Anda di halaman 1dari 27

MAKALAH ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

ANALISIS AKUNTANSI ASET TIDAK LANCAR


(Studi Kasus pada PT Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk)

DISUSUN OLEH :

Marwah Aulia 120110170004


Fitriani 120110170044
Nurohma Ningrum 120110170056
Rinjani Pancaniti 120110170066

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS PADJADJARAN
JATINANGOR
2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyusun dan
menyelesaikan makalah Analisis Laporan Keuangan tentang Analisis Laporan Keuangan –
Analisis Akuntansi Aset Tidak Lancar PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.
Makalah ini kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak
sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami sampaikan terima kasih
kepada:
1. Dr.Tettet Fitrijanti,S.E., M.Si., Ak., selaku dosen pada mata kuliah Analisis Laporan
Keuangan;
2. Semua pihak yang membantu kami dalam menyusun makalah ini.
Penulis berharap makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembacanya. Namun
penulis menyadari bahwasanya tak ada satupun yang sempurna di dunia ini termasuk juga makalah
yang penulis buat. Penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan dalam
penulisan makalah ini. Akhir kata, kami berharap semoga makalah Analisis Laporan Keuangan
tentang Analisis Laporan Keuangan – Analisis Akuntansi Aset Tidak Lancar PT Indofood CBP
Sukses Makmur Tbk ini dapat memberikan manfaat kepada pembacanya.

Sumedang, 20 Maret 2020

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................. i
DAFTAR ISI ............................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN ...........................................................................................................1
1.1 Latar Belakang ..................................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah .............................................................................................................2
1.3 Tujuan ...............................................................................................................................3
BAB II PEMBAHASAN.............................................................................................................4
2.1 Profil Perusahaan ...............................................................................................................4
2.2 Aset Tidak Lancar .............................................................................................................5
2.2 Aset Tidak Lancar Pada PT Indofood Sukses Makmur Tbk ...............................................6
2.3 Analisis Tagihan Pajak Penghasilan ...................................................................................6
2.4 Analisis Piutang Plasma ....................................................................................................7
2.5 Analisis Aset Pajak Tangguhan ....................................................................................... 10
2.6 Analisis Investasi Jangka Panjang .................................................................................... 11
2.7 Analisis Aset Tetap.......................................................................................................... 13
2.8 Analisis Propreti Investasi ............................................................................................. 16
2.9 Analisis Biaya Ditangguhkan ......................................................................................... 17
2.10 Analisis Goodwill .......................................................................................................... 17
2.11 Analisis Aset Tak Berwujud .......................................................................................... 19
2.12 Analisis Biaya Dibayar Dimuka Jangka Panjang ............................................................ 21
2.13 Analisis Aset Tidak Lancar Lainnya .............................................................................. 21
BAB III PENUTUP .................................................................................................................. 23
3.1 Kesimpulan ..................................................................................................................... 23
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................... 24

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Laporan keuangan terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan
ekuitas, laporan posisi keuangan dan catatan atas laporan keuangan. Aset merupakan
salah satu komponen utama dalam laporan neraca. Aset adalah sarana yang dimiliki
oleh perusahaan yang harus dikelola dengan baik agar mendapat keuntungan dimasa
depan. Aset dapat juga diartikan sebagai harta kekayaan yang dimiliki perusahaan pada
tanggal tertentu. Dalam penyusunan aset, dimulai dari aset yang paling likuid hingga
aset yang paling tidak likuid. Secara garis besar aset terdiri dari 2 kategori yaitu aset
lancar dan aset tidak lancar.

Aset tidak lancar atau aset tetap adalah aset berwujud yang diperoleh dalam
bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasi
perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan
dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.

Setelah melakukan analisis strategi perusahaan, maka langkah selanjutnya


adalah menganalisis akuntansi perusahaan secara detail. Pada analisis akuntansi
perusahaan dibagi menjadi beberapa bagian yaitu analisis akuntansi aset lancar, analisis
akuntansi aset tidak lancar, analisis akuntansi liabilitas dan ekuitas, analisis akuntansi
pendapatan dan beban.

