Anda di halaman 1dari 12

Nama : Wahyu Kurniawan

NIM : 180503115
UTS TENGAH SEMESTER SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

1. Jelaskan tujuan tujuan dari perusahaan


Jawab
Tujuan sosial
Tujan sosial sangatlah penting, karena tujuan ini akan memberikan anda gamabran jika dalam
membangun perusahaan itu anda membutuhkan seorang konsumen, intraksi yang nayata dengan
para pelanggan anda. Tujuan sosial lebih mengarah ke tujuan sebuah perusahaan dalam
menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan para konsumenya, memusakan apa yang mereka
butuhkan dan service society yang layak.

Tujuan ekonomis
Ini adalah tujuan utama berdirinya sebuah lembaga perusahaan, tujaun utama sebuah perusahaan
berdiri adalah tentu mecari keuntungan, profit atau laba. Tujuan ekonomis memiliki tanggung
jawab besar seperti tanggung jawab dalam mempertahankan eksistensi usaha, kuntitas barang,
kualitas barang dan kesejahteraan para pegawainya. Tujuan ekonomis merupakan salah satu
tujuan akhir yang banyak menjadi problema pada sebuah perusahaan. Banyak sekali kasus yang
terjadi di lapangan yang berkaitan dengan tujuan ekonomis. Misalkan yang sangat fatal gagalnya
sebuah usaha yang sudah dirintis dari awal.

Kesimpulan : Tujuan ekonomis dan tujuan sosial merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan,
sebuah persahaan akan berkembang dengan baik apabila tujuan ekonomis sudah berjalan dan
tujuan sosial juga tidak ditinggalkan.

2. Jelaskan konsep strategi dan juga komponen SWOT


Jawab
Pengertian Strategi
> Pengertian Umum
Strategi adalah proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan
jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan
tersebut dapat dicapai.
> Pengertian khusus
Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus-
menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para
pelanggan di masa depan.

Perumusan Strategi
Perumusan strategi merupakan proses penyusunan langkah-langkah ke depan yang dimaksudkan
untuk membangun visi dan misi organisasi, menetapkan tujuan strategis dan keuangan
perusahaan, serta merancang strategi untuk mencapai tujuan tersebut dalam rangka menyediakan
customer value terbaik.
Beberapa langkah yang perlu dilakukan perusahaan dalam merumuskan strategi, yaitu:
1. Mengidentifikasi lingkungan yang akan dimasuki oleh perusahaan di masa depan dan
menentukan misi perusahaan untuk mencapai visi yang dicita-citakan dalam lingkungan tersebut.
2. Melakukan analisis lingkungan internal dan eksternal untuk mengukur kekuatan dan
kelemahan serta peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh perusahaan dalam menjalankan
misinya.
3. Merumuskan faktor-faktor ukuran keberhasilan (key success factors) dari strategi-strategi
yang dirancang berdasarkan analisis sebelumnya.
4. Menentukan tujuan dan target terukur, mengevaluasi berbagai alternatif strategi dengan
mempertimbangkan sumberdaya yang dimiliki dan kondisi eksternal yang dihadapi.
5. Memilih strategi yang paling sesuai untuk mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang.

