan Mangarabombang, dan Alhamdulillah akhirnya sampai juga di
kecamatan Mangarabombang. Sesampainya kami disana kumpul sesuai dengan kelompok posko
masing-masing, sembari menunggu waktu pembukaan penerimaan mahasiswa KKN di kantor
kecamatan Magarabombang. Setelah menunggu kurang lebih 1 jam lamanya akhirnya waktu
pembukaan penerimaan mahasiswa KKN di mulai. Pada saat acara berlangsung, panitia
menyebutkan satu persatu kepala desa dari setiap desa yang akan di tempati mahasiswa KKN.
Ketika panitia menyebutkan masing-masing nama kepala desa atau perwakilannya, dan kepala
desa atau perwakilannya pun berdiri menyapa dan menyambut mahasiswanya dengan senyum
yang menggambarkan kebahagiaan. Semua teman-teman yang terdiri dari 12 posko terlihat
sangat bahagia karena telah mengetahui kepala desanya masing-masing. Setelah rangkaian
kegiatan penerimaan mahasiswa KKN itu selesai, saya dan teman kelompok saya diarahkan olek
kepala desa untuk menaikkan barang ke atas mobilya hingga pada saat itu kamipun diantar
menuju tempat tinggal kami selama berKKN. Setelah beberapa menit berlalu akhirnya kami
sampai di rumah bapak kepala desa Panyangkalang. Sesampainya disana, kami menurunkan
semua barang bawaan kami dari mobil, dan kami dipersilahkan duduk oleh salah seorang laki-
laki yang masih muda terbesit difikiran mungkin itu salah satu staff kantor desa, kemudian
kamipun duduk sejenak dan pada akhirnya diarahkan untuk masuk ke dalam rumah untuk
beristirahat dan tak lupa juga menunjukkan kamar kami yang perempuan, tak lama dari itu
kamipun yang perempuan masuk ke kamar dan membersihkan kamar tesebut dilanjutkan dengan
merapikan koper kami agar bisa terlihat rapi. Setelah semua pekerjaan selesai kamipun bergegas
untuk salat karena kebetulan telah memasuki waktu dhuhur akhirnya kami salat satu persatu
dikarenakan ruangan yang terbatas, setelah itu dilanjutkan kami beristirahat tidur siang.
Malam harinya kami diperintahkan untuk ke kantor desa dan alhamdulillah ternyata
kantor desanya berada di samping tempat kami tinggal, setibanya kami disana lagi dan lagi kami
dipersilahkan masuk dan duduk oleh laki-laki yang menyambut kami tadi siang, kamipun masuk
dan duduk, terjadilah komunikasi antara kami dan beberapa orang yang ada di kantor desa, dan
akhirnya kami memperkenalkan satu persatu nama kami beserta asal dan jurusan kami, setelah
itu pembicaraan diambil alih oleh salah seorang yang ada di kantor desa tersebut, tiba saatnya
laki-laki tadi yang menyambut kami memperkenalkan dirinya, ada hal aneh yang mengganjal di
dalam hati tetapi saya menghiraukan begitu saja, selang beberapa detik memperkenalkan
namanya beserta posisinya di kantor desa, saya dan teman-teman yang lain kaget kami tidak tahu
sebelumnya bahwasanya beliau adalah kepala desa, hanya saja disini kesalahpahaman diantara
kami karena memang pada saat di kecamatan kemarin pas penerimaan Mahasiswa KKN pihak
dari kecamatan tidak menyebutkan bahwasanya bapak kepala desa panyangkalang tidak sempat
hadir melainkan di wakili oleh sekretaris desa panyangkalang. Selang beberapa menit bapak desa
menyampaikan informasi yang terkait dengan kondisi desa serta hal-hal yang masih menjadi
kebiasaan warga yang ada di desa tersebut, tidak lama terjadi komunikasi antara kami dengan
beliau dan staff desa yang lain bapak desa akhirnya menyuruh kami untuk pulang beristirahat
dikarenakan sudah pukul 21.00, dan kamipun kembali ke posko untuk beristirahat.
Keesokan paginya saya dan teman-teman berbagi tugas, ada yang bertugas pergi ke pasar
untuk membeli semua sembako dan keperluan-keperluan untuk di posko, dan membagi piket
dalam urusan memasak, akhirnya kami yang perempuan masak secara bersama-sama
dikarenakan belum ada jadwal yang dibuat itu terjadi selama beberapa hari kedepan.
Setelah kami sarapan saya bersama teman-teman yang lain melakukan observasi
mengelilingi desa, melihat situasi dan kondisi yang ada di desa tersebut. Sepulang dari itu kami
beristirahat untuk salat dhuhur dan dilanjut kami yang perempuan untuk, pada saat itu kami
masih bertanya-tanya karena sudah2 hari kami di posko tepatnya di rumah dinas kantor desa
kami tidak pernah melihat ibu desa, ada rasa penasaran sesekali ada keberaniann ingin
mempertanyakan hal tersebut kepada bapak desa tetatpi takut untuk memulai, hingga pada
akhirnya tanpa ditanya bapak sendiri yang memberitahukan kepada kami bahwasanya ibu lagi
pulang ke kampungnya yang ada di Kalimantan selatan bersama anak saya 2 orang insyaAllah 1
pekan ke depan saya akan menjemputnya kata beliau.