PT Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk merupakan salah satu perusahaan


terkemuka yang bergerak dibidang industri, perdagangan, agribisnis dan jasa. Kegiatan
usaha yang dijalankan oleh entitas meliputi antara lain, industri penggilingan gandum
menjadi tepung terigu yang terintegrasi dengan kegiatan usaha anak perusahaan di
bidang industri konsumen bermerek, industri agribisnis yang terdiri dari perkebunan
dan pengolahan kelapa sawit dan tanaman lainnya, serta distribusi. PT Indofood CBP
Sukses Makmur, Tbk mempublikasikan laporan tahunan yang salah satunya berisi

1
laporan keuangan hasil audit pada setiap tahun. Pada laporan tahunan tersebut dapat
dilakukan penilaian mengenai kinerja entitas selama satu periode. Oleh karena itu, pada
makalah ini dibahas mengenai analisis bisnis PT Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk
yaitu analisis akuntansi aset tidak lancar.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana analisis akuntansi tagihan pajak penghasilan pada PT Indofood
CBP Sukses Makmur, Tbk?
2. Bagaimana analisis akuntansi piutang plasma-neto pada PT Indofood CBP
Sukses Makmur, Tbk?
3. Bagaimana analisis akuntansi aset pajak tangguhan-neto pada PT Indofood
CBP Sukses Makmur, Tbk?
4. Bagaimana analisis akuntansi investasi jangka panjang pada PT Indofood CBP
Sukses Makmur, Tbk?
5. Bagaimana analisis akuntansi asset tetap-neto pada PT Indofood CBP Sukses
Makmur, Tbk?
6. Bagaimana analisis akuntansi properti investasi pada PT Indofood CBP Sukses
Makmur, Tbk?
7. Bagaimana analisis akuntansi biaya ditangguhkan-neto pada PT Indofood CBP
Sukses Makmur, Tbk?
8. Bagaimana analisis akuntansi goodwill lainnya pada PT Indofood CBP Sukses
Makmur, Tbk?
9. Bagaimana analisis akuntansi aset tak berwujud-neto pada PT Indofood CBP
Sukses Makmur, Tbk?
10. Bagaimana analisis akuntansi biaya dibayar dimuka jangka panjang pada PT
Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk?
11. Bagaimana analisis akuntansi aset tidak lancar lainnya pada PT Indofood CBP
Sukses Makmur, Tbk?

2
1.3 Tujuan
1. Mengetahui analisis akuntansi tagihan pajak penghasilan pada PT Indofood
CBP Sukses Makmur, Tbk?
2. Mengetahui analisis akuntansi piutang plasma-neto pada PT Indofood CBP
Sukses Makmur, Tbk?
3. Mengetahui analisis akuntansi aset pajak tangguhan-neto pada PT Indofood
CBP Sukses Makmur, Tbk?
4. Mengetahui analisis akuntansi investasi jangka panjang pada PT Indofood CBP
Sukses Makmur, Tbk?
5. Mengetahui analisis akuntansi aset tetap-neto pada PT Indofood CBP Sukses
Makmur, Tbk?
6. Mengetahui analisis akuntansi properti investasi pada PT Indofood CBP Sukses
Makmur, Tbk?
7. Mengetahui analisis akuntansi biaya ditangguhkan-neto pada PT Indofood CBP
Sukses Makmur, Tbk?
8. Mengetahui analisis akuntansi goodwill pada PT Indofood CBP Sukses
Makmur, Tbk?
9. Mengetahui analisis akuntansi aset tak berwujud-neto pada PT Indofood CBP
Sukses Makmur, Tbk?
10. Mengetahui analisis akuntansi biaya di bayar dimuka jangka panjang pada PT
Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk?
11. Mengetahui analisis akuntansi aset tidak lancar lainnya pada PT Indofood CBP
Sukses Makmur, Tbk?