Tingkat-tingkat Strategi
Dengan merujuk pada pandangan Dan Schendel dan Charles Hofer, Higgins (1985) menjelaskan
adanya empat tingkatan strategi.
Keseluruhannya disebut Master Strategy, yaitu: enterprise strategy, corporate strategy, business
strategy dan functional strategy.
a) Enterprise Strategy
Strategi ini berkaitan dengan respons masyarakat. Setiap organisasi mempunyai hubungan
dengan masyarakat. Masyarakat adalah kelompok yang berada di luar organisasi yang tidak
dapat dikontrol. Jadi dalam strategi enterprise terlihat relasi antara organisasi dan masyarakat
luar, sejauh interaksi itu akan dilakukan sehingga dapat menguntungkan organisasi. Strategi itu
juga menampakkan bahwa organisasi sungguh-sungguh bekerja dan berusaha untuk memberi
pelayanan yang baik terhadap tuntutan dan kebutuhan masyarakat.
b) Corporate Strategy
Strategi ini berkaitan dengan misi organisasi, sehingga sering disebut Grand Strategy yang
meliputi bidang yang digeluti oleh suatu organisasi. Pertanyaan apa yang menjadi bisnis atau
urusan kita dan bagaimana kita mengendalikan bisnis itu, tidak semata-mata untuk dijawab oleh
organisasi bisnis, tetapi juga oleh setiap organisasi pemerintahan dan organisasi nonprofit.
c) Business Strategy
Strategi pada tingkat ini menjabarkan bagaimana merebut pasaran di tengah masyarakat.
Bagaimana menempatkan organisasi di hati para penguasa, para pengusaha, para donor dan
sebagainya. Semua itu dimaksudkan untuk dapat memperoleh keuntungan-keuntungan stratejik
yang sekaligus mampu menunjang berkembangnya organisasi ke tingkat yang lebih baik.
d) Functional Strategy
Strategi ini merupakan strategi pendukung dan untuk menunjang suksesnya strategi lain. Ada
tiga jenis strategi functional yaitu:
• Strategi functional ekonomi yaitu mencakup fungsi-fungsi yang memungkinkan organisasi
hidup sebagai satu kesatuan ekonomi yang sehat, antara lain yang berkaitan dengan keuangan,
pemasaran, sumber daya, penelitian dan pengembangan.
• Strategi functional manajemen, mencakup fungsi-fungsi manajemen yaitu planning, organizing,
implementating, controlling, staffing, leading, motivating, communicating,decision making,
representing, dan integrating.
• Strategi isu stratejik, fungsi utamanya ialah mengontrol lingkungan, baik situasi lingkungan
yang sudah diketahui maupun situasi yang belum diketahui atau yang selalu berubah

Komponen SWOT
Strength (S)
Strength atau kekuatan adalah komponen yang menjadi suatu bentk karakteristik atas suatu
perusahaan atau organisasi dimana mampu memberikan keuntungan.
Weakness (W)
Weakness atau kelemahan komponen yang menjadi ciri suatu kelemahan yang ada di perusahaan
atau organisasi dibandingkan dengan yang lain.
Opportunities (O)
Opportunities atau peluang adalah berbagai peluang yang bisa dimanfaatkan oleh perusahaan
atau organisasi untuk dapat berkembang di masa depan.
Threats (T)
Threats atau ancaman adalah komponen yang berbentuk ancaman dimana kemungkinan besar
akan dihadapi perusahaan atau organisasi yang akibatnya bisa menghambat laju perkembangan
suatu perusahaan atau organisasi tersebut.

3. Jelaskan mengenai strategi tingkat korporat beserta contohnya serta berikan penjelasan,
strategi manakah yang banyak digunakan perusahaan.
Jawab
1. Strategi Korporasi (Corporate Level Strategy)
Tingkat Strategi yang pertama dalam dunia bisnis adalah Strategi di Tingkat Korporasi atau
Corporate Level Strategy, Strategi korporasi menangani seluruh ruang lingkup strategis
perusahaan terutama dalam menentukan tujuan dan sasaran suatu perusahaan. Strategi ini
diperlukan untuk menentukan bisnis apa yang harus atau ingin dimiliki oleh perusahaan seperti
jenis produk yang akan diproduksi dan dimana produk tersebut harus dipasarkan. Corporate
Level Strategy juga menentukan arah yang akan dituju oleh perusahaan dan peran setiap unit
bisnis dalam perusahaan untuk mencapai arah tersebut

Ada dua hal penting yang harus dilakukan pada strategi di tingkat korporasi, yaitu :
1. Menetapkan Visi dan Misi Perusahaan (Korporasi)
Pernyataan Visi adalah pernyataan yang menggambarkan tujuan dan kondisi dimasa depan yang
ingin dicapai oleh perusahaan dalam jangka menengah atau jangka panjang. Visi atau dalam
bahasa Inggris disebut dengan Vision ini berfungsi sebagai panduan yang jelas untuk memilih
tindakan saat ini dan di masa yang akan datang.
Pernyataan Misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh perusahaan untuk
mewujudkan visi tersebut. Misi atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Mission ini
memberikan arah dan batasan-batasan proses pencapaian tujuan.

