Anda di halaman 1dari 4

Baik sistem formal maupun proses informal mempengaruhi perilaku manusia dalam organisasi

perusahaan, konsekuensinya, kedua hal tersebut akan berpengaruh pada tingkat pencapaian
keselarasan tujuan sebagaimana disebutkan di atas. namun hal yang juga untuk diperhatikan oleh para
perancang sistem pengendalian formal adalah aspek-aspek yang berkaitan dengan proses informal,
seperti etos kerja, gaya manajemen, dan budaya yang melingkupi, karena untuk menjalankan strategi
organisasi secara efektif mekanisme formal harus Berjalan seiring dengan mekanisme informal, Oleh
karena itu, sebelum sistem formal didiskusikan, akan diuraikan faktor-faktor informal, baik yang bersifat
internal maupun eksternal, yang memainkan peranan kunci dalam rangka meraih keselarasan dengan
tujuan perusahaan.

Faktor-faktor eksternal

Faktor-faktor eksternal adalah norma-norma mengenai perilaku yang diharapkan di dalam masyarakat
rumah dimana organisasi menjadi bagiannya. Norma-norma ini mencakup sikap, yang secara kolektif
sering juga disebut etos kerja, yang diwujudkan melalui loyalitas pegawai terhadap organisasi, keuletan,
semangat, dan kebanggaan yang dimiliki oleh pegawai dalam menjalankan tugas secara tepat waktu.
Beberapa sikap di atas bersifat lokal yaitu: spesifik untuk kota atau wilayah di mana organisasi
beroperasi. contoh-Silicon Valley- suatu wilayah yang membentang sepanjang 30 mil dan selebar 10 ml
Di California utara adalah salah satu pusat utama penciptaan bisnis baru dan kesejahteraan dalam
ekonomi Amerika Serikat. daerah ini menarik perhatian orang-orang yang mempunyai kesamaan dalam
karakteristik mereka, yaitu semangat Kewiraswastaan keinginan untuk bekerja keras, Ambisi yang tinggi
dan kesukaan untuk bekerja dalam wilayah kerja yang informal. dalam 50 tahun terakhir, Silicon Valley
telah menciptakan perusahaan perusahaan seperti Hewlett-Packard, Microsoft, Apple Computer, Sun
Microsystems, Oracle, Cisco System an intel. bahkan setelah siklus sukses dan bangkrut, perusahaan lini
lama dan perusahaan dot.com yang bertahan, tetap meningkatkan reputasi Silicon Valley sebagai pusat
inovasi teknologi.

faktor-faktor internal

Budaya

faktor yang terpenting adalah budaya di dalam organisasi itu sendiri, yang meliputi keyakinan bersama,
nilai-nilai hidup yang dianut, norma-norma perilaku serta asumsi-asumsi yang secara implicit diterima
dan secara eksplisit dimanifestasikan di seluruh jajaran organisasi. Norma-norma budaya sangatlah
penting karena hal tersebut bisa menjelaskan mengapa 2 perusahaan dengan sistem pengendalian
manajemen formal yang sama, dalam hal pengendalian actual. Contoh Jhonson dan Jhonson (J&J)
Memiliki budaya perusahaan yang kuat lemah sebagaimana ditunjukkan oleh kredo perusahaan.
seseorang tidak dapat sepenuhnya memahami dampak dari sistem pengendalian formal yang dipakai
oleh J&J tanpa melihat kredo perilaku yang diterapkan perusahaan pada para pegawainya. Hal ini
dengan nyata ditunjukkan pada saat terjadinya krisis kapsul Tylenol Tahun 1982. pada saat itu, tujuh
orang tewas karena memakai kapsul Tylenol. J&J menarik seluruh kapsul Tylenol dari pasar AS,
meskipun kapsul-kapsul yang beracun itu terjual di Chicago, di utak-atik di luar lokasi J&J, dan individu
yang bertanggung jawab atas keracunan itu bukan pegawai J&J. perusahaan tersebut juga melancarkan
kampanye untuk memberi informasi kepada ahli ahli kesehatan dan masyarakat luas mengenai langkah-
langkah yang diambil oleh perusahaan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa yang akan
datang.