3
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Profil Perusahaan


PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (dahulu PT Indofood Sukses Makmur
Tbk, PT Gizindo Primanusantara, PT Indosentra Pelangi, PT Indobiskuit Mandiri
Makmur, dan PT Ciptakemas Abadi) merupakan produsen berbagai jenis makanan dan
minuman yang bermarkas di Jakarta, Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun
1990 oleh Sudono Salim dengan nama Panganjaya Intikusuma yang pada tahun 1994
menjadi Indofood. Perusahaan ini mengekspor bahan makanannya hingga Australia,
Asia, dan Eropa.
Dalam beberapa dekade ini PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) telah
bertransformasi menjadi sebuah perusahaan Total Food Solutions dengan kegiatan
operasional yang mencakup seluruh tahapan proses produksi makanan, mulai dari
produksi dan pengolahan bahan baku hingga menjadi produk akhir yang tersedia di rak
para pedagang eceran.
Kini Indofood dikenal sebagai perusahaan yang mapan dan terkemuka di setiap
kategori bisnisnya. Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Indofood
memperoleh manfaat dari skala ekonomis serta ketangguhan model bisnisnya yang
terdiri dari empat Kelompok Usaha Strategis (”Grup”) yang saling melengkapi yaitu
Produk Konsumen Bermerek (CBP), Bogasari, Agribisnis dan Distribusi.
Kegiatan operasional Grup CBP dijalankan oleh ICBP, entitas anak Indofood
yang sahamnya tercatat di BEI. Grup CBP memproduksi dan memasarkan beragam
produk konsumen bermerek yang menawarkan solusi praktis bagi konsumen di segala
usia. Sebagian besar merek-merek produk Grup CBP merupakan pemimpin pasar dan
memiliki status top-of-mind di masing-masing kategori produknya, serta telah meraih
kepercayaan dan loyalitas jutaan konsumen selama beberapa dekade. Kegiatan
operasional Grup CBP mencakup beberapa divisi, yaitu:
a. Mie instan
b. Dairy

4
c. Penyedap makanan
d. Makanan ringan
e. Makanan khusus dan nutrisi
f. Minuman
g. Kemasan
Selain CBP, kelompok usaha strategis lainnya dari Indofood, diantaranya adalah:
a. Bogasari
b. Agribisnis

2.2 Aset Tidak Lancar


Aset tidak lancar adalah aset-aset yang tidak termasuk ke dalam kriteria aset
lancar. Aset tidak lancar umumnya mencakup aset tetap, aset tak berwujud dan aset
keuangan yang bersifat jangka panjang.
 Aset tetap
Aset tetap adalah aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi
atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk
tujuan administratif; dan diperkirakan untuk digunakan selama lebih dari satu
periode.
 Aset tak berwujud
Aset tak berwujud adalah nonmoneter teridentifikasi tanpa wujud fisik, dengan
demikian bahwa karakteristik utama sebuah aset tak berwujud yakni dapat
diidentifikasi (identifiability), kemungkinan besar entitas akan memperoleh
manfaat ekonomik masa depan dari aset tersebut dan biaya perolehan aset tersebut
dapat diukur secara andal dan tidak mempunyai wujud fisik.
 Aset keuangan yang bersifat jangka panjang
Aset keuangan memiliki nilai karena klaimklaim hukum atas sejumlah manfaat
yang berupa arus kas di masa mendatang. Aset keuangan jangka panjang adalah
aset keuangan yang jatuh tempo di atas satu tahun, seperti saham dan obligasi.

5
2.2 Aset Tidak Lancar Pada PT Indofood Sukses Makmur Tbk
Berikut merupakan komposisi Aset Tidak Lancar PT Indofood Sukses Makmur
Tbk pada Laporan Posisi Keuangan Tahun 2018 (dalam jutaan rupiah):

Pada akhir tahun 2018 total aset tidak lancar PT Indofood Sukses Makmur, Tbk
adalah sebesar Rp63.265.178 juta atau 65,53% dari total aset. Jumlah ini meningkat
sebesar 14,09% dibandingkan dengan jumlah aset tidak lancar akhir tahun 2017, yaitu
sebesar Rp55.452.746 juta.
PT Indofood Sukses Makmur Tbk mengklasifikasikan aset tidak lancar menjadi
beberapa akun, yaitu tagihan pajak penghasilan, piutang plasma, aset pajak tangguhan,
investasi jangka panjang, aset tetap, properti investasi, biaya ditangguhkan, goodwill,
aset tak berwujud, biaya dibayar dimuka jangka panjang, dan aset tidak lancar lainnya.

2.3 Analisis Tagihan Pajak Penghasilan


Berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku saat ini, manajemen
mempertimbangkan apakah jumlah yang tercatat dalam akun “Tagihan Pajak
Penghasilan” dapat dipulihkan dan direstitusi oleh kantor pajak. Pengajuan restitusi
pajak, terutama berupa pajak penghasilan badan, sejumlah Rp446.277 pada tanggal 31
Desember 2018 (31 Desember 2017: Rp215.062) disajikan sebagai bagian dari akun
“Tagihan Pajak Penghasilan” pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

