Anda di halaman 1dari 27

Jarum Bedah Dan Benang

Bedah
by ; BD
Sejarah
Bukti keberadaan Benang Bedah yang
pertama kali ditemukan dalam Literatur
Mesir pada abad ke-16. Informasi ini
tercatat didalam Edwin Smith papyrus.
Sejarah
Pada 900 Masehi di negara Arab
dikenal istilah “Kitgut” untuk Benang
Bedah. “Kit” adalah senar sejenis alat
musik yang populer di zaman itu.
“Kitgut” adalah cikal bakal (root-word)
daripada “Catgut”, yang juga populer
dengan sebutan “Surgical Gut”.
Prinsip Umum Penjahitan luka
1. Penyembuhan akan terjadi lebih cepat bila tepi-tepi kulit dirapatkan
satu sama lain dengan hati-hati
2. Tepi kulit harus ditarik dengan ringan
3. Setiap ruang mati harus ditutup
4. Setiap jahitan dibiarkan pada tempatnya hanya selama
diperlukan.pada wajah (48 jam–5 hari) abdomen dan kaki 10 hari
atau lebih
5. Semua luka harus ditutup sebersih mungkin
JARUM BEDAH
• Jarum bedah disebut juga jarum hecthing (Suturu needles atau
Surgical needles) digunkana untuk menjahit luka, umumnya luka
operasi. Pada umumnya terbuat dari logam (stainless steel).
Bagian – bagian dari jarum bedah
• Ujung jarum ( point of needle )
• Badan / Batang ( body / shat needle )
• Mata jarum ( eye needle )
Ujung Jarum Bedah
1. Taper. Ujung jarum taper dengan batang
bulat atau empat persegi cocok digunakan
untuk menjahit daerah aponeurosis, otot,
saraf, peritoneum, pembuluh darah, katup
2. Blunt. blunt point dan batang gepeng cocok
digunakan untuk menjahit daerah usus
besar, ginjal, limpa, hati
3. Triangular. Ujung segitiga dengan batang
gepeng atau empat persegi. Bisa dipakai
untuk menjahit daerah kulit, fascia, ligament,
dan tendon
4. Tapercut. Ujung jarum berbentuk segitiga
yang lebih kecil dengan batang gepeng, bisa
digunakan untuk menjahit fascia, ligaments,
uterus, rongga mulut, dan sebagainya
Needle Swage
• Perawat bedah tidak harus memilih
jarum, trauma minimal pada jaringan,
jarum baru dan tajam setiap mau
digunakan. Jika jarum jatuh masih lebih
mudah di temukan karena masih
terhubung dengan benang
Tubuh Jarum
• Bentuk jarum secara umum
diklasifikasikan menurut tingkat
kelengkungan tubuh 5/8, 1/2,
3/8 atau 1/4 lingkaran dan
lurus dengan lancip (taper),
pemotongan (cutting), poin
tumpul (blunt points) atau
tapercut (needle tips)
Karakteristik utama jarum
1. Harus terbuat dari stainless steel (baja tahan karat) yang berkualitas tinggi.
2. Menahan/ menolak lentur sehingga akan cenderung membengkok sebelum
putus
3. Cukup kuat untuk mempenetrasi jaringan tanpa bengkok
4. Cukup elastis untuk menembus jaringan tanpa merusaknya
5. Cukup tipis sehingga dapat meminimalisir trauma pada jaringan saat
penjahitan
6. Cukup lebar untuk menarik benang melalui jaringan tanpa abrasi yang tidak
semestinya
7. Cukup tajam untuk memudahkan penetrasi ke dalam jaringan.
8. Stabil saat dipasang dan digunakan dalam instrumen seperti needle holder.
BENANG BEDAH
• Benang bedah adalah materi berbentuk benang yang berfungsi untuk
ligasi (Mengikat) pembuluh darah atau aproksimasi (mengikat /
menyatukan jaringan )
• Ragam benang bedah. Benang bedah diklasifikasikan menjadi dua
tipe yaitu benang yang dapat diabsorbsi dan benang yang tidak dapat
diabsorbsi. Bisa juga diklasifikasikan berdasarkan pada konstruksi atau
bahan dasarnya, yaitu terbuat monofilamen atau multifilamen,
Klasifikasi benang bedah
1. Absorbable ( diserap )
Merupakan jenis benang yang materialnya dibuat dari jaringan
collagen mamalia sehat atau dari sintetik polimer (catgut, polydioxone
atau polyglycolicid)
Absorption rate. : lamanya waktu yang dibutuhkan oleh sehelai benang
bedah untuk diserap oleh tubuh
Plain CatGut
(Collagen) suture