Malam harinya saya dan teman-teman posko 4 melakukan breafing atau rapat membahas
apa saja yang menjadi masalah, dan apa saja yang di butuhkan oleh masyarakat di desa
Panyangkalang tersebut, serta apa saja yang harus kami lakukan.
Tepat pada tanggal 6 Desember 2019 kami (posko 4) menyelenggarakan seminar desa
yang bertempat di kantor desa Panyangkalang. Alhamdulillah acara seminar desapun berjalan
dengan lancar, dan kamipun merasa semakin terarah dengan jelas apa-apa yang harus kita
kerjakan selama kurang lebih 40 hari kedepan.
Adapun program kerja kami selama kurang lebih 40 hari kedepan adalah sebagai berikut:
1. Program Mengajar TK/SD
2. Program Bakti Sosial
3. Program Senam Sehat
4. Program Dzikir (Malam Jumat)
5. Program Khutbah
6. Program Bank Sampah
7. Program Tadabbur Alam
8. Program Pelatihan Penyuluhan Pembuatan Pupuk Kandang
9.
Dan masih banyak program harian yang kami laksanakan seperti pembinaan tarian,
keaagamaan dan proker lainnya.
Hari demi haripun terus berganti… hari-hari saya selama di posko saya habiskan untuk
fokus dalam menjalankan dan melaksanakan proker (progman kerja). Beberapa minggupun telah
berlalau, seiring berjalannya waktu, sayapun mulai akrab dengn teman-teman yang lain… saya
pun mulai mengetahui karakter teman-teman saya.
Disini saya akan memperkenalkan satu-persatu teman-teman saya.. langsung saja, yang
pertama Tengku Firmansyah dari jurusan komunikasi penyiaran islam, fakultas dakwah dan
komunikasi. Dipercayakan sebagai Kordes untuk posko 4. Akrabnya di panggil kak Tengku,
paling care sama adik-adiknya yang junior, paling cuek sama masalah hal-hal yang berkaitan
dengan proker mahasiswa
Widya Dwi Lestari, dari jurusan Akidah dan Filsafat Islam, fakultas Ushuluddin dan Ilmu
Politik. Dipercayakan sebagai sekertaris untuk posko 4. Akrabnya di panggil Widya. Dia yang
paling lincah dibagian surat menyurat, paling asyik di temani
Indah Purnama Sari, dari jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam, fakultas dakwah dan
komunikasi. Dipercayakan sebagai bendahara untuk posko 4. Akrabnya di panggil Indah. Dia
teman sekamarku di posko, dia yang paling cerewet di posko, suka ngomel-ngomel sendiri,
orangnya manja tetapi di tutupi dengan sikap ramahnya sama orang lain.
Andi Haris Asbal, dari jurusan Ilmu Peternakan, fakultas sains dan teknologi. Jabatan:
sebagai anggota di posko 4. Akrabnya di panggil kak Haris, orangnya susah di tebak dan
tertutup. Paling sering bilang Tergantung, paling suka karena sering bikin lucu.
Nurafia, dari jurusan pendidikan anak usia dini, fakultas tarbiyah dan keguruan. Jabatan:
sebagai anggota di posko 4. Akrabnya di panggil Pia, partner masaknya aku, paling care sama
aku kalua ada apa-apa.
Nurhaena Abbas, dari jurusan ilmu politik, fakultas Ushuluddin dan Ilmu Politik. Jabatan:
sebagai anggota di posko 4. Akrab di sapa Henna, anaknya paling lincah, paling rajin cuci piring,
buat kopi untuk kakak staff yang ada di kantor desa.
Firda Rahmaniyanti, dari jurusan Ilmu Peternakan, fakultas sains dan teknologi. Jabatan:
sebagai anggota di posko 4. Orangnya paling susah di tebak, selalu cepat dalam memecahkan
masalah yang kadang terjadi kesalah pahaman antara kami yang perempuan.
Waktu terus berjalan… tidak terasa 45 haripun telah berlalu, dan semua program kerja
kamipun telah selesai. Ucapan rasa terimakasih saya yang sebesar besarnya kepada semua warga
desa Romanglasa tanpa terkecuali yang telah memberikan masukan dan saran serta telah setia
membantu dan membimbing kami semua selama kurang lebih 45 hari demi terlaksananya semua
program kerja kami.
Ucapan terimakasih saya yang sebesar besarnya juga kepada bunda yang telah ikhlas
menerima dan menampung kami untuk tingga di rumahnya selama kurang lebih 45 hari. Terima
kasih juga buat ibu fais dan bapak fais yang telah banyak terlibat membantu kami dalam setiap
proker-proker kami. dannnn buat kak tayu, kak Ardi, kak Addi terimakasih banyak telah
membantu kami dalam menyelesaikan program kerja kami. buat adikku Ferdi dan Fais terima
kasih telah menghibur kami selama tinggal disana.
Yang terakhir buat teman-temanku semua terima kasih atas kerja samanya dan terima
kasih atas kebersamaan kalian selama 45 hari. Tanpa kalian program kerja ini tidak akan
selesai…. Terimakasih telah mengajarkanku bagaimana bisa bekerja sama dalam satu tim.
Begitu banyak cerita yang telah kalian ukir dalam sejah hidupku…Doa ku buat teman-temanku
semua semoga kalian sukses… kalian adalah teman-teman terhebatku.. aku pasti akan selalu
merindukan kalian semua…. sampai ketemu lagi di situasi dan kondisi yang berbeda...