2. Menentukan Obyektif atau Tujuan Perusahaan (Korporasi)


Obyektif Perusahaan atau Tujuan Perusahaan yang ditentukan adalah alat yang mendasari semua
perencanaan dan kegiatan strategis dan berfungsi sebagai dasar untuk membuat kebijakan dan
mengevaluasi kinerja. Contoh Obyektif Perusahaan diantara seperti menghasilkan laba,
meminimalkan pengeluaran atau memperbesar pangsa pasar dan lainnya.
Contoh Strategi Level Korporasi
Strategi yang banyak digunakan oleh perusahaan yaitu Strategi Korporasi karena strategi pada
tingkat korporat ini merupakan landasan dan acuan untuk penyusunan strategi-strategi di tingkat
yang lebih rendah (strategi unit bisnis dan strategi fungsional). Dengan demikian, strategi yang
telah disusun di ketiga tingkatan strategi (korporat, unit bisnis, dan fungsional) merupakan satu
kesahatan strategi yang saling mendukung dan terkait untuk menciptakan sinergi bagi
performansi perusahaan.

4. Jelaskan faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi informalitas perilaku


organisasi

Jawab
Faktor Internal
Motivasi
Motivasi adalah kegiatan dalam diri seseorang yang mendorong keinginan individu untuk
melakukan kegiatan-kegiatan tertentu yang berguna untuk mencapai suatu tujuan. Hal ini sangat
berpengaruh dalam pertimbangan berperilaku seseorang karena memberikan suatu dorongan
untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan. Konsumen dengan kebutuhan mendesak biasanya
akan lebih cepat menentukan pembelian suatu produk atau jasa dibandingkan dengan keinginan
saja.

Ekonomi
Keadaan ekonomi seseorang juga berpengaruh terhadap perilaku pengambilan keputusan dalam
pembelian sebuah produk. Jika orang tersebut sedang memiliki uang yang lebih, secara otomatis
Ia akan memilih produk berkualitas yang harganya lebih mahal. Jika sedang tidak memiliki uang
lebih, konsumen akan memilih produk yang harganya cenderung lebih murah atau bahkan akan
mencari produk yang berdiskon.

Sikap
Sikap adalah predisposisi (keadaan mudah terpengaruh) untuk memberikan tanggapan terhadap
rangsangan lingkungan yang dapat memulai atau membimbing tingkah laku orang tersebut.
Bagaimana sikap seseorang terhadap produk atau merek memengaruhi tindakan membeli atau
menggunakan produk atau merek tersebut.
Persepsi
Persepsi merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang
diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut. Ketika
seseorang menerima persepsi mengenai suatu produk dengan baik, maka Ia akan memiliki
persepsi bahwa produk tersebut baik dan akan mencoba produk tersebut.

Integrasi
Integrasi merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Dengan maksud respon atas sikap yang
diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan
membuat seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.

Faktor Eksternal
Kebudayaan
Kebudayaan adalah simbol dan fakta yang kompleks yang diciptakan oleh manusia, diturunkan
dari generasi ke generasi sebagai penentu dan pengatur perilaku manusia dalam masyarakat yang
ada. Faktor budaya terdiri dari kultur, sub-kultur dan kelas sosial. Faktor-faktor budaya
mempunyai pengaruh yang paling luas dan mendalam terhadap perilaku konsumen karena
seseorang cenderung akan mengikuti budaya di daerah tempat tinggalnya.