6
Pada tahun 2010, perusahaan mengajukan gugatan ke pengadilan pajak atas surat
penolakan dari kantor pajak terkait dengan permintaan pengembalian pembayaran
pajak penghasilan atas pengalihan Hak Tanah dan Bangunan sebesar Rp45.710 yang
pajaknya tidak terutang karena penggunaan nilai buku telah disetujui oleh Kantor
Pajak.
Pengadilan pajak mengabulkan gugatan perusahaan pada tahun 2011. Atas
keputusan tersebut, Direktorat Jenderal Pajak telah mengajukan peninjauan kembali
kepada Mahkamah Agung.
Mahkamah Agung telah menyetujui beberapa permintaan peninjauan kembali dari
Direktorat Jenderal Pajak. Kemudian kantor pajak menerbitkan surat pelaksanaan
keputusan Mahkamah Agung yang mensyaratkan perusahaan untuk membayar
Rp7.812. Perusahaan mengajukan gugatan ke pengadilan pajak atas surat pelaksanaan
keputusan Mahkamah Agung yang diterbitkan oleh kantor pajak tersebut. Namun,
sampai dengan tanggal 19 Maret 2019, perusahaan masih belum menerima putusan dari
pengadilan pajak atas gugatan tersebut.

2.4 Analisis Piutang Plasma


Entitas-entitas anak tertentu dalam SIMP (secara bersama-sama disebut sebagai
“Perusahaan Inti”), memiliki komitmen dengan beberapa Koperasi Unit Desa (“KUD”)
yang mewadahi petani plasma untuk mengembangkan perkebunan plasma
sebagaimana diwajibkan oleh pemerintah Indonesia. Perusahaan inti akan memberikan
bimbingan dan berbagi pengetahuan dalam mengembangkan perkebunan plasma
kelapa sawit hingga tahap produktif.

7
Piutang plasma yang disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
terdiri atas akumulasi biaya-biaya pengembangan yang terjadi dan pembiayaan yang
disediakan Perusahaan inti kepada KUD atau petani plasma dikurangi dana yang
diterima dari bank atas nama KUD atau petani plasma dan akumulasi kerugian
penurunan nilai.
Piutang plasma juga termasuk pinjaman talangan kredit untuk menutup bunga
dan cicilan pinjaman, pinjaman pupuk serta sarana produksi pertanian lainnya kepada
petani. Piutang plasma diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang
sesuai dengan PSAK 55.
Pada saat pengakuan awal, piutang plasma diukur pada nilai wajar. Pengukuran
setelah pengakuan awal dengan biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan
metode tingkat bunga efektif. Tingkat suku bunga efektif berkisar antara 7,97% sampai
10,71% per tahun untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 (31
Desember 2017: 5,98% sampai 12,00% per tahun dan 31 Desember 2016: antara 7,58%
sampai 12,00% per tahun). Keuntungan atau kerugian diakui dalam laba atau rugi pada
saat piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, serta melalui
proses amortisasi.
Perubahan saldo piutang plasma PT Indofood Sukses Makmur Tbk setelah
perhitungan amortisasi dengan SBE adalah sebagai berikut:

Apabila ada bukti yang objektif maka penyisihan dan penurunan nilai piutang
plasma diakui sesuai fakta dan situasi yang tersedia, sebesar selisih kurang: (i) nilai
kini estimasi arus kas masa datang, dari (ii) jumlah tercatat piutang plasma yang
merupakan kelebihan akumulasi biaya pengembangan atas pendanaan dari bank dan
jumlah yang disepakati oleh petani plasma. Namun, jika tidak terdapat bukti yang
objektif piutang plasma disajikan sesuai dengan nilai yang tidak terkena penyisihan
penurunan nilai dalam kelompok piutang plasma dengan risiko kredit yang serupa

8
karakteristiknya, yaitu sesuai dengan lokasi geografis para petani plasma dan umur
tanaman, dan melakukan evaluasi kolektif atas penurunan nilai. Karakteristik yang
dipilih mempengaruhi estimasi arus kas masa depan atas kelompok piutang plasma
tersebut karena merupakan indikasi bagi kemampuan petani plasma untuk melunasi
jumlah terutang.
Perubahan saldo penyisihan atas penurunan nilai dan amortisasi SBE piutang
plasma PT Indofood Sukses Makmur Tbk adalah sebagai berikut:

Berdasarkan penelaahan atas piutang plasma dari tiap-tiap proyek pada tanggal
31 Desember 2018, manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas penurunan nilai
piutang plasma tersebut dapat menutup kerugian yang mungkin timbul akibat piutang
plasma yang tak tertagih.
Fasilitas pinjaman petani plasma kepada bank di atas dijamin dengan piutang
para petani plasma yang timbul dari penjualan produk, perkebunan plasma terkait dan
jaminan perusahaan dari masing-masing Perusahaan Inti sesuai dengan jumlah fasilitas
pinjaman yang telah digunakan pada tanggal 31 Desember 2018 adalah sebagai berikut
:

9
2.5 Analisis Aset Pajak Tangguhan
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas atas
konsekuensi pajak pada masa mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat
aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan
liabilitas pada setiap tanggal pelaporan.
Aset pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer dan rugi fiskal yang
belum digunakan sepanjang besar kemungkinannya bahwa laba kena pajak akan
tersedia sehingga perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal tersebut
dapat digunakan. Estimasi signifikan oleh manajemen diperlukan dalam menentukan
jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan
tingkat penghasilan kena pajak dan strategi perencanaan pajak masa depan
Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau
secara substansial telah berlaku pada tanggal pelaporan. Perubahan nilai tercatat aset
dan liabilitas pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan
pada usaha tahun berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah
langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir setiap tahun
pelaporan dan diturunkan apabila laba fiskal mungkin tidak memadai untuk
mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan tersebut. Pada
akhir setiap periode pelaporan, Kelompok Usaha menilai kembali aset pajak tangguhan
yang tidak diakui. Kelompok Usaha mengakui aset pajak tangguhan yang sebelumnya
tidak diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba fiskal pada masa depan akan
tersedia untuk pemulihannya.
Pengaruh aset pajak tangguhan atas beda temporer antara laporan komersial dan
fiskal Kelompok Usaha adalah sebagai berikut :

10
2.6 Analisis Investasi Jangka Panjang
Investasi jangka panjang adalah penanaman dana untuk jangka waktu lebih dari
satu tahun, pada umumnya jauh lebih lama dari itu, dengan tujuan untuk memberikan
penghasilan tetap atau menguasai perusahaan lain. Perusahaan melakukan investasi
dengan alasan yang berbeda-beda. Bagi beberapa perusahaan, aktivitas investasi
merupakan unsur penting dari operasi perusahaan, dan penilaian kinerja perusahaan
mungkin sebagian besar, atau seluruhnya bergantung pada hasil yang dilaporkan
mengenai aktivitas ini. Beberapa perusahaan melakukan investasi sebagai cara untuk
menempatkan kelebihan dana dan beberapa perusahaan lain melakukan perdagangan
investasi untuk mempererat hubungan bisnis atau memperoleh suatu keuntungan
perdagangan
Pada tahun 2018 dapat dilihat bahwa investasi jangka panjang PT Indofood
Sukses Makmur Tbk meningkat sebesar 7,33%. Pada tanggal 31 Desember 2018, saldo
kas dan setara kas Perseroan mencapai Rp8,81 triliun, turun dari sebesar Rp13,69
triliun di tahun sebelumnya dikarenakan untuk belanja modal dan investasi jangka
panjang

11
12
2.7 Analisis Aset Tetap
Menurut PSAK 16 aset tetap didefinisikan sebagai aset berwujud yang digunakan
dalam produksi atau penyediaan barang dan jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain
atau untuk tujuan administratif, serta diharapkan untuk digunakan selama lebih dari
satu periode. Dalam Kieso (2011:512) aset tetap memiliki karakteristik berikut ini:
 Aset dimiliki untuk digunakan dalam operasional dan bukan untuk dijual
 Aset memiliki masa umur manfaat yang panjang dan biasanya disusutkan.
 Aset memiliki substansi fisik.

Aset Tetap Neto PT Indofood :

Grup Indofood memiliki berbagai kontrak untuk memperoleh aset tetap dan
pengembangan tanaman perkebunan, terutama untuk penambahan kapasitas senilai

13
US$42,24 juta, Rp1,68 triliun, JPY723,60 juta, SG$158,89 ribu, EUR41,34 Juta,
CHF6,89 juta, AU$426 ribu dan MYR2 juta.

Di PT.Indofood sendiri bagian Aset tetap membahas tentang “TanamanProduktif”, :

Tanaman produktif adalah tanaman hidup yang digunakan dalam produksi atau
penyediaan produk agrikultur; diharapkan untuk menghasilkan produk untuk jangka
waktu lebih dari satu periode; dan memiliki kemungkinan yang sangat jarang untuk
dijual sebagai produk agrikultur, kecuali untuk penjualan sisa yang incidental.