Natural : Absorbable : Monofilament


Lapisan Submucosal / Serosal dari
usus hewan
97 - 98% collagen murni
Plain CatGut
(Collagen) suture

PLAIN

Tensile Strength 7 - 10 hari


Absorption Rate 60 - 90 hari

Diserap secara enzimatis, dan dipengaruhi banyak faktor


(e.g. Tingkat nutrisi pasien)
Chromic CatGut
(Collagen) suture

Natural : Absorbable : Monofilament


Lapisan Submucosal / Serosal dari
usus hewan
97 - 98% collagen murni
Chromic CatGut
(Collagen) suture

CHROMIC

Tensile Strength 21 - 28 hari


Absorption Rate 90 - 110 hari

Diserap secara enzimatis, dan dipengaruhi banyak faktor


(e.g. Tingkat nutrisi pasien)
Coated

VICRYL*
(polyglactin 910) suture

Effective wound support 35 days


Absorption of mass 56 - 70 days

STRENGTH RETENTION:

At 2 weeks 75% Tensile strength remains


At 3 weeks 50% (Gauge 6/0 and larger)

Used for FASCIA and UTERUS closure


* Trademark
Lanjut…………….

2. Non absorbable
Terbuat dari bahan buatan ( sintetis ) dan dibuat sedemikian
rupa sehingga reaksi jaringan yang timbul sangat kecil. (nylon, polyester
atau stainless steel)
• Seide (silk/sutera)
• T line
• Steel wire
• Ethibond
Silk
Kelemahan
Reaksi jaringan
menghilangkan kekuatan
yang pada akhirnya
membagi bagi badan asing NUROLON* SILK

yang di tanamkan dalam


Greater reaction to biological material
jangka panjang

* Trademark
MERSILENE*
(polyester) suture

Karakter penanganan hebat


Mendukung luka secara permanen
Kuat
Reaksi sedikit
Tdk bagus untuk Cervix
(Shirodkar or Mc. Donald Technique)

* Trademark
PROLENE*
(polypropylene) suture

Synthetic : Monofilament :.Nonabsorbable


.

Monofilament untuk menggantikan nylon


Mengendalikan lebih baik
Yang lebih lembut untuk menangani dan mengikat

* Trademark
PROLENE*
(polypropylene) suture

Penggunaan Utama

menyambung jahitan
Vascular surgery - the
standard!
Kulit dan Subticular –
untuk penarikan tanpa rasa
sakit

* Trademark
Menurut bentuk untaiannya
1. Monofilament
• Monofilament bila hanya terdiri dari
satuserat saja.
2. Polyfilament
• Polifilamen bila terdiri atas banyak serat
yang diuntai menjadi satu, benang yang
multifilamen memiliki kelenturan dan
fleksibilitas yang lebih baik
Benang Bedah Ideal
Moynihan, 1912
•Steril
•Mudah untuk Digunakan
•Reaksi/trauma jaringan yang minimal
•Memiliki Tensile Strength (Kekuatan
Menahan Jaringan Luka) yang memadai
•Simpul yang aman
•Diserap tubuh setelah tidak berfungsi
•Dapat digunakan untuk segala jenis
operasi
Matur Nuwun Semoga
Bermanfaat