Kelompok Sosial dan Kelompok Referensi


Kelompok sosial adalah kesatuan sosial yang menjadi tempat individu berinteraksi satu sama lain
karena adanya hubungan di antara mereka. Sedangkan kelompok referensi adalah kelompok
sosial yang menjadi ukuran seseorang untuk membentuk kepribadian dan perilaku. Kedua jenis
kelompok tersebut berpengaruh dalam penentuan pembelian barang karena seseorang akan
mencari referensi dari produk yang dimiliki anggota kelompok lainnya.

Keluarga
Keluarga inti menunjukkan lingkungan keluarga yang meliputi ayah, ibu dan anak-anak yang
hidup bersama. Dengan arti lain, kelompok paling kecil di dalam kehidupan masyarakat tetapi
mempunyai peranan terbesar dalam pembentukan sikap dan perilaku seseorang terutama pada
pembelian sebuah produk. Seseorang yang sudah memiliki anak pasti memiliki pemikiran yang
berbeda dalam menentukan sebuah produk yang akan dibeli karena pada umumnya akan
menuruti keinginan anak tersebut.
5. Jelaskan mengenai pusat pertanggungjawaban beserta manfaat dan tujuannya.

Jawab
PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN (Responsibility Center)
1. Pengertian Pusat-Pusat Pertanggungjawaban (Responsibility Center)
Pusat pertanggungjawaban (responsibility center) adalah suatu unit yang dipimpin seorang
Manajer yang bertanggungjawab terhadap aktivitas yang dilakukan dalam unit yang dikelolanya.
Yang bertujuan untuk mengukur dan mendorong kinerja unit organisasi dan manajer unit yang
bersangkutan. Contoh :
a. Direktur Utama perusahaan holding atau anak perusahaannya atau Direktur Utama anak
perusahaan dari suatu holding.
b. Direktur/Kepala Divisi perusahaan holding, atau Kepala Bagian/Kepala Distrik pada anak
perusahaan.
c. Kepala unit-unit di dalam suatu perusahaan.