Secara umum, tanaman produktif kelapa sawit memerlukan waktu sekitar 3


sampai dengan 4 tahun sejak penanaman bibit di area perkebunan untuk menjadi
tanaman menghasilkan, sedangkan tanaman karet memerlukan waktu sekitar 5 sampai
dengan 6 tahun untuk dapat menghasilkan. Tanaman produktif tebu memerlukan waktu
sekitar satu tahun untuk dapat menghasilkan, dan dapat dipanen sekitar tiga kali lagi
setelah panen awal. Tanaman produktif menghasilkan dicatat sebesar biaya perolehan,
dan diamortisasi dengan metode garis lurus selama taksiran masa manfaat ekonomis
dari tanaman produktif utama berikut ini:

Umur manfaat aset dan metode penyusutan dievaluasi setiap akhir


periode/tahun pelaporan dan disesuaikan secara prospektif jika dipandang perlu..

Beban pemeliharaan tanaman produktif dibebankan pada laba rugi pada saat
terjadinya. Beban pemugaran dan penambahan dalam jumlah besar dikapitalisasi
kepada jumlah tercatat aset terkait bila besar kemungkinan bagi Kelompok Usaha
manfaat ekonomi masa depan menjadi lebih besar dari standar kinerja awal yang
ditetapkan sebelumnya dan disusutkan sepanjang sisa masa manfaat aset terkait.

14
Aset Tetap Lainnya

Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga
perolehan dan biaya-biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk
membawa aset ke kondisi dan lokasi yang diinginkan agar aset siap digunakan.
Kelompok Usaha juga mengakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset tetap
estimasi awal atas biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi
aset dan biaya untuk mengganti komponen dari aset tetap pada saat penggantian jika
kriteria pengakuan terpenuhi.

Setelah pengakuan awal, aset tetap dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi
akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai, jika ada.

Penyusutan dan amortisasi aset dimulai pada saat aset tersebut siap untuk
digunakan sesuai maksud penggunaannya dan dihitung dengan menggunakan metode
garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat ekonomis aset sebagai berikut:

Penilaian atas nilai tercatat aset tetap dilakukan jika terjadi peristiwa atau
perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset mungkin tidak
dapat terpulihkan seluruhnya.

Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus
berdasarkan estimasi masa manfaat ekonominya. Manajemen mengestimasi masa
manfaat ekonomis aset tetap antara 2 sampai dengan 30 tahun. Ini adalah umur yang
secara umum diharapkan dalam industri dimana Kelompok Usaha menjalankan
bisnisnya.

15
2.8 Analisis Propreti Investasi
Properti investasi terdiri dari tanah yang dikuasai Kelompok Usaha saat ini
yang penggunaannya di masa depan belum ditentukan. Pengakuan awal properti
investasi dinyatakan sebesar biaya perolehan termasuk pengeluaran yang dapat
diatribusikan secara langsung untuk perolehan properti investasi.
Setelah pengakuan awal, properti investasi diukur berdasarkan biaya perolehan
dikurangi rugi penurunan nilai, jika ada. Nilai wajar properti investasi ditentukan
berdasarkan acuan harga pasar untuk properti sejenis.
Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat:
 Pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak digunakan lagi secara
permanen; atau
 Tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada
saat pelepasannya; atau
 Hanya jika terdapat perubahan penggunaan yang ditujukan untuk operasional
dan dikecualikan dari definisi properti investasi. Laba atau rugi yang timbul
dari penghentian pengakuan atau pelepasan properti investasi, jika ada, diakui
dalam laba rugi pada saat terjadinya penghentian atau pelepasan tersebut.
Pada tahun 2018 dapat dilihat pada properti investasi tidak ada perubahan (kelompok
usaha/perusahaan tidak melakukan investasi pada properti) dari tahun 2016.

16
2.9 Analisis Biaya Ditangguhkan
Biaya-biaya tertentu terutama terdiri atas biaya-biaya dan beban-beban lain
sehubungan dengan biaya perpanjangan hak atas tanah dan biaya perolehan sistem
perangkat lunak yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun, ditangguhkan
dan diamortisasi selama masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus.
Beban-beban ini disajikan dalam akun “Biaya Ditangguhkan - Neto” pada laporan
posisi keuangan konsolidasian.

Dari tabel diatas bias dilihat bahwa PT. Indofood memiliki biaya tangguhan
mencapai RP.4.320.534.000.000 pada tahun 2018.