Gaya Manajemen

faktor internal yang barangkali memiliki dampak yang paling kuat terhadap pengendalian manajemen
adalah gaya manajemen. biasanya, sikap-sikap bawahan mencerminkan apa yang mereka anggap
sebagai sikap atasan mereka, dan sikap para atasan itu pada akhirnya berpijak pada apa yang menjadi
sikap CEO. Para manajer memiliki kualitas dan gaya yang beragam. beberapa diantaranya memiliki
Karisma dan Ramah, sementara yang lain ada yang bergaya agak santai titik ada manajer yang banyak
melewatkan waktunya dengan melihat-lihat dan berbicara pada banyak orang manajemen dengan cara
berkeliling ( management by walking around) sementara ada juga manajer yang menyibukkan dirinya
nya dengan menulis laporan.

Organisasi Formal

kenyataan-kenyataan yang ditempuh selama berlangsungnya proses pengendalian manajemen tidak


bisa dipahami tanpa mengetahui arti penting dari hubungan hubungan yang menyusun di organisasi
yang bersifat informal.

Persepsi dan Komunikasi

pesan-pesan yang diserap dari berbagai sumber ini bisa jadi bertentangan satu sama lain, atau bahkan
memiliki interpretasi yang sangat beragam. maka komunikasi perlu dibangun menyamakan persepsi.

Kerjasama dan konflik

garis-garis yang menghubungkan kotak-kotak dalam bagan organisasi si di capai adalah dimana
manajemen senior membuat keputusan dan mengkomunikasikan keputusan tersebut melalui hierarki
organisasi ke manajer pada tingkat yang lebih rendah. Hal ini mengabaikan tujuan pribadi masing-
masing individu.

E. TEORI MOTIVASI KERJA

Pemberian penghargaan merupakan salah satu cara untuk memotivasi anggota organisasi untuk
mencapai tujuan organisasi. Dengan kata lain penghargaan merupakan salah satu motivator dan positive
reward kepada manajer dan karyawan. Postive reward berdasar hasil penelitian adalah cara yang lebih
dari pada negative reward/punishment dalam rangka memotivasi karyawan mencapai target dan tujuan
perusahaan.

Motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan
kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai tujuan organisasi. beberapa teori motivasi yang dikenal
dapat diterapkan dalam organisasi, yaitu:

1. Teori hierarki kebutuhan Maslow


* kebutuhan fisiologis.

merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh manusia, seperti rasa lapar, haus, seks,
Perumahan, tidur dan sebagainya.

* kebutuhan keamanan

merupakan kebutuhan akan keselamatan dan perlindungan dari bahaya ancaman dan perampokan
ataupun pemecatan dari pekerjaan.

* kebutuhan sosial

merupakan kebutuhan akan cinta dan kepuasan dalam menjalin hubungan dengan orang lain, kepuasan
dan perasaan memiliki serta diterima dalam satu kelompok, rasa kekeluargaan, persahabatan dan kasih
sayang.

* kebutuhan penghargaan

merupakan kebutuhan akan status dan kedudukan, kehormatan diri, reputasi dan prestasi.

* kebutuhan aktualisasi diri

merupakan kebutuhan pemenuhan diri, untuk mempergunakan potensi diri pengembangan diri
mungkin, kreativitas, ekspresi diri dan dan melakukan apa yang paling cocok, serta menyelesaikan
pekerjaannya sendiri.

2. teori dua faktor Herzberg

*Hygiene Faktor

faktor ini berkaitan dengan konteks kerja bagi individu. Faktor-faktor higienis yang dimaksud adalah
kondisi kerja, dasar pembayaran (gaji), kebijakan organisasi, hubungan antar personal, dan kualitas
pengawasan.

* satisfier faktor

faktor pemuas yang dimaksud berhubungan dengan isi kerja dan definisi Bagaimana seseorang
menikmati atau merasakan pekerjaannya. Faktor yang dimaksud adalah prestasi, pengakuan, tanggung
jawab dan kesempatan untuk berkembang.

3.Teori Pengharapan Vroom

Teori ini terdiri dari unsur-unsur Expectancy, Instrumentality, dan Valence. ekspektasi adalah hubungan
dimana seseorang yang mempercayai antara usaha dan kemampuan dengan hasilnya diukur dalam
sistem pengukuran prestasi organisasi (Hubungan upaya - Kinerja). instrumentality adalah hubungan
antara kinerja yang diukur dengan hasil yang diharapkan untuk individu ( Hubungan kinerja -Ganjaran).
Valence adalah nilai di mana seseorang menugaskan pada hasil yang disediakan untuk individu dari
organisasi sebagai hasil pengukuran prestasi normal (Hubungan ganjaran - tujuan pribadi)