2. Manfaat Adanya Pusat Pertanggungjawaban


Manfaat adanya pusat peranggungjawwaban adalah sebagai berikut:
a. Sebagai basis perencanaan, pengendalian, dan penilai kinerja manajer dan unit organisasi
yang dipimpinnya.
b. Untuk memudahkan mencapai tujuan organisasi.
c. Memfasilitasi terbentuknya goal congruence.
d. Mendelegasikan tugas dan wewenang ke unit-unit yang memiliki kompetensi sehingga
mengurangi beban tugas manajer pusat.
e. Mendorong kreativitas dan daya inovasi bawahan.
f. Sebagai alat untuk melaksanakan strategi organisasi secara efektif dan efisien.
g. Sebagai alat pengendalian anggaran.
3. Jenis-jenis Pusat Pertanggungjawaban
a. Pusat Pendapatan
Pusat pendapatan adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya diukur
berdasarkan output (pendapatan) yang diukur secara moneter, akan tetapi tidak dihubungkan
dengan input-nya (beban).
Contoh: departemen pemasaran (penjualan). Departemen pemasaran tidak berwenang untuk
menentukan harga pokok ataupun harga jual produk yang dihasilkan. Akan tetapi, ukuran utama
kinerjanya adalah pendapatan yang diperoleh dari pemasaran produk tersebut.
b. Pusat Beban
Pusat beban adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya diukur berdasarkan
input yang diukur secara moneter, akan tetapi outputnya tidak diukur.
Pusat Beban dibedakan menjadi dua jenis, yaitu
1) Pusat Beban Teknik
Pusat beban teknik merupakan pusat pertanggungjawaban yang jumlah input (beban)-nya secara
tepat dan memadai dapat diestimasikan dengan wajar.
Contoh: Departemen pemanufakturan (produksi); Bagian penggajian.
Dalam pusat beban teknik, efisiensi lebih ditekankan, sehingga output akan dibandingkan dengan
beban standar. Disamping itu pusat beban teknik juga mempunyai tugas penting, yaitu menjaga
mutu dan volume produksi, serta melakukan pelatihan, pengembangan dan penilaian untuk
karyawan.
2) Pusat Beban Kebijakan
Pusat beban kebijakan merupakan pusat pertanggungjawaban yang jumlah input (beban)-nya
yang diestimasikan tidak tersedia. Oleh karena itu, beban-beban yang dikeluarkan tergantung
pada penilaian manajemen, atas jumlah yang memadai untuk suatu kondisi.
Contoh: Unit-unit administratif dan pendukung, seperti bagian akuntansi, hubungan masyarakat
(humas), legal (hukum), bagian sumber daya manusia, serta penelitian dan pengembangan (R &
D).
c. Pusat Laba
Pusat laba merupakan pusat pertanggungjawaban dimana kinerja finansialnya diukur dalam
ruang lingkup laba, yaitu selisih antara pendapatan dan pengeluaran. Laba merupakan ukuran
kinerja yang berguna karena laba memungkinkan pihak manajemen senior dapat menggunakan
satu indikator yang komprehensif dibandingkan harus menggunakan beberapa indikator.
Keberadaan suatu pusat laba akan relevan ketika perencanaan dan pengendalian laba mengaku
kepada pengukuran unit masukan dan keluaran dari pusat laba yang bersangkutan.
d. Pusat Investasi
Bentuk pusat pertanggungjawaban yang paling lengkap adalah pusat investasi. Pusat investasi
memiliki semua hak keputusan pusat biaya dan pusat laba serta hak keputusan atah jumlah modal
yang akan diinvestasikan. Pengertian pusat investasi menurut Mulyadi dalam bukunya
“Akuntansi Manajemen : Konsep, Manfaat dan Rekayasa” menerangkan bahwa: “Pusat investasi
adalah pusat laba yang manajernya diukur prestasinya dengan menghubungkan laba yang
diperoleh pusat pertanggungjawaban tersebut dengan investasi yang bersangkutan” (20014;27)
Sebuah pusat investasi merupakan pengembangan utama dari ide pusat pertanggungjawaban
karena pusat ini mencakup semua elemen yang terdapat dalam tujuan perusahaan untuk
memperoleh kembalian investasi yang memuaskan. Laporan kinerja suatu pusat investasi tidak
hanya terbatas pada laba yang diperoleh tapi juga jumlah asset yang digunakan dalam
memperoleh laba.
4. Kaitan Pusat Pertanggungjawaban dengan Sistem Pengendalian Manajemen
Sistem pengendalian manajemen harus didukung dengan struktur organisasi yang baik. Struktur
organisasi termanifestasi dalam bentuk struktur pusat pertanggungjawaban (Responsibility
centers). Pengendalian manajemen berfokus pada pusat pertanggungjawaban, karena pusat
pertanggungjawaban merupakan alat untuk melaksanakan strategi dan program-program yang
telah diseleksi melalui proses perencanaan strategi.
Pusat-pusat pertanggungjawaban organisasi mempunyai peran yang sangat penting dalam
melakukan perencanaan dan pengendalian anggaran. Melalui pusat pertanggungjawaban tersebut
anggaran dibuat, dan jika telah disahkan anggaran dikomunikasikan kepada manajer level
menengah dan bawahan untuk dilaksanakan. Idealnya, struktur pusat pertanggungjawaban
sebagai alat pengendalian anggaran sejalan dengan program atau struktur aktivitas organisasi.
Dengan perkataan lain, tiap-tiap pusat pertanggungjawaban bertugas untuk melaksanakan
program atau aktivitas tertentu, dan penggabungan program-program dari tiap-tiap pusat
pertanggungjawaban tersebut seharusnya mendukung program pusat pertanggungjawaban pada
level yang lebih tinggi, sehingga pada akhirnya tujuan umum organisasi dapat