2.10 Analisis Goodwill


Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur pada harga perolehan. Setelah
pengakuan awal, goodwill diukur pada nilai tercatat dikurangi akumulasi kerugian
penurunan nilai. Untuk tujuan pengujian penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari
suatu kombinasi bisnis, sejak tanggal akuisisi dialokasikan kepada setiap Unit
Penghasil Kas (UPK) dari Kelompok Usaha yang diharapkan akan memberikan
manfaat dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain
dari pihak yang diakuisisi ditetapkan atas UPK tersebut. Goodwill yang terkait dengan
investasi pada entitas asosiasi, jika ada, termasuk dalam nilai tercatat investasi dan
tidak diamortisasi namun diuji secara individual untuk penurunan nilai.

17
Goodwill diuji untuk penurunan nilai setiap tahun dan ketika terdapat suatu
indikasi bahwa nilai tercatatnya mungkin mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai
goodwill ditetapkan dengan menentukan nilai terpulihkan tiap UPK (atau kelompok
UPK) yang terkait dengan goodwill tersebut. Jika jumlah terpulihkan UPK kurang dari
nilai tercatatnya, rugi penurunan nilai diakui. Rugi penurunan nilai terkait goodwill
tidak dapat dipulihkan pada tahun berikutnya.
PT Indofood Sukses Makmur Tbk melakukan pengujian penurunan nilai atas
goodwill yang tercatat pada laporan posisi keuangan konsolidasian. Berikut merupakan
komposisi Goodwill pada PT Indofood Sukses Makmur, Tbk akhir tahun 2018:

Goodwill di atas diuji untuk penurunan nilai terakhir pada tanggal 31 Desember
2018. Tidak ada kerugian penurunan nilai yang diakui pada tanggal 31 Desember 2018,
karena jumlah terpulihkan dari masing-masing UPK lebih tinggi dari masing-masing
nilai tercatat UPK beserta goodwill terkait, kecuali pada tahun 2017, UPK IBP, yang
merupakan bagian dari Segmen Agribisnis, mengalami penurunan nilai penuh sebesar
Rp7.799 juta.
Goodwill pada akhir tahun 2018 meningkat sebesar Rp351.089 juta terjadi
karena pada tahun 2018 ICBP telah melakukan akuisisi 50% saham NICI dari Nestle
sehingga sejak saat itu,PT Indofood Sukses Makmur Tbk memperoleh pengendalian
atas NICI. Akuisisi yang dilakukan menghasilkan goodwill atas akuisisi sebesar

18
Rp351.809 juta. Maka diperoleh goodwill pada akhir tahun 2018 sebesar Rp4.320.534
juta.
Berikut merupakan ringkasan dan asumsi utama yang digunakan oleh PT
Indofood Sukses Makmur Tbk dalam melakukan pengakuan dan penurunan nilai
goodwill:

2.11 Analisis Aset Tak Berwujud


Aset tak berwujud diukur sebesar nilai perolehan pada pengakuan awal. Nilai
perolehan aset tak berwujud yang diperoleh dari kombinasi bisnis pada awalnya diakui
sesuai nilai wajar pada tanggal akuisisi. Umur manfaat aset tak berwujud dinilai apakah
terbatas atau tidak terbatas.
 Aset tak berwujud dengan umur manfaat terbatas
Setelah pengakuan awal, aset tak berwujud dengan umur manfaat terbatas
dicatat pada nilai perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan akumulasi rugi
penurunan nilai, jika ada. Aset tak berwujud dengan umur manfaat terbatas
diamortisasi selama umur manfaat ekonomi dan dievaluasi apabila terdapat
indikator adanya penurunan nilai. Periode dan metode amortisasi untuk aset tak
berwujud dengan umur manfaat terbatas ditelaah setidaknya setiap akhir
periodetutup buku.

19
Aset tak berwujud dengan umur terbatas, yang timbul sehubungan dengan
transaksi akuisisi Drayton, terdiri dari merek-merek dagang atas produk yang
diproduksi oleh IDLK, diamortisasi selama 20 tahun sejak tahun 2008. Merek-
merek tersebut di antaranya adalah Indomilk, Cap Enaak, Tiga Sapi, Crima,
Kremer dan Indoeskrim.
 Aset tak berwujud dengan umur tidak terbatas
Setelah pengakuan awal, aset tak berwujud dengan umur tidak terbatas
dicatat pada nilai perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai. Aset tak
berwujud dengan umur tidak terbatas tidak diamortisasi. Masa manfaat aset tak
berwujud dengan umur tidak terbatas ditinjau setiap tahun untuk menentukan
apakah masa manfaat masih mendukung. Jika tidak, perubahan masa manfaat dari
tidak terbatas menjadi terbatas diterapkan secara prospektif. Aset tak berwujud
dengan umur tidak terbatas diuji untuk penurunan nilai setiap tahun dan ketika
terdapat suatu indikasi bahwa nilai tercatatnya mungkin mengalami penurunan
nilai.
Aset tak berwujud dengan umur tidak terbatas, yang terutama terdiri dari
lisensi air yang dimiliki TSP yang timbul sehubungan dengan transaksi akuisisi
aset dari perusahaan-perusahaan yang menjadi bagian dari Kelompok Usaha Tirta
Bahagia; merek dagang air minum dalam kemasan (“AMDK”) terdaftar CLUB,
dan jaringan distribusi dan pelanggan yang dimiliki TMP (telah melakukan
penggabungan usaha ke TSP) yang timbul sehubungan dengan transaksi akuisisi
aset dari perusahaan-perusahaan yang menjadi bagian dari Kelompok Usaha Tirta
Bahagia; serta merek dagang Milkuat yang diperoleh IDLK melalui transaksi
akuisisi Indokuat.
Tidak ada kerugian penurunan nilai yang diakui pada tanggal-tanggal
pelaporan, kecuali untuk merek dagang dan jaringan distribusi dan pelanggan
divisi minuman untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017.
Berikut adalah analisis mutasi saldo aset tak berwujud PT Indofood Sukses Makmur
Tbk:

20
2.12 Analisis Biaya Dibayar Dimuka Jangka Panjang
Biaya dibayar dimuka diamortisasi dan dibebankan pada operasi selama masa
manfaatnya, dan disajikan sebagai aset lancar atau aset tidak lancar sesuai sifatnya
masing-masing. Pada akhir tahun 2018 jumlah biaya dibayar dimuka jangka panjang
adalah sebesar Rp899.443 juta, jumlah ini menurun sebesar 6,44% dibandingkan
dengan jumlah pada akhir tahun 2017 yaitu Rp961.395 juta.

2.13 Analisis Aset Tidak Lancar Lainnya


Aset tidak lancar lainnya terutama terdiri dari aset biologis, biaya dibayar di
muka dan uang muka jangka panjang, pinjaman pada karyawan dan uang muka

21
pembelian aset tetap. Contoh “Perjanjian Pengikatan Jual - Beli AIM dengan PT Alam
Indah Bintan

Pada bulan December 2018, AIM mengadakan Perjanjian Pengikatan Jual-Beli


dengan PT Alam Indah Bintan sehubungan dengan pembelian tanah seluas sekitar
262.600m2 yang terletak di provinsi Riau dengan harga jual Rp5.000.000/m2 (angka
penuh) atau jumlah keseluruhan sebesar Rp1.313.000. Uang muka atas rencana
pembelian tanah tersebut dicatat sebagai bagian dari akun “Aset Tidak Lancar
Lainnya” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember
2018.

Kelompok Usaha memberikan pinjaman kepada karyawan dan pegawai dengan


kriteria dan syarat tertentu, sesuai dengan jenjang kepegawaian. Pinjaman karyawan
dan pegawai ini dilunasi dengan cara pemotongan gaji. Saldo terutang disajikan
sebagai bagian dari “Piutang Bukan Usaha - Pihak Berelasi” (bagian yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun) dan “Aset Tidak Lancar Lainnya” (bagian jangka Panjang)

Aset tidak lancar lainnya pada PT. Indofood di tahun 2018 sebesar
RP.3.488.858.000.000 setelah disesuaikan .

22
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
PT Indofood Sukses Makmur Tbk mengklasifikasikan aset tidak lancar menjadi
beberapa akun, yaitu tagihan pajak penghasilan, piutang plasma, aset pajak tangguhan,
investasi jangka panjang, aset tetap, properti investasi, biaya ditangguhkan, goodwill,
aset tak berwujud, biaya dibayar dimuka jangka panjang, dan aset tidak lancar lainnya.
Pada akhir tahun 2018 total aset tidak lancar PT Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah
sebesar Rp63.265.178 juta atau 65,53% dari total aset. Jumlah ini meningkat sebesar
14,09% dibandingkan dengan jumlah aset tidak lancar akhir tahun 2017, yaitu sebesar
Rp55.452.746 juta.

23
DAFTAR PUSTAKA

PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (2018). Laporan Tahunan. Jakarta.

24